Cara Membangun First Impression yang Positif dalam Dunia Kerja

Source: unsplash.com

Halo Youngvestors! Tahukah kamu, first impression yang baik sangat penting dalam dunia kerja karena akan memudahkan kamu dalam membangun relasi dengan teman-teman kantormu. Akan tetapi, apa sebenarnya first impression itu? Lalu bagaimana cara menunjukkan first impression yang baik kepada rekan kerja? Nah, Mintor bantu jelaskan ya!

            First impression atau yang sering disebut kesan pertama merupakan pandangan seseorang saat pertama kali berkenalan dengan orang lain yang berhubungan dengan karakteristik orang tersebut. Kesan yang dibangun ini dapat berupa kesan negatif maupun positif.

            Youngvestors, saat kalian memulai pertemanan dengan rekan kerjamu, pastikan kalian memberikan kesan pertama yang baik. Hal ini dikarenakan kesan pertama yang ditangkap orang lain terhadap sikap kita saat bertemu akan lebih melekat dibandingkan semua kesan yang muncul selanjutnya. Bayangkan saja apabila seseorang berkenalan dengan kalian namun sikapnya tidak sopan, secara otomatis otak kita akan terus berpikir negatif terhadap orang tersebut.

Berikut beberapa cara yang dapat Mintor bagikan untuk membangun kesan pertama yang baik kepada orang lain khususnya rekan kerja.

  1. Lakukan Eye Contact

Sebagian orang pasti merasa gugup saat bertatapan dengan orang lain apalagi yang baru mereka kenal. Tidak perlu khawatir Youngvestors, apabila kalian melakukan eye contact dengan lawan bicaramu itu menandakan bahwa kalian orang yang percaya diri dan sopan santun.

  • Tersenyum

Jangan ragu untuk memberikan senyuman yang tulus. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi lawan bicara sehingga mereka merasa nyaman atas kehadiran kalian. Ingat, hindari juga memberikan senyuman yang terlalu lebar karena akan terlihat bahwa kalian sedang dalam keadaan gugup.

Source: unsplash.com

  • Tunjukkan Bahasa Tubuh yang Baik

Perlihatkan bahasa tubuh kalian dengan baik. Seperti pada saat kalian berjabat tangan dengan orang lain, jangan terlalu kencang atau terlalu lemah dalam menggenggam tangan orang tersebut. Posisi berdiri atau duduk juga perlu diperhatikan. Saat berdiri jangan terlalu sering membungkuk alih-alih agar kalian terlihat lebih sopan, justru hal tersebut menunjukkan bahwa kalian tidak percaya diri. Terlalu santai juga tidak baik karena dapat memberikan kesan bahwa kamu pemalas.

  • Berbicaralah dengan Jelas

Hal ini perlu kalian latih dari sekarang. Jangan terlalu cepat dan lambat dalam berbicara. Ajak teman-teman kalian untuk berdiskusi agar kalian mendapat kesempatan untuk berlatih mendengar dan berbicara yang baik. Berkomunikasi dengan orang lain dari berbagai aspek juga sangat bermanfaat sehingga perbendaharaan kata kalian akan semakin banyak. Satu lagi yang tidak kalah penting, cobalah untuk mengurangi kata “hmm” atau “eh” dalam menyampaikan suatu informasi karena hal ini menunjukkan bahwa kalian sedang dalam keadaan gugup dan tidak profesional.

  • Perhatikan Penampilan

Saat bekerja, tidak perlu menggunakan pakaian mewah. Kalian cukup menggunakan pakaian rapi dan sopan. Jangan lupa menggunakan minyak wangi agar lebih percaya diri. Coba kalian bayangkan seseorang yang datang ke kantor dengan penampilan lusuh dan berantakan, pastinya kalian akan merasa terganggu bukan?

Kalian juga perlu memperhatikan dress code yang digunakan perusahaan tempat kamu bekerja. Ada beberapa perusahaan yang tidak memiliki aturan dalam pemakaian seragam. Hal ini perlu kalian ingat ya Youngvestors, jangan sampai kalian menggunakan pakaian dengan motif dan warna yang terlalu mencolok karena dapat memberikan kesan terlalu percaya diri.

Okay Youngvestors! Sekian penjelasan Mintor tentang bagaimana cara membangun first impression yang baik dalam lingkungan kerja. Dengan kalian menerapkan tips-tips di atas, Mintor harap kalian bisa memulai hubungan yang baik dengan rekan-rekan kerja dan merasa nyaman dalam lingkungan perusahaan. Sekian penjelasan dari Mintor, terima kasih sudah membaca artikel ini. Tunggu artikel-artikel menarik selanjutnya dan jangan lupa juga untuk follow akun instagram kami di @i_amtalentindo ya.

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future!

Tips Sukses Interview Online

Penulis : Elisabeth Yuli Kristanti

Hi, Youngvestors !

Seiring berkembangnya zaman, persaingan antara pelamar kerja pun semakin ketat. Namun, sudah banyak kemudahan yang diberikan oleh perusahaan dengan adanya sistem rekrutmen online. Proses screening surat lamaran juga sudah dilakukan lebih cepat hanya dengan mengirimkan email atau mengisi google formulir saja. Proses wawancara online bukan hanya dilakukan pada masa pandemi saja loh.

Ada beberapa perusahaan yang memang sudah melakukan interview online selama proses rekrutmen, biasanya perusahaan teknologi dan perusahaan start-up. Seperti wawancara kerja pada umumnya, Youngvestors perlu melakukan persiapan sebelum memulai wawancara online. Hal ini diperlukan agar kalian bisa lebih santai saat bertemu dengan pewawancara.

Nah, Mintor akan memberikan beberapa tips interview online yang bisa dilakukan, yaitu :

  1. Pelajari Profil Perusahaan

Ketika Youngvestors sudah melewati tahap screening CV, pastinya akan dilanjutkan ke tahap wawancaraonline. Tentunya pada tahap wawancara ini, kalian perlu membuktikan keseriusan kalian untuk mendaftar sebagai karyawan di perusahaan tersebut. Jadi, pastikan Youngvestors sudah benar-benar mengetahui kondisi perusahaan agar tidak bingung.

Saat wawancara online, tim rekruitmen akan menanyakan seputar data-data perusahaan secara umum. Oleh karena itu, Youngvestors harus mengetahui data perusahaan terlebih dahulu sebelum wawancara berlangsung. Beberapa perusahaan biasanya akan memberikan profil data perusahaan yang dilampirkan bersama undangan wawancaraonline melalui email perusahaan. Jika perusahaan tidak memberikan profil tersebut, maka Youngvestors bisa menemukan profil mereka di internet agar bisa mengetahui latar belakang mengenai pekerjaan yang dilakukannya pada perusahaan tersebut. Hal tersebut dilakukan agar sesi wawancara seputar perusahaan akan lebih terarah saat menjawab pertanyaan dari pewawancara.

  • Berlatih

Langkah selanjutnya agar wawancara bisa sukses adalah dengan berlatih terlebih dahulu. Youngvestors bisa meminta bantuan kepada teman, kerabat, atau keluarga untuk berperan menjadi lawan bicara atau pihak yang akan mewancarai. Tetapi kalian bisa berlatih secara langsung didepan cermin dengan posisi tubuh dan wajah yang sesuai saat wawancarananti.

Dengan berlatih, Youngvestors akan membiasakan diri untuk menjawab pertanyaan yang akan diberikan oleh pewawancara sehingga bisa dengan lancar memberikan pendapat kita secara langsung. Usahakan saat menjawab pertanyaan dari pewawancara tidak terlalu panjang dan menceritakan perjalanan hidup kalian secara rinci, karena secara otomatis pewawancara tidak akan tertarik dengan jawaban yang Youngvestors berikan.

  • Antisipasi Gangguan Koneksi

Saat akan melakukan wawancaraonline, pastinya kendala yang biasanya muncul yaitu ada kemungkinan koneksi internet melambat ataupun terputus. Jika hal tersebut terjadi, Youngvestors harus bisa mengatasi dengan baik dan tenang.

Saat gangguan jaringan koneksi internet melambat, atasi hal tersebut dengan mematikan kamera. Hal ini akan memperbaiki kualitas suara yang terdengar menjadi lebih baik. Tetapi sebaiknya, Youngvestors bisa menginformasikan hal tersebut terlebih dahulu sebelum interview dimulai. Setelah itu, sampaikan permintaan maaf kembali karena adanya gangguan teknis tersebut saat wawancaraselesai.

Jika konektivitas internet terputus, Youngvestors harus selalu menyiapkan koneksi internet cadangan agar wawancaraonline tetap dapat dilakukan dengan lancar.

  • Persiapkan Diri dan Pertanyaan

Pastikan sebelum memulai wawancara online, Youngvestors harus menyiapkan diri untuk menghadapi pewawancara. Persiapan yang perlu dilakukan yaitu :

  1. Berpenampilan Rapi.
  2. Menyiapkan catatan kecil untuk mengatasi hal kecil, serta menyiapkan pertanyaan untuk pewawancara terkait sistem kerja yang akan kalian jalani jika diterima.
  3. Disarankan saat wawancara, Youngvestors menggunakan laptop atau PC agar memberikan kesan yang formal saat wawancaraberlangsung.
  4. Pastikan saat wawancaraberlangsung, pandangan Youngvestors harus melihat ke arah kamera bukan melainkan ke arah layar agar terkesan sedang menatap secara langsung.
  • Masuk Tetap Waktu

Pastikan Youngvestors masuk link sesuai dengan waktu yang sudah diberikan saat mendapat undangan wawancara. Keterlambatan saat wawancaraakan secara otomatis di keluarkan oleh pewawancara karen tidak dapat mempersiapkan diri datang tepat waktu.

Youngvestors harus memastikan untuk masuk dengan akun, dan nama yang sudah dikonfirmasi sebelumnya oleh pewawancara. Jika memungkinkan, sebaiknya bisa masuk ke dalam link 5 – 10 menit sebelum waktu yang ditentukan untuk mempersiapkan diri bila terjadi kendala yang sudah di antisipasi sebelumnya.

Nah, itulah beberapa informasi yang bisa mintor berikan kepada Youngvestors mengenai wawancara online. Pada dasarnya, persiapan menjadi hal terpenting yang harus dilakukan sebelum wawancara berlangsung. Jika persiapannya sudah baik, saatnya membuktikan kompetensimu di depan pewawancara.

Semoga artikel ini bisa memberikan pengaruh yang besar kepada Youngvestors dalam menghadapi wawancara online. Jangan lupa untuk membagikan tips ini dan juga pengalaman Youngvestors pada kolom komentar, serta kunjungi juga Instagram @i_amtalentindo untuk mendapatkan manfaat dan tips lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya !

Salam I AM Community,

I AM Smart,

I AM Capable!

Sumber artikel : https://daihatsu.co.id/tips-and-event/tips-sahabat/detail-content/interview-online-tips-dan-cara-agar-lancar-dan-sukses/

Awas Salah, Ini Rumus Jitu Jawab Pertanyaan dari HRD! (Part 2)

Pada artikel sebelumnya, Youngvestors tentu sudah mengetahui bagimana cara menjawab beberapa pertanyaan ringan yang sering dipaparkan oleh rekruter. Namun ternyata masih banyak sekali jenis pertanyaan jebakan yang harus dipersiapkan loh, Youngvestors. Yuk, simak beberapa pertanyaan lainnnya!

Sumber: www.freepik.com
  1. Mengapa Youngvestors Berhenti Bekerja?

Pertanyaan yang satu ini biasanya diajukan ketika Youngvestors sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya. Pertanyaan satu ini akan membantu rekruter untuk melihat karakter Youngvestors, maka pastikan untuk menunjukkan sisi terbaik saat menjawabnya.

Hindari menjawab dengan alasan personal, terlebih pada motif yang berorientasi konflik. Youngvestors juga menghindari jawaban yang memberikan kesan buruk pada institusi sebelumnya. Hal ini dikarenakan jawaban tersebut akan menunjukkan sisi unprofessional dan memberikan nilai negatif pada citra diri. Fokuslah pada jawaban yang berorientasi pada self-improvement, gunakan jawaban yang menunjukkan keinginan Youngvestors untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

  • Berapa Besar Gaji yang Youngvestors Inginkan?

Semua pekerja di dunia tentu menginginkan gaji yang besar. Hal tersebut tidak salah selama Youngvestors mengetahui seberapa baik kemampuan yang dapat ditawarkan. Untuk menjawab pertanyaan ini, Youngvestors harus mulai memperhitungkan standar gaji untuk posisi yang akan dilamar. Perhitungan ini kemudian disesuaikan kembali dengan berbagai faktor yang dapat Youngvestors tawarkan, mulai dari basic skill hingga pengalaman kerja. Jika Youngvestors merasa memiliki skill dan pengalaman yang baik, Youngvestors tidak perlu takut untuk memasang patokan range gaji yang tinggi. Jangan lupa berikan detail alasan yang masuk akal ya, Youngvestors!

  • Apakah Ada yang Ingin Ditanyakan?

Mayoritas pelamar akan menjawab ‘tidak’ dengan anggapan sudah memahami segala seluk-beluk perusahaan dengan baik. Jika mendapatkan kesempatan, berikanlah pertanyaan-pertanyaan kecil yang tidak Youngvestors dapatkan dari internet atau platform manapun, seperti nilai perusahaan, cara kerja, sistem lembur, dan sebagainya. Hal ini akan menunjukkan adanya ketertarikan yang jelas kepada institusi yang Youngvestors lamar. Pastikan untuk tidak menanyakan pertanyaan basa-basi ya, Youngvestors!

Youngvestors tidak perlu takut akan salah menjawab saat melakukan tes wawancara. Menjawab pertanyaan rekruter dengan kebohongan hanya akan menciptakan keadaan yang lebih rumit setelahnya, maka  pastikan untuk menjawab sejujur dan sebaik mungkin. Mulailah latihan wawancara ringan, seperti berlatih di depan kaca hingga melakukan tanya jawab dengan kerabat atau teman. Upaya tersebut memang terkesan kecil, namun jika dilakukan secara rutin akan sangat membantu Youngvestors untuk menguasai keadaan saat sedang melakukan tes wawancara.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan ke Youngvestors lainnya! Bagikan tips dan pengalaman Youngvestors dalam kolom komentar, serta kunjungi akun instagram @i_amtalentindo untuk berbagai tips menarik lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Awas Salah, Ini Rumus Jitu Jawab Pertanyaan dari HRD! (Part 1)

Hampir semua orang merasa takut dan gugup saat akan tes wawancara. Hal ini biasa terjadi karena kondisi dinamis yang muncul saat wawancara membuat tes tersebut sulit diprediksi. Namun apakah hal tersebut berarti kita tidak bisa berlatih dan mempersiapkan diri? Tidak.

Sumber: yellowimages.com

Youngvestors nyatanya masih memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri dengan baik, salah satunya adalah dengan memprediksi pertanyaan yang akan diberikan HRD!

  1. ‘Silahkan perkenalkan diri terlebih dahulu’

Melalui pertanyaan ini, HRD membuka gerbang untuk mengenal pelamar lebih jauh. Namun hal tersebut tidak berarti Youngvestors perlu membeberkan informasi tidak relevan dalam kebutuhan dunia kerja, mulai dari tinggi badan, berat badan, suku dan sebagainya. Jawablah pertanyaan tersebut dengan menyebutkan informasi nama, usia, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, juga minat dan ketertarikan Youngvestors. Pertanyaan tersebut akan menjadi pertanyaan pertama yang dilontarkan para HRD, jadi berusahalah untuk menciptakan impresi dan ketertarikan pada jawaban Youngvestors!

  • ‘Sebutkan kelebihan dan kekurangan kamu’

Jawablah pertanyaan tersebut dengan spesifik dan percaya diri. Jadikan pertanyaan tersebut sebagai kesempatan bagi Youngvestors dalam ‘menjual’ diri melalui skill yang mumpuni. Ketika dihadapkan pada pertanyaan terkait kelemahan, jawablah sejujur mungkin. Youngvestors tidak perlu terlalu fokus dalam menyebutkan kekurangan, fokuslah dalam mengungkapkan bagaimana Youngvestors menangani kelemahan-kelemahan tersebut hingga menjadi peluang yang baik!

  • ‘Kenapa kamu memutuskan untuk melamar disini?’

Pertanyaan ini digunakan untuk melihat seberapa besar ketertarikan Youngvestors atas suatu posisi dan instansi tersebut. Usahakan untuk tidak menjawab pertanyaan secara general dan membosankan, ya, Youngvestors! Youngvestors dapat memberikan jawaban dengan memaparkan kelebihan-kelebihan dan ekspektasi yang ingin dicapai jika mendapat kesempatan untuk berkontribusi!

Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan dasar yang selalu dilontarkan oleh HRD saat tes wawancara. Meski muncul banyak pertanyaan yang tidak dapat diprediksi, Youngvestors masih dapat berlatih untuk menjawab pertanyaan statis seperti di atas. Kunci untuk menjawab pertanyaan wawancara adalah berlatih dan percaya diri. Maka dari itu, Youngvestors tidak perlu takut dan grogi saat menjawab. Jadilah diri sendiri dan jawablah sejujur mungkin!

Semoga artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa bagikan ke Youngvestors lainnya. Bagikan tips dan pengalaman dalam kolom komentar dan kunjungi akun instagram @i_amtalentindo untuk tips lainnya. Sampai bertemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Dighosting HRD, Harus Apa?

Dalam kamus modern anak milenial, makna ghosting mungkin sudah tidak asing lagi. Ghosting merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan putusnya komunikasi antar individu tanpa alasan yang jelas. Tidak hanya berlaku bagi pasangan, istilah ghosting ternyata juga bisa ditemukan dalam dunia kerja lho!

Ketika melamar suatu pekerjaan, banyak dari kita yang bertanya-tanya saat tidak kunjung mendapatkan balasan usai melakukan serangkaian tes. Mulai dari berpikir positif bahwa para HRD tengah banyak kesibukan, hingga pikiran negatif bahwa kita memang dianggap tidak cukup layak. Untuk mengantisipasi munculnya asumsi-asumsi ini, Mintor akan memberikan Youngvestors berbagai tips yang perlu dilakukan saat dighosting HRD, yuk disimak!

  1. Cari Tahu

Saat melakukan tes kerja, HRD tentu akan memberikan kesempatan bagi para pelamar untuk mengajukan pertanyaan terkait lowongan atau perusahaan tersebut. Jadikan kesempatan tersebut sebagai salah satu peluang untuk Youngvestors memahami langkah dan timeline yang tepat selama proses lamaran berlangsung.

  • Lakukan Evaluasi

Selain menanyakan perihal timeline, Youngvestors juga dapat mengajukan pertanyaan terkait kriteria calon kandidat yang diinginkan oleh perusahaan. Hal ini dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan selama tes kerja. Jika Youngvestors kemudian merasa tidak cukup puas ataupun ragu, ada baiknya bagi Youngvestors mulai menyiapkan rencana cadangan untuk melamar pekerjaan lainnya.

  • Surat Apresiasi

Usai melakukan tahap akhir pada tes kerja, pastikan Youngvestors menuliskan sebuah surat sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada perusahaan. Meski tidak bersifat wajib, surat ini dapat menjadi poin plus dari sisi manner lho! Selain memberikan apresiasi, jadikan surat tersebut sebagai umpan untuk mendapatkan info lebih lanjut. Untuk memastikan surat ini berhasil, Youngvestors tentu harus berupaya melakukan follow up melalui berbagai altenatif lainnya, seperti via telepon.

  • Plan B

Jika langkah sebelumnya tetap tidak membuahkan hasil, Youngvestors harus mulai menyiapkan plan B atau rencana lainnya. Dalam hal ini, fakta bahwa perusahaan kerap kali tidak memberikan informasi lebih lanjut bagi pelamar yang gagal menjadi salah satu alasan kuat. Jika Youngvestors melihat tidak adanya kemungkinan untuk mendapatkan posisi tersebut, mulailah bergerak kembali untuk menemukan peluang lainnya.

Bersikap optimis dalam tes kerja tentu menjadi hal yang penting. Namun dalam hal ini, Youngvestors tentu tetap harus bersikap realistis dan memperhitungkan setiap peluang dan kemungkinan yang ada di depan mata. Selagi menunggu keputusan, ada baiknya jika Youngvestors mulai menysuun rencana jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Selain akan membantu untuk mengambil langkah yang lebih cepat, Youngvestors juga tidak akan terus berlarut dalam ketidakjelasan pengumuman lulus kerja tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat. Jika Youngvestors memiliki pengalaman dan ingin berbagi cerita, silahkan komen di bawah! Kunjungi Instagram @i_amcommunity untuk berbagai konten informatif dan jangan lupa bagikan artikel ini kepada Youngvestors lainnya!

I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Gagal Wawancara? Ngga Lagi!

Tahap wawancara dalam dunia kerja merupakan suatu tahap yang dianggap paling krusial. Pasalnya, banyak pelamar kerja yang mengalami kegagalan pada tahap yang satu ini. Pada banyak kasus, kegagalan terbesar terjadi karena kurangnya persiapan, baik kesiapan mental maupun pengetahuan. Maka dari itu, Mintor akan memberikan berbagai macam tips jitu agar kalian siap dan semakin besar kesempatan untuk lulus wawancara kerja. Penasaran? Yuk, simak infonya!

  1. Percaya Diri
Sumber: www.pinterest.com

Kunci utama dalam wawancara adalah percaya diri. Merasa gugup ketika akan menjalani tahap wawancara adalah hal lumrah. Namun Youngvestors tidak perlu merasa minder dan rendah diri. Siapkan mental dan bersikaplah berani. Jika mulai merasa gugup, cobalah mengambil nafas panjang dan ulangi beberapa pertanyaan sebelum mendapat giliran.

  1. Sering Berlatih
Sumber: www.pinterest.com

Pernah mendengar istilah ‘practice makes perfect?’ Benar, menjadi percaya diri saja tidak cukup untuk lolos wawancara. Ketika Youngvestors dihadapkan dengan pewawancara, hal penting lain yang harus ditunjukkan adalah pengetahuan yang mumpuni. Bekerja dengan sebuah perusahaan memang dapat menjadi peluang untuk belajar, namun bukan berarti Youngvestors datang dengan tangan kosong. Mulailah menyiapkan perkiraan pertanyaan dan cobalah untuk menjawabnya dengan baik. Siapkanlah branding diri dengan baik, namun tetap pastikan Youngvestors menjawab dengan jujur, ya!

  1. Siapkan Pertanyaan

Pada sesi wawancara, pewawancara biasanya akan bertanya mengenai hal yang ingin Youngvestors ketahui. Dalam hal ini, siapkanlah pertanyaan yang baik. Mengajukan pertanyaan dalam sebuah wawancara dapat dinilai sebagai sebuah bentuk antusiasme dalam perusahaan dan pekerjaan yang Youngvestors lamar. Namun, Youngvestors perlu berhati-hati dalam mengajukan pertanyaan. Pastikan jawaban tersebut bukan pertanyaan mendasar yang dapat Youngvestors temukan pada website dan berita umum. Kalau ini terjadi, pertanyaan tersebut dapat dipastikan akan menjadi bumerang bagi Youngvestors dalam sesi wawancara.

Sesi wawancara memang dianggap sebagai sesi tersulit dalam tes kerja. Namun Youngvestors tidak perlu khawatir. Meskipun sulit, Youngvestors tetap akan dapat menaklukkan sesi wawancara dengan latihan rutin sebelum tes kerja.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan dengan Youngvestors lainnya! Untuk informasi tentang karier lainnya, kunjungi dan ikuti akun instagram @i_amtalentindo. Sampai ketemu di artikel berikutnya, ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!