3 Pemikiran yang Harus Ada Saat Skripsi Gak Cepat Kelar

Sumber: WriteMyEssay4Me.org – Illustration Essay

Hai Youngvestors!

Banyak tantangan dan masalah yang akan dihadapi oleh setiap orang, termasuk kita. Bahkan, orang yang sukses tentu juga menghadapi banyak sekali rintangan walaupun mereka sudah sukses. Ketika ada masalah, banyak orang yang juga akhirnya putus asa karena merasa terlalu berat dan menekan hidupnya, namun ada pula yang berhasil untuk melawan segala masalah yang ada tersebut. Tentu kita harus termasuk kategori orang yang berhasil.

Youngvestors pasti mengenal sosok Jack Ma yang memiliki perusahaan besar yang berasal dari China. Beliau merupakan sosok yang hebat dan sukses dengan latar belakang pernah bahkan sering ditolak saat melamar pekerjaan. Beliau juga pernah ditolak untuk menjadi pegawai di KFC bahkan satu-satunya pelamar yang tertolak saat itu. Kini, Jack Ma membuktikan dirinya menjadi sosok yang luar biasa dengan memiliki perusahaan Alibaba yang sangat terkenal di seluruh dunia. Jack Ma berhasil untuk membuktikan dengan melewati segala proses kesulitan yang ia alami tanpa putus asa dan selalu bekerja keras.

Skripsi yang menjadi penentu mahasiswa tingkat akhir akan terlihat menakutkan. Ada yang mengerjakan skripsi sangat cepat, ada skripsi yang harus terhambat karena banyak faktor. Ada yang lulus cepat, namun ada yang lulus harus melebihi batas lulus normal. Ada yang mendapatkan gelar cumlaude, ada yang sudah bangga dengan nilai IPK dibawah 3. Ada yang lulus dengan membawa banyak pengalaman, ada juga yang lulus hanya bermodal ijazah. Dari sana, kita mengetahui bahwa setiap orang tidak harus memiliki jalan yang sama karena memiliki permasalahan yang berbeda pula. Lantas, bagaimana cara kita mengatasi persoalan tersebut?

Sumber: Youtube – Introducing Asana Timeline

1. Memahami Bahwa Timeline Orang Berbeda

Youngvestors tentu mengetahui beberapa selebgram terkenal yang ada di Instagram. Seorang selebgram selalu nampak bahagia akan hidupnya dengan tidak menunjukkan betapa dia insecure dengan bentuk tubuhnya hingga menangis karena dibully netizen. Kita hanya tahu kalau selebgram adalah orang yang selalu bahagia dengan membagikan post danstory melalui Instagram yang penuh endorse-an. Selebgram juga manusia seperti kita,mereka pasti pernah merasa insecure, bodoh, dan memikirkan karier. Namun yang perlu kita ketahui adalah menyadari bahwa setiap orang memiliki masalah sendiri-sendiri.

Kita pun juga memiliki timeline hidup tersendiri. Ada yang sudah memiliki rumah di usia 20 tahun, namun ada yang masih harus berjuang membayar KPR rumah di umur 40 tahun. Bersyukur adalah cara yang sederhana. Skripsi-pun begitu, mungkin temanmu kini sudah lulus dan kita masih harus berjuang untuk mendapatkan jadwal bimbingan dengan dosen. Namun perlu kita tanamkan mindset bahwa lulus cepat bukanlah jaminan. Mahasiswa yang lulus tepat waktu belum menjadi jaminan kita mampu diterima di perusahaan. Banyak juga fresh graduate dengan memiliki banyak pengalaman yang menjadi pengangguran sedangkan ada juga mahasiswa yang belum lulus namun sudah memiliki potensi bekerja di perusahaan ternama. Lakukan semampu kita dan tetaplah berjuang, Youngvestors!

Sumber: EduBirdie – Illustration Essay Guide

2. Jangan Hakimi Waktu dengan Standar Sosial

Standar orang dalam melihat sesuatu juga akan berbeda. Lulus kuliah normalnya dibilang 4 tahun, namun ada juga yang berhasil hanya dengan 3,5 tahun untuk lulus. Seorang HRD perusahaan, tidak akan hanya melihat seberapa lama berhasil kita untuk lulus. Banyak yang masih dipertimbangkan seperti pengalamanmu saat berkuliah. Kita lebih baik lulus diatas normal (4 tahun) dengan expertising yang baik daripada lulus 3,5 tahun namun hanya ingin dibanggakan oleh tetangga sebelah rumah. Apalagi perusahaan di Negara Singapura kini tidak meminta ijazah dari universitas kita. Perusahaan disana hanya ingin melihat potensi yang ada dalam diri kita seperti hard skill dan soft skill. Jadi, jangan cemas jika memang harus lulus lebih lama dari perkiraan. Lakukan yang terbaik sekarang juga.

Sumber: iStock – Blame Illustration

3. Tidak Menyalahkan Siapapun

Terkadang, skripsi yang tertunda tidak 100% salah kita maupun orang lain. Banyak masalah yang akan dihadapi, seperti kurang dalam dana, harus mengulang proposal, dan juga ada yang memiliki dosen pembimbing yang slow respond sehingga kita harus menunggu untuk revisi berikutnya. Untuk itu, jangan hanya berdiam diri ketika menunggu. Lakukan apa yang bisa kita lakukan tanpa menyalahkan siapapun. Menyalahkan siapapun tidak akan membuat kita berhasil, yang ada hanya membuang waktu dan membuat emosi. Tetap bersyukur dengan segala keadaan adalah cara yang paling sederhana. Jadikan batu loncatan bukan batu sandungan yang membuatmu jatuh.

Youngvestors, menjalani proses penyelesaian skripsi memang bukan hal yang mudah untuk kita jalani. Mungkin banyak masalah yang kita akan hadapi di awal, tengah, bahkan akhir dalam mengerjakan skripsi sebagai tugas akhir kita di universitas. Namun yang dapat kita lakukan hanyalah melihat bahwa semua memiliki kesempatannya sendiri-sendiri. Jadikan motivasi jika temanmu telah lulus duluan dan lakukan  3 poin diatas yang dapat kita lakukan selagi menyelesaikan skripsi. Lakukanlah yang terbaik, semaksimal yang kita bisa karena melakukan poin di atas juga bagian dari kita dalam mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih positif dibanding sebelumnya.

Untuk Youngvestors yang masih ingin dan tertarik untuk belajar mengenai self development, I AM Community sedang mengadakan pendaftaran untuk program I AM Talent & Career. Program ini akan menyediakan fasilitas untuk Youngvestors belajar untuk mengembangkan diri seperti public speaking yang penting dalam berkarier. Bahkan kita juga akan belajar mengenai investasi properti yang tentu menjanjikan untuk kita miliki apalagi di usia muda saat ini. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu untuk investasi untuk diri sendiri. Jika ingin mengerti informasi lebih lanjut, langsung lihat pada Iamcommunity.co.id/iamtalent ya!

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!