Yuk Mengenal Properti Paling Terkenal Di Indonesia!

Sumber: Free Vector – Real Estate Vector Art & Graphics

Halo, Youngvestors!

Siapa yang tidak mengenai Bapak Ciputra? Beliau merupakan sosok yang terkenal atas kepemilikannya dalam bidang properti. Seperti namanya, properti yang beliau bangun bernama Ciputra juga, loh! Meski Dr. (HC) Ir. Ciputra telah tiada, namun hasil karya perjuangan untuk sampai menjadi perusahaan Ciputra yang luar biasa tentu sudah tidak perlu diragukan lagi ya, Youngvestors. Bangunan elite nan megah dengan segmentasi pasar dari kalangan yang menengah hingga atas ini telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Perusahaan Ciputra ini telah menjadi perusahaan go public tahun 1994 yang bernama PT Ciputra Development, Tbk dengan kode sahamnya CTRA dimana sebelumnya Bapak Ciputra mendirikan perusahaan di bidang properti ini dengan nama PT Citra Habitat Indonesia tahun 1981. Perusahaan ini telah mengeluarkan beberapa varian produk, segmen pasar, dan lokasi hampir kurang lebih tersebar di 33 kota di Indonesia. Tentu hal ini menunjukkan bagaimana perkembangan Ciputra yang luar biasa. Perusahaan ini tidak hanya membangun perumahan saja, melainkan juga pusat perbelanjaan seperti salah satunya yaitu Ciputra World Surabaya Mall dan Ciputra Waterpark yaitu kolam renang di Surabaya pula! Eits, gak sampai situ aja, Ciputra juga mendirikan apartemen, hotel, rumah sakit, bahkan tempat rekreasi dan bersantai dengan keluarga seperti golf and family club.

Dari sekian banyak hasil karya yang telah dihasilkan, ternyata perumahan di Jakarta Barat yang menjadi pembangunan properti pertamanya, loh! Proyek perumahan ini bernama Citra Garden yang akhirnya menjadi cikal bakal pembuatan dan pengembangan berskala kota CitraGarden City Jakarta pada tahun 1984. Tidak jauh hebatnya dengan proyek pertama, proyek keduanya berada di kota yang juga merupakan kota terkenal, yaitu Surabaya dengan pembuatan CitraLand Surabaya tahun 1993. Bahkan, hingga kini pembangunan perumahan disana masih terus berkembang, loh!

Bukti dari seluruh proyek ciptaan Ciputra yang luar biasa ini, akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa. Ciputra telah berhasil mendapatkan beberapa penghargaan dimana penghargaan pertamanya adalah Akzonobel sebagai Top Sepuluh Developers dan BCI Asia sebagai Top Sepuluh Developers juga pada tahun 2011. Seiring dengan berjalannya waktu, Ciputra juga menghasilkan penghargaan lainnya bahkan terus bertambah di tahun 2012 hingga tahun 2020 terakhir. Penghargaan terakhirnya adalah Asiamoney Asia’s Outstanding Companies Poll sebagai Outstanding Company in Real Estate Sector in Indonesia dan Euromoney Real Estate Survey sebagai Winner of the Overall Developers category for Indonesia. Keren banget kan, Youngvestors?

Nah, gimana nih artikel kali ini? Semoga bisa membantumu untuk menambah wawasan dengan mengenal Bapak Ciputra dan perusahaannya lebih banyak lagi ya! Mintor doain juga agar Youngvestors bisa seperti Bapak Ciputra yang sungguh luar biasa dalam membangun serta mengembangkan Ciputra hingga detik ini. Terakhir, Mintor akan kasih quote dari Bapak Ciputra yaitu “Saya hanya memiliki tenaga yang digerakkan oleh cita-cita dan mimpi.” Yuk sebagai generasi muda, kita juga harus memiliki cita-cita dan mimpi yang besar untuk masa yang akan datang.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

3 Cara Mulai Investasi Properti dengan Harga Terjangkau, Mau Coba?

Hi, Youngvestor!

Jika sebelumnya kita sudah membahas pentingnya investasi properti sejak dini, hari ini kita akan menjelajah lebih jauh lagi terkait investasi properti. Banyak dari generasi muda yang merasa bingung dan takut untuk memulai hal baru, salah satunya adalah investasi properti. Istilah-istilah yang masih awam dan aktivitas yang belum familiar sering kali menjadi hambatan bagi kita untuk memulai.

Nah, untuk mengatasi hal ini, kita akan membahas kiat-kiat dalam memulai investasi properti sejak dini. Penasaran, kan? Yuk, disimak infonya!

  1. Membangun Relasi
Sumber: www.pinterest.com

Relasi merupakan salah satu kunci dari keberlangsungan investasi properti. Memiliki banyak relasi akan memberikan pandangan yang lebih luas terkait  upaya menyikapi masalah dan hambatan yang terjadi selama prosesnya. Youngvestor mungkin akan mendapat lebih banyak insight melalui diskusi ringan, sekaligus mendapatkan peluang untuk menggali lebih banyak informasi.

  • Menyewakan Rumah
Sumber: www.pinterest.com

Menyewakan rumah adalah salah satu upaya dasar yang dapat dilakukan untuk terjun dalam investasi properti. Dalam hal ini, jika Youngvestor memiliki rumah atau kamar yang sedang tidak digunakan, dapat dijadikan sebagai peluang untuk memulai investasi. Namun, pastikan Youngvestor siap untuk berbagi tempat dan membuat batasan, serta peraturan selama masa sewa. Menyewakan rumah atau bagian yang tidak digunakan juga dapat membantu mengurangi pengeluaran Youngvestor, lho!

  • Wholesaling (Grosir)
Sumber: www.pinterest.com

Wholesaling dalam dunia investasi properti merupakan aktivitas distribusi rumah atau bangunan yang dilakukan oleh pihak ketiga dengan melakukan pembelian properti dalam jumlah besar. Penjualan dengan cara wholesaling pada dasarnya membutuhkan pemahaman yang cukup luas, namun dalam prosesnya mampu membangun relasi dan pemahaman dengan lebih efektif. Dalam praktiknya, wholesaler akan berperan dalam menemukan properti dalam jumlah besar dan melakukan pengurusan kontrak sewa. Wholesaler kemudian dapat meneruskan kontrak kepada calon pembeli dengan unit yang lebih kecil dan harga yang lebih mahal.

Wah, ternyata memulai investasi properti tidak membutuhkan modal besar lho, Youngvestor! Kita bahkan bisa memanfaatkan kondisi dari lingkungan sekitar. Jadi, kita tidak perlu ragu untuk memulai investasi properti di usia muda. Nah, Youngvestor tertarik memulai investasi dengan langkah yang mana, nih?

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi Youngvestor. Jangan lupa untuk bagikan artikel dengan Youngvestor lainnya dan sampai ketemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Investasi Properti Sejak Dini, Perlukah?

Halo, Youngvestor!

Banyak dari kita, generasi muda, tentu memilih untuk berpikir dua kali dalam melakukan investasi properti. Mulai dari budaya Asia yang kerap tinggal bersama orang tua sampai menikah, sampai alasan investasi properti hanya diperuntukkan bagi mereka yang punya penghasilan tinggi. Tapi nyatanya, investasi properti tidak terbatas pada usia dan jumlah kekayaan, loh! Kita sebagai generasi muda juga punya peluang dan keuntungan besar untuk dapat terjun dalam investasi properti.

Lalu mengapa investasi properti bisa jadi pilihan tepat untuk generasi muda? Mintor punya jawabannya nih, yuk disimak infonya!

  1. Kebutuhan Primer
Sumber: www.pinterest.com

Properti nyatanya merupakan salah satu kebutuhan primer yang wajib dimiliki setiap individu. Jika ditelaah dalam budaya konservatif, seorang anak mungkin tidak harus memiliki properti jika belum menikah. Namun apakah selamanya akan begitu? Tentu tidak.

Hal tersebut nyatanya hanya berlaku sampai anak berada pada usia yang matang. Setelahnya, tiap anak tentu harus berupaya untuk membeli properti sebagai tempat untuk tinggal. Jadi, melakukan investasi properti sejak dini merupakan hal yang perlu dipertimbangkan.

  • Modal Investasi
Sumber: www.freepik.com

Salah satu yang kerap kali dilupakan adalah pembelian properti dapat menghasilkan capital gain. Capital gain merupakan keuntungan yang didapat melalui selisih antara harga jual tinggi dengan harga beli rendah. Pembelian properti tidak hanya semata-mata untuk dijadikan tempat tinggal, namun juga dapat disewakan. Hal ini akan memberikan peluang bagi generasi muda untuk mendapatkan keuntungan melalui arus kas.

  • Pemanfaatan Siklus Investasi Properti
Sumber: www.issuu.com

Investasi properti dapat dibilang sebagai investasi jangka panjang. Dengan melakukan investasi properti, Youngvestor mendapatkan kesempatan untuk belajar menilai jatuh-bangun dalam nilai properti. Jika investasi dilakukan lebih awal, Youngvestor tentu akan mendapat lebih banyak waktu untuk belajar dalam memanfaatkan dan melakukan penjualan di waktu yang tepat.

Investasi properti nyatanya selalu memberikan celah bagi kita untuk memulai, bahkan di usia muda sekalipun. Tidak hanya perihal finansial, kita juga akan mendapat kesempatan untuk lebih banyak belajar mengenai perputaran arus kas. Apakah kamu masih ragu untuk mulai investasi properti? Yuk, mulai belajar dari sekarang bersama-sama!

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan Youngvestor ya! Jangan lupa untuk bagikan artikel ini dengan Youngvestor lainnya dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

5 Fakta Menarik Tentang Investasi di Bidang Properti

Sumber: 99.co – Investment Property vs Buying to Stay

Halo, Youngvestors!

Tahukah kalian bahwa investasi paling terkenal dari zaman dahulu adalah investasi properti? Hal ini dikarenakan investasi properti yang fleksibel, menguntungkan, dan minim akan risiko. Investasi properti memang untuk tujuan jangka panjang yang membuat kita sebagai pembeli baik untuk hunian maupun investasi harus memerlukan keahlian dalam memilih properti. Lokasi, waktu pembelian, dan pembiayaan yang tepat harus kita perhatikan untuk membeli sebuah properti. Tak jarang properti justru mengalami kerugian karena tidak mengetahui pengetahuan dan taktik yang cukup. Sehingga kali ini, agar kita tidak mengalami kerugian dalam berinvestasi properti, kita harus mengetahui apa saja fakta mengenai properti yang tentu akan menambah pengetahuan kita, Youngvestors!

Sumber: Pinterest – Property Investment

1. Nilai Investasi Selalu Naik

Harga naik akan bergantung pada permintaan dan penawaran. Seperti yang sudah kita pelajari di pelajaran ekonomi saat sekolah, semakin banyak permintaan maka akan semakin meningkat harga pada suatu barang ataupun jasa. Kita juga mengetahui bahwa tanah yang tersedia tidak pernah bertambah, namun pertumbuhan penduduk selalu bertambah setiap tahunnya. Hal itu yang menyebabkan berinvestasi properti adalah untuk memenuhi tujuan jangka panjang karena harga properti akan naik seiring dengan berjalannya waktu. Meski terdapat bencana atau kondisi ekonomi sedang terpuruk, harga properti tetap akan selalu lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi.

Sumber: Vector Stock – Property Investment Concept

2. Tidak Perlu Bayar Penuh

Kini hampir seluruh pengembang properti menawarkan beberapa promo yang menarik termasuk uang muka atau Down Payment (DP). DP akan membantu seseorang yang belum memiliki dana dalam membayar secara tunai untuk mendapatkan tempat tinggal. Setiap pengembang properti juga memiliki ketentuan dan kebijakan berapa minimal DP bahkan DP dapat fleksibel disesuaikan dengan kemampuan kita dalam membayar properti dan cicilan. Bahkan dengan hanya membayar DP, kita sudah bisa menempati tempat tinggal tersebut loh, Youngvestors! Yuk siapkan DP yang besar agar cicilan bulanan berikutnya bisa semakin kecil!

Sumber: Freepik – House Renovation

3. Nilai Jual Dapat Bertambah dengan Modal Minim

Nilai jual properti dapat bertambah bukan hanya menunggu selama bertahun-tahun untuk disewakan. Nilai jual ini dapat bertumbuh dengan kita melakukan perbaikan atau renovasi baik untuk bangunan atau lahan kosong yang masih tersedia. Misalnya, jika rumah yang sebelumnya hanya memiliki 1 lantai, kini menjadi 2 lantai. Sekarang juga lagi hits rumah dengan 1 lantai namun terasa seperti 2 lantai dengan split level. Maka tidak menutup kemungkinan bahwa hal itu akan menambah luas pada bangunan dan tentunya akan berhubungan ketika menentukan harga jual properti tersebut.

Sumber: 123RF.com – Real Estate IsometricVector

4. Dipermudah oleh Bank

Cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kini juga telah dipermudah oleh bank, yang pasti syarat utama ialah memiliki penghasilan yang mencukupi dan sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh bank. Bahkan ketika kita sedang mengalami kesulitan keuangan dan ingin untuk meminjamkan uang ke bank, salah satu yang dapat kita jaminkan ialah properti. Properti merupakan jaminan utamanya karena bank mengenai risiko investasi ini jauh lebih rendah dibandingkan jenis investasi lainnya.

Sumber: Dreamstime.com –  Property Investing Illustration

5. Hemat Waktu

Orang yang berinvestasi properti seperti memiliki kos atau menyewakan ruko/tempat tinggal, hanya perlu untuk mengecek kondisi sebulan hingga setahun sekali. Bisnis properti tidak memerlukan kehadiran kita setiap hari untuk mengontrolnya. Kita dapat mampir melihat properti tersebut jika memang mungkin ada kerusakan dan menagih pembayaran setiap periode berjalan. Berbeda dengan berinvestasi saham apalagi trading, kita perlu untuk selalu memperhatikan grafik demi melihat pergerakan harga saham.

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!

Jangan Malas Mengurus IMB Jika Tidak Ingin Ketinggalan 5 Keuntungan yang Menggiurkan Ini!

Sumber: Freepik – House Images

Halo Youngvestors!

Masih berkaitan dengan properti, kini Mintor akan bagikan informasi yang gak kalah bergunanya ketika kalian berinvestasi properti. Dokumen yang gak kalah penting dari kepemilikan rumah seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Sertifikat Hak Guna Bangun (SHGB) adalah IMB. IMB merupakan singkatan dari Izin Mendirikan Bangunan yang memiliki pengertian yaitu landasan yang sah untuk mendirikan bangunan.

Banyak masyarakat masih belum peduli mengenai dokumen perizinan khususnya IMB karena malas untuk mengurus prosedur yang sedikit rumit. Namun kita perlu tahu nih dibalik kerumitan dalam membuat IMB, tersedia banyak keuntungan jika rumah atau properti lainmu memiliki IMB. Yuk kita lihat keuntungan apa saja yang dapat kita dapatkan!

Sumber: Freepik – Law and Legal Illustration

1. Memiliki Perlindungan Hukum

IMB memiliki dasar hukum pada Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 pasal 7 dan 8 mengenai Bangunan Gedung. Tak hanya dalam undang-undang sebelumnya, namun IMB juga diatur dalam Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 mengenai Penataan Ruang yang membahas aturan tentang mendirikan bangunan. Karena telah memiliki dasar hukum, maka IMB dapat dipertanggungjawabkan di mata hukum, loh!

Seperti yang Mintor telah katakan, IMB telah diatur di undang-undang. Hal ini dikarenakan keberadaan IMB bertujuan untuk menciptakan tata letak sebuah bangunan agar lebih teratur, nyaman, dan sesuai dengan peruntukan tanah aman dan sesuai dengan peruntukan lahan. Dari singkatannya yaitu izin mendirikan bangunan, jika kita ingin mendirikan bangunan maka kita tidak akan merugikan orang lain karena kita mendirikan bangunan secara sah dimata hukum. Kita juga tidak mengganggu kepentingan orang lain dengan adanya kepemilikan IMB.

Sumber: Freepik – Free Property Vectors

2. Harga Jual Rumah Bisa Meningkat

Tak hanya dasar hukum, IMB juga dapat berpengaruh pada harga jual di masa yang akan datang. IMB bisa membuat harga properti naik ketika kita ingin menjualnya. Bukan karena sebelumnya pemilik telah bebas merenovasi bangunan, namun karena pemilik rumah yang baru akan bebas untuk membangun atau merenovasi rumah. Singkatnya, dari sisi penjual, kita akan bebas membangun apapun dan mendapatkan harga rumah yang lebih tinggi. Sedangkan dari sisi pembeli, kita akan bebas juga dalam membangun dan merenovasi rumah tersebut.

Sumber: Freepik – People Buying Property With Bank Credit

3. Dijadikan Jaminan Bank

Saat kita ingin meminjam uang atau kredit di bank, biasanya kita akan menjaminkan sesuatu misalnya sertifikat rumah. Bank akan menyetujui jaminan rumah tersebut jika dokumen rumah lengkap dimana salah satunya harus terdapat IMB. Dokumen ini harus ada jika kita ingin menjaminkan rumah ke bank. Hal ini disebabkan karena bank akan menilai bangunan yang akan menjadi jaminan utang dibangun sesuai dengan aturan yang ada.

Sumber: Freepik – Contract Property Illustration

4. Mudah Dalam Proses Jual-Beli dan Sewa-Menyewa

Jika kita membeli rumah, apalagi yang lagi tren yaitu beli properti tanpa uang muka, kita perlu untuk melihat seluruh dokumen yang akan kita dapatkan. IMB akan memudahkan kita kedepannya untuk membeli atau menjual rumah. Bahkan jika kita ingin menginvestasikan properti tersebut dengan cara menyewa, kita tetap perlu memiliki dokumen ini. Pemilik rumah yang tidak memiliki IMB, bisa terkena denda sebesar 10% dari nilai bangunan. Bahkan karena tidak memiliki izin mendirikan sebuah bangunan, bangunan yang kita miliki dapat dirobohkan oleh pemerintah setempat.

Sumber: Freepik – Certified in Property Illustration

5. Syarat Wajib SHGB menjadi SHM

SHGB hanya memiliki jangka waktu selama 30 tahun dan jika diperpanjang paling lama hingga 20 tahun tambahan. Hal ini yang terkadang membuat pemilik terbatas dalam memiliki properti sehingga cara yang dapat dilakukan adalah mengubah SHGB menjadi SHM agar tidak ada batasan jangka waktu kepemilikan. Tak hanya itu, jika dilihat dari status hukumnya saja, SHM lebih kuat dibandingkan SHGB dimana banyak orang akhirnya memutuskan untuk mengubah legalitas tanah dan bangunannya tersebut. Untuk mengubah SHGB menjadi SHM, kita tidak perlu menunggu waktu yang lama bahkan biaya yang mahal. Yang terpenting adalah kita perlu menyiapkan dokumen yang lengkap termasuk IMB.

Nah, sudah ada 5 keuntungan yang menggiurkan untuk bangunan yang telah memiliki IMB ya, Youngvestors! Semoga dengan informasi ini, kalian tidak merasa ragu lagi dengan pentingnya IMB untuk dimiliki ketika membeli suatu properti.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Beli Untuk Investasi Rumah, Jadi Aset Atau Liabilitas?

Sumber: Freepik – Landing Page With House Searching Concept

Halo Youngvestors!

Apa kabar kalian semua? Semoga selalu dalam keadaan yang baik ya! Kali ini, Mintor akan memberikan sudut pandang yang berbeda terhadap investasi properti. Mintor memiliki dasar acuan dari buku Rich Dad Poor Dad karya Robert T. Kiyosaki yang mungkin telah kalian ketahui sebelumnya. Siapa nih yang sudah pernah baca buku atau pernah dengar buku ini?

Yuk kita sedikit berkenalan dengan Robert. Robert telah berhasil membuat buku pengelolaan keuangan nomor satu sepanjang masa. Dirinya juga telah menantang dan mengubah cara pikir puluhan juta orang di seluruh dunia tentang uang dimana salah satunya berhubungan dengan properti. Dalam bukunya, Robert menyatakan bahwa membeli properti bukanlah membeli aset atau harta melainkan liabilitas atau utang.

Sebelum membahas lebih lanjut, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu aset dan liabilitas karena jika ingin menjadi mapan, hal ini merupakan hal yang penting untuk diketahui. Pernyataan ini juga diperkuat oleh perkataan Ayah Kaya (Ayah Teman dari Robert yang mengajarkan keuangan) yaitu, “Orang kaya membangun aset. Orang miskin dan kelas menengah membangun liabilitas, tapi mereka mengira itu aset.” Tak perlu memikirkan yang rumit mengenai perbedaan aset dan liabilitas, yang menjadi poin adalah aset akan memasukkan uang ke kantong kita sedangkan liabilitas akan mengeluarkan uang dari kantong kita. Jika ingin kaya, kita perlu untuk menghabiskan hidup kita dengan membeli aset, bukan liabilitas.

Lantas, apakah membeli properti merupakan aset? Well, jawaban ini bisa tergantung bagaimana kita menyikapinya dengan berbagai sudut pandang. Namun kebanyakan dari kita akan pasti mengira bahwa dengan membeli properti baik itu berupa tanah, rumah, apartemen, hingga ruko merupakan sebuah aset atau harta kekayaan.

Mintor berpendapat bahwa membeli properti dan dapat kita investasikan dengan menyewakan kepada orang lain, akan membuat properti tersebut menjadi sebuah aset. Kenapa? Karena properti tersebut akhirnya dapat membuat penghasilan per bulan atau per tahun dari penghasilan sewa properti. Meskipun terkadang banyak orang berkata bahwa properti yang disewakan perlu biaya maintenance yang cukup mahal, namun jika penghasilan sewa dapat lebih besar dari pengeluaran untuk biaya perbaikan, kenapa tidak? Properti dikatakan liabilitas jika menimbulkan pengeluaran tanpa adanya penghasilan.

Bagi beberapa orang yang telah memiliki uang dan memutuskan membeli properti, biasanya mereka hanya membiarkan dan menunggu dengan harapan nilai properti dapat bertambah. Tak bisa dipungkiri juga bahwa harga properti cenderung selalu menunjukkan kenaikan setiap tahun kecuali situasi yang buruk seperti pandemi COVID-19. Padahal bangunan yang tidak ditinggali atau dirawat akan dapat roboh dan pastinya akan kotor. Hal itulah yang dapat masuk ke dalam liabilitas yaitu membeli properti namun tidak menghasilkan penghasilan dalam arus kas.

Sesuai dengan namanya yaitu “arus kas”, disana kita akan menemui kas yang kita miliki arus masuk dan arus keluar. Membeli properti tentu akan mengurangi kas (liabilitas), namun jika ternyata dapat menghasilkan dan dapat membuat arus kas masuk dapat dikatakan bahwa properti tersebut adalah bagian dari aset.

Properti dapat dikatakan aset apabila properti memiliki manfaat untuk pembeli di masa yang akan datang. Maka dari itu, membeli properti harus dengan cermat karena merupakan investasi jangka panjang yang tentunya harus dipikirkan dalam jangka panjang pula. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat bagaimana prospek lokasi properti tujuan, melihat perkembangan fasilitas di sekitar properti, membandingkan harga properti dari tahun-tahun sebelumnya, hingga memikirkan apakah dengan membeli properti ini dapat menghasilkan arus kas masuk seperti dapat dijadikan kos-kosan.

Kembali lagi ke awal yang Mintor telah katakan bahwa ini tergantung bagaimana sudut pandang kita dalam melihat properti. Jika Youngvestors memang ingin membeli properti dengan tujuan investasi, kalian perlu untuk mempertimbangkan apakah nantinya properti ini menjadi aset atau justru liabilitas. Jangan sampai ketika membeli properti yang berharap dapat membuat kaya malah justru membuat miskin karena harus mengeluarkan uang rutin untuk maintenance.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Lakukan 5 Tips Ini Agar Cuan Maksimal Menggunakan DP 0%!

Sumber: Freepik – Investing Money in Real Estate

Halo, Youngvestors!

Mintor sudah pernah membahas mengenai DP 0% yaitu kebijakan terbaru pemerintah yang viral waktu lalu. Kini, Mintor akan bagikan 5 tips untuk Youngvestors yang tertarik memanfaatkan fasilitas dari pemerintah terkait DP 0% dalam pembelian properti. Tentunya, kita ingin agar mendapatkan keuntungan maksimal selain bebas dari pembayaran uang muka, bukan? Yuk langsung aja simak 5 tips di bawah ini.

Sumber: Freepik – People Saving Money

1. Perbandingan

Untuk Youngvestors yang telah tertarik dengan kebijakan DP 0%, jangan mudah tergiur akan promo dari properti yang tersedia di mana pun. Kita perlu untuk melakukan perbandingan antara rumah yang akan dibeli dengan rumah lainnya. Dari segi fasilitas yang disediakan oleh setiap pengembang properti, desain rumah, kualitas dari bangunan oleh pengembang properti, hingga mencari tahu prospek ke depan untuk lokasi yang akan kita beli. Entah hunian tersebut akan kita beli untuk dijadikan tempat tinggal atau investasi, kita tetap perlu mempertimbangkan beberapa hal tersebut. Adanya keterbatasan dalam melihat rumah karena pandemi COVID-19, kita bisa memaksimalkan dalam melihat review properti secara detail dan transparan dari spesifikasi material bangunan, rencana pembangunan infrastruktur yang disediakan di sekitar lokasi hunian, dan perbandingan harga rumah dengan hunian yang ada di sekitarnya. Jangan sampai kita membeli rumah yang ternyata harganya mahal namun memiliki kualitas yang buruk ya, Youngvestors!

Sumber: Freepik – Property Investment Concept

2. Kumpulkan Informasi

Tak jauh berbeda dengan poin pertama, kita perlu untuk mengumpulkan informasi dan melakukan riset mengenai hunian tersebut. Informasi yang kita perlukan adalah seperti legalitas status dari properti yang akan kita beli. Kita perlu mengetahui sertifikat yang akan kita terima, seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) yang bisa kita miliki seumur hidup atau Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang hanya bisa kita miliki dalam jangka beberapa puluh tahun saja. Tak hanya itu, kita bisa mengumpulkan informasi terkait dengan kesiapan properti yang hendak dibeli seperti apakah properti tersebut sudah layak ditinggali atau diinvestasikan atau perlu menunggu beberapa waktu ke depan. Jika perlu menunggu, kita juga perlu mengetahui sampai kapan bangunan tersebut akan selesai hingga layak huni. Kumpulkan informasi juga terkait pembayaran seperti cicilan KPR dan pajak dalam pembelian pertama kali maupun pajak setiap tahun jika kalian belum mengerti sama sekali mengenai hal tersebut.

Sumber: Freepik – Real Estate Abstract Concept

3. Survei Tempat

Akibat pandemi COVID-19 yang belum berakhir, kita memiliki keterbatasan dalam melihat lokasi properti tujuan. Namun sebisa mungkin, kita perlu mengetahui lokasi properti yang akan kita beli sehingga kita bisa mengetahui akses jalan yang sesungguhnya, jangan mudah percaya pemasaran yang berkata kalau akses jalan lebar atau hanya 10 menit dari fasilitas tola tau perbelanjaan. Terkadang untuk menarik perhatian pembeli, hal tersebut tidak sepenuhnya akurat. Maka dari itu, kita perlu langsung melihat sendiri lokasi properti. Tak hanya akses lokasi, namun dari juga dari segi keamanan lingkungan, kebersihan, kondisi bangunan, tata letak, hingga interior properti. Jika secara keseluruhan sudah aman, maka ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk Youngvestors yang ingin memanfaatkan DP 0%, loh!

Sumber: Freepik – People Making Money

4. Mengetahui Harga Pasar

Sekali lagi Mintor sampaikan bahwa jangan langsung percaya dengan hal baru yang belum pasti. Dengan melakukan poin pertama yaitu membandingkan, kita bisa mengetahui harga pasar yang sesungguhnya di lapangan. Kita tentu tidak ingin jika ternyata properti yang kita beli memiliki harga yang lebih mahal daripada harga pasar. Bisa jadi harga mahal juga belum mencerminkan kualitas hunian yang bagus atau memang harganya mahal karena tambahan interior yang hampir lengkap. Jika berinvestasi, kita sangat perlu untuk mengetahui harga pasar rumah terkini, entah itu rumah tujuan atau di sekitar rumah tersebut. Hal ini dikarenakan jika berinvestasi, kita akan memikirkan harga jual di masa yang akan datang. Sehingga kita perlu mempelajari harga pasaran dan mencocokan dengan budget dan kebutuhan bahkan yang berpotensi untuk dijadikan investasi.

Sumber: Freepik – Bank Office

5. Memilih Bank Untuk KPR

Di artikel sebelumnya, Mintor telah jelaskan persyaratan dari bank yang menyediakan fasilitas terkait dengan DP 0% yaitu Non-Performing Loan (NPL) kurang dari 5%. Untuk lebih jelasnya, Youngvestors dapat mencari artikel tersebut karena Mintor telah jelaskan secara jelas pada kesempatan waktu itu. Menurut Mintor, poin kelima juga tidak kalah pentingnya dengan 4 poin di atas karena setiap bank memiliki kebijakannya tersendiri. Misalnya, setiap bank memiliki penetapan suku bunga cicilan KPR yang berbeda. Sehingga, kita bisa membandingkan bank mana saja yang sesuai dengan kebijakan DP 0% lalu membandingkan suku bunga cicilannya yang kita akan sesuaikan dengan budget yang dimiliki.

Itulah 5 tips yang Mintor dapat bagikan kepada Youngvestors, semoga dapat bermanfaat dan tetap semangat menjalani hari-hari ya! Sampai jumpa di artikel lain.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Wajib Tahu! 5 Strategi Cerdas Sebelum Membeli Properti

Sumber: Yoke – The Role of Strategic Creative in Property

Hai Youngvestors!

Generasi muda tentu mau mendapatkan properti pertamanya sejak dini. Bahkan ada beberapa orang yang telah memiliki kesempatan di umur kurang dari 25 tahun yang sudah berhasil menjadi investor properti. Jika Youngvestors juga mau memiliki dan berkarier di bidang  properti,  simak artikel ini hingga habis ya!

Membeli properti membutuhkan perhatian khusus dari pembeli. Jika dana sudah ada, lantas yang harus dilakukan selanjutnya adalah memilih dimana tempat yang ingin dijadikan tempat tinggal atau digunakan untuk hal lain. Ada beberapa 4 poin penting yang akan membantu Youngvestors dalam memilih properti yang tepat dan sesuai.

Sumber: National Association of Realtors – Cost Segregation Strategy

1. Memilih Pengembang yang Bagus

Pengembang dari suatu properti merupakan hal yang penting untuk diketahui. Dengan kita mengerti siapa pengembangnya, kita dapat mengetahui kinerja pengembang tersebut di bidang properti. Tentunya kita akan lebih memilih pengembang properti yang memiliki kinerja yang baik dan kredibilitas yang bagus, bukan?

Pengembang properti yang bagus dapat kita andalkan sebab mereka pasti tidak akan mau membuat proyek yang tidak maksimal pengerjaannya. Mereka akan membuat proyek dengan kualitas terbaik dan juga sumber daya manusia yang baik selama proyek berlangsung karena hasil proyek akan memengaruhi nama baik pengembang. Risiko kecil untuk melakukan kesalahan juga dapat dirasakan jika kita dapat memilih pengembang yang bagus.

Sumber: Hinge Marketing – Branded House or House Brands?

2. Lokasi Yang Strategis

 Ada yang mengatakan bahwa membeli suatu properti khususnya bangunan, akan juga membeli tanah yang berada di bawah bangunan tersebut. Maka dari itu, lokasi yang strategis adalah hal yang cukup penting karena permintaan akan lebih tinggi. Lokasi ini bisa di perkotaan karena pertumbuhan masyarakat di perkotaan cenderung meningkat dan lahan akan semakin berkurang.

Banyak kriteria yang dapat kita perhatikan dalam memilih lokasi yang strategis. Dekat dengan pusat keramaian dan fasilitas umum selalu menjadi hal utama yang diinginkan oleh setiap pembeli properti. Seperti dekat dengan pusat perbelanjaan, rumah sakit, lembaga pendidikan, hingga tempat ibadah tergantung dari keinginan dan kebutuhan dari pembeli.

Sumber: Knight Frank – Letting Property Dublin Ireland

3. Fasilitas yang Lengkap

Beberapa perumahan biasanya akan didukung oleh tempat olahraga beserta kolam renang khusus untuk penghuni perumahan. Taman, jogging track, hingga minimarket yang dekat dengan perumahan. Apartemen juga biasanya menyediakan fasilitas seperti perumahan tersebut, namun biasanya akan jauh lebih lengkap seperti menyediakan ruang rapat, tempat kesehatan, tempat makan, bahkan sekarang semakin marak apartemen yang menyatu dengan pusat perbelanjaan. Tentunya kita sesuaikan fasilitas-fasilitas tersebut dengan budget yang ada karena apartemen dengan fasilitas lengkap cenderung lebih mahal tetapi juga banyak dicari oleh pembeli.

Sumber: VectorStock – Hand With Money and Hand With House

4. Perhatikan Pergerakan Harga Properti

Harga properti memang akan selalu naik, bahkan sangat jarang harga properti turun dalam jangka panjang. Namun, ada juga properti yang harganya tidak naik atau bahkan turun karena banyak faktor. Jika kita ingin berinvestasi di bidang properti untuk jangka menengah hingga panjang, kita harus melihat apakah harga properti tersebut selalu naik atau tidak karena yang kita harapkan adalah capital gain dari selisih harga ketika membeli dan menjual. Perhatikan juga apakah pengembang selalu memberikan pengembangan baru terhadap properti yang dibuat,  bagaimana kualitas bangunan, dan fasilitas yang tersedia.

Sumber: Curbed – Zillow, Opendoor, and ‘iBuyers’ are changing real estate

5. Tidak Berinvestasi di Tempat yang Sama

Untuk Youngvestors yang ingin untuk investasi di lebih dari satu properti, jangan berinvestasi di tempat yang sama karena tidak ada yang mengetahui bagaimana prospek properti tersebut kedepannya. Hal ini merupakan antisipasi kita dengan meminimalisir risiko jika terjadi  berbagai kejadian yang tidak kita inginkan. Selalu ingat dengan perkataan yang sering kita dengar bahwa “Don’t put all your eggs in one basket” agar jika terjadi hal-hal yang tidak inginkan pada satu aset, tidak berimbas untuk aset kita yang lain.

Youngvestors, kita harus memperhatikan 5 poin penting diatas agar kita tidak salah dalam  melakukan investasi properti.  Manfaat yang kita terima tentu akan lebih banyak jika kita mencari properti dengan terlebih dahulu mempertimbangkan poin-poin di atas,apalagi perlu diingat bahwa yang dicari dari berinvestasi adalah capital gain dan passive income untuk jangka menengah hingga jangka panjang.

Nah, sekarang Mintor mau memberikan hadiah untuk Youngvestors yang masih setia membaca artikel ini. Program I AM Talent & Career merupakan hadiah untuk Youngvestors yang ingin berkarier di bidang properti dan juga ingin belajar self development. Kedua hal ini sangat penting terutama untuk anak muda yang baru mau berkarir di dunia kerja. Tentunya acara ini dikemas secara menarik dan akan bermanfaat banyak untuk kalian. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program I AM Talent & Career, kalian dapat cek di Instagram @i_amcommunity atau @i_amtalentindo. Kalian juga dapat melihat di website iamcommunity.co.id/iamtalent. Sampai bertemu di I AM Talent & Career, Youngvestors!

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!

Mana yang Terbaik? Rumah atau Apartemen?

Sumber: Megapixl – Question of Choice Between House and Apartment

Hai Youngvestors!

Memiliki tempat tinggal adalah impian dari setiap orang. Apalagi generasi muda yang sangat mengharapkan memiliki tempat tinggal sendiri di usia muda. Dulu, jika kita membicarakan tempat tinggal, yang terbayang adalah sebuah rumah. Namun zaman sekarang, pemahaman ini sudah berubah dimana ada banyak yang menawarkanhal baru dengan menyesuaikan keadaan dan perubahan. Apartemen kini merupakan salah satu tempat tinggal yang juga dicari dan ada dimana-mana, khususnya kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Apalagi apartemen kini menawarkan fasilitas yang mencukupi dibandingkan rumah.

Apartemen hadir karena memenuhi masalah utama yaitu jumlah tanah yang terbatas untuk dibangun,karena jumlah yang tidak pernah bertambah tersebut, harga rumah selalu naik setiap tahunnya. Penduduk Indonesia jugapasti bertambah setiap tahunnya, maka dari itu, apartemen dibangun di tanah namun dengan bangunan yang tinggi sehingga tidak memakan banyak tanah. Berbeda dengan perumahan yang selalu terbangun melebar yang memerlukan banyak tanah untuk beberapa rumah. Setiap properti memiliki keunggulan dan kekurangannya tersendiri, termasuk rumah dan apartemen. Yuk langsung  kita lihat perbandingan antara keduanya!

Sumber: Freepik – House Searching Concept

1. Lokasi

Tak jarang kita menemukan apartemen selalu berada di lokasi yang sangat strategis, seperti berada di pusat kota, mudah dalam hal transportasi, dekat dengan pusat perbelanjaan, hingga wilayah yang padat akan penduduk. Lokasi menjadi keunggulan dari apartemen karena orang akan membutuhkan untuk memenuhi kepentingannya sendiri.

Akibat keterbatasan lahan, perumahan akhirnya dibangun di wilayah pinggiran kota yang tentunya mereka sesuaikan dengan target konsumen yang biasanya lebih menengah ke bawah dengan harga yang terjangkau. Sedangkan rumah yang berada di lokasi strategis akan jauh lebih mahal namun akan banyak dicari oleh banyak orang untuk nantinya dijual atau diinvestasikan.

Sumber: Freepik – House Searching Concept

2. Kepemilikan Unit

Jika tinggal di apartemen, kita tidak dapat mengakui bahwa tanah yang berada di bawah bangunan tersebut adalah kepemilikan kita. Biasanya pemilik apartemen hanya mendapatkan Hak Guna Bangun (HGB) dengan masa berlaku yang terbatas. Meskipun HGB dapat diperpanjang, namun akan membutuhkan dana dalam kepengurusannya. Dibandingkan dengan rumah, kini sudah banyak rumah yang telah bersertifikat hak milik. Bahkan jika rumah tersebut awalnya hanya memiliki HGB, dapat diganti menjadi SHM agar lebih nyaman untuk ditinggali dalam jangka waktu yang panjang.

Sumber: Pinterest – Pin on Icon

3. Investasi

Properti tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, namun dapat dijadikan sumber passive income. Pendapatan sewa dari properti yang kita sewakan seperti ruko, rumah, apartemen, hingga kos dapat menjadi peluang untuk menambah penghasilan kita selain dari pendapatan tetap melalui gaji tempat kita bekerja. Maka dari itu, perlunya untuk memperhatikan lokasi adalah penting untuk dijadikan sebagai peluang berbisnis. Hunian yang menguntungkan adalah hunian yang memiliki prospek untuk jangka panjang, selalu ada perkembangan oleh pengembang properti, dan lokasi yang strategis.

Memilih tempat tinggal bukan perkara yang mudah. Namun bukan berarti kita tidak mampu untuk membeli sebuah properti. Maka dari itu, kita harus bijak dalam menyesuaikan dengan kebutuhan dan budget yang dimiliki. Perlu diingat bahwa properti merupakan tujuan jangka panjang, sehingga kita harus melihat prospek ke depan dalam membeli sebuah properti.

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!

Dampak Kemajuan Industri Properti Bagi Perekonomian Negara

Sumber: Chemical Code – Why Traditional Marketing

Halo, Youngvestors!

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pernah mengatakan bahwa sektor properti dapat menunjang perekonomian Indonesia. Hal ini disebabkan karena sektor properti memiliki pengaruh untuk sektor lainnya seperti sektor konstruksi maupun real estate. Beliau juga menyampaikan bahwa sektor konstruksi dan properti memiliki karakteristik yang bagus karena keduanya dapat menunjang sektor lain agar lebih berkembang untuk menumbuhkan perekonomian nasional.

Menurut perhitungan dari Sri Mulyani, pertumbuhan industri properti akan berdampak pula pada penciptaan lapangan kerja. Bahkan beliau menjelaskan bahwa 5 tahun terakhir, sektor industri Indonesia hanya bertumbuh di angka 3,5% saja.

Properti merupakan aset yang pasti ingin dimiliki oleh semua orang. Setiap orang memerlukan tempat tinggal sebagai tempat hunian untuk bertahan hidup. Setiap tahun, properti seperti pada harga perumahan selalu naik karena permintaan yang lebih tinggi dibanding jumlah rumah yang ditawarkan. Hal ini dibuktikan dengan survei penduduk tahun 2015 hingga 2019 terdapat sebesar 266,91 juta jiwa penduduk dimana kita ketahui bahwa  tanah yang ada di bumi ini tidak pernah bertambah jumlahnya. Pada tahun 2016, Bank Dunia merilis kebutuhan rumah di Indonesia mencapai 920 ribu unit ribu per tahun sedangkan yang tersedia hanyalah 400 ribu unit per tahun.

Pulung Prahasto selaku Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha PT Adhi Persada Properti mengatakan bahwa potensi hunian tapak alias rumah akan bertumbuh stabil seiring dengan pertumbuhan penduduk. Hunian tapak dirasa lebih stabil karena permintaan akan hunian tapak lebih banyak dibandingkan dengan apartemen. Masyarakat yang membeli rumah, biasanya untuk ditinggali sebagai hunian sedangkan apartemen lebih banyak dilirik oleh investor sebagai bisnis sewa properti dengan tujuan mendapatkan pendapatan tambahan.

Meskipun pandemi COVID-19 masih belum menemukan titik terang, sektor properti menjadi salah satu sektor yang diandalkan untuk membangkitkan perekonomian negara. Efek berganda yang dihasilkan melalui sektor properti ini, didukung oleh pemerintah menjadi salah satu leading sector karena memiliki multiplayer effect yang besar untuk menggerakkan 170 industri lain seperti bisnis arsitektur, interior, furniture, dan masih banyak lagi.

Bahkan untuk memasarkan produk properti saat pandemi COVID-19, Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan yang bertujuan agar masyarakat dapat tertarik dalam melakukan investasi properti di Indonesia.

Tahun 2019, diketahui industri konstruksi dan real estate menyumbang sebesar 17,61% untuk perekonomian Jakarta. Adapun nilai penanaman modal asing melalui kedua industri tersebut sebesar 28,3% atau setara dengan Rp17,5 Triliun. Hal tersebut telah disampaikan oleh Wendy Haryanto selaku Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute melalui webinar bertajuk Pemantik Kebangkitan Ekonomi yang bekerja sama dengan dengan Center of Policy and Public Management Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB.

Dalam webinar tersebut, Wendy juga menjelaskan mengenai pemulihan perekonomian dapat dimulai dengan pemberian fleksibilitas untuk developer yang siap membangun setidaknya 3 tahun mendatang. Hal itu disebabkan karena pandemi COVID-19 membuat developer menjadi terhambat dalam membuat rencana pengembangan untuk proyek yang mereka miliki.

Tentu kita sebagai masyarakat Indonesia berharap bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat bertumbuh meski pandemi COVID-19 masih berlangsung. Sebagai masyarakat Indonesia, yang dapat kita lakukan adalah dengan mendukung segala kebijakan yang diadakan oleh pemerintah. Keputusan pemerintah tentu telah memiliki proses yang panjang dan banyak pertimbangan untuk menghasilkan program yang baik untuk rakyatnya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat, terima kasih telah membaca dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!