Investasi Di Reksadana Bikin Cepat Kaya?

Investasi adalah aktivitas menyimpan uang pada suatu instrumen yang diharapkan dapat memberi keuntungan pada jangka waktu tertentu. Beberapa instrumen investasi yang paling terkenal di Indonesia adalah reksadana, deposito, saham, emas, properti, dan peer-to-peer lending. Nah dalam artikel kali ini, Mintor akan membahas lebih dalam mengenai reksadana.

Mengapa reksadana? Saat ini reksadana menjadi instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat, terutama generasi milenial.

Sumber: unplash.com

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2002), reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Sederhananya, reksadana merupakan kumpulan produk keuangan yang dikelola oleh manajer investasi.

Reksadana ini sangat cocok untuk orang-orang yang sangat sibuk bekerja atau tidak sempat menganalisis dan mengikuti berita, karena dalam reksadana, kita mempercayai seseorang untuk mengatur dan mengelola uang yang kita ‘titipkan’, orang itu disebut sebagai manajer investasi.

Namun apa saja sih kelebihan dari reksadana ini? Yuk kita bahas!

  1. Modalnya yang sangat kecil

Bagi orang yang mengatakan bahwa investasi butuh modal yang besar, jelas itu hoax. Buktinya Youngvestors bisa mulai investasi di reksadana mulai dari Rp10.000. Modal yang kecil ini menjadi salah satu keunggulan paling menonjol yang dimiliki reksadana.

  1. Risiko yang rendah

Umumnya, manajer investasi yang mengelola uang kita ini melakukan diversifikasi pada beberapa produk keuangan. Hal ini membuat reksadana memiliki kelebihan yaitu risikonya yang rendah. Diversifikasinya ke mana saja? Tergantung pada jenis reksadana yang kita pilih.

  1. Dikelola oleh manajer investasi

Seperti yang Mintor katakan tadi, uang yang kita simpan dalam reksadana itu dikelola oleh profesional yang disebut manajer investasi. Ibaratnya kita mempercayakan uang kita pada seseorang dan tinggal menunggu hasilnya.

Semua instrumen investasi tentunya tidak ada yang sempurna. Akan tetapi, dengan mengenal kekurangannya, setidaknya dapat menyesuaikan dengan perencanaan keuangan kita. Maka dari itu, yuk kita pelajari!

  1. Biaya tambahan

Biaya ini biasa disebut management fee yang sudah termasuk biaya pengelola, biaya operasional, biaya administrasi, dan sebagainya.Namun bagi Mintor, kekurangan yang satu ini sangat wajar, karena kita hanya ‘duduk manis’ saja untuk mendapatkan keuntungan.

  1. Salah memilih manajer investasi

Sebelum mempercayakan uang kita pada manajer investasi di reksadana, sangat dianjurkan agar kita memilih manajer investasi yang tepat, karena jika kita salah memilih, bukan tidak mungkin uang kita malah berkurang atau rugi.

  1. Return yang lebih rendah dari saham

Sebagai instrumen investasi yang rendah risiko, pastinya juga memiliki return yang lebih kecil dari instrumen lainnya, terutama saham. Meskipun begitu, return dari reksadana ini tetap sangat menarik.

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya, diharapkan Youngvestors jadi lebih kenal dengan reksadana ya! Oh iya, reksadana itu juga banyak loh jenisnya, mari simak bahasan dari Mintor.

  1. Reksadana saham

Sesuai namanya, reksadana ini paling banyak alokasinya di saham. Di kaca mata pemula, reksadana satu ini pasti sangat menggiurkan, karena mampu memberikan return sampai 18% per tahunnya. Akan tetapi, kita harus tahu juga, reksadana saham ini tidak terus naik nilainya, bukan tidak mungkin dalam waktu satu tahun, uang kita malah berkurang. Maka dari itu, reksadana saham sangat cocok untuk investasi jangka panjang.

  1. Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang berisi dana tunai dan obligasi yang membuatnya minim risiko, namun tetap memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan deposito. Nilainya yang selalu naik membuat reksadana ini mampu dimanfaatkan menjadi dana darurat. Reksadana ini sangat cocok untuk investor jangka pendek.

  1. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana ini paling banyak berisi produk surat utang atau obligasi, di mana obligasi sendiri mampu memberikan bunga secara tetap yang membuat reksadana ini disebut sebagai pendapatan tetap. Nilainya dapat naik dan turun, performanya ini tergantung pada suku bunga dan mata uang. Maka reksadana ini dapat digunakan untuk investasi jangka menengah.

  1. Reksadana campuran

Nama reksadana ini menggambarkan dirinya sendiri, karena reksadana ini memang terdiri dari campuran bermacam produk, yakni saham, obligasi, dan pasar uang. Reksadana campuran memiliki return yang tidak tentu karena nilainya yang selalu naik dan turun. Bagi investor jangka menengah hingga panjang, boleh banget memilih reksadana ini.

  1. Reksadana indeks

Sebagai manajer investasi, ada saatnya melakukan kesalahan atau human error yang dapat merugikan investor. Nah hal ini dapat dihindari dengan berinvestasi di reksadana indeks, karena nilai dan performa dari reksadana ini mengikuti pergerakan indeks. Indeks yang diikuti biasanya dari pasar obligasi dan saham. Karena mengikuti indeks, membuat reksadana ini tidak mampu memberikan return yang pasti sehingga sangat cocok untuk investasi jangka panjang.

Untuk membeli reksadana, sangat penting juga untuk mengetahui cara memilih yang paling cocok bagi kita. Nih Mintor kasih tipsnya ya!

  1. Pilih manajer investasi yang tepat

Kita sebagai investor pasti hanya mau mempercayakan uang ke manajer investasi yang paling aman dan terpercaya. Nah hal ini bisa dilihat dari daftar  Top 20 Assets Under Management (AUM). Sederhananya AUM adalah total nilai aset investor yang sedang dikelola oleh manajer investasi. Jadi otomatis semakin banyak total AUMnya, semakin banyak yang percaya.

  1. Pilih reksadana sesuai tujuan keuangan

Bagi Youngvestors yang ingin investasi untuk jangka pendek sangat dianjurkan reksadana pasar uang, untuk jangka menengah reksadana pendapatan tetap, dan untuk jangka panjang bisa reksadana saham, campuran, dan indeks. Misalnya Youngvestors ingin membeli handphone 5 bulan lagi, maka pilihlah reksadana pasar uang.

  1. Pilihlah biaya manajemen yang paling rendah

Semua investor pasti biaya manajemen yang tinggi dalam berinvestasi, karena akan sangat merugikan jika return yang sudah kita dapatkan terpotong biaya. Oleh karena itu, pertimbangkanlah biaya manajemen sebelum membeli sebuah produk reksadana.

Setelah membaca artikel ini, bagaimana menurut Youngvestors? Apakah investasi di reksadana bisa bikin cepat kaya? Perlu diingat ya, bahwa semua instrumen investasi itu untuk memenuhi tujuan keuangan kita, bukan menjadi cepat kaya.

Oke Youngvestors, sekian ulasan lengkap mengenai reksadana. Nantikan konten menarik dan bermanfaat lainnya di Instagram @i_amcommunity ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber Referensi:
https://berkeluarga.id/2020/10/22/kelebihan-dan-kekurangan-investasi-reksadana/
https://reliance-investasi.com/?p=692
https://link.bahanatcw.com/reksa-dana-article?id=2
https://www.hsbc.co.id/1/PA_esf-ca-app-content/content/indonesia/personal/offers/news-and-lifestyle/files/articles/html/201906/jenis-jenis-investasi-yang-populer-di-indonesia.html