Dilema Milenial: Pilih Bekerja Sesuai Passion atau Peluang?

Dunia karier dan pekerjaan selalu menjadi tantangan baru bagi setiap orang, khususnya bagi milenial lulusan baru. Banyak di antara mereka yang ingin bekerja sesuai dengan minat dan bakatnya, namun ada juga yang memilih pekerjaan sesuai dengan peluang yang ada. Hingga akhirnya muncul istilah passion versus reality.

Memilih pekerjaan memang menjadi hal yang riskan dan tidak semua orang berhasil mendapatkan itu. Kalau kamu kuliah jurusan Ekonomi tapi passion kamu di bidang musik, mana yang kamu pilih? Atau ketika kamu punya passion di bidang ilmu hukum dan politik, namun bertolak belakang dengan peluang yang ada, yakni bekerja sebagai pegawai bank, kesempatan mana yang akan kamu ambil?

Tentu situasi seperti ini menjadi dilematis ketika dirasakan secara langsung. Beberapa memilih mengorbankan passion dan akhirnya bekerja di sebuah perusahaan yang menerimanya sesuai dengan kebutuhan tersebut. Sementara ada juga yang beruntung mendapatkan pekerjaan sesuai dengan minatnya.

Apakah kamu termasuk salah satu milenial yang masih memiliki keraguan terkait pilihan karier yang kamu inginkan? Yuk, simak pendapat beberapa milenial berikut ini!

1. Refa Immanuel: “Butuh Pekerjaan yang Sesuai dengan Passion Aku”

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Pada kesempatan ini, Mintor berbincang dengan beberapa generasi milenial. Ketika ditanyakan mengenai pilihannya dalam berkarier, tidak jarang dari mereka yang mengaku masih bimbang dan tidak bisa memilih antara bekerja sesuai passion atau mengikuti peluang yang terbuka.

Seperti Refa Immanuel Walukow, pemilik bisnis clothing brand yang akrab disapa Refa. Ia baru saja menyelesaikan studinya di bidang Communication & Business Institute di salah satu Universitas di Jakarta. Saat ini Refa belum mendapatkan pekerjaan meskipun sudah melamar di berbagai perusahaan. “Jadi, untuk mengisi waktu yang ada, aku membangun bisnis yaitu bisnis yang sesuai dengan passion aku di bidang clothing brand,” ujarnya.

Ketika ditanya soal pilihan karier yang akan dijalankan, Refa mengaku bahwa dirinya masih dilematis untuk memilihnya. “Di satu sisi, aku sedang bekerja sesuai dengan passion aku. Namun, aku juga membutuhkan pekerjaan di bidang komunikasi atau kerja kantoran untuk meningkatkan skill atau pengalaman agar bisa kuterapkan di bisnis aku,” ungkapnya.

Hingga saat ini, iapun lebih memprioritaskan bisnis yang sedang dijalankan tetapi tidak menutup kemungkinan juga untuk tetap mencari pekerjaan yang bisa mendorong bisnisnya agar semakin berkembang.

2. Fathimatufz Zahra: “Lebih Banyak Orang Bekerja Sesuai Peluang yang Ada”

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Berbeda dengan Refa, karyawan berusia 22 Tahun asal Bogor bernama Fathimatufz Zahra mengatakan bahwa dirinya lebih memilih bekerja sesuai dengan peluang yang ada.  Setelah Fathima terjun ke dunia kerja, dia menilai, lebih banyak seseorang yang bekerja sesuai dengan peluang. “Misalnya, kamu lulusan teknik, tapi lebih banyak peluang pekerjaan di bidang Public Relation tahun ini. Kamu boleh saja mencoba pekerjaan tersebut asalkan tugas-tugasnya masih bisa dihandle,” jelasnya.

Fathima menambahkan, sangat penting bagi kamu dari jurusan apapun agar sebisa mungkin menguasai kemampuan di luar bidang yang kamu kuasai. Hal tersebut karena pekerjaan yang tersedia mengikuti peluang atau perkembangan kebutuhan tenaga kerja yang ada. Jadi, akan lebih bagus bagi kamu dalam menjalani pekerjaan apapun karena setidaknya kamu mempunyai pengalaman atau minimal ada basic sedikit.

Di samping itu, menurut Fathima, walaupun di luar sana banyak orang yang pada kenyataannya mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan latar pendidikan yang ditempuh. Namun, pendidikan tetaplah sangat penting karena pendidikan bisa merubah pola pikir menjadi lebih ilmiah, terstruktur, open minded, dan lebih matang.

3. Meisy: “Semua Milenial Ingin Bekerja Sesuai Passion Tapi Belum Tentu Punya Peluang di Sana”

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Kendati menikmati pekerjaannya saat ini, Meisy yang bekerja sebagai pengajar dalam bidang seni tari di sebuah sanggar, ia mengaku masih ingin bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh. “Kalau di suruh pilih, aku nggak bisa milih karena aku ingin bekerja sesuai passion tapi aku juga nggak mau meninggalkan pendidikan aku, nggak mau jadi sia-sia,” katanya.

Meisy yang juga merupakan freshgraduate lulusan Public Relation ini menyatakan bahwa belum tentu kita memiliki peluang dalam pekerjaan yang sesuai dengan passion yang kita punya. Yang paling penting menurut Meisy adalah peluang. “Jadi percuma kalau kamu punya peluang tapi kamu nggak punya skill dan percuma juga kalau kamu punya skill tapi kamu tidak punya peluang”, sambungnya.

Lebih lanjut, Meisy menjelaskan bahwa peluang itu tidak bisa kamu ambil begitu saja. Youngvestor harus melihat peluang itu dengan cermat sambil berusaha untuk improve diri sendiri. Kamu harus bisa mempersiapkan diri kamu dengan menambah maupun meningkatkan skill yang kamu miliki serta memanfaatkan peluang yang ada sebaik mungkin.

4. Zahrah Raniyah: “Bekerja Sesuai Passion Itu Akan Lebih Bagus”

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Berbeda dari narasumber lainnya, Zahrah Raniyah bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan yang dia sukai. Saat ini Zahrah bekerja sebagai Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di Kementerian Perhubungan. Selain relevan dengan latar belakang pendidikannya, pekerjaan yang ia jalani juga sesuai dengan minat dan passion dalam dirinya.

Terlepas dari hal itu, menurut Zahrah, tetap yang terpenting adalah passion. Tidak masalah bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan tapi yang penting bisa sesuai dengan passion. “Misalnya dari lingkungan saya sendiri. Bos saya dulunya lulusan Hubungan Internasional tapi sekarang menjadi seorang Humas. Sementara itu, kakak saya kuliah di jurusan kebidanan dan sekarang dia memilih untuk menjadi seorang model,” jelasnya.

Zahrah juga tidak mempermasalahkan kalau latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan pekerjaan yang dijalankan jika hal tersebut memang merupakan passion yang kamu sukai. Baginya, itu akan jauh lebih bagus. “Kita bisa menikmati proses bekerja, bisa beradaptasi dengan pekerjaan, bisa lebih semangat dan lebih fokus dalam bekerja,” tutupnya.

Banyak milenial beranggapan bahwa tidak masalah bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh. Baik itu bekerja sesuai passion ataupun peluang yang ada. Pada akhirnya, kamu bebas memilih jalanmu sendiri. Setiap pilihan tentunya juga memiliki konsekuensinya masing-masing.

Melalui paparan informasi di atas, semoga kamu bisa memilih dengan lebih bijak ya, Youngvestor! Jika kamu mengerjakan sesuatu dengan hati yang senang, paling tidak kamu puas dengan apa yang kamu lakukan dan bisa merasa bangga dengan dirimu sendiri. Hal tersebut merupakan hal terpenting yang bisa kamu pegang untuk ke depannya.

Rekomendasi Jenis Investasi Properti Paling Menguntungkan, Milenial Wajib Tahu!

 Halo Youngvestor!

Bagaimana kondisi keuanganmu hari ini? Sudahkah kalian mempersiapkan tunjangan di masa depan? Di zaman sekarang investasi sudah marak diminati oleh beragam kalangan, salah satunya investasi properti.

Selain keuntungan yang menggiurkan investasi properti di zaman sekarang dianggap lebih mudah karena adanya sistem crowdfunding. Melalui sistem ini, Youngvestor dan beberapa investor lainnya akan mendanai satu properti atau melakukan patungan untuk satu properti. Hal ini membuat banyak investor yang bermodal kecil bisa melakukan investasi properti. Investasi ini juga cocok dilakukan untuk para investor yang ingin mengurangi biaya perawatan dan legalitas properti.

Nah, kali ini Mintor ingin merekomendasikan beberapa jenis investasi properti yang bisa dijadikan inspirasi bagi Youngvestor, yuk simak infonya di bawah ini!

1. Residensial

Sumber: www.bankforeclosuressale.com

Residensial atau yang biasa kita kenal dengan tempat tinggal. Wujudnya dapat berupa rumah, rusun atau apartemen. Investasi properti jenis ini cocok bagi pemula karena modal awalnya yang terjangkau dan bisa dijadikan tempat tinggal sendiri atau bisa juga disewakan.  Perlu diingat, ketika kita sudah membelinya, maka ada pengeluaran rutin seperti pemeliharaan, renovasi, dan pajak. Jika Youngvestor ingin menjual kembali, disarankan untuk menjualnya pada saat yang tepat agar mendapatkan keuntungan.

2. Kantor

Sumber: instagram/lucasjanoutarchitects

Investasi properti jenis Ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Hal Ini dikarenakan lokasinya yang strategis.  Meskipun tidak selalu berada di tengah kota, tapi pasti berada di pinggir jalan besar. Rumah yang berada di pinggir jalan besar juga bisa dialih fungsikan menjadi kantor. Cukup sesuaikan interiornya dan tambahkan fasilitas kerja terkini seperti jaringan internet berkecepatan tinggi dan stabil.

3. Industri

Sumber: www.liputan6.com

Berinvestasi di bidang properti ini juga terkesan membutuhkan modal yang sangat besar. Ini tidak disarankan bagi kamu yang baru menapaki dunia investasi, karena investasi jenis ini membutuhkan network yang luas. Untuk itu jangan terburu-buru, mulailah berinvestasi yang sederhana dulu, seperti menyewakan tempat parkir, atau bangunan untuk gudang, dan lain-lain. Menyewakan dalam jangka waktu yang lama jauh lebih menguntungkan.

4. Pertokoan

Sumber: www.giaceh.com

Wujud dari investasi ini dapat berupa toko kecil, ruko, atau mall. Properti ini lebih cocok untuk disewakan. Dalam perkembangannya, kios-kios kecil di sekitar perumahan adalah investasi yang menarik meski mungkin nilainya tidak besar.

5. Bangunan Multiguna

Sumber: instagram.com/iamnabool

Investasi jenis ini berarti di dalam satu bangunan terdapat lebih dari satu kegiatan produksi. Jika Youngvestor memiliki modal yang cukup, investasi ini layak dilirik terutama yang berada di kawasan industri. Bangunan yang bertingkat memiliki nilai yang tinggi, Youngvestor dapat menyewakan setiap tingkatnya kepada penyewa berbeda. Misal lantai bawah untuk toko dan lantai atas untuk gudang atau kost.

Dari kelima jenis investasi di atas, mana yang sesuai dengan minat Youngvestor? Demikian informasi yang bisa Mintor berikan terkait jenis-jenis investasi properti ini. Semoga yang sedikit ini bermanfaat, jangan lupa untuk dibagikan juga dengan teman-temanmu yang lain ya, Youngvestor! Sampai bertemu di artikel I AM berikutnya!