Ingin Sukses di Umur 20 Tahunan? Berhenti Melakukan 5 Kebiasaan Ini!

Sumber: Pinterest – Success Vector Illustration

Halo, Youngvestors!

Kita semua memahami bahwa menjadi orang sukses tidaklah mudah. Apalagi jika kita memiliki kebiasaan yang buruk terutama hal-hal yang menghambat kita menjadi orang sukses. Namun bukan berarti kita tidak mampu meraih kesuksesan tersebut, loh! Kita dapat mengubah dan mengontrol kebiasaan yang kita miliki untuk menaklukan kesuksesan tersebut pada umur yang masih muda. Untuk itu, inilah 5 kebiasaan buruk yang harus Youngvestors buang jauh-jauh saat berumur 20 tahunan!

Sumber: The Art of Production Inc – Trying to Make Everyone Happy

1. Berusaha Membahagiakan Semua Orang

Setiap orang tentu ingin menebarkan kebahagiaan, namun belum tentu semua orang dapat merasakan hal yang sama seperti yang kita pikir dan rasakan. Setiap orang memiliki pikiran, perasaan, sikap, sudut pandang yang berbeda terhadap apapun termasuk dengan apa yang kita lakukan. Hal yang utama adalah membahagiakan diri kita sendiri terlebih dahulu. Demi kesehatan mental, kita perlu membahagiakan diri sendiri karena biasanya kita terlalu sibuk membuat orang di sekitar kita puas dan bahagia. Jika terus menerus seperti itu, hal tersebut akan membuat kita lelah hingga stress karena harus mengorbankan diri sendiri. Kita berhak untuk bahagia namun bukan tugas kita untuk membuat semua orang bahagia.

Sumber: Pinterest – Stop Comparing Yourself to Others

2. Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Tak jarang kita melakukan poin kedua ini tanpa kita sadari  yaitu membandingkan diri dengan orang lain yang memiliki hidup lebih istimewa dengan kekayaan hingga wajah yang menarik. Tindakan membandingkan diri dengan orang lain tidak akan pernah habis karena rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Kita seharusnya dapat menjadikan hal tersebut sebagai motivasi namun bukan untuk menyamakan diri dengan mereka karena setiap orang memiliki keunikannya masing-masing. Hal sederhana yang dapat kita lakukan adalah bersyukur dengan keadaan kita saat ini. Bersyukur lebih banyak akan membuat kita jauh lebih bahagia apalagi untuk kesehatan mental kita. Jadi, jangan membuang waktu untuk hal yang tidak penting dan membuat stress seperti merasa tidak percaya diri karena sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Daripada membuang waktu untuk hal-hal negatif, lebih baik kita melakukan hal-hal positif dengan memperbaiki diri sendiri.

Sumber: Healthline – Anxiety Looks Like

3. Khawatir Akan Pendapat Orang Lain

Kita perlu mengerti bahwa semua orang tidaklah sempurna. Orang yang telah berhasil dalam karier bahkan orang kaya sekalipun bukan orang yang sempurna. Mereka dapat menjadi orang sukses karena mereka belajar melalui pengalaman dan mendengarkan saran, kritikan, dan masukan dari orang lain. Kita berhak berpendapat untuk orang lain, dan begitu juga sebaliknya. Justru pendapat orang lain dapat membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Misalnya ketika kita menghidangkan makanan buatan sendiri, maka setiap orang yang makan berhak untuk menyatakan apakah makanan tersebut enak atau kurang enak. Justru dengan pendapat yang kurang enak tersebut, kita akan terus belajar lagi hingga membuat makanan yang enak bahkan mampu masak tidak dengan resep karena kita sudah biasa untuk melakukannya.

Sumber: Medium – Start By Saying No

4. Tidak Berani Berkata Tidak

Terkait poin nomor 1, kita cenderung untuk dapat membahagiakan orang lain daripada diri sendiri. Biasanya hal ini dilakukan karena kita merasa tidak enak jika harus menolak sehingga tidak berani untuk berkata tidak kepada orang lain. Misalnya jika kita diajak untuk pergi ke tempat yang sebenarnya tidak kita suka, kita tetap mengiyakan demi menjaga pertemanan atau karena kita takut tidak disukai oleh orang lain. Kita harus menyadari bahwa kita berhak menolak meskipun terkadang akan menyakiti orang lain. Bahkan salah satu ciri orang sukses adalah berani untuk berkata tidak. Semoga kita bisa memiliki salah satu ciri orang sukses tersebut ya, Youngvestors!

Sumber: ADDtitude – Self Critical

5. Memaksakan Kehendak Pribadi

Setiap orang tentu memiliki pendapat tersendiri untuk segala sesuatu, termasuk kita. Namun, tidak semua pendapat yang kita miliki dapat kita paksakan kepada orang lain karena belum tentu pendapat kita yang paling benar, tentunya kita harus melihat pendapat orang lain agar menjadi keputusan yang paling tepat. Sering kali orang memaksakan kehendaknya untuk selalu memakai caranya tersendiri dalam memutuskan sesuatu, namun tidak bagi orang sukses. Orang sukses akan cenderung lebih banyak mendengarkan orang lain, baik itu saran, masukan, kritikan untuk dirinya agar lebih baik dari sebelumnya.

Youngvestors, jika ingin sukses kita dapat melakukan hal-hal positif yang sederhana untuk dilakukan dalam keseharian. Kita dapat mencobanya satu hingga dua kali hingga hal seperti di atas tidak menjadi kebiasaan kita lagi, karena kebiasaan dapat kita ubah jika dilakukan dengan konsisten. Yuk kita bersama-sama membuang beberapa kebiasaan di atas di umur kita yang masih muda ini untuk menjadi orang sukses. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!

Bukan Musik dan Desain, Ini Skill Seni yang Harus Ada Dalam Hidup!

Sumber: Freepik – People With Funny and Happy Emojis

Halo, Youngvestors!

Sesuai judulnya, bukan musik dan desain yang kita harus miliki. Langsung Mintor jawab saja  bahwa skill seni yang harus kita miliki adalah seni untuk bersikap bodo amat. Pernah gak sih, kalian ingin mencoba bodo amat akan sesuatu tapi akhirnya gak bisa hanya karena kasihan? Atau kalian mencoba bodo amat yang akhirnya malah dikira egois karena gak mau bantuin teman? Sepertinya, hampir rata-rata dari kita pernah mencoba untuk melakukan bodo amat karena sikap bodo amat adalah sikap yang sebenarnya cukup wajar untuk dilakukan.

Dilansir melalui buku yang sering kita temui berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amatkarya Mark Manson, bersikap bodo amat adalah sebuah seni. Mark menjelaskan bahwa seni pertama dalam bersikap bodo amat bukan berarti kita acuh tak acuh, melainkan nyaman saat menjadi pribadi yang berbeda. Terkadang, kita khawatir jika kita berbeda dengan yang lain dan akhirnya tidak bisa menjadi diri kita yang sesungguhnya. Wajar untuk khawatir, karena setiap orang pasti memerdulikan sesuatu. Padahal, orang-orang hanya akan menertawakan pilihan kita hanya sementara saja. Mereka akan tertawa sebentar, lalu melanjutkan kehidupannya dia kembali. Mereka bodo amat, lantas mengapa kita memikirkan orang lain hanya karena takut untuk di judge?

Mark mengatakan, “Anda tidak akan bisa menjadi sosok yang penting dan mengubah hidup beberapa orang, tanpa menjadi bahan candaan dan tertawaan bagi orang lain terlebih dahulu. Tidak akan bisa. Karena tidak ada yang sempurna.” Yang kita perlukan bukan menghindari kesulitan dalam hidup, namun bagaimana cara kita untuk menyikapi hal sulit tersebut untuk dapat kita hadapi dan nikmati.

Lanjutan dari seni pertama, seni kedua dalam bersikap bodo amat adalah untuk bisa mengatakan bodo amat pada kesulitan, hal pertama yang kita dapat lakukan adalah harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan. Dalam bukunya, Mark bercerita bahwa seseorang yang masih memberikan porsi perhatian yang lebih kepada hal sepele yang akhirnya membuat orang tersebut gusar, menandakan bahwa dia tidak memiliki sesuatu yang layak dalam hidupnya. Seperti misalnya, galau karena mantan punya pacar baru yang kita temui di foto Instagram. Dalam seni kedua ini, kita dapat belajar bahwa kita perlu untuk menemukan sesuatu yang lebih penting dan bermakna dalam hidup. Jangan buang waktu hidup kita untuk memberikan perhatian atau fokus kita terhadap sesuatu yang menguras pikiran, tenaga, waktu yang sebenarnya tidak bermanfaat.

Seni bersikap bodo amat ketiga dan yang terakhir adalah entah kita sudah memilih untuk bersikap bodo amat, pasti kita akan lebih memilih sesuatu yang kita perhatikan. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri, karena kita lahir dengan sebuah kepedulian. Dari kecil hingga dewasa seperti sekarang, kita akan lebih memperdulikan sesuatu yang sebenarnya tidak disadari. Seperti saat kita memilih style untuk pergi makan siang dekat rumah yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dipikirkan terlalu dalam. Bahkan dalam bukunya, Mark berkata, “Kita menjadi semakin selektif terhadap perhatian yang rela kita berikan. Inilah sesuatu yang kita sebut dengan kedewasaan. Kedewasaan muncul ketika seseorang belajar untuk peduli pada sesuatu yang berharga.”

Kalau Youngvestors masih belum paham bahwa bodo amat merupakan seni yang wajib dimiliki, sepertinya Youngvestors harus melihat keuntungan dari bersikap bodo amat yang akan Mintor bagikan khusus untuk kalian di bawah ini.

1. Tidak Membuat Bahagia

Memikirkan hal-hal yang gak penting, tidak akan membuat bahagia. Justru yang ada malah membuat sedih, kecewa, stres, dan hal negatif lainnya. Kita perlu untuk menyikapi beberapa hal dalam hidup, selektif dalam memilih dan prioritaskan mana yang perlu untuk kita jadikan objek perhatian. Perlu kita ketahui pula bahwa sikap yang kita jalani sekarang, bukan tanggung jawab orang lain melainkan tanggung jawab kita sendiri. Sehingga kita yang dapat memilih bagaimana kita harus menyikapi sesuatu hal dalam hidup ini agar tidak menyesal di kemudian hari.

2. Tidak Memberikan Manfaat

Overthink hingga menimbulkan sulit tidur tentu pernah dialami beberapa orang. Ini merupakan hal yang wajar. Seperti yang dikatakan Mark tadi bahwa kita lahir dengan kepedulian, jadi otomatis kita pasti masih memikirkan sesuatu yang tidak terlalu penting. Namun sekarang coba pikirkan kembali, apa yang kita pikirkan selama ini? Apakah pikiran tersebut memberikan manfaat? Apakah yang kita pikirkan memberikan uang untuk kita? Jika jawabannya tidak, yuk mulai dari sekarang kita belajar untuk menanamkan skill bodo amat dalam hidup.

3. Buang Waktu dan Tenaga

Stres, overthink, khawatir pikiran orang lain hal yang sangat wajar. Kita perlu ingat bahwa dimana pun kita berada, pasti ada yang tidak suka dengan kehadiran kita. Sebaik apapun seseorang, pasti akan ada hatersnya. Bahkan secantik apapun wanita, pasti ada juga yang memandang dirinya tidak cantik. Dengan kita menyadari hal ini, kita juga akan menyadari bahwa pikiran orang lain tidak dapat kita ubah. Jadi, jangan buang waktu dan tenagamu untuk sesuatu yang gak penting karena gak akan berguna untuk hidup.

Youngvestors, kita telah mempelajari bahwa bersikap bodo amat itu adalah seni. Seni dimana kita bukan egois akan sesuatu, namun memilih mana yang perlu untuk kita perhatikan. Terkadang, bersikap bodo amat juga memberikan manfaat bagi diri kita sendiri seperti 3 poin di atas tadi. Intinya adalah jangan lupa bahagia. Bahagia untuk diri sendiri terlebih dahulu, karena sering kali kita terlalu memperdulikan kebahagiaan orang lain dalam segala hal hanya untuk terlihat paling baik. Jangan lupa bahagia ya, Youngvestors!

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!