Apa Resolusi Finansial kamu di tahun 2022? Rencanakan Sekarang Yuk!

Sumber: unsplash.com

Halo Youngvestors! Tak terasa kita sudah memasuki tahun 2022. Jika kita membahas tentang tahun baru tentunya hal tersebut tak jauh dengan pembicaraan mengenai resolusi atau tujuan yang ingin dicapai. Resolusi terkadang sulit untuk dijalankan namun tetap diperlukan agar hidup menjadi lebih teratur dan terarah.

Resolusi bisa berbentuk dalam banyak hal, salah satunya resolusi keuangan yang bertujuan untuk menghemat atau menambah pemasukan youngvestors di tahun yang baru ini.

Bagi youngvestors yang belum memiliki resolusi, berikut beberapa tips yang bisa menjadi pertimbangan dalam menyusun resolusi keuangan di tahun 2022.

  • Meninjau kembali pengeluaran pada tahun 2021

Sebelum menyusun resolusi, ada baiknya kita meluangkan waktu sejenak untuk meninjau kembali pengeluaran pada tahun 2021. Susunlah pengeluaran tersebut dalam bentuk tabel dengan membaginya berdasarkan kategori masing-masing agar lebih mudah dalam menghitungnya.

Setelah tercatat dengan lengkap, kita dapat menentukan apakah pengeluaran kita sudah cukup efektif dalam mencapai tujuan finansial di tahun 2021. Jika dirasa belum, kita dapat mencatat hal-hal apa saja yang dapat diubah agar menjadi lebih baik di tahun berikutnya.

  • Membuat rencana anggaran per bulannya

Setelah meninjau pengeluaran pada tahun lalu, kita dapat mulai meyusun rencana anggaran pada tahun 2022. Dengan adanya rencana bulanan tersebut, kita dapat lebih teratur dalam mengatur pengeluaran.

Usahakan untuk menyamakan standar maksimal pengeluaran per bulannya agar kita tidak terlalu boros dalam menghabiskan pemasukan kita. Hal ini dapat menghindari pengeluaran uang berlebih dalam satu periode waktu dan menjadikan rencana keuangan kita lebih berkelanjutan dalam jangka waktu setahun ke depan.

Masukkan juga biaya pengeluaran kebutuhan dimulai dari yang paling penting seperti tagihan telepon, listrik, air, belanja bulanan, dan lainnya. Ingatlah akan tenggat waktu maksimal pembayaran tagihan sehingga kita dapat menghindari biaya denda yang hanya akan memperbesar jumlah tagihan.

  • Mengurangi pengeluaran belanja konsumtif dan tagihan

Resolusi selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menghemat pengeluaran salah satunya dengan menekan biaya tagihan dan belanja. Kita dapat menekan biaya listrik pada penggunaan televisi dan telepon rumah dengan hanya mengandalkan internet.

Selain biaya tagihan, kita juga dapat mengurangi kebiasaan konsumtif dengan memotong pembelanjaan yang dirasa tidak begitu penting. Untuk lebih memudahkannya, youngvestors dapat mengkategorikan apakah barang yang dibelanjakan termasuk ke dalam ‘kebutuhan’ atau ‘keinginan’. Tentunya kita perlu memprioritaskan kebutuhan kita terlebih dahulu.

  • Mulai menabung dan berinvestasi

Selain memperhatikan pengeluaran, kita juga dapat memperbanyak pemasukan kita melalui beberapa cara seperti menabung dan berinvestasi. Meskipun terbilang klasik, menabung tetap memiliki manfaat yang cukup membantu kita dalam menambah pemasukan. Seiring perkembangan jaman, media untuk menyimpan tabungan juga ikut berkembang, tidak hanya melalui celengan biasa namun juga melalui bank-bank konvensional.

Bentuk tabungan yang dapat menambah pemasukan kita antara lain deposito berjangka yang menawarkan tingkat bunga lebih tinggi dari tabungan biasa. Selain menabung, kita juga memiliki opsi untuk berinvestasi dalam bentuk emas atau logam mulia, saham, hingga properti.

  • Menyiapkan dana darurat

Situasi darurat memang tidak kita inginkan, namun tetap dapat terjadi di luar rencana dan kendali kita. Oleh karena itu, kita juga perlu menyisihkan sebagian pemasukan kita ke dalam dana darurat agar rencana keuangan kita ke depannya tetap stabil dan tidak terganggu.

Usahakan sebisa mungkin agar dana darurat tersebut tidak terpakai jika keadaan tidak begitu menuntutnya. Mempersiapkan dana darurat juga dapat menghindarkan kita dari hal-hal tidak diinginkan seperti jeratan utang yang hanya akan menambahkan tingkat stress dan pengeluaran kita apalagi jika pinjaman tersebut berbunga.

Nah, itulah beberapa tips untuk mencapai resolusi finansial di tahun 2022. Semoga informasi tersebut bisa membantu youngvestors untuk menyusun resolusi finansial yang lebih teratur, terarah, serta meningkatkan keuangan youngvestors di tahun baru ini.

Yuk, jangan lupa untuk follow Instagram @i_amcommunity dan ikuti terus berbagai informasi menarik lainnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber:

https://hot.liputan6.com/read/4407858/resolusi-adalah-bagian-dari-rencana-hidup-ketahui-cara-menyusunnya
https://money.kompas.com/read/2017/01/11/050000026/ini.tips.menjalankan.resolusi.finansial.pada.tahun.baru?page=all

Senang Menolong Pekerjaan Orang Lain? Hati-hati, Mungkin Kamu Mengidap Savior Complex!

               Sumber: pexels.com

            Halo Youngvestors! Dalam dunia pekerjaan, apakah kalian senang menolong orang lain? Menolong orang lain merupakan salah satu tindakan positif. Akan tetapi, apabila hal ini dilakukan secara berlebihan justru akan merugikan diri sendiri bahkan orang lain pun akan merasa terganggu. Inilah yang disebut dengan Savior Complex yang merupakan sebuah masalah psikologis yang membuat seseorang merasa perlu untuk menyelamatkan orang lain. Orang dengan kepribadian ini memiliki kecenderungan kuat untuk mencari orang yang sangat membutuhkan bantuan, bahkan seringkali dengan mengorbankan kebutuhan mereka sendiri untuk membantu orang lain. Savior complex dapat dikategorikan parah, apabila orang tersebut memaksakan bantuannya sehingga orang lain pun merasa sangat tidak nyaman.

            Nah, Youngvestors, di artikel kali ini Mintor akan memberikan penjelasan lebih dalam lagi mengenai dampak negatif dari savior complex dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam dunia pekerjaan. Kecenderungan savior complex sangat mungkin untuk:

  1. Merasa bangga pada diri sendiri saat menolong rekan kerjanya.
  2. Membuang banyak energi dan waktu kerja hanya untuk membenahi masalah orang lain.
  3. Meyakini bahwa menolong orang lain adalah tujuan hidup.
  4. Menganggap hasil kerjanya lebih baik dari orang lain, sehingga orang yang dibantu justru tidak akan belajar dari apa yang dikerjakannya.

Dari ciri-ciri savior complex yang Mintor jelaskan di atas, berikut ini adalah dampak buruk yang akan timbul bagi para karyawan apabila budaya savior complex menjadi hal yang lumrah dilakukan di perusahaan:

  1. Burnout

Apabila Youngvestors terus-menerus menggunakan seluruh waktu dan energinya untuk membantu rekan kerja, dapat membuat kalian hanya memiliki sedikit energi untuk diri sendiri. Perusahaan juga akan merasa rugi apabila menggaji karyawannya yang membuang-buang waktu.

  1. Hubungan sosial terganggu

Memaksakan memberi pertolongan kepada rekan kerja yang sedang memiliki masalah dapat merusak hubungan yang telah terjalin, karena tidak semua orang butuh solusi dari kita, beberapa dari mereka hanya ingin didengarkan keluh kesahnya.

  1. Perasaan kecewa yang berlebihan

Dalam memberikan pertolongan kepada rekan kerja, tidak selamanya akan berhasil. Pasti akan mengalami kegagalan yang berakibat timbulnya perasaan bersalah dan merasa tidak mampu.

Bagaimana ya cara mengatasi savior complex ini? Caranya akan Mintor jelaskan di bawah ini. Simak baik-baik ya!

      Sumber: pexels.com

  1. Menjadi pendengar yang baik

Sebagai karyawan yang profesional, apabila ada rekan kerja Youngvestors yang merasa kesulitan, biarkan dia menjelaskan kesulitannya, karena terkadang mereka hanya butuh tempat bercerita.

  1. Menawarkan bantuan

Menawarkan sebuah bantuan yang bersifat sukarela dan tanpa paksaan merupakan salah satu tindakan yang baik. Apabila rekan kerjamu menolak, tidak apa-apa.

  1. Menghormati orang lain

Tetap menghargai keputusan apa yang mereka ambil ketika sedang menghadapi masalah. Ingat! Dengan berpikir bahwa kalian lebih benar, sama saja menganggap diri mereka lemah ya.

Walaupun menolong orang lain merupakan suatu hal yang mulia, tetapi apabila dilakukan secara berlebihan apalagi dengan rekan kerja akan menurunkan profesionalitas dalam pekerjaan. Apabila kalian memiliki ciri-ciri seperti di atas, mulailah untuk mengurangi hal tersebut. Bahkan jika kalian sudah tidak bisa mengendalikan perilaku tersebut, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Sekian penjelasan Mintor kali ini, terima kasih sudah menyimak dan sampai jumpa di artikel selanjutnya! Jangan lupa ikuti juga konten menarik dan bermanfaat kami di Instagram @i_amtalentindo ya!

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future!

Sumber Referensi:

7 Situs E-Learning Ini Dapat Membantu Kamu untuk Meningkatkan Skill!

Konnichiwa Minasan! Kembali lagi bersama Mintor yang selalu semangat untuk menyajikan artikel-artikel menarik untuk kalian semua. By the way, Mintor tebak kalian pasti termasuk orang-orang yang sudah ahli menggunakan gadget kan?Kira-kira apakah kalian sudah menggunakan gadget tersebut dengan produktif? Kalau belum, sekarang waktunya Youngvestors untuk mulai mengunjungi situs-situs di bawah ini yang pastinya sangat bermanfaat  dan mudah diakses kapan pun dan di mana pun untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan skill kalian. Penasaran kan? Yuk, simak penjelasannya!

Sumber: freepik.com

Coursera (https://coursera.org/)

Coursera merupakan salah satu situs MOOC (Massive Open Online Course) yang disediakan oleh berbagai universitas di dunia dan dapat diakses melalui internet. Coursera ini tersedia dalam bentuk kelas gratis dan berbayar. Untuk kursus yang berbayar, kalian akan ditawarkan akses berbagai video, kuis, dan proyek dalam format interaktif secara bebas yang membuat belajar lebih mudah, tidak lupa juga Youngvestors akan diberikan sertifikat ketika sudah berhasil menyelesaikan sebuah kursus.

  1. Udemy (https://www.udemy.com/)

Situs ini merupakan tempat belajar berbayar yang menawarkan harga mulai dari US$10 atau sekitar Rp140.000 saja. Bayangkan saja, kursus yang biasanya menawarkan harga jutaan, kini bisa didapatkan dengan harga yang jauh lebih murah di situs Udemy ini loh! Kelebihan lain dari Udemy yaitu tersedia 130.000 kursus tentang berbagai mata pelajaran.

  1. FutureLearn (https://www.futurelearn.com/)

Situs lain yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yaitu FutureLearn. Platform ini berisi variasi kursus yang cukup menarik dan tidak hanya menawarkan kursus singkat, tapi juga kursus dengan mempelajari materi lebih dalam. Kualitas video yang ditampilkan juga sangat menarik dan urutan pembelajarannya pun terstruktur dengan baik.

  1. LinkedIn Learning (https://www.linkedin.com/)

Tidak hanya untuk mencari pekerjaan semata, situs LinkedIn juga menyajikan kursus singkat dan gratis yang sangat bermanfaat bagi para pengguna LinkedIn. Akan tetapi, hal yang perlu diperhatikan adalah konten yang disajikan hanya untuk materi yang mendasar saja, jadi agak sulit untuk mencari konten yang spesifik  dalam situs ini.

 Sumber: freepik.com

  1. edX (https://www.edx.org/)

edX menyajikan fitur-fitur yang cukup menarik bagi penggunanya. Salah satunya, kita dapat memilih banyak kursus secara bersamaan yang dapat disesuaikan dengan waktu luang. Kisaran harga yang ditawarkan dalam kursus ini relatif tinggi yaitu mulai dari US$50 sampai US$300, tetapi sertifikat yang didapatkan setelah menyelesaikan kursus di edX bisa menjadi nilai tambah yang sangat baik dalam CV kalian.

  1. Codecademy (https://www.codecademy.com/)

Bagi kalian yang tertarik mempelajari coding dan bahasa pemrograman secara gratis, situs ini dapat kalian kunjungi loh! Situs Codecademy ini menyajikan berbagai jenis pembelajaran, berupa belajar bahasa pemrograman seperti PHP, HTML & CSS, jQuery, Python, Ruby, JavaScript, dan lainnya.

  1. TED Talks (https://www.ted.com/)

Ingin meningkatkan keterampilan public speaking?Situs ini sangat cocok untuk Youngvestors kunjungi. Situs ini berisi banyak pembicara hebat yang ahli di bidangnya masing-masing. Kalian bisa mendengarkan pembicaraan mereka dan mulai mengasah skill dengan belajar berbicara di depan publik.

Okay Youngvestors! Sudah Mintor jelaskan ya, situs apa saja yang wajib kalian kunjungi dan pastinya sangat berguna bagi Youngvestors. Mintor harap kalian dapat memanfaatkan gadget dan kemudahan akses internet yang sudah tersedia untuk berselancar dalam situs-situs yang bermanfaat ya supaya waktu luang yang kalian miliki tidak terbuang sia-sia. Sekian artikel dari Mintor kali ini. Terima kasih dan sampai jumpa di artikel selanjutnya! Jangan lupa ikuti juga konten menarik dan bermanfaat kami di Instagram @i_amtalentindo ya!

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future

Sumber Referensi:

https://www.idntimes.com/life/education/iffah-layla-ibtida/situs-kursus-online-c1c2

https://glints.com/id/lowongan/situs-belajar-online/https://marketingonline.id/online-course-platforms/

Hustle Culture, Baik atau Toxic?

Sumber: unsplash.com

            Halo Youngvestors! Apakah kalian tahu istilah Hustle Culture? Hustle Culture atau lebih dikenal dengan sebutan “Gila Kerja” merupakan sebuah gaya hidup seseorang yang menganggap dirinya akan sukses apabila waktu hidupnya dipakai untuk terus bekerja sampai lupa beristirahat. Tuntutan hidup yang semakin banyak saat ini menuntut kita untuk bekerja terus-menerus agar tujuan hidup kita tercapai. Pasti kalian tidak asing dengan sebuah istilah “Sesuatu yang berlebihan sangat tidak baik”, begitu pun dalam pekerjaan. Bekerja keras memanglah baik, tetapi jika kalian sampai lupa waktu, hal ini dapat mengganggu kesehatan kalian bahkan menyebabkan meninggal dunia.

            Apabila Youngvestors sudah terjebak dalam hustle culture, maka akan sulit bagi kita untuk mengembalikan keadaan pada situasi semula. Namun, budaya hustle culture ini perlu dihindari agar fisik dan mental kalian dapat terjaga dengan baik. Berikut Mintor berikan tips untuk menghindari hustle culture. Simak baik-baik ya, Youngvestors!

  1. Membuat daftar prioritas

Buatlah daftar tentang hal-hal yang penting untuk dilakukan. Cukup fokus dengan prioritas kalian dan tidak perlu membebani diri dengan hal lain yang tidak terlalu penting untuk hidup kalian.

  1. Membuat jadwal harian

Buatlah To Do List dalam bentuk rencana harian agar manajemen waktu kalian terstruktur dengan baik. Jangan lupa untuk menyisihkan waktu untuk beristirahat ya Youngvestors!

3. Cari hobi di luar pekerjaan

Ambil waktu kalian untuk menjalankan hobi atau melakukan hal apapun yang kalian sukai. Perlu kalian ingat ya, pekerjaan dan waktu bersantai harus seimbang, inilah yang biasa dikenal dengan istilah Work Life Balance.

  1. Berhentilah membandingkan diri dengan orang lain dari media sosial

Melihat teman-teman kita di media sosial yang hidupnya terlihat sukses kadang membuat kita merasa iri dan ingin seperti mereka. Tidak perlu khawatir, tidak ada kata terlambat dalam mencapai kesuksesan ya Youngvestors. Tetap fokus pada prioritasmu, maka kalian akan mencapai kesuksesan di waktu yang tepat.

Sumber: unsplash.com

  1. Memberi apresiasi pada diri sendiri secara berkala

Tidak ada salahnya memberikan self reward untuk diri kalian sendiri. Ingatlah pencapaian apa saja yang sudah kalian raih selama ini. Bentuk apresiasi diri bisa dalam bentuk apa saja, misalnya makanan, jalan-jalan, bermain handphone, dan lain-lain.

  1. Menanamkan kesadaran diri

Sadari bahwa hustle culture tidak membuat kalian sukses, justru sebaliknya. Bertanyalah pada diri kalian sendiri, apakah dengan melakukan kebiasaan tersebut bisa membuat kalian menjadi lebih baik? Atau malah kebiasaan tersebut dapat perlahan-lahan menghancurkan kalian?

Alright Youngvestors! Itu tadi penjelasan mengenai bahayanya hustle culture dan bagaimana cara menghindarinya. Jangan memaksakan diri kalian hanya karena ingin memenuhi standar kesuksesan yang salah ya. Mintor harap, setelah ini Youngvestors dapat mengurangi hustle culture ini ya. Sekian artikel dari Mintor kali ini, terima kasih dan sampai jumpa di artikel selanjutnya! Jangan lupa ikuti juga konten menarik dan bermanfaat kami di Instagram @i_amtalentindo ya!

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future!

Sumber Referensi:

https://glints.com/id/lowongan/hustle-culture-adalah/#.YYvptWBBw2w

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210820143703-277-683054/mengenal-hustle-culture-gila-kerja-yang-berujung-burnout

https://www.halodoc.com/artikel/kerja-tanpa-istirahat-alias-hustle-culture-apa-dampaknya-bagi-tubuh

Think and Grow Rich

Hello Youngvestors! Thousands of successful men and women are where they are now because they picked up a principle of Napoleon Hill’s called Think and Grow Rich. The man who then rises and walks out into the world to become a new person. He evolves into someone who possesses the rare ability to transform dreams into realities and thoughts into actions.

As you know everything begins with an idea and when ideas are backed up by a clear sense of purpose, perseverance, and a burning desire to turn them into material wealth, they may be extremely powerful. So, what are you waiting for? Let’s apply Napoleon Hill’s 13 principles for success.

Source: unsplash.com

Desire

This is the first step to reaching wealth. You need to convince yourself, because without a desire, there will never be an action to do.

Faith

Faith is a mind that can be created with instruction by conscious auto-suggestion. You can muster the trust you require by repeatedly conjuring up a mental image of yourself already having achieved your major goal. Don’t forget faith is necessary for success.

Auto Suggestion

You can start thinking about how to reach something by repeated suggestions. To do that, you need to go to a relaxing place. Then close your eyes and say your desire repeatedly until you can hear your own voice, so that strengthens your goal.

Specialized Knowledge

Knowledge is a power that needs a definite plan of action and is directed to a definite end. You need knowledge before making your ability into something. Spare time to learn every day is very important to get the knowledge.

Imagination

Everything starts with imagination. Imagination can be a motivation to action. A lot of people become successful because they developed the power of self-motivation.

Decision

Based on facts, many people succeed because they dare to make decisions. If the decision is wrong then learn and change it slowly.

Persistent

Failures that occur repeatedly actually prove your dedication and strength that will lead you to achieve success in the future. To be successful, there must be an unshakable quality of ideals within you, and will do whatever it takes to make those goals a reality.

Enthusiastic Support

Surely you will remember the phrase “It is very important that behind almost every great leader there is love and supportive inspiration from his partner”. Having someone to love means having someone to share your success with. Some people can be successful without anyone’s support, but most of the true happiness will be lost if it is not shared. So take care of the people around you who continue to support you.

Organized Plan

This principle is very important for you to follow. Without an organized plan, it’s like a ship without a destination, and when bad things happen you can’t deal with them. The better you plan your success, the better you can achieve that success.

The Power of the Mastermind

Associating with people who have the same ideals can generate good ideas from the results of your discussions. The more sympathetic thoughts you gather from the group, in other words thoughts working towards the same goal, the more pertinent information will be available. Great ideas are a mix of related information.

Subconscious Mind

You can’t make this subconscious mind, but you can direct it. The subconscious mind is more influential on emotions, so you must be able to recognize what emotions can produce positive energy for your subconscious mind. The best way to practice this principle is to keep in your subconscious mind as often as possible a clear picture of yourself who has achieved the goal of success.

The Brain

The brain that has given us knowledge so that what we know now and the goals we will achieve later are the result of the power of your brain. Get to know your brain power, try to give it work to complete, and see how your brain works.

The Sixth Sense

After you have mastered the previous 12 principles, only then can you master this sixth sense principle because this principle is not easy to explain to someone who has not mastered the other principles. The sixth sense is the sense through which your infinite intelligence can communicate. This sixth sense also has a function where your subconscious mind can provide creative imagination.

Well, expanding the connection is also one way to be successful, that can be obtained by joining the community. Then let’s join I AM Community and I AM Talent & Career for your training class. Other than that, if you are interested in property investment, let’s join with us at Estator. For further information, check it on Instagram @i_amcommunity, @i_amtalentindo, & @estator.id.

Alright, Youngvestors! That was the explanation of how the secret of success is based on the 13 principles of Think and Grow Rich. Success can be achieved if it is supported by definite goals, perseverance, and a burning desire to define the definition of material wealth. Wealth is of course whatever you want. So, by controlling your mind and living your principles well, you can control your good fortune too. Thank you for reading this article, hopefully, it will be useful, and see you in the next article!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Hidup Sebagai Generasi Sandwich

Istilah “generasi sandwich” mulai dibicarakan banyak orang belakangan ini. Memangnya apa itu generasi sandwich? Sesuai namanya, sandwich, yang artinya roti lapis. Dalam generasi ini, seseorang harus hidup di antara lapisan dua generasi, yaitu orang tua dan anaknya. Artinya saat kita sudah menikah dan punya anak, tetapi masih harus menanggung kehidupan orang tua.

Tanpa disadari, generasi sandwich sudah menjadi tradisi dan terus turun menurun hingga saat ini. Umumnya hal ini disebabkan karena minimnya literasi dan pengetahuan generasi sebelumnya tentang keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada tahun 2019, menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan Indonesia baru 38,03%.

Sumber: unplash.com

Sebagai generasi sandwich yang hidup dalam banyak tanggungan dari banyak pihak, pasti ada tantangannya. Apa sajakah itu? Simak penjelasannya berikut ini.

  1. Menyebabkan stres

Stres adalah salah satu masalah yang paling sering muncul. Bagaimana tidak? Sepasang suami istri kerap berkonflik dalam menentukan prioritas. Apakah keluarga inti atau orang tuanya?

Biasanya generasi sandwich akan pusing sendiri dalam mewujudkan permintaan yang datang dari orang tua maupun anak dan pasangan. Ditambah lagi, bagi generasi sandwich yang masih dalam usia produktif, mereka mempunyai banyak target yang hanya menambah beban pikirannya.

  1. Khawatir dengan masa depannya

Seorang generasi sandwich tidak akan jauh dari khawatir akan masa depannya. Masa depan orang tua serta anak dan pasangannya menjadi tanggung jawab yang besar. Ditambah lagi, mereka harus memikirkan solusi untuk memutus rantai generasi sandwich.

  1. Banyak hambatan dalam memulai investasi

Menurut survei dari KataData, saat ini mayoritas generasi sandwich sedang mengalami situasi keuangan yang lebih berat diakibatkan situasi pandemi. Ditambah lagi mereka harus menanggung kebutuhan banyak pihak. Sebenarnya para generasi sandwich ini sadar akan investasi, tetapi ada kebutuhan keluarga yang harus menunda hal tersebut.

Nah, agar Youngvestors tidak terjebak dalam generasi sandwich, pastinya ada hal-hal yang dapat dilakukan. Tidak usah lama-lama lagi, yuk ikuti ulasannya!

  1. Memiliki komunikasi yang terbuka terhadap pasangan dan keluarga

Terbuka terhadap pasangan dan keluarga sangatlah penting. Tujuannya agar kita tidak pusing memikirkan semua masalah sendiri. Mulailah berdiskusi mengenai kondisi keuangan sampai membuat mereka paham akan beban keuangan yang sedang dipikul. Diharapkan pasangan dan keluarga kita bisa lebih memahami kondisi yang ada.

  1. Mengubah mindset

Hal ini merupakan perubahan paling mendasar. Pastikan kita mengubah mindset ke arah benar-benar ingin keluar dari jebakan generasi sandwich ini. Dari sini kita akan terdorong untuk membuat perencanaan keuangan yang lebih baik dan menyiapkan dana pensiun, sehingga nantinya kita tidak bergantung lagi pada anak dan rantai generasi sandwich pun dapat terputus.

  1. Melakukan investasi

Investasi menjadi salah satu cara paling ampuh dalam memutus rantai generasi sandwich, karena melakukan investasi dapat meningkatkan nilai aset guna mempersiapkan kondisi keuangan yang lebih baik di masa depan. Lebih baik lagi jika kita berinvestasi sembari menyiapkan dana darurat dan dana pensiun.

Hidup sebagai generasi sandwich memang tidak mudah. Kita harus bekerja keras demi mendapatkan pemasukan, di sisi lain kita juga harus bertanggung jawab secara emosional maupun finansial terhadap orang tua serta pasangan dan anak. Maka dari itu, semoga artikel dari Mintor ini dapat membantu Youngvestors yang masih terjebak dalam generasi sandwich. Follow juga Instagram @i_amcommunity untuk konten menarik lainnya ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:

https://ilovelife.co.id/blog/mengapa-kamu-perlu-menjadi-generasi-sandwich-yang-lebih-baik/?utm_source=SEM&utm_medium=sem-leverate&utm_campaign=blogoct2021&gclid=Cj0KCQjw8p2MBhCiARIsADDUFVExZSiRKns6kvgVDencFXCsRC5ZdPj1FR-08NQ5h54hLr_apUGIWTQaAp3cEALw_wcB

https://bisnis.tempo.co/read/1501528/enam-langkah-memutus-rantai-generasi-sandwich

Kakeibo, Seni Mengatur Uang Ala Jepang Yang Efektif

Hai Youngvestors! Apakah kalian pernah mendengar istilah “Kakeibo”? Mungkin istilah ini masih terdengar asing di telinga banyak orang. Namun, saat sudah mengerti dan melakukannya, Kakeibo ini sangat membantu kita dalam mengatur keuangan loh! Kakeibo sendiri merupakan suatu seni mengatur uang ala Jepang. Menurut  Moneycrasher, Kakeibo adalah suatu cara untuk melakukan pencatatan keuangan secara manual untuk mencapai tujuan keuangan.

Sepertinya metode ini akan menimbulkan kontra, seperti “Untuk apa mencatat keuangan secara manual kalau sudah ada teknologi yang memudahkan?”. Nah, menurut CNBC, mencatat secara manual termasuk rencana keuangan yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk dicapai. Mengapa? Dengan menulis sendiri, secara tidak sadar kita akan terbiasa untuk lebih mempertimbangkan pengeluaran demi mencapai suatu tujuan keuangan.

Sumber: pexels.com

Tertarik untuk menerapkan Kakeibo ini? Apa saja sih yang harus dilakukan untuk memulainya? Yuk simak ulasannya!

  1. Membuat catatan sejak awal bulan

Untuk mulai menerapkan Kakeibo, buatlah catatan keuangan sejak awal bulan. Dalam tahapan yang pertama ini, kita membutuhkan informasi mengenai berapa pemasukan kita pada bulan tersebut.

Setelah itu, membuat prediksi perkiraan tentang pengeluarannya. Pengeluaran yang dimaksud dalam hal ini adalah pengeluaran yang pasti, seperti membeli kebutuhan pokok, membayar cicilan, dan sebagainya. Dengan membuat catatan ini, kita akan mengetahui berapa jumlah uang yang masih tersisa.

  1. Mencatat secara rinci

Tahapan ini berkaitan dengan poin yang pertama. Tentunya untuk melakukan pencatatan dalam pembukuan, kita harus mencatatnya secara rinci. Mulai dari harian sampai tahunan, sehingga saat membutuhkan informasinya akan mudah untuk didapatkan.

Jika Youngvestors belum terbiasa mencatat pemasukan dan pengeluaran, mulailah dari sekarang kalau ingin menerapkan Kakeibo ini. Oh iya, dalam tahapan ini, Youngvestors diharapkan sudah mulai menentukan nominal yang hendak ditabung nantinya agar dapat lebih mempertimbangkan aktivitas keuangannya.

  1. Lakukan evaluasi

Melakukan evaluasi terhadap pencatatan pada akhir bulan sangat berguna untuk mengetahui apakah aktivitas keuangan yang dilakukan sudah sesuai dengan pencatatan, sehingga perencanaan keuangan di bulan depannya dapat lebih matang.

Jika semuanya sudah sesuai, berarti Youngvestors sukses dalam menerapkan metode kakeibo ini dalam kehidupan sehari-hari.

Konon, metode yang ditemukan oleh Motoko Hani pada tahun 1904 ini dapat membantu mengurangi pengeluaran sebesar 25%. Sangat bermanfaat, bukan? Sisa 25% tersebut, bisa Youngvestors gunakan untuk berinvestasi, dana darurat, atau hal lainnya. Hingga saat ini, metode tersebut masih banyak diterapkan oleh banyak orang. Bukan hanya di Jepang saja, melainkan sampai ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. Alasan utamanya, banyak orang yang merasa metode ini sangat efektif dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran agar tidak berlebih.

Oke Youngvestors, sekian artikel dari Mintor. Semoga dapat membantu ya! Yuk follow juga Instagram @i_amcommunity!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:

https://www.ruangmom.com/cara-menabung-kakeibo.html

https://glints.com/id/lowongan/kakeibo-adalah/

5 Cara Mencapai Financial Freedom Sejak Dini

”Uang tidak bisa membeli kebahagiaan”, apakah Youngvestors setuju dengan pernyataan tersebut? Kalau Mintor tidak setuju, nyatanya keuangan yang baik akan memberi kita kehidupan yang lebih baik juga. Bahkan menurut tanggapan dari 450.000 orang Amerika yang disurvei oleh Gallup & Healthways pada tahun 2008 dan 2009, menyatakan bahwa semakin rendah pendapatan seseorang, maka semakin tidak bahagia hidupnya.

Maka mencapai financial freedom tentunya dambaan semua orang, bukan? Financial freedom sendiri adalah kondisi di saat seseorang mencapai kebebasan finansial, yang berarti kita tidak perlu lagi bekerja karena sudah ada kekayaan dan aset yang bisa membiayai semua kebutuhan sehari-hari. Bagi orang yang sudah mencapai financial freedom, asetnya pun memiliki nilai yang lebih tinggi dari kebutuhan sehari-harinya.

Nah, bagaimana sih cara mencapai financial freedom? Yuk simak penjelasan dari Mintor!

Sumber: unplash.com

  1. Pahami kondisi finansial kita sekarang

Mencapai financial freedom tidak dilihat dari seberapa besar pendapatan kita perbulannya, yang penting semua pendapatan dan aset kita sudah mampu menutupi semua pengeluaran sehari-hari. Bila tidak, berarti belum mencapai financial freedom. Maka dari itu, kita harus membuat perhitungan tentang berapa pendapatan yang seharusnya dimiliki agar mencapai financial freedom.

  1. Mempunyai sumber pendapatan lain

Untuk mempunyai pendapatan yang bisa menutupi semua pengeluaran, tentunya butuh pendapatan yang cukup besar. Salah satu caranya adalah mempunyai sumber pendapatan lain. Cara ini sangat efektif, di mana pendapatan utama bisa untuk membayar kebutuhan pokok, sedangkan pendapatan lainnya bisa untuk menabung dan membeli aset.

Langkah paling populer dalam mencari sumber pendapatan lain adalah dengan berbisnis. Memulai suatu bisnis tidak selalu memerlukan modal yang besar, bahkan ada bisnis yang tanpa modal, seperti menjadi dropshipper, freelancer, dan sebagainya. Langkah yang kedua, kita bisa membangun passive income dengan memanfaatkan media internet, salah satu contohnya adalah membuat blog. Untuk lebih lengkap tentang cara membangun passive income, Youngvestors bisa membaca di artikel sebelumnya ya!

  1. Melakukan investasi

Berapa banyak pun uang yang kita miliki saat ini, tidak akan sama lagi nilainya di masa depan, karena ada yang namanya inflasi. Maka dari itu, Youngvestors sangat wajib untuk melakukan investasi. Selain melawan inflasi, investasi juga bisa menjadi salah satu alat kita untuk mencapai financial freedom, karena dalam investasi ada yang namanya compounding interest, yaitu uang kita akan terus bunga berbunga seiring berjalannya waktu. Jadi semakin cepat memulai investasi akan semakin baik.

  1. Melunasi semua hutang

Untuk  memiliki kebebasan secara finansial, tentunya kita tidak boleh mempunyai hutang lagi, apalagi dengan nilai besar. Jika masih ada, upayakan untuk segera melunasinya. Lebih baik lagi jika nilai dari aset kita bisa melunasinya.

  1. Tentukan tujuan keuangan

Menentukan tujuan keuangan sangat berguna untuk kita membuat strategi perencanaan keuangan, sehingga setiap pengeluaran dapat lebih teratur.

Selain itu, pengertian financial freedom bagi setiap orang juga berbeda, ada yang merasa mencapainya saat bisa travelling ke luar negeri setiap bulan tanpa khawatir atau sudah memiliki dana pensiun yang cukup. Dengan hal ini, kita bisa lebih mudah dalam menentukan cara yang tepat untuk mencapainya.

Itulah 5 cara dari Mintor untuk mencapai financial freedom sejak dini. Apakah Youngvestors punya cara lain untuk mencapai financial freedom? Yuk bagikan caramu di kolom komentar di bawah! Jangan lupa untuk baca artikel lainnya dan follow Instagram @i_amcommunity ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:

https://koinworks.com/blog/cara-mencapai-financial-freedom/

https://www.ekrut.com/media/financial-freedom-adalah

Investasi Di Reksadana Bikin Cepat Kaya?

Investasi adalah aktivitas menyimpan uang pada suatu instrumen yang diharapkan dapat memberi keuntungan pada jangka waktu tertentu. Beberapa instrumen investasi yang paling terkenal di Indonesia adalah reksadana, deposito, saham, emas, properti, dan peer-to-peer lending. Nah dalam artikel kali ini, Mintor akan membahas lebih dalam mengenai reksadana.

Mengapa reksadana? Saat ini reksadana menjadi instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat, terutama generasi milenial.

Sumber: unplash.com

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2002), reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Sederhananya, reksadana merupakan kumpulan produk keuangan yang dikelola oleh manajer investasi.

Reksadana ini sangat cocok untuk orang-orang yang sangat sibuk bekerja atau tidak sempat menganalisis dan mengikuti berita, karena dalam reksadana, kita mempercayai seseorang untuk mengatur dan mengelola uang yang kita ‘titipkan’, orang itu disebut sebagai manajer investasi.

Namun apa saja sih kelebihan dari reksadana ini? Yuk kita bahas!

  1. Modalnya yang sangat kecil

Bagi orang yang mengatakan bahwa investasi butuh modal yang besar, jelas itu hoax. Buktinya Youngvestors bisa mulai investasi di reksadana mulai dari Rp10.000. Modal yang kecil ini menjadi salah satu keunggulan paling menonjol yang dimiliki reksadana.

  1. Risiko yang rendah

Umumnya, manajer investasi yang mengelola uang kita ini melakukan diversifikasi pada beberapa produk keuangan. Hal ini membuat reksadana memiliki kelebihan yaitu risikonya yang rendah. Diversifikasinya ke mana saja? Tergantung pada jenis reksadana yang kita pilih.

  1. Dikelola oleh manajer investasi

Seperti yang Mintor katakan tadi, uang yang kita simpan dalam reksadana itu dikelola oleh profesional yang disebut manajer investasi. Ibaratnya kita mempercayakan uang kita pada seseorang dan tinggal menunggu hasilnya.

Semua instrumen investasi tentunya tidak ada yang sempurna. Akan tetapi, dengan mengenal kekurangannya, setidaknya dapat menyesuaikan dengan perencanaan keuangan kita. Maka dari itu, yuk kita pelajari!

  1. Biaya tambahan

Biaya ini biasa disebut management fee yang sudah termasuk biaya pengelola, biaya operasional, biaya administrasi, dan sebagainya.Namun bagi Mintor, kekurangan yang satu ini sangat wajar, karena kita hanya ‘duduk manis’ saja untuk mendapatkan keuntungan.

  1. Salah memilih manajer investasi

Sebelum mempercayakan uang kita pada manajer investasi di reksadana, sangat dianjurkan agar kita memilih manajer investasi yang tepat, karena jika kita salah memilih, bukan tidak mungkin uang kita malah berkurang atau rugi.

  1. Return yang lebih rendah dari saham

Sebagai instrumen investasi yang rendah risiko, pastinya juga memiliki return yang lebih kecil dari instrumen lainnya, terutama saham. Meskipun begitu, return dari reksadana ini tetap sangat menarik.

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya, diharapkan Youngvestors jadi lebih kenal dengan reksadana ya! Oh iya, reksadana itu juga banyak loh jenisnya, mari simak bahasan dari Mintor.

  1. Reksadana saham

Sesuai namanya, reksadana ini paling banyak alokasinya di saham. Di kaca mata pemula, reksadana satu ini pasti sangat menggiurkan, karena mampu memberikan return sampai 18% per tahunnya. Akan tetapi, kita harus tahu juga, reksadana saham ini tidak terus naik nilainya, bukan tidak mungkin dalam waktu satu tahun, uang kita malah berkurang. Maka dari itu, reksadana saham sangat cocok untuk investasi jangka panjang.

  1. Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang berisi dana tunai dan obligasi yang membuatnya minim risiko, namun tetap memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan deposito. Nilainya yang selalu naik membuat reksadana ini mampu dimanfaatkan menjadi dana darurat. Reksadana ini sangat cocok untuk investor jangka pendek.

  1. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana ini paling banyak berisi produk surat utang atau obligasi, di mana obligasi sendiri mampu memberikan bunga secara tetap yang membuat reksadana ini disebut sebagai pendapatan tetap. Nilainya dapat naik dan turun, performanya ini tergantung pada suku bunga dan mata uang. Maka reksadana ini dapat digunakan untuk investasi jangka menengah.

  1. Reksadana campuran

Nama reksadana ini menggambarkan dirinya sendiri, karena reksadana ini memang terdiri dari campuran bermacam produk, yakni saham, obligasi, dan pasar uang. Reksadana campuran memiliki return yang tidak tentu karena nilainya yang selalu naik dan turun. Bagi investor jangka menengah hingga panjang, boleh banget memilih reksadana ini.

  1. Reksadana indeks

Sebagai manajer investasi, ada saatnya melakukan kesalahan atau human error yang dapat merugikan investor. Nah hal ini dapat dihindari dengan berinvestasi di reksadana indeks, karena nilai dan performa dari reksadana ini mengikuti pergerakan indeks. Indeks yang diikuti biasanya dari pasar obligasi dan saham. Karena mengikuti indeks, membuat reksadana ini tidak mampu memberikan return yang pasti sehingga sangat cocok untuk investasi jangka panjang.

Untuk membeli reksadana, sangat penting juga untuk mengetahui cara memilih yang paling cocok bagi kita. Nih Mintor kasih tipsnya ya!

  1. Pilih manajer investasi yang tepat

Kita sebagai investor pasti hanya mau mempercayakan uang ke manajer investasi yang paling aman dan terpercaya. Nah hal ini bisa dilihat dari daftar  Top 20 Assets Under Management (AUM). Sederhananya AUM adalah total nilai aset investor yang sedang dikelola oleh manajer investasi. Jadi otomatis semakin banyak total AUMnya, semakin banyak yang percaya.

  1. Pilih reksadana sesuai tujuan keuangan

Bagi Youngvestors yang ingin investasi untuk jangka pendek sangat dianjurkan reksadana pasar uang, untuk jangka menengah reksadana pendapatan tetap, dan untuk jangka panjang bisa reksadana saham, campuran, dan indeks. Misalnya Youngvestors ingin membeli handphone 5 bulan lagi, maka pilihlah reksadana pasar uang.

  1. Pilihlah biaya manajemen yang paling rendah

Semua investor pasti biaya manajemen yang tinggi dalam berinvestasi, karena akan sangat merugikan jika return yang sudah kita dapatkan terpotong biaya. Oleh karena itu, pertimbangkanlah biaya manajemen sebelum membeli sebuah produk reksadana.

Setelah membaca artikel ini, bagaimana menurut Youngvestors? Apakah investasi di reksadana bisa bikin cepat kaya? Perlu diingat ya, bahwa semua instrumen investasi itu untuk memenuhi tujuan keuangan kita, bukan menjadi cepat kaya.

Oke Youngvestors, sekian ulasan lengkap mengenai reksadana. Nantikan konten menarik dan bermanfaat lainnya di Instagram @i_amcommunity ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber Referensi:
https://berkeluarga.id/2020/10/22/kelebihan-dan-kekurangan-investasi-reksadana/
https://reliance-investasi.com/?p=692
https://link.bahanatcw.com/reksa-dana-article?id=2
https://www.hsbc.co.id/1/PA_esf-ca-app-content/content/indonesia/personal/offers/news-and-lifestyle/files/articles/html/201906/jenis-jenis-investasi-yang-populer-di-indonesia.html

Mau Membangun Passive Income Sejak Muda? Lakukan 7 Hal Ini!

Mungkin Youngvestors pernah berpikir, kenapa orang seperti Elon Musk dan Jeff Bezos bisa menjadi orang terkaya di dunia? Nah jawabannya adalah karena mereka memiliki passive income. Passive income adalah pendapatan yang dihasilkan secara tidak langsung. Ibaratnya kita terus menghasilkan pendapatan walaupun sedang tidur.

Dengan memiliki passive income yang bagus, kita bisa memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita, sehingga tidak perlu lagi pusing memikirkan tagihan untuk kebutuhan pokok dan lainnya. Sementara itu, active income yang kita hasilkan dari bekerja bisa digunakan untuk hal lainnya, seperti memenuhi kebutuhan hiburan.

Sumber: unplash.com

Bagi Youngvestors yang ingin membangun passive income sejak muda, pas banget nih, Mintor akan memberikan caranya untuk kalian. Yuk kita bahas!

  1. Membuat Sebuah Blog

Cara pertama ini merupakan salah satu cara paling populer yang dilakukan banyak orang untuk membangun passive income. Modal untuk memulainya bisa dikatakan kecil, karena hanya perlu membeli nama domain dan membayar hosting. Setelah itu kita hanya butuh konsisten membuat konten yang menarik. Agar tidak sulit, mulailah dari topik yang disukai, misalnya kita tertarik pada kuliner, maka buatlah konten tentang kuliner. Saat blognya sudah ramai, bisa kita manfaatkan dengan memasang iklan.

  1. Mengikuti Affiliate Marketing

Cara ini berhubungan dengan cara yang pertama, setelah mempunyai situs blog yang ramai, bisa kita manfaatkan juga untuk affiliate marketing. Affiliate marketing atau pemasaran afiliasi merupakan sistem untuk mempromosikan produk atau layanan yang jika ada sebuah pembelian maka kita mendapatkan komisi dari pembelian tersebut. Jika blog kita relevan dengan produk atau layanan yang sedang dipromosikan akan mempermudah kegiatan affiliate marketing yang dilakukan.

  1. Membuat Konten di Youtube

Untuk membuat Youtube kita bisa dimonetisasi, membutuhkan perjuangan yang cukup susah, karena ada target tertentu yang harus dicapai. Akan tetapi, saat kita sudah konsisten dan mempunyai audiens yang ramai, setiap video dan iklan yang dipasang bisa dimanfaatkan untuk menjadi passive income.

  1. Melakukan Investasi

Kita bisa memanfaatkan keuntungan dari investasi sebagai passive income, contohnya bagi investor saham bisa mengambil dividen dan capital gain. Instrumen investasi yang dipilih harus disesuaikan dengan profil risiko kita masing-masing. Setelah berinvestasi, jangan lupa lakukan diversifikasi, yaitu menempatkan dananya pada beberapa instrumen agar terhindar dari potensi kerugian.

  1. Menyewakan Properti

Sebelumnya kita memang harus memiliki properti dahulu seperti apartemen dan hal ini membutuhkan modal yang besar. Namun aset ini akan memberikan passive income yang sangat menarik di kemudian hari. Bahkan harga properti yang naik terus juga bisa digunakan untuk investasi saat kita menjualnya di masa depan.

  1. Bisnis Kos-kosan

Hampir sama dengan cara yang sebelumnya, namun kita bisa menyewanya per kamar. Bisnis ini sangat menarik untuk dijadikan passive income saat sudah berjalan. Misalnya kita menyewakan 10 kamar kos dengan harga Rp1.000.000 per bulan, maka setiap bulannya kita akan menerima omzet Rp10.000.000 tanpa harus bekerja.

  1. Menjual Karya Kreatif

Bagi Youngvestors yang mempunyai bakat di bidang kreatif seperti menyanyi, menulis dan sebagainya, bisa memanfaatkan hal tersebut untuk mendapatkan royalti. Sederhananya orang lain akan membayar kita untuk menggunakan karya kreatif kita tersebut.

Setelah mengetahui beberapa cara tersebut, pilihlah cara yang paling nyaman untuk dijalankan. Bagi Youngvestors, mulailah membangun passive income sejak dini. Pada awalnya memang memberatkan, namun hasilnya akan sangat indah pada waktunya.

Oke Youngvestors, sekian artikel dari Mintor mengenai cara membangun passive income terutama bagi anak muda. Tidak ingin ketinggalan konten menarik lainnya? Follow Instagram @i_amcommunity ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:
https://koinworks.com/blog/cara-menghasilkan-passive-income-dengan-mudah/
https://www.niagahoster.co.id/blog/passive-income/