Rekomendasi 3 Film Bertema Investasi yang Wajib Ditonton Investor pemula

Penulis: Jonaris & Lauren

Halo Youngvestors, pasti sudah banyak dari kalian yang tertarik pada dunia investasi, kan. Mulai dari investasi saham, property, ataupun bentuk-bentuk asset lainnya. Zaman sekarang, sudah sangat mudah jika anak muda tertarik untuk mempelajari investasi. Sudah banyak platform dan komunitas yang menawarkan ilmu mengenai investasi, salah satunya adalah I Am Community. Nah, selain mendapatkan insight dari platform dan komunitas seperti I AM Community, ternyata kita bisa loh belajar investasi dari beberapa film rekomendasi ini! Mau tahu film apa saja? Yuk, cek list film kali ini ya!

Sumber : https://pin.it/2gwOqcJ

1. The Wolf of Wall Street (2013)
Film bertema investasi yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio ini dapat dikatakan cukup sukses karena berhasil meraih IMDb rating 8.2/10. Film bergenre komedi ini menceritakan tentang dunia trading saham yang diambil dari kisah nyata seorang pialang saham bernama Jordan Belfort. Belfort merupakan pialang saham di perusahaan besar, namun perusahaan tersebut bangkrut sehingga Belfort harus mencari cara untuk tetap mendapatkan penghasilan. Tak kehabisan akal, Belfort yang memiliki kemampuan analisis, komunikasi, dan jiwa kepemimpinan mulai bangkit untuk membangun perusahaannya sendiri. Mampukah Belfort mencapai kesuksesan melalui perusahaan yang didirikannya?

Sumber : https://pin.it/2KYiZ0O


2. Inside Job (2010)
Inside Job merupakan film dokumenter yang menceritakan tentang fenomena krisis global pada tahun 2008. Film yang dibintangi oleh Matt Damon ini telah sukses dan meraih rating di IMDb sebesar 8.2/10. Dari film ini, kalian akan diajak untuk mengulik apa saja hal yang menyebabkan krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008. Penonton akan mendapatkan wawasan mengenai dunia trading dan dapat membantu para penonton yang baru belajar trading saham untuk lebih paham mengenai dunia saham. wah, seru banget ya, guys! Film yang berhasil menggambarkan fenomena krisis ekonomi global ini telah meraih penghargaan piala Oscar dengan kategori Best Documentary Feature. Penasaran dengan film ini? Yuk ditonton dan mulai belajar tentang dunia trading saham!

Sumber : https://pin.it/4RZfbHM


3. Enron : The Smartest Guys in Room
Film dengan genre dokumenter ini berhasil mendapatkan IMDb rating yang cukup tinggi yaitu sebesar 7.6/10. Film ini mengisahkan bangkrutnya sebuah perusahaan besar di Amerika akibat kasus penipuan yang paling berat sepanjang sejarah. Film ini memberikan pesan kepada penonton bahwa hidup memang bagaikan roda berputar, suatu hal dapat runtuh akibat suatu kesengajaan maupun ketidaksengajaan. Tertarik untuk menonton?

Wah keren banget ya film-film rekomendasi kali ini. Mungkin banyak yang masih belum mengetahui film-film tersebut atau malah sudah banyak nih yang menonton? Yuk, Youngvestors cerita film yang mana nih yang buat kalian tertarik untuk nonton atau yang punya rekomendasi film lainnya boleh banget ya ditulis di kolom komentar.

Salam I AM Community:

I AM Smart,

I AM Capable!

Lakukan 5 Tips Ini Agar Cuan Maksimal Menggunakan DP 0%!

Sumber: Freepik – Investing Money in Real Estate

Halo, Youngvestors!

Mintor sudah pernah membahas mengenai DP 0% yaitu kebijakan terbaru pemerintah yang viral waktu lalu. Kini, Mintor akan bagikan 5 tips untuk Youngvestors yang tertarik memanfaatkan fasilitas dari pemerintah terkait DP 0% dalam pembelian properti. Tentunya, kita ingin agar mendapatkan keuntungan maksimal selain bebas dari pembayaran uang muka, bukan? Yuk langsung aja simak 5 tips di bawah ini.

Sumber: Freepik – People Saving Money

1. Perbandingan

Untuk Youngvestors yang telah tertarik dengan kebijakan DP 0%, jangan mudah tergiur akan promo dari properti yang tersedia di mana pun. Kita perlu untuk melakukan perbandingan antara rumah yang akan dibeli dengan rumah lainnya. Dari segi fasilitas yang disediakan oleh setiap pengembang properti, desain rumah, kualitas dari bangunan oleh pengembang properti, hingga mencari tahu prospek ke depan untuk lokasi yang akan kita beli. Entah hunian tersebut akan kita beli untuk dijadikan tempat tinggal atau investasi, kita tetap perlu mempertimbangkan beberapa hal tersebut. Adanya keterbatasan dalam melihat rumah karena pandemi COVID-19, kita bisa memaksimalkan dalam melihat review properti secara detail dan transparan dari spesifikasi material bangunan, rencana pembangunan infrastruktur yang disediakan di sekitar lokasi hunian, dan perbandingan harga rumah dengan hunian yang ada di sekitarnya. Jangan sampai kita membeli rumah yang ternyata harganya mahal namun memiliki kualitas yang buruk ya, Youngvestors!

Sumber: Freepik – Property Investment Concept

2. Kumpulkan Informasi

Tak jauh berbeda dengan poin pertama, kita perlu untuk mengumpulkan informasi dan melakukan riset mengenai hunian tersebut. Informasi yang kita perlukan adalah seperti legalitas status dari properti yang akan kita beli. Kita perlu mengetahui sertifikat yang akan kita terima, seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) yang bisa kita miliki seumur hidup atau Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang hanya bisa kita miliki dalam jangka beberapa puluh tahun saja. Tak hanya itu, kita bisa mengumpulkan informasi terkait dengan kesiapan properti yang hendak dibeli seperti apakah properti tersebut sudah layak ditinggali atau diinvestasikan atau perlu menunggu beberapa waktu ke depan. Jika perlu menunggu, kita juga perlu mengetahui sampai kapan bangunan tersebut akan selesai hingga layak huni. Kumpulkan informasi juga terkait pembayaran seperti cicilan KPR dan pajak dalam pembelian pertama kali maupun pajak setiap tahun jika kalian belum mengerti sama sekali mengenai hal tersebut.

Sumber: Freepik – Real Estate Abstract Concept

3. Survei Tempat

Akibat pandemi COVID-19 yang belum berakhir, kita memiliki keterbatasan dalam melihat lokasi properti tujuan. Namun sebisa mungkin, kita perlu mengetahui lokasi properti yang akan kita beli sehingga kita bisa mengetahui akses jalan yang sesungguhnya, jangan mudah percaya pemasaran yang berkata kalau akses jalan lebar atau hanya 10 menit dari fasilitas tola tau perbelanjaan. Terkadang untuk menarik perhatian pembeli, hal tersebut tidak sepenuhnya akurat. Maka dari itu, kita perlu langsung melihat sendiri lokasi properti. Tak hanya akses lokasi, namun dari juga dari segi keamanan lingkungan, kebersihan, kondisi bangunan, tata letak, hingga interior properti. Jika secara keseluruhan sudah aman, maka ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk Youngvestors yang ingin memanfaatkan DP 0%, loh!

Sumber: Freepik – People Making Money

4. Mengetahui Harga Pasar

Sekali lagi Mintor sampaikan bahwa jangan langsung percaya dengan hal baru yang belum pasti. Dengan melakukan poin pertama yaitu membandingkan, kita bisa mengetahui harga pasar yang sesungguhnya di lapangan. Kita tentu tidak ingin jika ternyata properti yang kita beli memiliki harga yang lebih mahal daripada harga pasar. Bisa jadi harga mahal juga belum mencerminkan kualitas hunian yang bagus atau memang harganya mahal karena tambahan interior yang hampir lengkap. Jika berinvestasi, kita sangat perlu untuk mengetahui harga pasar rumah terkini, entah itu rumah tujuan atau di sekitar rumah tersebut. Hal ini dikarenakan jika berinvestasi, kita akan memikirkan harga jual di masa yang akan datang. Sehingga kita perlu mempelajari harga pasaran dan mencocokan dengan budget dan kebutuhan bahkan yang berpotensi untuk dijadikan investasi.

Sumber: Freepik – Bank Office

5. Memilih Bank Untuk KPR

Di artikel sebelumnya, Mintor telah jelaskan persyaratan dari bank yang menyediakan fasilitas terkait dengan DP 0% yaitu Non-Performing Loan (NPL) kurang dari 5%. Untuk lebih jelasnya, Youngvestors dapat mencari artikel tersebut karena Mintor telah jelaskan secara jelas pada kesempatan waktu itu. Menurut Mintor, poin kelima juga tidak kalah pentingnya dengan 4 poin di atas karena setiap bank memiliki kebijakannya tersendiri. Misalnya, setiap bank memiliki penetapan suku bunga cicilan KPR yang berbeda. Sehingga, kita bisa membandingkan bank mana saja yang sesuai dengan kebijakan DP 0% lalu membandingkan suku bunga cicilannya yang kita akan sesuaikan dengan budget yang dimiliki.

Itulah 5 tips yang Mintor dapat bagikan kepada Youngvestors, semoga dapat bermanfaat dan tetap semangat menjalani hari-hari ya! Sampai jumpa di artikel lain.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Wajib Tahu! 5 Strategi Cerdas Sebelum Membeli Properti

Sumber: Yoke – The Role of Strategic Creative in Property

Hai Youngvestors!

Generasi muda tentu mau mendapatkan properti pertamanya sejak dini. Bahkan ada beberapa orang yang telah memiliki kesempatan di umur kurang dari 25 tahun yang sudah berhasil menjadi investor properti. Jika Youngvestors juga mau memiliki dan berkarier di bidang  properti,  simak artikel ini hingga habis ya!

Membeli properti membutuhkan perhatian khusus dari pembeli. Jika dana sudah ada, lantas yang harus dilakukan selanjutnya adalah memilih dimana tempat yang ingin dijadikan tempat tinggal atau digunakan untuk hal lain. Ada beberapa 4 poin penting yang akan membantu Youngvestors dalam memilih properti yang tepat dan sesuai.

Sumber: National Association of Realtors – Cost Segregation Strategy

1. Memilih Pengembang yang Bagus

Pengembang dari suatu properti merupakan hal yang penting untuk diketahui. Dengan kita mengerti siapa pengembangnya, kita dapat mengetahui kinerja pengembang tersebut di bidang properti. Tentunya kita akan lebih memilih pengembang properti yang memiliki kinerja yang baik dan kredibilitas yang bagus, bukan?

Pengembang properti yang bagus dapat kita andalkan sebab mereka pasti tidak akan mau membuat proyek yang tidak maksimal pengerjaannya. Mereka akan membuat proyek dengan kualitas terbaik dan juga sumber daya manusia yang baik selama proyek berlangsung karena hasil proyek akan memengaruhi nama baik pengembang. Risiko kecil untuk melakukan kesalahan juga dapat dirasakan jika kita dapat memilih pengembang yang bagus.

Sumber: Hinge Marketing – Branded House or House Brands?

2. Lokasi Yang Strategis

 Ada yang mengatakan bahwa membeli suatu properti khususnya bangunan, akan juga membeli tanah yang berada di bawah bangunan tersebut. Maka dari itu, lokasi yang strategis adalah hal yang cukup penting karena permintaan akan lebih tinggi. Lokasi ini bisa di perkotaan karena pertumbuhan masyarakat di perkotaan cenderung meningkat dan lahan akan semakin berkurang.

Banyak kriteria yang dapat kita perhatikan dalam memilih lokasi yang strategis. Dekat dengan pusat keramaian dan fasilitas umum selalu menjadi hal utama yang diinginkan oleh setiap pembeli properti. Seperti dekat dengan pusat perbelanjaan, rumah sakit, lembaga pendidikan, hingga tempat ibadah tergantung dari keinginan dan kebutuhan dari pembeli.

Sumber: Knight Frank – Letting Property Dublin Ireland

3. Fasilitas yang Lengkap

Beberapa perumahan biasanya akan didukung oleh tempat olahraga beserta kolam renang khusus untuk penghuni perumahan. Taman, jogging track, hingga minimarket yang dekat dengan perumahan. Apartemen juga biasanya menyediakan fasilitas seperti perumahan tersebut, namun biasanya akan jauh lebih lengkap seperti menyediakan ruang rapat, tempat kesehatan, tempat makan, bahkan sekarang semakin marak apartemen yang menyatu dengan pusat perbelanjaan. Tentunya kita sesuaikan fasilitas-fasilitas tersebut dengan budget yang ada karena apartemen dengan fasilitas lengkap cenderung lebih mahal tetapi juga banyak dicari oleh pembeli.

Sumber: VectorStock – Hand With Money and Hand With House

4. Perhatikan Pergerakan Harga Properti

Harga properti memang akan selalu naik, bahkan sangat jarang harga properti turun dalam jangka panjang. Namun, ada juga properti yang harganya tidak naik atau bahkan turun karena banyak faktor. Jika kita ingin berinvestasi di bidang properti untuk jangka menengah hingga panjang, kita harus melihat apakah harga properti tersebut selalu naik atau tidak karena yang kita harapkan adalah capital gain dari selisih harga ketika membeli dan menjual. Perhatikan juga apakah pengembang selalu memberikan pengembangan baru terhadap properti yang dibuat,  bagaimana kualitas bangunan, dan fasilitas yang tersedia.

Sumber: Curbed – Zillow, Opendoor, and ‘iBuyers’ are changing real estate

5. Tidak Berinvestasi di Tempat yang Sama

Untuk Youngvestors yang ingin untuk investasi di lebih dari satu properti, jangan berinvestasi di tempat yang sama karena tidak ada yang mengetahui bagaimana prospek properti tersebut kedepannya. Hal ini merupakan antisipasi kita dengan meminimalisir risiko jika terjadi  berbagai kejadian yang tidak kita inginkan. Selalu ingat dengan perkataan yang sering kita dengar bahwa “Don’t put all your eggs in one basket” agar jika terjadi hal-hal yang tidak inginkan pada satu aset, tidak berimbas untuk aset kita yang lain.

Youngvestors, kita harus memperhatikan 5 poin penting diatas agar kita tidak salah dalam  melakukan investasi properti.  Manfaat yang kita terima tentu akan lebih banyak jika kita mencari properti dengan terlebih dahulu mempertimbangkan poin-poin di atas,apalagi perlu diingat bahwa yang dicari dari berinvestasi adalah capital gain dan passive income untuk jangka menengah hingga jangka panjang.

Nah, sekarang Mintor mau memberikan hadiah untuk Youngvestors yang masih setia membaca artikel ini. Program I AM Talent & Career merupakan hadiah untuk Youngvestors yang ingin berkarier di bidang properti dan juga ingin belajar self development. Kedua hal ini sangat penting terutama untuk anak muda yang baru mau berkarir di dunia kerja. Tentunya acara ini dikemas secara menarik dan akan bermanfaat banyak untuk kalian. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program I AM Talent & Career, kalian dapat cek di Instagram @i_amcommunity atau @i_amtalentindo. Kalian juga dapat melihat di website iamcommunity.co.id/iamtalent. Sampai bertemu di I AM Talent & Career, Youngvestors!

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!