Kakeibo, Seni Mengatur Uang Ala Jepang Yang Efektif

Hai Youngvestors! Apakah kalian pernah mendengar istilah “Kakeibo”? Mungkin istilah ini masih terdengar asing di telinga banyak orang. Namun, saat sudah mengerti dan melakukannya, Kakeibo ini sangat membantu kita dalam mengatur keuangan loh! Kakeibo sendiri merupakan suatu seni mengatur uang ala Jepang. Menurut  Moneycrasher, Kakeibo adalah suatu cara untuk melakukan pencatatan keuangan secara manual untuk mencapai tujuan keuangan.

Sepertinya metode ini akan menimbulkan kontra, seperti “Untuk apa mencatat keuangan secara manual kalau sudah ada teknologi yang memudahkan?”. Nah, menurut CNBC, mencatat secara manual termasuk rencana keuangan yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk dicapai. Mengapa? Dengan menulis sendiri, secara tidak sadar kita akan terbiasa untuk lebih mempertimbangkan pengeluaran demi mencapai suatu tujuan keuangan.

Sumber: pexels.com

Tertarik untuk menerapkan Kakeibo ini? Apa saja sih yang harus dilakukan untuk memulainya? Yuk simak ulasannya!

  1. Membuat catatan sejak awal bulan

Untuk mulai menerapkan Kakeibo, buatlah catatan keuangan sejak awal bulan. Dalam tahapan yang pertama ini, kita membutuhkan informasi mengenai berapa pemasukan kita pada bulan tersebut.

Setelah itu, membuat prediksi perkiraan tentang pengeluarannya. Pengeluaran yang dimaksud dalam hal ini adalah pengeluaran yang pasti, seperti membeli kebutuhan pokok, membayar cicilan, dan sebagainya. Dengan membuat catatan ini, kita akan mengetahui berapa jumlah uang yang masih tersisa.

  1. Mencatat secara rinci

Tahapan ini berkaitan dengan poin yang pertama. Tentunya untuk melakukan pencatatan dalam pembukuan, kita harus mencatatnya secara rinci. Mulai dari harian sampai tahunan, sehingga saat membutuhkan informasinya akan mudah untuk didapatkan.

Jika Youngvestors belum terbiasa mencatat pemasukan dan pengeluaran, mulailah dari sekarang kalau ingin menerapkan Kakeibo ini. Oh iya, dalam tahapan ini, Youngvestors diharapkan sudah mulai menentukan nominal yang hendak ditabung nantinya agar dapat lebih mempertimbangkan aktivitas keuangannya.

  1. Lakukan evaluasi

Melakukan evaluasi terhadap pencatatan pada akhir bulan sangat berguna untuk mengetahui apakah aktivitas keuangan yang dilakukan sudah sesuai dengan pencatatan, sehingga perencanaan keuangan di bulan depannya dapat lebih matang.

Jika semuanya sudah sesuai, berarti Youngvestors sukses dalam menerapkan metode kakeibo ini dalam kehidupan sehari-hari.

Konon, metode yang ditemukan oleh Motoko Hani pada tahun 1904 ini dapat membantu mengurangi pengeluaran sebesar 25%. Sangat bermanfaat, bukan? Sisa 25% tersebut, bisa Youngvestors gunakan untuk berinvestasi, dana darurat, atau hal lainnya. Hingga saat ini, metode tersebut masih banyak diterapkan oleh banyak orang. Bukan hanya di Jepang saja, melainkan sampai ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. Alasan utamanya, banyak orang yang merasa metode ini sangat efektif dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran agar tidak berlebih.

Oke Youngvestors, sekian artikel dari Mintor. Semoga dapat membantu ya! Yuk follow juga Instagram @i_amcommunity!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:

https://www.ruangmom.com/cara-menabung-kakeibo.html

https://glints.com/id/lowongan/kakeibo-adalah/

IG Live I AM Community x Bibit.id x BNI Asset Management : Tanam Bibit, Tuai Uang!

Oleh : Isabella Valentine dan Zakiah

Menurut Mr. Onggo, tujuan dari investasi saham ini lebih cocok dan baik untuk investasi jangka panjang. Jadi, setiap seseorang yang ingin berinvestasi saham, tidak dapat mengharapkan profitbesar dalam jangka waktu yang pendek. Hal itu merupakan salah satu materi yang seringkali menjadi pertanyaan para Youngvestor dalam kolom komentar bahwa banyak sekali milenial yang baru terjun ke dunai investasi. Namun, minimnya pengetahuan tersebut Mr. Onggo dan Mr. Raymond saling memberikan saran, serta tips and trick untuk memulai mengelola uang melalui investasi.

Rangkaian program acara I AM Comunity kian beranjak semakin luas. Kali ini terdapat rangkaian Instagram Live “Menjadi Petani Milenial : Gerakan Panen Anti Bokek”. Acara tersebut telah memasuki episode ketiga pada Jumat, 25 Juni 2021 lalu dengan mengusung tema “Tanam Bibit, Tuai Uang”. Live kali ini menghadirkan pembicara yang tidak kalah hebat dan menginspirasi dari episode sebelumnya, yaitu Mr. Onggo Wiliamto mewakili BNI Asset Management dan Mr. Raymond Iriantho mewakili Bibit ID. Dalam live kali ini, mayoritas materi yang dibahas adalah mengenai saham, serta bagaimana cara mengelolanya.

Kedua narasumber tersebut, juga menyinggung fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang kerap menghantui para trader. FOMO merupakan fenomena saat trader dan investor takut tertinggal akibat pengaruh tingkat harga yang terus naik, sehingga memaksa membeli pada harga yang sangat tinggi. Perihal FOMO ternyata berkaitan erat dengan Psikologi Trading, terutama Recency Bias. Fenomena Recency Bias ini adalah kondisi pengalaman terkini yang memengaruhi cara berpikir seseorang, misalnya harga saham terus naik. Kemudian menjadi dasar pemikiran bahwa harga saham itu akan selalu naik di masa depan nanti. Padahal, faktanya tidak demikian, harga yang terus naik tersebut tidak menjamin apa yang terjadi di masa depan nanti. Sebab, ada berbagai macam kemungkinan, seperti dapat terjadinya anjloknya harga atau justru cuannya harga. Selain itu, media massa juga telah memperluas dampak dari FOMO ini, terhadap dunia trading dan investasi. Informasi mengenai saham, forex, serta bitcoin masih terus diperbincangkan di grup, forum, komunitas yang pada akhirnya memengaruhi banyak orang. Adapula rasa takut kehilangan pada kesempatan yang semakin menguat, apalagi kalau ada yang posting sedang profit portofolio. Hal tersebut pasti akan banyak seseorang yang gegabah untuk ikut-ikutan membeli saham yang sedang profit itu, karena takut ketinggalan dan tidak mau kehilangan kesempatan.

Dengan begitu, Mr. Onggo dan Mr. Raymond saling memberikan beberapa tips untuk mengatasi FOMO yaitu menyarankan agar para trader tetap berpegang pada rencana trading yang sudah disusun. “Setiap trader harus tahu strategi, membuat rencana trading, dan menjalankannya untuk mencapai kesuksesan jangka panjang” ungkap Mr. Raymond. Ditambah lagi atas pemaparan dari Mr. Onggo yang juga membenarkan hal ini, “Ya, sekarang banyak yang hanya ikut-ikutan tanpa memiliki plan dan berharap mendapat profit yang banyak, jelas itu bukan langkah yang tepat.”

Selain FOMO, Mr. Onggo dan Mr. Raymond juga menyinggung masalah uang dingin untuk investasi. Uang dingin atau idle money (dana menganggur) adalah uang yang tidak dimaksudkan untuk keperluan tertentu atau mendesak. Artinya, di luar dana kebutuhan sehari-hari, asuransi, dana darurat, uang pendidikan anak, uang cicilan rumah, dan lain sebagainya. Bisa diartikan bahwa apa yang terjadi dengan uang ini sebenarnya tidak berdampak langsung bagi kehidupan manusia. Hal ini dapat dicontohkan pada kasus uang pinjaman yang termasuk dari kartu kredit sebagai kasus di luar uang dingin. Artinya, seluruh uang yang digunakan tersebut memang ditujukan hanya untuk trading, bukan untuk hal lain. Jadi, saat melakukan trading kita bisa lebih fokus dan merancang strategi yang tepat. Mr. Onggo juga mengatakan bahwa tujuan investasi saham sebenarnya adalah untuk jangka panjang, maka ada baiknya untuk tidak terburu-buru menikmati keuntungan investasi. “Biarkan uang kamu terus berlipat ganda dalam kurun waktu lama, terutama bila kamu tidak punya kebutuhan mendesak.” Ujar Mr. Onggo.

Setelah berbincang, dan menyampaikan beberapa insight, tibalah pada saat sesi QnA dari para penonton. Sejak awal live dimulai, terlihat antusias penonton yang mengirimkan pertanyaan-pertanyaan dan menanggapi obrolan pembicara melalui kolom komentar. Ada banyak pertanyaan yang dijawab seputar investasi, salah satunya adalah mengenai strategi apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan laba investasi dengan adanya diversifikasi. Menurut Mr. Raymond, sebenarnya ketika kita membeli suatu produk di reksadana maka itu sudah otomatis diversifikasi dan kalau dilakukan dengan benar maka tentu akan menghasilkan kentungan. Kemudian, menurut Mr. Onggo hal tersebut sebaiknya dilakukan jangan hanya berfokus pada satu jenis saja, tetapi dapat dibagi ke reksa dana lainnya untuk meminimalisasi risiko yang timbul, manakala nilai saham perusahaan terus mengalami penurunan ataupun melemah agar investasi kita tidak turut melorot dan nilai investasi tetap berkembang.

Selain itu, apabila seseorang memisahkan investasi dengan membeli dua saham dari perusahaan yang berbeda, maka hal tersebut akan mengurangi resiko terjadinya kerugian dana dan nilai portfolio ataupun investasi dapat terbilang cukup aman. Dengan kata lain, diversifikasi adalah strategi dalam menempatkan dana investasi ke dalam instrumen yang berbeda. Dengan kata lain, instrumen yang dimaksud adalah likuiditasnya, risiko, dan potensi returnnya. Sebagai contoh adalah potensi return investasi dalam saham akan berbeda dengan obligasi. Pada dasarnya nilai return dari saham lebih besar jika dibandingkan dengan obligasi. Hanya saja tetap risiko berinvestasi dalam saham juga jauh lebih besar dibandingkan dengan obligasi. Hal ini disebabkan karena fluktuasi dari harga saham lebih besar sehingga risiko lebih besar. Selain itu, likuiditas yang dimaksud di sini adalah kemudahan untuk menjual dan membeli sebuah instrumen untuk berinvestasi.

Setelah melewati beberapa jam, pada akhirya acara live Instagram ini ditutup dengan pembacaan pemenang giveaway dan penyampaian kesimpulan oleh moderator. Moderator mengatakan bahwa untuk memulai terjun pada dunia investasi, diperlukan banyak kesiapan. Mulai dari kesiapan modal, hingga kesiapan mental. Sebab, investasi bukanlah suatu hal coba-coba yang biasa dilakukan milenial saat ini hanya untuk trend saja. Padahal, apabila hal tersebut dilakukan tanpa memahami maksud dan tujuannya akan memberikan dampak yang cukup besar hingga dapat merugikan. Maka dari itu, Youngvestor di sini harus mengetahui apa yang menjadi tujuan dan keinginannya supaya terhindar dari segala macam pengaruh buruk akibat investasi. Sebab, sebelumnya ingin mendapat untung, tetapi justru menjadi buntung. Jangan sampai hal itu terjadi, ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart,

I AM Capable.

Instagram Live I AM Community x BNI AM Episode 2: PERBANYAK DIGIT TANPA MANDEK!

Oleh: Risda Wulan Nur Octafiani & Maulidya Nisaul Karimah

Rangkaian kolaborasi IG Live antara I AM Community dan BNI AM yang kedua dilanjutkan pada Jumat, 18 Juni 2021 dan dimulai pukul 15.00 WIB. Dipandu oleh Miss Ristridiyana Budiyanto sebagai moderator, dengan pembicara yaitu Miss Monica Tanata selaku Founder & CEO PT. Anak Muda Berkarya serta Mr. Onggo Wiliamto selaku Manager Channel Distribution dari PT. BNI Asset Management. Moderator mengawali IG Live ini dengan menyapa Youngvestors yang tergabung serta memperkenalkan kedua narasumber.

Masuk ke materi IG Live, moderator mempertanyakan sekaligus mengulas kembali mengenai needs vs wants kepada Miss Monica dan Mr. Onggo. “Menurut saya, needs vs wants itu tricky banget ya. Kita bisa tahu bahwa keinginan dan kebutuhan kita itu berbeda. Misalnya, setiap orang butuh liburan atau refreshing, tapi kita harus tanya ke diri kita sendiri, apakah bujet hiburan itu sesuai dengan keuangan kita atau bujet kantong kita.” jelas Miss Monica. “Makanya saya juga bilang ke temen-temen di IG Live minggu lalu, bahwa kita harus tentukan prioritas dulu, baru bisa membagi dana yang baik untuk needs vs wants-nya.” tambahnya.

Dilanjutkan oleh Mr. Onggo yang menyetujui pernyataan dari Miss Monica bahwa needs vs wants itu tricky. Beliau juga menceritakan pengalaman pada masa lalu disaat beliau membeli buku dengan diskon tinggi, tetapi hanya untuk dimiliki saja. Mr. Onggo mengatakan pada awalnya beliau merasa membutuhkan buku itu (needs), tetapi setelah membelinya hampir bertahun-tahun buku itu tidak disentuh dan masih dalam keadaan baru. “Ya jadinya cuma wants ya. Keinginan untuk beli sesaat karena adanya diskon. Memang needs dan wants setiap orang berbeda-beda. Tapi kuncinya dari contoh itu adalah sesuatu yang kita beli dan digunakan langsung, itu akan menjadi needs. Jadi, pinter-pinternya kita aja untuk mengatur prioritas mana yang bener-bener needs dan mana yang itu wants.” tambah Mr. Onggo.

Miss Ristri menanyakan needs vs wants kepada narasumber. (Foto oleh: Risda Wulan)

Pertanyaan dilanjutkan oleh Miss Ristri mengenai rumus sederhana dalam pengalokasian keuangan. Mr. Onggo berpendapat bahwa jika kita sudah berpenghasilan, yang diutamakan adalah ditabung/diinvestasikan terlebih dahulu (saving). Tidak langsung spending. “Kalo saya pribadi, setelah gajian, minimal saya save 20% dulu, sisanya 50% untuk kebutuhan sehari-hari. Lalu 30% sisanya untuk cicilan rumah/mobil. Konsep cicilan ini kalo bisa jangan barang yang konsumtif ya. Misalnya aset produktif seperti rumah, apartment, yang nilainya bisa terus naik.” tambah Mr. Onggo.

Berbeda dengan pendapat Miss Monica, beliau menyesuaikan dengan kebutuhan sehari-harinya, diantaranya 10-15% untuk kebutuhan sehari-hari seperti skincare, makan, dll. Kebutuhan selanjutnya sebesar 15% untuk dana darurat, 10% untuk edukasi, misal seminar, buku. Lalu 10% untuk perpuluhan dan sisanya untuk investasi. “Semakin tinggi pendapatan saya, bukan berarti gaya hidup saya juga semakin tinggi. Gaya hidup saya masih tetap seperti itu, tapi saya alokasikan lebih banyak untuk menabung, dibandingkan untuk jajan.” lengkap Miss Monica.

Kemudian Miss Ristri mengajukan pertanyaan kepada narasumber, mengenai manfaat dan tujuan dari investasi. Menurut Miss Monica, tujuan dari investasi adalah membuat uang bekerja untuk kita, jika pendapatan dan uang yang dimiliki itu hanya digunakan untuk ditabung, uang tidak akan berkembang. Terdapat banyak sekali perbedaan antara investasi dan menabung. Investasi dilakukan untuk jangka panjang kedepannya. Sedangkan menabung dilakukan bisa untuk jangka pendek atau untuk dana darurat. Miss Monica juga berpesan agar tidak melakukan investasi hanya untuk mengikuti trend yang ada, investasi harus di lakukan dengan hati-hati.

Mr. Onggo kemudian berpendapat jika investasi tidak harus dengan nominal uang yang besar. Ada reksadana yang bisa dibeli dengan nominal 10 ribu rupiah saja. Beliau memberitahu bahwa saat ini banyak pula platform online yang menyediakan pembelian saham dan kini investasi dapat dilakukan dimanapun dalam keadaan apapun.

Perbincangan seputar investasi antara narasumber dengan moderator. (Foto oleh: Risda Wulan)

Setelah mengupas secara rinci mengenai materi investasi, Miss Ristri melanjutkan ke sesi QnA dengan 3 penanya terbaik. Salah satu pertanyaan berasal dari @0nky_y dengan pertanyaan apakah investasi yang cocok untuk pemula, apakah di saham, pasar uang, atau obligasi. Mr. Onggo menjawab bahwa yang paling cocok untuk pemula adalah di instrumen reksadana pasar uang. “Kenapa? Karena tidak berfluktuatif. Dicoba dulu selama 1-3 bulan. Sembari mencoba reksadana pasar uang, kan ada grafiknya juga, bisa dilihat disitu. Yang penting adalah tujuan investasinya, kalo tujuan investasinya untuk satu tahun ke depan, jangan coba-coba reksadana saham (terlalu pendek). Disesuaikan dengan karakteristik jangka waktunya juga.” jawab Mr. Onggo.

Selanjutnya, Miss Monica memberikan pesan khusus kepada milenial yang ingin melakukan investasi tetapi juga masih ingin berfoya-foya, bahwasannya milenial harus memiliki dana yang cukup dan sesuai untuk foya-foya, serta mencoba mendisiplinkan diri untuk menabung dan investasi untuk masa depan. Harus ada tekad untuk investasi yang tujuannya jangka panjang. Tidak hanya itu, Miss Monica menambahkan bahwa kita harus berhati-hati dalam investasi dengan cara mengenali potensi serta instrumen investasi.

Mr. Onggo memberikan pesan bahwa kita harus disiplin dan menyesuaikan gaya hidup dengan benar. Penting bagi kita untuk belajar dan mencoba praktik berinvestasi agar terasa resiko, dampak, serta manfaatnya secara nyata. Beliau mengingatkan pula agar kita tidak terlalu berharap pada return investasi yang tinggi. Karena return yang bagus biasanya terdapat risiko yang tinggi pula. Salah satu tips untuk terhindar dari penipuan investasi saham adalah dengan melihat siapa yang memiliki perusahaan, track record, hingga risikonya.

Penjelasan dari Mr. Onggo. (Foto oleh: Risda Wulan)

Miss Ristri kemudian membacakan kesimpulan dari yang sudah dibahas dalam IG Live bersama Mr. Onggo dan Miss Monica yaitu kita harus bisa memulai gaya hidup baru, mendisiplinkan diri untuk mulai berinvestasi. Dari sedini mungkin kita harus mulai menabung dan investasi. Di usia yang masih muda pula kita bisa menambah digit dengan cara berinvestasi sebab pengeluaran kita belum terlalu banyak. Selain itu, hal terpenting dalam melakukan investasi adalah uang yang digunakan untuk investasi bukan uang panas atau uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kita, dalam hal ini harus benar-benar dibedakan, untuk mengurangi terjadinya risiko yang tidak diinginkan

Ucapan terima kasih oleh moderator dan pembicara. (Foto oleh: Risda Wulan)

Di akhir sesi terdapat pembacaan tiga orang pemenang giveaway oleh Miss Ristri, diantaranya : @eugencong @0nky_y @setiaanggrea. Miss Ristri juga menghimbau bahwa rangkaian IG Live bersama BNI AM tidak hanya sampai pada hari Jumat 18 Juni 2021, tetapi akan ada satu sesi terakhir yakni pada Jumat, 25 Juni 2021 bersama para speaker dari I AM Community, BNI Asset Management, Bibit.id serta Miss Meisy sebagai moderator.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

“Alokasi Gaji Pertama, Gengsi vs Investasi”

Oleh : Gilang Dewanda Dwiguna dan Hedwige Gevelyne Arsietha

I AM Community sukses mengadakan Instagram Live bersama BNI Asset Management pada Jumat (11/6/21) lalu. Bertajuk “Alokasi Gaji Pertama, Gengsi vs Investasi”, Intagram Live ini merupakan pembuka dari rangkaian kegiatan Instagram Live yang diadakan oleh I AM Community yang berkolaborasi dengan BNI AM yang memiliki tema “Menjadi Petani Milenial : Gerakan Panen Anti-Bokek”. Instagram Live dimulai tepat pada pukul 15.00 WIB yang dipandu langsung oleh Mr. Edgar Bayu Refansyah selaku moderator yang merupakan Head dari Divisi Podcast and Youtube I AM Community. Instagram Live ini mengundang Ms. Nita Novita selaku Assistant Manager Channel Distribution dari BNI Asset Management serta Ms. Monica Tanata selaku Founder & CEO dari PT Anak Muda Berkarya sebagai pembicara.

Mr. Edgar Refansyah selaku moderator saat sedang membuka IG Live (Foto : Gilang Dewanda Dwiguna)

Kegiatan Instagram Live antara I AM Community x BNI Asset Management diawali dengan sambutan moderator kepada kurang lebih 50 audience yang berpartisipasi dan dilanjutkan dengan perkenalan moderator serta perkenalan dari dua pembicara. Kegiatan ini dimulai dengan moderator yang membuka pembicaraan dengan bertanya kepada para pembicara yakni Ms. Nita Novita dan Ms. Monica Tanata mengenai perjalanan karier mereka hingga akhirnya bisa dapat terjun ke dalam dunia investasi.

“Kalo saya dulu awalnya gak terlalu paham sama yang namanya investasi ya. Tapi setelah saya bekerja di bagian Marketing Communication (Marcomm) dari suatu perusahaan yang bergerak dibidang capital market, jadi mau gamau saya harus paham mengenai dunia investasi.” jawab Ms. Nita Novita mengenai perjalanan kariernya.

Mr. Edgar, Ms. Monica Tanata, dan Ms. Nita Novita saat sedang berbincang membahas alokasi gaji pertama (Foto oleh: Gilang Dewanda Dwiguna)

Moderator kembali melanjutkan kegiatan Instagram Live dengan bertanya mengenai perasaan hingga pengalokasian gaji pertama dari kedua narasumber.

“Rasanya seneng sih pas nerima gaji pertama, tapi banyak juga godaannya kayak pingin beli ini itu, ngopi sama temen, dll. Adapun kalo pengalokasian dana versi saya itu kurang lebihnya kayak gini, pengeluaran rutin bulanan 50%, bayar cicilan ataupun pay later 30%, kasih orang tua 10%, dan untuk investasi 10%.” ucap Ms. Nita dalam live tersebut.

“Kalo dulu saya pas nerima gaji pertama itu lebih dialokasikan ke perpuluhan atau sedekah karena saya masih tinggal bersama dengan orang tua jadi pengeluarannya tidak terlalu signifikan. Adapun sisanya saya alokasikan untuk dana darurat dan juga edukasi.“ lanjut Ms. Monica menambahkan.

Sesi QnA dengan para audience sedang berlangsung (Foto: Gilang dewanda Dwiguna)

Kegiatan Instagram Live tersebut dilanjutkan dengan sesi QnA dengan para audience, dengan batas pertanyaan sebanyak 3 penanya. Pada kesempatan kali ini, pertanyaan yang terpilih akan berkesempatan untuk mendapatkan hadiah berupa uang digital sebesar Rp. 100.000,00 dari BNI AM. Moderator akan memilih pertanyaan menarik yang dikirimkan melalui vitur kolom QnA pada Instagram Live. Adapun salah satu pertanyaan terpilih yaitu “Bagaimana cara kita untuk menghindari investasi bodong?”. Ms. Nita dan Ms. Monica pun sepakat untuk menjawab bahwa “Jangan asal percaya atau teriming-iming dengan tawaran yang ga masuk akal. Kita harus lebih bijak dalam memilih jenis-jenis investasinya, kenali dulu resikonya dan juga research terlebih dahulu mengenai perusahaan yang membuka investasi tersebut.”

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 90 menit ini ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator mengenai pembahasan dari kedua narasumber dari kegiatan Instagram Live tersebut mengenai pengalokasian gaji pertama yang didapatkan.

Salam I AM Community,

 I AM Smart.

I AM Capable!

Cicilan Menggunakan KPR, Untung atau Buntung?

Sumber: Mortgage Finance Help – When Should I Refinance My Mortgage?

Halo, Youngvestors!

Membeli rumah impian terkadang memang sulit jika harus secara tunai karena ada banyak faktor yang menghambat seperti penghasilan yang minim, tak jarang ada pengeluaran yang tak terduga, atau karena keperluan membayar kebutuhan yang terlalu besar. Tak jarang akhirnya banyak masyarakat yang memutuskan untuk melakukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan perantara bank untuk memiliki rumah pertama yang mereka impikan. Terkadang, banyak orang memiliki pandangan bahwa cicilan adalah hal yang buruk dan merugikan. Mintor  pun harus akui bahwa memang cicilan akan bisa membuat kita merasa stress karena harus memikirkan cicilan setiap bulannya. Namun, KPR tidak selamanya buruk jika kita mengerti apa yang harus kita lakukan untuk menghindari pembayaran KPR yang mungkin akan berhenti di pertengahan jalan, loh!

1. Pembayaran Uang Muka Fleksibel

Sudah lama pemerintah memberikan kesempatan tenor yang lebih panjang hingga puluhan tahun bagi masyarakat yang melakukan KPR. Dengan jangka waktu yang panjang, tentu cicilan per bulan akan jauh lebih murah. Hal ini juga akhirnya berdampak baik pada uang muka karena akan lebih meringankan kita dalam membayarnya. Sebelum pemerintah memiliki kebijakan uang muka 0%, uang muka merupakan syarat mutlak jika kita ingin mengajukan KPR ke bank. Jumlah uang muka biasanya ada 20%, 30%, dan 40% dari harga jual properti sesuai dengan pilihan pembeli. Kebijakan pemerintah terkait uang muka 0% hanya berlaku dari awal bulan Maret hingga 31 Desember 2021 yang akan datang. Sehingga, jika kita masih belum  memiliki kemampuan untuk membeli properti periode ini, kita bisa melakukan pembayaran uang muka ke pengembang terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR di bank karena penyelesaian uang muka ke pengembang merupakan syarat utama pengajuan kredit ke bank.

2. Lebih Mudah Mengatur Keuangan

Kita yang masih muda atau menjadi karyawan, mungkin belum memiliki kekayaan yang berlimpah seperti artis papan atas. Dengan KPR, kita akan lebih mudah mengatur keuangan karena kita hanya membayar cicilan per bulan dimana cocok dengan kita yang memiliki penghasilan rutin per bulan. Kita juga bisa lebih leluasa dalam mengalokasikan dana kebutuhan kita per bulan, loh! Meskipun penghasilan masih pas-pasan, tak jarang pegawai melakukan KPR dan berhasil menuntaskan kredit rumahnya di atas jangka waktu 10 tahun.

3. Tidak Perlu Menunggu Kaya Untuk Memiliki Rumah

Tujuan dari KPR sendiri adalah memudahkan masyarakat untuk memiliki properti baik untuk ditinggali maupun investasi. Tak hanya untuk properti, KPR juga bisa kita jadikan alternatif untuk membeli kebutuhan ketika kita tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli sesuatu atau karena ada pertimbangan lainnya. Dengan KPR, kita bisa memanfaatkan cicilan per bulan dan melakukan pembayaran uang muka untuk kredit rumah. Bahkan, walaupun kita hanya melakukan pembayaran uang muka saja, kita telah resmi menjadi pemilik dari properti tersebut, loh!

4. Legalitas Properti Terjamin

Biasanya setiap bank telah memiliki kerja sama dengan pengembang-pengembang properti, apalagi bank-bank besar dan terkenal. Bekerja sama juga tidak hanya membangun hubungan saja, namun juga harus yang dipercaya agar masyarakat pun merasa lebih aman dan tenang ketika mencicil melalui KPR. Bank juga tidak semudah itu untuk dapat memberikan kredit ke masyarakat, pihak bank tentu akan mengecek terlebih dahulu dari semua dokumen rumah yag dibeli melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN). Oleh karena itu, kemungkinan rumah yang akan dibeli pun memiliki risiko yang kecil jika bermasalah di kemudian hari.

Nah, menarik bukan kredit rumah dengan KPR di bank? KPR memang cocok untuk kita yang masih belum memiliki dana yang besar untuk membeli rumah. Namun, ada beberapa kelemahan dari KPR ini yang patut kita waspadai.

1. Harga Rumah Akan Lebih Mahal

Seperti cicilan pada umum nya, pasti harga yang dikenakan akan lebih mahal jika membayar secara tunai. Memang tidak dapat dipungkiri karena ini memang cara bank untuk mendapatkan keuntungan dari pembayaran bunga cicilan KPR yang kita bayarkan per bulan. Bisa saja suku bunga KPR bisa naik ketika kita memilih menggunakan KPR konvensional. Inilah yang harus menjadi tugas kita untuk memilih bank yang menjadi tujuan kita dalam melakukan kredit rumah, jangan sampai kita mengalami kredit macet di pertengahan ya, Youngvestors!

2. Rumah Disita

Hal ini bisa terjadi jika kita mengalami kredit macet seperti yang ada pada poin sebelumnya. Jika kita yang tidak mampu melunasi pembayaran rumah hingga waktu yang telah ditentukan, maka rumah tersebut dapat menjadi milik bank sehingga rumah kita akan disita oleh mereka.

Youngvestors, KPR tidak selamanya buruk, loh! Meskipun ada beban psikologis karena harus membayar cicilan setiap bulan, kita tetap harus mewujudkan impian kita untuk memiliki rumah sendiri. Kita pasti ingin membeli rumah secara mandiri tanpa menjadi beban keluarga. Saran dari Mintor untuk kalian yang ingin melakukan KPR, hitung dan pastikan bahwa kalian memiliki penghasilan yang jauh lebih besar dari KPR untuk menghindari gagal bayar. Kalian juga perlu untuk membayar uang muka yang lebih besar agar cicilan rumah bisa lebih kecil dan jangka waktu yang singkat.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

5 Langkah Rahasia Mencapai Kebebasan Finansial di Usia Muda

Sumber: Trade Brains – Financial Freedom

Halo, Youngvestors!

Sebagian besar generasi muda seperti kita akan cenderung menghabiskan uang daripada menabung apalagi menginvestasikannya. Ada yang digunakan untuk memanjakan diri dengan membeli barang mewah, smartphone keluaran terbaru, sepatu limited edition dan masih banyak lagi. Saat awal bulan, kebanyakan dari kita akan berfoya-foya namun di akhir bulan kita mulai menghemat karena uang yang kita punya atau yang diberikan orang tua sudah menipis.

Hal ini sangat merugikan jika dilakukan setiap bulan, bukan? Ini saatnya kita mengubah cara kita dalam mengatur keuangan sejak masih muda. Pentingnya mengatur uang sejak muda adalah agar kita dapat berinvestasi lebih awal untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih besar dibandingkan jika kita berinvestasi ketika sudah umur 40-an. Tak hanya itu, kita juga bisa menikmati hidup di masa tua kita dengan sedikit mengorbankan kesenangan kita di masa muda. Setiap orang tentu ingin mencapai kebebasan finansial di usia muda dan untuk mendapatkannya, bukan berarti kita harus terlahir dari keluarga kaya. Namun dengan mengorbankan sedikit kesenangan kita di usia muda, kita bisa mendapatkan kebebasan finansial untuk nanti saat kita sudah pensiun. Berikut merupakan 5 langkah agar kita mencapai kebebasan finansial di usia muda.

Sumber: Genovo – Incom Drawdown

1. Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran Bulanan

Langkah pertama adalah dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran kita setiap bulan. Dengan mencatat tersebut, kita akan mengetahui apakah pemasukan kita selama ini lebih besar atau lebih kecil dibandingkan pengeluaran kita.  Jika pemasukan yang kita miliki dirasa kurang, kita dapat mengambil pekerjaan lain untuk menambah penghasilan. Langkah selanjutnya adalah kita mengelompokkan pengeluaran kita menjadi 2 bagian yaitu kebutuhan dan keinginan. Pada bagian keinginan tersebut, kita bisa melihat apa yang dapat kita kurangi untuk menghemat pengeluaran. Jika tidak melakukan pencatatan, maka kita tidak akan mengetahui mana yang dapat kita kurangi dan mengelola keuangan tersebut.

Sumber: iStock – Counting Money

2. Membuat Budget Harian, Mingguan atau Bulanan

Langkah kedua adalah dengan membuat budget. Kita dapat sesuaikan ingin harian, mingguan, atau bulanan dengan kebutuhan kita dalam mengecek keuangan tersebut. Kita dapat membuat budget dengan persentase, seperti kebutuhan 40%, sedekah 10%, menabung dan investasi 30%, dan untuk nongkrong 20% dari pemasukan kita per bulan. Atau kita dapat membuat budget harian seperti kita hanya dapat mengeluarkan uang untuk makan harian sebesar Rp50.000,- saja. Semua dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kita, karena setiap orang memiliki porsinya tersendiri.

Sumber: iStock – Debt Free Illustration

3. Berhemat Dalam Urusan Keinginan

Mungkin ini akan terasa sulit karena hasrat kita yang selalu ingin membeli barang yang sebenarnya tidak begitu penting dan kurang kita butuhkan. Terutama dalam urusan makanan, kita dapat kurangi untuk makan di tempat yang mahal atau cafe yang paling sering dikunjungi oleh anak muda. Membeli minuman hits seharga Rp30.000 hingga Rp50.000 yang tersebar di beberapa pusat perbelanjaan juga dapat kita kurangi. Mintor tidak melarang Youngvestors untuk menikmati makan di restoran, namun menyarankan agar Youngvestors dapat mengatur intensitas berkunjung kalian karena uang tersebut dapat kita gunakan untuk masa depan dan mencapai kebebasan finansial. Jika Youngvestors memiliki kartu kredit, maka hal itu dapat kita hanguskan agar kita tidak dengan mudahnya membeli suatu barang karena memiliki kartu kredit. Memiliki utang tidak termasuk dalam ciri memiliki kebebasan finansiallohYoungvestors.

Sumber: InCharge Debt Solutions – Emergency Fund

4. Siapkan Dana Darurat yang Cukup

Dana darurat adalah dana yang kita siapkan untuk keadaan darurat. Sesuai namanya, dana ini hanya kita gunakan dalam keadaan genting seperti ketika kita di PHK, sakit, alat penting untuk pekerjaan kita rusak. Kita dapat siapkan dana darurat minimal 4-6x dari pengeluaran kita per bulan. Jika dana darurat telah ada 4-6x tersebut, berarti kita dapat bertahan hidup 4-6 bulan kedepan ketika situasi darurat terjadi.  Dana darurat merupakan pondasi paling dasar dalam piramida keuangan, sehingga kita perlu mempersiapkan dana darurat ini untuk mencapai kebebasan finansial.

Sumber: Vecteezy – Vector Investments Concept

5. Berinvestasi Sedini Mungkin Dengan Pengetahuan

Sekarang adalah waktu yang terbaik dalam berinvestasi. Jika Youngvestors belum berinvestasi, segeralah untuk melipatgandakan uang yang kalian miliki. Tentunya jangan lupa untuk pelajari terlebih dahulu mengenai instrumen investasi tersebut. Untuk mencegah risiko kita gagal dalam berinvestasi, hal yang perlu kita siapkan adalah ilmu pengetahuan. Selanjutnya, pengalamanlah yang akan lebih mengajarkan kita dalam mencapai keputusan berinvestasi. Namun yang terpenting adalah dengan mempelajari untuk mengetahui uang yang kita miliki ditempatkan dimana, dipegang oleh siapa, tujuan kita berinvestasi, hingga profil risiko kita.

Meraih kebebasan finansial di usia muda bisa dilakukan oleh siapapun, termasuk kita. Tanpa memandang umur dan jabatan kita saat ini, waktu yang terbaik untuk melakukan 5 langkah mencapai kebebasan finansial adalah sekarang. Kita hanya perlu mengorbankan kesenangan kita saat ini untuk mencapai kebebasan finansial di usia yang akan datang. Tentu kita tidak ingin untuk bekerja hingga pensiun dan ketika sudah berumur hanya dapat berpegang pada gaji anak kita di masa depan. Karena, kita lah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Keputusan kita yang sekarang akan berdampak untuk masa depan, sehingga kita perlu melakukan sedini mungkin untuk memberikan dampak yang positif di masa yang akan datang. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kalian ya, Youngvestors!

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!