Investasi di Eba Ritel, Menguntungkan atau Membuntungkan?

Penulis: Vincent Chandra

Sumber: Unplash.com

Belakangan ini kita semua pasti sering sekali mendengar kata “investasi”. Namun sering kali orang-orang lebih condong berinvestasi ke instrumen seperti saham, cryptocurrency, dan sebagainya, bukan ke properti karena membutuhkan modal yang cukup besar. Dalam artikel ini Mintor akan memberi solusi untuk Youngvestors yang ingin berinvestasi ke properti tanpa modal besar tapi tetap menarik.

Apakah Youngvestors pernah mendengar Eba Ritel? Mungkin masih banyak yang belum mengetahui salah satu produk investasi ini. Sebelumnya apa itu Eba Ritel? Eba Ritel adalah surat berharga yang terdiri atas sekumpulan KPR melalui proses sekuritisasi sehingga menjadi instrumen investasi pendapatan tetap yang dapat diperjualbelikan atau ditransaksikan. Sederhananya sama dengan obligasi, tetapi Eba Ritel ini masuk ke dalam bidang properti. Produk ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2009, tetapi dahulu hanya bisa dibeli oleh perusahaan dan orang–orang besar, Beruntungnya 2018 kemarin PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengeluarkan Eba Ritel yang bisa dibeli oleh kita sebagai investor retail.

Lalu bagaimana cara kita mendapatkan returnnya? Sistem dari Eba Ritel ini mengumpulkan uang dari masyarakat yang membayar cicilan rumah untuk disalurkan sebagai KPR. Kemudian Eba Ritel akan memberikan kita return dari bunga orang yang sedang menyicil rumah tersebut.

Seperti yang sudah Mintor katakan tadi, produk Eba Ritel ini mirip dengan obligasi. Lantas mengapa kita tidak berinvestasi di obligasi saja atau bahkan deposito? Tentu saja, karena kalau Youngvestors membandingkan Eba Ritel ini dengan obligasi atau deposito, Eba Ritel ini memiliki return paling tinggi sehingga bisa menjadi pilihan baru yang menarik nih bagi Youngvestors. Bukan hanya itu, Eba Ritel ini memiliki banyak kelebihan, salah satunya seperti yang Mintor bilang di awal bahwa kita bisa berinvestasi ke properti tanpa modal besar dimana Eba Ritel ini dapat dibeli mulai dari 100 ribu saja. Selain itu, Eba Ritel juga sangat likuid yang artinya kita bisa menjualnya kapanpun. Apalagi Eba Ritel ini bisa kita jadikan sebagai passive income.

Akan tetapi, apakah aman jika kita berinvestasi di produk yang belum diketahui oleh banyak orang ini? Tenang saja, karena Eba Ritel diterbitkan oleh SMF yaitu BUMN di bawah Kementerian Keuangan dan diawasi oleh OJK. Eba Ritel ini juga selalu mendapatkan rating AAA dari PEFINDO yang merupakan perusahaan pemeringkat efek ternama di Indonesia. Walaupun begitu, dalam berinvestasi tentunya tidak lepas dari risiko, Eba Ritel sendiri memiliki harga pasar yang cukup fluktuatif akibat perubahan suku bunga dan risiko gagal bayar. Untungnya penerbitan Eba Ritel ini diseleksi dengan baik sehingga meminimalisir risiko yang ada.

Kalau kita balik lagi ke pertanyaan di awal, bagaimana menurut Youngvestors  terkait Eba Ritel ini? Apakah menguntungkan atau membuntungkan? Bagi Mintor sendiri berinvestasi itu seperti mencari jodoh, di mana kita ingin mencari tahu dan mengenal sedalam-dalamnya sampai menemukan yang paling cocok. Nah sama dalam hal investasi, berarti kita mencari yang sistem dan profil risikonya paling cocok untuk kita.  Bagi Youngvestors yang tertarik berinvestasi di Eba Ritel, saat ini memang belum banyak opsi tempat untuk membelinya, mengingat produk ini belum banyak dikenal. Jadi, Youngvestors dapat membelinya secara eksklusif hanya di BNI Sekuritas dan BCA Sekuritas ya!

Sekian artikel dari Mintor mengenai investasi di Eba Ritel, semoga artikel ini dapat menjadi referensi untuk Youngvestors yang ingin berinvestasi di properti tanpa modal besar. Jangan lupa untuk follow Instagram @i_amcommunity agar tidak ketinggalan konten menarik lainnya.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi :

https://pasardana.id/news/2018/8/2/smf-perkenalkan-eba-sp-ritel-dengan-settlement-tplus1/
https://bions.id/edukasi/post/milenial-yuk-simak-keuntungan-investasi-eba-ritel
https://www.bnisekuritas.co.id/2019/01/31/eba-sp-ritel/
https://www.youtube.com/watch?v=xY6wAlmrAAI&t=167s
https://finansial.bisnis.com/read/20201126/89/1323027/smf-bidik-milenial-berinvestasi-ke-eba-ritel-apa-saja-kelebihannya#:~:text=Sekadar%20informasi%2C%20EBA%20ritel%20bisa,BNI%20Sekuritas%20dan%20BCA%20Sekuritas.

Cicilan Menggunakan KPR, Untung atau Buntung?

Sumber: Mortgage Finance Help – When Should I Refinance My Mortgage?

Halo, Youngvestors!

Membeli rumah impian terkadang memang sulit jika harus secara tunai karena ada banyak faktor yang menghambat seperti penghasilan yang minim, tak jarang ada pengeluaran yang tak terduga, atau karena keperluan membayar kebutuhan yang terlalu besar. Tak jarang akhirnya banyak masyarakat yang memutuskan untuk melakukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan perantara bank untuk memiliki rumah pertama yang mereka impikan. Terkadang, banyak orang memiliki pandangan bahwa cicilan adalah hal yang buruk dan merugikan. Mintor  pun harus akui bahwa memang cicilan akan bisa membuat kita merasa stress karena harus memikirkan cicilan setiap bulannya. Namun, KPR tidak selamanya buruk jika kita mengerti apa yang harus kita lakukan untuk menghindari pembayaran KPR yang mungkin akan berhenti di pertengahan jalan, loh!

1. Pembayaran Uang Muka Fleksibel

Sudah lama pemerintah memberikan kesempatan tenor yang lebih panjang hingga puluhan tahun bagi masyarakat yang melakukan KPR. Dengan jangka waktu yang panjang, tentu cicilan per bulan akan jauh lebih murah. Hal ini juga akhirnya berdampak baik pada uang muka karena akan lebih meringankan kita dalam membayarnya. Sebelum pemerintah memiliki kebijakan uang muka 0%, uang muka merupakan syarat mutlak jika kita ingin mengajukan KPR ke bank. Jumlah uang muka biasanya ada 20%, 30%, dan 40% dari harga jual properti sesuai dengan pilihan pembeli. Kebijakan pemerintah terkait uang muka 0% hanya berlaku dari awal bulan Maret hingga 31 Desember 2021 yang akan datang. Sehingga, jika kita masih belum  memiliki kemampuan untuk membeli properti periode ini, kita bisa melakukan pembayaran uang muka ke pengembang terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR di bank karena penyelesaian uang muka ke pengembang merupakan syarat utama pengajuan kredit ke bank.

2. Lebih Mudah Mengatur Keuangan

Kita yang masih muda atau menjadi karyawan, mungkin belum memiliki kekayaan yang berlimpah seperti artis papan atas. Dengan KPR, kita akan lebih mudah mengatur keuangan karena kita hanya membayar cicilan per bulan dimana cocok dengan kita yang memiliki penghasilan rutin per bulan. Kita juga bisa lebih leluasa dalam mengalokasikan dana kebutuhan kita per bulan, loh! Meskipun penghasilan masih pas-pasan, tak jarang pegawai melakukan KPR dan berhasil menuntaskan kredit rumahnya di atas jangka waktu 10 tahun.

3. Tidak Perlu Menunggu Kaya Untuk Memiliki Rumah

Tujuan dari KPR sendiri adalah memudahkan masyarakat untuk memiliki properti baik untuk ditinggali maupun investasi. Tak hanya untuk properti, KPR juga bisa kita jadikan alternatif untuk membeli kebutuhan ketika kita tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli sesuatu atau karena ada pertimbangan lainnya. Dengan KPR, kita bisa memanfaatkan cicilan per bulan dan melakukan pembayaran uang muka untuk kredit rumah. Bahkan, walaupun kita hanya melakukan pembayaran uang muka saja, kita telah resmi menjadi pemilik dari properti tersebut, loh!

4. Legalitas Properti Terjamin

Biasanya setiap bank telah memiliki kerja sama dengan pengembang-pengembang properti, apalagi bank-bank besar dan terkenal. Bekerja sama juga tidak hanya membangun hubungan saja, namun juga harus yang dipercaya agar masyarakat pun merasa lebih aman dan tenang ketika mencicil melalui KPR. Bank juga tidak semudah itu untuk dapat memberikan kredit ke masyarakat, pihak bank tentu akan mengecek terlebih dahulu dari semua dokumen rumah yag dibeli melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN). Oleh karena itu, kemungkinan rumah yang akan dibeli pun memiliki risiko yang kecil jika bermasalah di kemudian hari.

Nah, menarik bukan kredit rumah dengan KPR di bank? KPR memang cocok untuk kita yang masih belum memiliki dana yang besar untuk membeli rumah. Namun, ada beberapa kelemahan dari KPR ini yang patut kita waspadai.

1. Harga Rumah Akan Lebih Mahal

Seperti cicilan pada umum nya, pasti harga yang dikenakan akan lebih mahal jika membayar secara tunai. Memang tidak dapat dipungkiri karena ini memang cara bank untuk mendapatkan keuntungan dari pembayaran bunga cicilan KPR yang kita bayarkan per bulan. Bisa saja suku bunga KPR bisa naik ketika kita memilih menggunakan KPR konvensional. Inilah yang harus menjadi tugas kita untuk memilih bank yang menjadi tujuan kita dalam melakukan kredit rumah, jangan sampai kita mengalami kredit macet di pertengahan ya, Youngvestors!

2. Rumah Disita

Hal ini bisa terjadi jika kita mengalami kredit macet seperti yang ada pada poin sebelumnya. Jika kita yang tidak mampu melunasi pembayaran rumah hingga waktu yang telah ditentukan, maka rumah tersebut dapat menjadi milik bank sehingga rumah kita akan disita oleh mereka.

Youngvestors, KPR tidak selamanya buruk, loh! Meskipun ada beban psikologis karena harus membayar cicilan setiap bulan, kita tetap harus mewujudkan impian kita untuk memiliki rumah sendiri. Kita pasti ingin membeli rumah secara mandiri tanpa menjadi beban keluarga. Saran dari Mintor untuk kalian yang ingin melakukan KPR, hitung dan pastikan bahwa kalian memiliki penghasilan yang jauh lebih besar dari KPR untuk menghindari gagal bayar. Kalian juga perlu untuk membayar uang muka yang lebih besar agar cicilan rumah bisa lebih kecil dan jangka waktu yang singkat.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!