Investasi Properti di Masa Pandemi? Bisa Nggak Ya?!

Penulis : Lauren & Jonaris

Heyho, Youngvestors!

Siapa disini yang pernah bertanya-tanya “bisa nggak ya investasi properti saat pandemi gini?” hayoo.. Wah, sepertinya banyak nih teman-teman youngvestors yang sering bertanya mengenai hal tersebut. Nah, berhubung I AM Community merupakan salah satu komunitas yang berfokus pada investasi properti, pada artikel kali ini kita akan sama-sama mengulik beberapa alasan mengapa investasi properti di masa pandemi ini dinilai memiliki keuntungan tersendiri! Yaudah, daripada makin penasaran, yuk langsung baca artikel berikut ini!

Sumber : canva
  1. Penawaran Properti Memiliki Harga dan Promo Menarik

Pada masa pandemi seperti ini, ternyata banyak pemilik properti yang memberikan harga dan promo yang ga kaleng-kaleng! Faktanya, properti turun hingga 30% dari harga pasaran, harga tersebut belum termasuk penawaran khusus alias diskon dari pemilik properti. Nah, pasti youngvestors bertanya-tanya lagi nih, kok bisa ya properti turun dari harga pasarnya? Ya, tentu saja bisa karena di masa pandemi seperti ini, minat investor untuk investasi properti agak menurun. Oleh karena itu, pemilik property menurunkan harga agar dapat menarik kembali minat investor. Sekarang ini, pemilik property juga memberikan beberapa promo menarik, di antaranya  discount ataupotongan harga, Down Payment (DP) ringan hingga hadiah langsung. Tidak hanya itu saja, pemerintah kini juga memberikan insentif tambahan berupa bebas PPN 10%.

Sumber : canva
  • Investasi Masa Depan karena Harga Terus Naik

Saat ini memang bisnis properti sedikit lambat daripada biasanya. Ya, hal ini diakibatkan oleh adanya pandemic, tetapi dalam jangka panjang, properti akan cenderung naik dengan potensi kenaikan sebesar 10% – 15% tergantung lokasi dan pembangunan wilayah dari properti tersebut. Oleh sebab itu, property bisa menjadi salah satu opsi investasi yang dapat menguntungkan investor itu sendiri dan juga generasi penerusnya. Keren, bukan?

  • Investasi Properti Masih Jarang Tergerus Pandemi

Investasi properti di masa pandemic masih tergolong stabil jika dibandingkan dengan investasi saham maupun aset berharga lainnya. Penyebabnya adalah properti memiliki risiko yang lebih minim daripada investasi lainnya. Meskipun saat ini harga properti jatuh, tetapi jika dilihat dalam jangka panjang, properti memiliki harga yang berpotensi untuk terus naik. 

Sumber : canva

Nah, jadi makin tertarik nih buat investasi properti di masa pandemic ini. Kalian masih belum yakin? Wah tenang saja, setelah ini kita akan bersama-sama menyimak tips investasi properti dimasa pandemi nih. Nah, untuk tipsnya sendiri, agar lebih mudah diingat, mintor menyingkatnya menjadi 3M. Eh, apa aja tuh mintor?

  1. Mencari Informasi mengenai Lokasi Properti

Lokasi merupakan kunci utama dari keberhasilan investasi properti. Youngvestor diharapkan bisa memilih properti pada kawasan yang strategis sehingga dapat memberikan keuntungan kedepannya.

  • Memeriksa Kondisi dan Reputasi Properti

Sebelum melakukan investasi properti, hendaknya kalian memeriksa kondisi properti yang akan dipilih. Jangan sampai kondisi rumah tidak dalam keadaan yang baik. Begitu pun dari segi keamanannya, sebaiknya jangan membeli properti di kawasan yang rawan kejahatan. Selanjutnya sebagai investor properti sudah sepatutnya memeriksa reputasi pemilik properti agar terhindar dari penipuan.

  • Mempertimbangkan Properti dari Segi Legalitas secara Spesifik

Keindahan suatu properti biasanya membuat seorang investor tanpa babibu langsung saja membelinya. Padahal, sebagai investor haruslah berhati-hati dalam mengambil keputusan. Seorang investor wajib mempertimbangkan kelengkapan dari surat-surat property sehingga permasalahan-permasalahan di masa depan dapat dihindari.

Salam I AM Community:

I  AM Smart,

I AM Capable.

Sumber :

https://www.dbs.id/id/treasures/articles/alasan-investasi-properti-saat-pandemi#
https://metlandmenteng.co.id/id/article/2020-08-23-00-00-00-3-keuntungan-investasi-properti-saat-pandemi
https://glints.com/id/lowongan/investasi-properti-saat-corona/#.YORsBegzbIU
https://www.medcom.id/properti/tips-properti/VNxgG3qK-simak-5-tips-berinvestasi-properti

Yuk Mengenal Properti Paling Terkenal Di Indonesia!

Sumber: Free Vector – Real Estate Vector Art & Graphics

Halo, Youngvestors!

Siapa yang tidak mengenai Bapak Ciputra? Beliau merupakan sosok yang terkenal atas kepemilikannya dalam bidang properti. Seperti namanya, properti yang beliau bangun bernama Ciputra juga, loh! Meski Dr. (HC) Ir. Ciputra telah tiada, namun hasil karya perjuangan untuk sampai menjadi perusahaan Ciputra yang luar biasa tentu sudah tidak perlu diragukan lagi ya, Youngvestors. Bangunan elite nan megah dengan segmentasi pasar dari kalangan yang menengah hingga atas ini telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Perusahaan Ciputra ini telah menjadi perusahaan go public tahun 1994 yang bernama PT Ciputra Development, Tbk dengan kode sahamnya CTRA dimana sebelumnya Bapak Ciputra mendirikan perusahaan di bidang properti ini dengan nama PT Citra Habitat Indonesia tahun 1981. Perusahaan ini telah mengeluarkan beberapa varian produk, segmen pasar, dan lokasi hampir kurang lebih tersebar di 33 kota di Indonesia. Tentu hal ini menunjukkan bagaimana perkembangan Ciputra yang luar biasa. Perusahaan ini tidak hanya membangun perumahan saja, melainkan juga pusat perbelanjaan seperti salah satunya yaitu Ciputra World Surabaya Mall dan Ciputra Waterpark yaitu kolam renang di Surabaya pula! Eits, gak sampai situ aja, Ciputra juga mendirikan apartemen, hotel, rumah sakit, bahkan tempat rekreasi dan bersantai dengan keluarga seperti golf and family club.

Dari sekian banyak hasil karya yang telah dihasilkan, ternyata perumahan di Jakarta Barat yang menjadi pembangunan properti pertamanya, loh! Proyek perumahan ini bernama Citra Garden yang akhirnya menjadi cikal bakal pembuatan dan pengembangan berskala kota CitraGarden City Jakarta pada tahun 1984. Tidak jauh hebatnya dengan proyek pertama, proyek keduanya berada di kota yang juga merupakan kota terkenal, yaitu Surabaya dengan pembuatan CitraLand Surabaya tahun 1993. Bahkan, hingga kini pembangunan perumahan disana masih terus berkembang, loh!

Bukti dari seluruh proyek ciptaan Ciputra yang luar biasa ini, akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa. Ciputra telah berhasil mendapatkan beberapa penghargaan dimana penghargaan pertamanya adalah Akzonobel sebagai Top Sepuluh Developers dan BCI Asia sebagai Top Sepuluh Developers juga pada tahun 2011. Seiring dengan berjalannya waktu, Ciputra juga menghasilkan penghargaan lainnya bahkan terus bertambah di tahun 2012 hingga tahun 2020 terakhir. Penghargaan terakhirnya adalah Asiamoney Asia’s Outstanding Companies Poll sebagai Outstanding Company in Real Estate Sector in Indonesia dan Euromoney Real Estate Survey sebagai Winner of the Overall Developers category for Indonesia. Keren banget kan, Youngvestors?

Nah, gimana nih artikel kali ini? Semoga bisa membantumu untuk menambah wawasan dengan mengenal Bapak Ciputra dan perusahaannya lebih banyak lagi ya! Mintor doain juga agar Youngvestors bisa seperti Bapak Ciputra yang sungguh luar biasa dalam membangun serta mengembangkan Ciputra hingga detik ini. Terakhir, Mintor akan kasih quote dari Bapak Ciputra yaitu “Saya hanya memiliki tenaga yang digerakkan oleh cita-cita dan mimpi.” Yuk sebagai generasi muda, kita juga harus memiliki cita-cita dan mimpi yang besar untuk masa yang akan datang.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Mulai Industri Properti Tanpa Modal, Bisa?

Dewasa ini pertumbuhan industri properti semakin meningkat pesat. Tidak hanya karena properti yang menjadi kebutuhan dasar individu, peningkatan ini juga muncul sebagai hasil kesadaran masyarakat. Meski begitu, mitos bahwa industri properti membutuhkan dana dan modal yang banyak tampaknya belum menghilang dari pandangan masyarakat. Nyatanya industri properti bahkan dapat dijalankan tanpa modal loh!

Sumber: www.freepik.com
  1. Lingkungan Sekitar sebagai Pasar

Dalam memulai sebuah bisnis baru, alangkah baiknya jika Youngvestors memulainya dari lingkungan terdekat. Youngvestors dapat memulai bisnis industri properti melalui kerabat, sanak saudara, teman, hingga kolega bisnis. Langkah yang satu ini dapat dilakukan tanpa modal. Youngvestors dapat membantu melalui penjualan atau pencarian properti sesuai yang diinginkan dan mengambil keuntungan dari penjualan tersebut.

  • Menemukan Kolega yang Tepat

Dengan modal dan pengalaman yang minim, Youngvestors harus mampu membangun hubungan kerja sama yang baik, salah satunya denganpihak developer properti. Hal ini akan membantu Youngvestors mendapatkan insight lebih dalam mengembangkan bisnis properti, mulai dari lokasi strategis, harga promosi, spesifikasi unit, hingga desain dan gaya rumah yang paling diincar. Youngvestors dapat bekerjasama dengan para developer sebagai agen promosi. Pastikan Youngvestors mengetahui komisi penjualan dan memiliki perjanjian kerja sama tertulis sebagai bukti sah, ya!

  • Media Sosial sebagai Wadah Promosi

Mayoritas masyarakat kini menggunakan internet dan media sosial sebagai alternatif untuk menemukan berbagai solusi permasalahan. Youngvestors dapat menggunakan kesempatan ini untuk mempromosikan bisnis properti Youngvestors. Media sosial memberikan peluang bagi Youngvestors untuk menjangkau lebih banyak audiens sekaligus memberikan visualisasi yang ‘menggoda’ untuk meningkatkan penjualan.

Untuk memulai bisnis dalam industri properti memang membutuhkan niat dan keinginan belajar yang kuat. Namun begitu Youngvestors dapat mengembangkan pengetahuan tersebut seiring berjalannya waktu. Dengan berbagai perkembangan yang ada, Youngvestors dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendapatkan insight dan peluang mengembangkan bisnis tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan kepada Youngvestors lainnya. Bagikan tips dan pengalaman Youngvestors dalam kolom komentar dan kunjungi akun Instagram @i_amtalentindo untuk berbagai tips lainnya! Sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Eksplorasi Profesi dalam Bisnis Properti

Hi, Youngvestor!

Sebagai generasi muda, kita kerap kali terjebak dalam kebingungan untuk memilih profesi. Dokter, guru, dan polisi menjadi sebagian kecil impian yang seringkali dibayangkan. Namun, banyak dari kita tidak menyadari adanya peluang yang lebih besar dalam memilih profesi yang berbeda. Jika sebelumnya Mintor telah membahas mengenai keuntungan berinvestasi properti di usia muda, sekarang kita akan melihat bisnis properti dari  sudut pandang yang berbeda.

Yup, benar, profesi!

Profesi merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Pertanyaannya, profesi seperti apa yang melibatkan bisnis properti di dalamnya? Yuk disimak infonya!

  1. Investor Properti
Sumber: www.pinterest.com

Seperti yang dijelaskan dalam Artikel ‘Investasi Properti Sejak Dini, Perlukah?’, salah satu keuntungan dalam melakukan pembelian properti adalah modal investasi. Dalam hal ini, Youngvestor dapat menjadi seorang investor properti dan mendapat keuntungan dengan menyewakan properti tersebut. Keuntungan yang didapat berasal dari cash flow per bulan atau melalui peningkatan ekuitas dari penjualan properti.

  1. Flip Properti
Sumber: www.pinterest.com

Flip properti dilakukan dengan melakukan pembelian bangunan overcredit dengan harga murah. Bangunan ini kemudian akan direnovasi dan flipper akan melakukan penjualan dengan harga yang jauh lebih tinggi. Dalam beberapa kasus, bangunan hanya dijual dengan harga yang sedikit lebih tinggi tanpa renovasi. Berbeda dengan investasi properti, flipper hanya mendapat keuntungan melalui penjualan properti.

  1. Pengelola Properti
Sumber: www.pinterest.com

Profesi pengelola properti memberikan kesempatan bagi Youngvestor yang tertarik, namun tidak memiliki properti. Dalam praktiknya, pengelola properti akan bekerja sama dengan para pemilik untuk melakukan pemeliharaan (upkeep) terhadap properti. Profesi ini menghasilkan keuntungan melalui pembagian keuntungan sewa atau melalui pembayaran terkait pemeliharaan properti.

  1. Bird Dogs
Sumber: www.pinterest.com

Bird dog merupakan istilah yang merujuk kepada orang yang mampu menemukan potensi investasi terbaik dalam properti. Profesi ini dibutuhkan sebagai pendukung investor dalam menemukan prospek bisnis. Profesi ini menghasilkan uang melalui persentase penjualan sesuai kesepakatan antara kedua belah pihak ataupun berupa pembayaran jasa dalam menemukan prospek bisnis properti.

  1. Agen Properti
Sumber: www.pinterest.com

Agen properti merupakan orang yang bertugas menjadi perantara antara investor dengan pembeli, maupun penjual. Agen properti bertugas menengahi transaksi jual beli sebagai upaya untuk memudahkan penjualan properti. Dalam dunia bisnis, agen properti terbagi atas agen perseorangan dan agen perusahaan. Berbeda dengan profesi lainnya, agen properti merupakan agen-agen bersertifikat yang memiliki pengalaman dalam transaksi jual-beli properti.

  1. Fotografer Properti
Sumber: www.pinterest.com

Terjun dalam bisnis properti tidak berarti harus berkecimpung dalam pembelian bangunan. Profesi yang satu ini memberikan kesempatan bagi Youngvestor yang tertarik dalam dunia fotografi. Fotografer properti melakukan pekerjaannya dengan memotret setiap sudut bangunan, yang kemudian akan dipajang pada website penjualan. Keuntungannya akan didapat melalui penggunaan jasa fotografi sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Wah, ternyata banyak pilihan profesi yang bisa Youngvestor pertimbangkan, nih. Dengan berbagai profesi di atas, kira-kira Youngvestor tertarik dengan yang mana? Yuk, komen di bawah!

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi Youngvestor. Jangan lupa untuk bagikan artikel dengan Youngvestor lainnya dan sampai ketemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Investasi Properti Sejak Dini, Perlukah?

Halo, Youngvestor!

Banyak dari kita, generasi muda, tentu memilih untuk berpikir dua kali dalam melakukan investasi properti. Mulai dari budaya Asia yang kerap tinggal bersama orang tua sampai menikah, sampai alasan investasi properti hanya diperuntukkan bagi mereka yang punya penghasilan tinggi. Tapi nyatanya, investasi properti tidak terbatas pada usia dan jumlah kekayaan, loh! Kita sebagai generasi muda juga punya peluang dan keuntungan besar untuk dapat terjun dalam investasi properti.

Lalu mengapa investasi properti bisa jadi pilihan tepat untuk generasi muda? Mintor punya jawabannya nih, yuk disimak infonya!

  1. Kebutuhan Primer
Sumber: www.pinterest.com

Properti nyatanya merupakan salah satu kebutuhan primer yang wajib dimiliki setiap individu. Jika ditelaah dalam budaya konservatif, seorang anak mungkin tidak harus memiliki properti jika belum menikah. Namun apakah selamanya akan begitu? Tentu tidak.

Hal tersebut nyatanya hanya berlaku sampai anak berada pada usia yang matang. Setelahnya, tiap anak tentu harus berupaya untuk membeli properti sebagai tempat untuk tinggal. Jadi, melakukan investasi properti sejak dini merupakan hal yang perlu dipertimbangkan.

  • Modal Investasi
Sumber: www.freepik.com

Salah satu yang kerap kali dilupakan adalah pembelian properti dapat menghasilkan capital gain. Capital gain merupakan keuntungan yang didapat melalui selisih antara harga jual tinggi dengan harga beli rendah. Pembelian properti tidak hanya semata-mata untuk dijadikan tempat tinggal, namun juga dapat disewakan. Hal ini akan memberikan peluang bagi generasi muda untuk mendapatkan keuntungan melalui arus kas.

  • Pemanfaatan Siklus Investasi Properti
Sumber: www.issuu.com

Investasi properti dapat dibilang sebagai investasi jangka panjang. Dengan melakukan investasi properti, Youngvestor mendapatkan kesempatan untuk belajar menilai jatuh-bangun dalam nilai properti. Jika investasi dilakukan lebih awal, Youngvestor tentu akan mendapat lebih banyak waktu untuk belajar dalam memanfaatkan dan melakukan penjualan di waktu yang tepat.

Investasi properti nyatanya selalu memberikan celah bagi kita untuk memulai, bahkan di usia muda sekalipun. Tidak hanya perihal finansial, kita juga akan mendapat kesempatan untuk lebih banyak belajar mengenai perputaran arus kas. Apakah kamu masih ragu untuk mulai investasi properti? Yuk, mulai belajar dari sekarang bersama-sama!

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan Youngvestor ya! Jangan lupa untuk bagikan artikel ini dengan Youngvestor lainnya dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

5 Fakta Menarik Tentang Investasi di Bidang Properti

Sumber: 99.co – Investment Property vs Buying to Stay

Halo, Youngvestors!

Tahukah kalian bahwa investasi paling terkenal dari zaman dahulu adalah investasi properti? Hal ini dikarenakan investasi properti yang fleksibel, menguntungkan, dan minim akan risiko. Investasi properti memang untuk tujuan jangka panjang yang membuat kita sebagai pembeli baik untuk hunian maupun investasi harus memerlukan keahlian dalam memilih properti. Lokasi, waktu pembelian, dan pembiayaan yang tepat harus kita perhatikan untuk membeli sebuah properti. Tak jarang properti justru mengalami kerugian karena tidak mengetahui pengetahuan dan taktik yang cukup. Sehingga kali ini, agar kita tidak mengalami kerugian dalam berinvestasi properti, kita harus mengetahui apa saja fakta mengenai properti yang tentu akan menambah pengetahuan kita, Youngvestors!

Sumber: Pinterest – Property Investment

1. Nilai Investasi Selalu Naik

Harga naik akan bergantung pada permintaan dan penawaran. Seperti yang sudah kita pelajari di pelajaran ekonomi saat sekolah, semakin banyak permintaan maka akan semakin meningkat harga pada suatu barang ataupun jasa. Kita juga mengetahui bahwa tanah yang tersedia tidak pernah bertambah, namun pertumbuhan penduduk selalu bertambah setiap tahunnya. Hal itu yang menyebabkan berinvestasi properti adalah untuk memenuhi tujuan jangka panjang karena harga properti akan naik seiring dengan berjalannya waktu. Meski terdapat bencana atau kondisi ekonomi sedang terpuruk, harga properti tetap akan selalu lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi.

Sumber: Vector Stock – Property Investment Concept

2. Tidak Perlu Bayar Penuh

Kini hampir seluruh pengembang properti menawarkan beberapa promo yang menarik termasuk uang muka atau Down Payment (DP). DP akan membantu seseorang yang belum memiliki dana dalam membayar secara tunai untuk mendapatkan tempat tinggal. Setiap pengembang properti juga memiliki ketentuan dan kebijakan berapa minimal DP bahkan DP dapat fleksibel disesuaikan dengan kemampuan kita dalam membayar properti dan cicilan. Bahkan dengan hanya membayar DP, kita sudah bisa menempati tempat tinggal tersebut loh, Youngvestors! Yuk siapkan DP yang besar agar cicilan bulanan berikutnya bisa semakin kecil!

Sumber: Freepik – House Renovation

3. Nilai Jual Dapat Bertambah dengan Modal Minim

Nilai jual properti dapat bertambah bukan hanya menunggu selama bertahun-tahun untuk disewakan. Nilai jual ini dapat bertumbuh dengan kita melakukan perbaikan atau renovasi baik untuk bangunan atau lahan kosong yang masih tersedia. Misalnya, jika rumah yang sebelumnya hanya memiliki 1 lantai, kini menjadi 2 lantai. Sekarang juga lagi hits rumah dengan 1 lantai namun terasa seperti 2 lantai dengan split level. Maka tidak menutup kemungkinan bahwa hal itu akan menambah luas pada bangunan dan tentunya akan berhubungan ketika menentukan harga jual properti tersebut.

Sumber: 123RF.com – Real Estate IsometricVector

4. Dipermudah oleh Bank

Cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kini juga telah dipermudah oleh bank, yang pasti syarat utama ialah memiliki penghasilan yang mencukupi dan sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh bank. Bahkan ketika kita sedang mengalami kesulitan keuangan dan ingin untuk meminjamkan uang ke bank, salah satu yang dapat kita jaminkan ialah properti. Properti merupakan jaminan utamanya karena bank mengenai risiko investasi ini jauh lebih rendah dibandingkan jenis investasi lainnya.

Sumber: Dreamstime.com –  Property Investing Illustration

5. Hemat Waktu

Orang yang berinvestasi properti seperti memiliki kos atau menyewakan ruko/tempat tinggal, hanya perlu untuk mengecek kondisi sebulan hingga setahun sekali. Bisnis properti tidak memerlukan kehadiran kita setiap hari untuk mengontrolnya. Kita dapat mampir melihat properti tersebut jika memang mungkin ada kerusakan dan menagih pembayaran setiap periode berjalan. Berbeda dengan berinvestasi saham apalagi trading, kita perlu untuk selalu memperhatikan grafik demi melihat pergerakan harga saham.

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!

Ready to be Youngvestor Property with Rumah.com

By : Isabella Valentine

Rangkaian Royale Class dari I AM Talent & Career masih terus berlanjut, dan kini memasuki Royale Class 6B yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 24 April 2021 dengan lecturer yaitu Miss Marine Novita selaku Country Manager dari Rumah.com

Di awal kelas,Miss Marine mengenalkan Rumah.com kepada Royale Members dan menampilkan banyak data dan fakta terkait dunia properti di Indonesia.

Miss Marine juga menjelaskan gambaran umum kondisi properti di masa pandemi dengan begitu detail dan menggunakan banyak data. Di sela-sela pemaparan materi, beliau juga bertanya kepada Royale Members, “Kira-kira daerah mana yang tingkat penjualan propertinya naik padahal kondisi saat ini sedang pandemi?”. Menurut Salsabila, daerah yang tingkat penjualan propertinya naik di masa pandemi adalah Bali, karena saat pandemi banyak orang dan artis yang pindah ke Bali. Selain itu, banyak orang yang tertarik untuk investasi properti di Bali karena Bali memiliki pesona alam yang begitu indah dan membuat banyak orang tertarik untuk menetap di Bali.

Miss Marine membenarkan jawaban Salsabila, namun ternyata tingkat penjualan properti di daerah Bali pada masa pandemi ini masih kalah dengan daerah Jawa Barat dan Banten. 2 Daerah itu mengalami peningkatan penjualan properti yang tajam, bahkan di saat pandemi seperti ini karena di daerah-daerah tersebut sedang banyak pembangunan infrastruktur dan dekat dengan banyak fasilitas publik. Miss Marine menuturkan, orang-orang cenderung tertarik untuk membeli properti di daerah yang pembangunannya semakin maju dan dekat dengan akses publik. Menurut MissMarine, harga properti di daerah yang pembangunannya maju dan dekat dengan akses publik itu akan cenderung naik dari tahun ke tahun dan dapat menjadi ladang investasi yang baik, Oleh karena itu sebelum membeli properti kita harus mengecek daerahnya terlebih dahulu, jangan tergiur harga yang murah namun ternyata tempatnya terpelosok dan jauh dari akses publik karena nanti akan mengurangi nilai properti tersebut.

Royale Members juga diajarkan mengenai cara menghitung KPR. Miss Marine juga berbagi tips agar kaum milennial berani melakukan investasi properti, yaitu dengan memiliki niat dan keberanian yang kuat. Miss Marine mengatakan bahwa kaum milennial harus mampu menahan diri untuk mengikuti gaya hidup hedonisme karena lebih baik uangnya ditabung untuk investasi properti. Selain itu, Miss Marine juga menekankan bahwa kunci utamanya adalah mindset. Karena jika mindset kita sudah buruk dan selalu berpikir bahwa investasi properti merupakan hal yang sulit dan butuh biaya besar, maka kita tidak akan pernah berani melangkah. Padahal, investasi properti tidak semenyeramkan itu. MissMarine juga menganjurkan untuk berinvestasi sesuai kemampuan kita terlebih dahulu agar dapat menjadi semangat bagi kita untuk melangkah ke investasi dengan nilai yang lebih besar.

Miss Marine juga memaparkan bahwa setiap investasi yang dijalanlan tentunya mempunyai risiko yang berbeda-beda. Oleh karenanya, saat akan berinvestasi kita harus menghitung kurang dan lebihnya dahulu. Menurut Miss Marine, investasi properti adalah investasi yang paling stabil dan aman, dan harganya akan naik terus. Namun, investasi properti sifatnya long term, sehingga tidak bisa langsung mendapatkan untung yang banyak dalam hitungan hari. Berbeda dengan investasi emas dan saham yang sifatnya short term dan cepat mendapat keuntungan. Namun, risiko investasi emas dan saham juga sangat besar karena harga emas dan nilai saham bisa naik dan turun secara drastis dan cepat, sehingga risikonya juga tinggi. Hal ini berbeda dengan investasi properti yang cenderung stabil.

Setelah pemaparan materi selesai, Royale Members diperbolehkan untuk bertanya dan berdiskusi dengan Miss Marine terkait investasi properti.

Pertanyaan pertama datang dari Tina, “Kalau dalam dunia investasi kan dikenal high return high risk, low return low risk. Nah karena investasi properti ini cenderung stabil, apakah bisa dikatakan sebagai low risk high return?”. Miss Marine menjawab bahwa dalam dunia investasi sebenarnya tidak ada yang low risk high return karena semua ada risikonya masing-masing. Tetapi kalau dalam dunia properti semua itu tergantung pada tujuan investor, apakah ingin investasi jangka panjang atau jangka pendek dengan risiko yang sudah harus dipikir matang-matang sebelum menentukan pilihan.

Selanjutnya, ada Ivonne yang bertanya mengenai berapa persen kemungkinan milennial berhasil investasi di bidang properti, karena milennial rata-rata masih sekolah atau kuliah dan hanya mendapat uang dari orang tua. Pertanyaan ini cukup menarik, Miss Marine mengatakan bahwa jika ada usaha pasti ada jalan. Untuk kaum milennial kini bisa mengambil kerja part time, misalnya menjadi agen properti. Di Kota Surabaya, banyak sekali kaum milennial yang mulai terjun sebagai agen properti. Fee yang didapat juga cukup besar dan bisa dimasukkan ke dalam tabungan untuk investasi. Selain itu, pekerjaannya juga tidak mengganggu jadwal kuliah atau jadwal belajar. “Untuk masalah biaya, sebenarnya bisa diusahakan asal mindsetnya sudah tepat dan mau berusaha pasti akan berhasil.” Ujar Miss Marine.

Lalu, ada Vienna yang menanyakan terkait KPR Milennial, “Kalau mengambil KPR Milennial kan harus mencantumkan laporan keuangan (gaji), lalu bagaimana dengan kami yang belum bekerja? Apakah boleh mencicil KPR menggunakan nama orang tua?”. Miss Marine menanggapi bahwa benar untuk mengambil KPR harus melampirkan laporan keuangan dan memang harus sudah bekerja. Tetapi, untuk kaum milennial yang sudah bekerja pun terkadang kurang percaya diri. Oleh karenanya dibuat program KPR milennial untuk mengubah mindset para generasi muda bahwa investasi properti itu mahal dan administrasinya ribet.

Dari pemaparan dan pertanyaan-pertanyaan Royale Members tadi ternyata mengundang rasa excited dan penasaran Royale Members yang lain untuk mengulik lebih dalam terkait investasi properti. Terbukti saat sesi kedua tanya jawab dibuka, banyak Royale Members yang ingin mengajukan pertanyaan.

Dalam sesi tanya jawab yang kedua ini, Tina kembali bertanya mengenai perlindungan atau solusi untuk konsumen yang mendapatkan developer tidak bertanggung jawab dan berujung merugikan konsumen. Miss Marine mengatakan bahwa ini pertanyaan yang bagus karena sebagai calon investor properti kita harus aware dengan hal-hal semacam ini. Miss Marine menjelaskan bahwa ada banyak bentuk developer yang tidak bertanggung jawab, seperti developer kabur, gagal bangun, pailit, dan lain-lain. Kalau masalahnya terletak pada developer yang pailit maka developer tersebut tentu tidak bisa tanggung jawab untuk melakukan ganti rugi, Kalau developernya kabur itu harus dilaporkan kepada polisi dan mengurus di Pengadilan. Kalau developernya gagal bangun, itu bisa diadukan ke lembaga konsumen, dan developer harus mengembalikan 80% uang konsumen yang sudah masuk. Tetapi tentu saja prosesnya akan memakan waktu. Maka dari itu, usahakan untuk mengecek latar belakang developernya terlebih dahulu, seperti sudah berapa bank yang bekerja sama dengan si developer mengecek project sebelumnya, dan kalau ingin cari aman maka belilah properti yang sudah jadi untuk meminimalisir hal-hal buruk tersebut.

Kalau yang dibahas tadi adalah developer, selanjutnya ada Yonathan yang bertanya mengenai bagaimana cara mengetahui agen properti adalah agen yang baik. Menurut Miss Marine, kita harus melihat list penjualan si agen properti ini, dan jangan lupa untuk mengecek developernya juga karena kalau kita mau membeli rumah, agen ini hanyalah sebagai perantara. Percuma jika agennya baik tetapi developernya buruk. Oleh karena itu, dua-duanya harus kita cek terlebih dulu.

Masih mengenai agen properti, kali ini Mektison bertanya mengenai apa saja yang harus disiapkan jika ingin menjadi seorang agen properti. Miss Marine mengatakan bahwa yang terpenting adalah mau belajar dan punya komitmen yang kuat. Kalau bisa, jadilah agen properti untuk developer besar agar pengalaman, ilmu, dan jaringan yang didapat lebih luas. Jadi ketika kita merasa sudah siap untuk melakukan investasi karena dana sudah mencukupi, kita bisa langsung menerapkan ilmu yang kita dapat dari bekerja sebagai agen properti itu tadi.

Yang terakhir ada Wiranti, yang bertanya mengenai bagaimana membangun kepercayaan masyakarat pada agen properti. Miss Marine menjawab bahwa benar, banyak agen yang hanya dicap sebagai makelar karena hanya menghubungkan pembeli dan penjual. Padahal yang diharapkan customers adalah si agen bisa memberi insight, seperti bisa diajak konsultasi, memberi solusi sesuai dengan keinginan konsumen, dibantu connect dengan bank dan notaris, dan lain sebagainya. Oleh karena itu ketika kita menjadi agen konsumen jangan hanya menawarkan saja, tetapi beri solusi dan pahami keinginan customers. Selain itu, ada pula mindset di masyarakat bahwa kalau pakai agen maka harga properti akan jauh lebih mahal, padahal tidak. Karena fee untuk agen itu sebenarnya sudah ditanggung oleh developer dan tidak dibebankan ke customers. “Karena ada beberapa pandangan yang keliru terkait agen properti, maka kita sebagai kaum milennial harus memberi edukasi dan menjadi contoh yang baik di masyarakat” ujar Miss Marine.

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 WIB, maka Royale Class 6B pun harus diakhiri. Miss Marine mengatakan bahwa beliau terkesan dengan pertanyaan-pertanyaan Royale Members yang begitu ingin tahu soal dunia properti. Beliau berharap bahwa kelak Royale Members bisa menjadi role model untuk kaum milennial dalam melakukan investasi properti.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Wajib Tahu! Manfaat Rahasia Berinvestasi yang Akan Mengubah Hidup

Sumber: Iconscout – Premium Concept of Investment

Halo, Youngvestors!

Kita pasti sudah tidak asing mendengar kata investasi. Ketika baru mendengar kata investasi mungkin bagi sebagian orang tidak benar-benar memahami apa itu berinvestasi, benefit yang diterima, harus belajar dari mana, dan masih banyak lagi. Saat sekolah, kita tidak diajarkan mengenai pengelolaan uang khususnya investasi. Padahal investasi sangatlah penting untuk kehidupan kita, apalagi jika masih muda.

Investasi merupakan aktivitas menyimpan atau menempatkan dana pada periode tertentu dengan harapan dapat menghasilkan keuntungan atau peningkatan nilai investasi.  Maka dari itu, munculah pernyataan bahwa investasi hanya bisa dilakukan oleh orang yang kaya. Padahal generasi muda seperti kita tetap mampu berinvestasi meskipun dengan modal yang minim bahkan mendapatkan manfaat yang banyak, loh!

Sumber: Depositphotos – Investment Vector Images

1. Meningkatkan Nilai Aset dan Kekayaan

Investasi bisa membuat kita kaya, namun tentu harus diiringi dengan ilmu pengetahuan tentang investasi tersebut. Investasi pasti akan membuat nilai aset kita bertambah jika kita mengerti cara bagaimana meningkatkan dan mengelolanya. Aset disini tidak hanya berupa fisik seperti properti yang megah, namun juga uang yang tersimpan pun bisa untuk bertambah nilainya. Ketika telah memiliki aset dan menerima imbal hasil, kita dapat menginvestasikannya kembali untuk menambah nilai tambah lagi agar terus menerus menjadikan kita kaya dengan berinvestasi.

Sumber: Deposit Photos – Financial Freedom Stock Vectors

2. Bebas Finansial

Tidak ada orang yang ingin bekerja dari pagi hingga malam setiap hari hingga tua. Maka dari itu, kita perlu untuk berinvestasi agar dapat membantu kita tidak bekerja secara terus menerus. Kita perlu membuat uang bekerja untuk kita, bukan kita yang bekerja untuk uang. Bebas secara finansial berarti kita dapat tetap bertahan hidup untuk memenuhi segala kebutuhan dengan kekayaan yang kita miliki tanpa bekerja keras. Tentu kita semua mendambakan bebas keuangan sedini mungkin, bukan?

Salah satu cara untuk dapat bebas finansial adalah dengan berinvestasi yaitu melipatgandakan aset yang dimiliki agar mendatangkan keuntungan berupa uang setiap waktu. Dari keuntungan uang tersebutlah yang dapat membuat kita semakin dekat dengan kebebasan secara finansial.

Sumber: Pinterest – Inflation Vector Illustration

3. Terhindar Dari Inflasi

Setiap tahun, inflasi pasti ada bahkan bertumbuh. Inflasi merupakan hal yang wajar di setiap negara, termasuk Indonesia meskipun dengan pertumbuhan persentase yang berbeda. Inflasi disini akan memengaruhi perekonomian, terutama dalam hal jual beli karena dapat menurunkan daya beli masyarakat. Inflasi yang sangat dirasakan adalah harga yang semakin hari semakin naik. Seperti dulu porsi 1x makan bisa didapatkan dengan harga Rp5.000 dan kini Rp.5000 hanya dapat membayar parkir motor di pusat perbelanjaan. Dengan berinvestasi, kita dapat menghindari hal tersebut karena kita akan menerima imbal hasil yang melebihi tingkat inflasi yang juga tergantung dari instrumen investasi dan tetap menghasilkan uang melalui investasi.

Sumber: Dreamstime.com – Freedom Women Stock Illustration

4. Memiliki Masa Depan yang Cerah

Usia muda merupakan aset terbesar. Keuntungan yang dihasilkan akan lebih besar investasi sejak dini dibanding telah memasuki usia senja. Di usia senja pun otomatis akan membuat pendapatan yang dihasilkan menurun karena fisik yang tidak lagi kuat seperti ketika muda. Maka dari itu, berinvestasi sejak dini merupakan keputusan yang tepat untuk dilakukan agar di usia senja kita tinggal menikmati hidup dengan hasil investasi tanpa bergantung hidup dari anak-anak kita di masa yang akan datang. Yuk kita berinvestasi sekarang demi menghasilkan masa depan yang cerah!

Youngvestors, investasi merupakan kebutuhan untuk mempersiapkan modal untuk kebutuhan kita di masa yang akan datang. Investasi juga dapat membuat kualitas hidup kita meningkat bahkan mencapai kebebasan finansial. Investasi dengan manajemen dan pengelolaan yang baik tentu akan memberikan manfaat yang besar. Sehingga tetap perlu untuk belajar dan investasi leher ke atas untuk melakukan investasi kepada aset kita. Yuk, investasi sekarang juga sebagai generasi melek finansial di usia muda!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Bukan HOAX, Milenial Bisa Punya Properti!

Sumber: Freepik – House Images

Halo, Youngvestors!

Investasi properti, pasti kalian kenal dan sering dengar, bukan? Investasi properti bisa berupa membeli sebuah rumah, apartemen, ruko, kos-kosan, atau tanah. Mengingat bahwa permintaan akan properti selalu meningkat, harga properti akan semakin meningkat dan membuat investor semakin tertarik untuk berinvestasi dalam sektor properti.

Harga properti selalu naik mengakibatkan pandangan bahwa hanya orang kaya saja yang dapat membelinya. Tapi jangan salah menilai, generasi milenial seperti kita ini juga mampu loh untuk membeli properti! Gunakan beberapa tips di bawah ini untuk kalian yang ingin berinvestasi properti di usia muda, yuk!

1. Memilih Properti Sesuai Budget

Tadi Mintor telah singgung beberapa jenis properti yang umumnya dijadikan investasi oleh investor properti. Rumah, apartemen, ruko, kos-kosan, atau tanah memiliki karakteristiknya tersendiri dan tentunya harga yang berbeda-beda. Kita perlu mengetahui berapa budget yang bisa kita sisihkan untuk membeli properti tersebut yang nantinya kita sesuaikan dengan jenis properti yang tersedia. Jangan sampai kita terlanjur terpikat dengan properti yang kita suka, namun harus hilang harapan karena budget yang tidak tercukupi. Entah itu kita akan memutuskan menggunakan kredit bank, namun tetap harus mempertimbangkan segala aspek yang ada ya, Youngvestors!

2. Menyiapkan Down Payment

Sebelum membeli rumah, kita perlu untuk menyiapkan uang muka karena biasanya kita akan ditagih untuk membayar uang muka atau sebagai uang tanda jadi untuk booking rumah. Jika kita melakukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kita harus melunasi uang muka rumah tersebut pada pengembang, loh! Jadi kalian dapat memperkirakan total budget yang telah berhasil dikumpulkan agar dapat memiliki rumah pertamamu. Usahakan untuk membayar uang muka dengan jumlah nominal yang besar agar cicilan akan terasa lebih ringan setiap bulannya. Kalian bisa untuk sisihkan uang tabungan untuk setidaknya mencapai target uang muka terlebih dahulu.

3. Jangan Lupakan Money Management

Setelah ada budget, kita perlu untuk melihat kesehatan keuangan kita. Jangan sampai kita menggunakan seluruh harta yang kita miliki untuk membeli sebuah properti yang mungkin bertujuan untuk investasi. Dana untuk investasi sebaiknya menggunakan uang dingin yang memiliki arti bahwa uang tersebut tidak akan kita gunakan dalam jangka panjang. Percuma saja jika kita berhasil membayar uang muka, namun tidak lagi memiliki harta kekayaan untuk membayar cicilan KPR dan kebutuhan hidup. Money management bisa kita lakukan dengan mengkategorikan antara tabungan, kebutuhan, dan keinginan dengan persentase atau langsung sebesar nominal yang disesuaikan dengan kehidupan kita. Sehingga akan membantu untuk kita mengatur uang yang masuk dan keluar dalam rekening kita.

4. Mencari Bank Untuk KPR yang Tepat

Bank memiliki kebijakan penetapan suku bunga yang berbeda-beda, ada yang menetapkan bunga yang besar namun dengan manfaat lain yang menggiurkan atau bunga yang kecil tanpa manfaat lainnya. Yang perlu kita lakukan adalah dengan membandingkan antar bank dan mencari tahu informasi yang detail dan lengkap. Hal ini harus dilakukan karena ini berkaitan dengan harta yang kita miliki. Bank juga memiliki peraturannya tersendiri, seperti jika kita terlambat beberapa bulan, rumah kita yang dikreditkan dapat ditarik kembali dan dapat menjadi barang lelang.

Itu dia 4 tips yang dapat Mintor bagikan untuk Youngvestors yang memiliki impian untuk berinvestasi properti sedini mungkin. Yuk kita bersama-sama berani bertindak untuk mewujudkannya demi masa depan yang gemilang agar saat di hari tua, kita dapat merasakan manfaat yang luar biasa.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Apartemen vs Ruko, Mana yang Lebih Membuat Cepat Kaya Di Usia Muda?

Sumber: iStock – Corporate Campus Illustration & Clip Art

Halo, Youngvestors!

Siapa nih yang cita-citanya ingin untuk berinvestasi properti? Misalnya saja bercita-cita untuk ingin memiliki ruko, kos-kosan, hingga rumah dan apartemen yang disewakan. Mintor juga ingin loh, apalagi kalau bisa Mintor dapatkan di bawah umur 30 tahun! Pasti keren banget kan?

Youngvestors, tidak ada salahnya untuk memiliki impian meskipun terasa sulit untuk digapai, apalagi jika kita mungkin masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup atau masih sekolah dan belum bekerja. Tapi, Mintor akan bagikan sesuatu yang penting untuk menjadi dasar atau fondasi untuk kalian yang ingin untuk berinvestasi dalam sektor properti, bahkan untuk lebih menyemangati kalian dari sini. Atau artikel ini akan berguna untuk kalian yang masih bingung harus membeli ruko atau apartemen untuk berinvestasi properti. Jadi, yuk langsung simak bersama!

1. Jangka Waktu Penyewaan

Tahukah kalian bahwa biasanya ruko yang disewakan memiliki jangka waktu kontrak 2 tahun? Biasanya, ini merupakan jangka waktu kontrak yang dianjurkan. Hal ini disebabkan karena kita harus mempertimbangkan usaha yang akan menyewa ruko kita tersebut dalam mengembalikan modal dan untuk menghasilkan keuntungan. Umumnya sebuah usaha atau bisnis dapat berhasil balik modal dalam waktu hanya 1 tahun saja, dimana ruko juga menjadi daya minat yang tinggi karena 1 tahun selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. Jika penyewa cocok dengan ruko tersebut, tak jarang mereka akan melanjutkan kontraknya untuk 2 tahun kedepan kembali, loh!

Kalau apartemen, biasanya seperti rumah yaitu tahunan. Namun tak jarang juga investor akan menyewakan kepada penyewa dalam harian seperti kos-kosan loh! Kalau rumah, pasti jarang ada untuk disewa per hari, namun apartemen bisa! Hal ini akan membuat kita bisa mendapatkan penghasilan harian jika terdapat penyewa yang menyewa secara harian. Apartemen yang disewakan harian biasanya ditemukan di kota-kota besar yang dekat dengan lokasi yang strategis. Mintor pernah menemukannya di suatu aplikasi sebuah platform untuk booking hotel, namun ternyata terdapat apartemen yang muncul. Hal ini menandakan bahwa apartemen ini memang bisa untuk dijadikan investasi untuk mengembalikan modal dalam penyewaan harian.

2. Mudah Disewa dan Dijual

Keduanya baik ruko dan apartemen akan cenderung mudah untuk dijual jika memiliki lokasi yang strategis seperti lingkungan yang prospek dan berkembang, dekat dengan fasilitas umum, hingga berada dekat dengan pusat keramaian. Jika apartemen tidak ingin untuk ditinggali, kita bisa untuk menyewakannya baik harian, bulanan, dan tahunan sesuai dengan keputusan kita sebagai pemilik. Biasanya apartemen akan jauh lebih menguntungkan untuk penyewa harian yang sedang berlibur atau orang yang dalam perjalanan bisnis untuk menikmati fasilitas yang ada dan biasanya juga akan lebih nyaman dibandingkan guest house.

Ruko pun bisa disewakan tahunan dimana kita bisa mendapatkan penghasilan pasif tahunan. Harga sewa ruko, tergantung dari lokasi ruko tersebut. Biasanya jika memiliki fasilitas yang memadai dan berlokasi strategis, ruko akan membuat kita memiliki penghasilan pasif bulanan sebesar Rp20.000.000 hingga Rp40.000.000, loh! Wah bisa nih untuk dibuat pergi liburan ke luar negeri nih setiap tahun ya..

3. Tren

Jika dibandingkan antara ruko dan apartemen, yang menjadi pemenang untuk tren adalah apartemen. Tidak bisa dipungkiri, kini banyak sekali pengembang yang membangun apartemen baik di kota kecil maupun di kota besar. Hal ini juga karena pertimbangan bahwa luas tanah yang ada di bumi tidak akan bertambah, namun kebutuhan setiap orang untuk tempat tinggal atau hunian akan selalu bertambah. Dampak yang dihasilkan akhirnya pengembang membangun apartemen karena membutuhkan luas tanah yang lebih kecil namun dapat memiliki luas bangunan yang besar dibandingkan jika membuat sebuah perumahan. Apalagi hampir setiap apartemen memiliki fasilitas yang lengkap, misalnya kolam renang, tempat olahraga, tempat makan, dekat dengan pusat perbelanjaan, dan fasilitas umum.

Ruko pun tentu memiliki tren yang baik, namun tidak segesit dari apartemen yang akhir-akhir ini booming. Ruko akan tetap menjadi dambaan untuk kalian yang berfokus untuk menjadikannya tempat usaha, sehingga perlu untuk mencari lokasi yang akses jalannya lebar, sering dilewati orang, dan memiliki harga rata-rata per tahun yang meningkat. Dengan begitu, ruko akan tetap dapat menghasilkan keuntungan untuk kamu yang ingin berinvestasi ruko.

4. Modal

Beda wilayah, beda harga tentunya. Apalagi apartemen memiliki luasnya tersendiri dan penyediaan fasilitas yang berbeda. Namun rata-rata apartemen dapat kita beli dengan harga dibawah Rp500.000.000 dengan fasilitas yang sudah cukup menggiurkan untuk ditinggali atau diinvestasikan. Berbeda dengan rumah, kini sulit sekali untuk menemukan harga rumah di bawah Rp500.000.00 kecuali yang berada di pinggiran kota, lokasi tidak strategis, atau lingkungan yang tidak mendukung. Tidak jauh berbeda dengan ruko, ruko lebih membutuhkan modal yang cukup besar dibandingkan apartemen. Harga ruko dapat mencapai Rp700.000.000 yang masih sebesar harga minimal. Bahkan ruko bisa mencapai Rp2.000.000.000.000 loh, Youngvestors! Tapi, jangan langsung menilai bahwa apartemen jauh lebih menguntungkan ya, karena ruko juga bisa untuk menghasilkan keuntungan. Harga beli yang mahal pasti juga akan membuat harga sewa pun mahal, sehingga kita juga bisa balik modal dalam jangka waktu yang pendek.

Bagaimana nih tanggapan Youngvestorsterhadap ruko dan apartemen? Keduanya memang termasuk dalam properti dan sama-sama dapat dijadikan investasi jangka panjang. Namun, kegunaan mereka pun berbeda, ruko berfokus pada tempat usaha dan apartemen berfokus untuk hunian. Jadi, coba tanyakan pada diri Youngvestors sendiri apakah diri kalian lebih menyukai untuk menginvestasikan dalam bentuk ruko untuk berbisnis atau apartemen sebagai tempat tinggal. Keduanya akan sama-sama menguntungkan jika kita dapat membeli ruko dan apartemen yang tepat. Disclaimer on, Mintor lebih menyukai apartemen agar apartemennya dapat Mintor gunakan untuk refreshing ketika bosan tinggal di rumah atau hanya sekedar liburan sebentar. Tapi kalau ada modal yang lebih banyak, Mintor akan juga berinvestasi pada ruko sebagai bentuk diversifikasi yaitu tindakan yang tidak hanya membeli pada 1 produk namun dalam beberapa produk untuk mencegah risiko kerugian.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!