Senang Menolong Pekerjaan Orang Lain? Hati-hati, Mungkin Kamu Mengidap Savior Complex!

               Sumber: pexels.com

            Halo Youngvestors! Dalam dunia pekerjaan, apakah kalian senang menolong orang lain? Menolong orang lain merupakan salah satu tindakan positif. Akan tetapi, apabila hal ini dilakukan secara berlebihan justru akan merugikan diri sendiri bahkan orang lain pun akan merasa terganggu. Inilah yang disebut dengan Savior Complex yang merupakan sebuah masalah psikologis yang membuat seseorang merasa perlu untuk menyelamatkan orang lain. Orang dengan kepribadian ini memiliki kecenderungan kuat untuk mencari orang yang sangat membutuhkan bantuan, bahkan seringkali dengan mengorbankan kebutuhan mereka sendiri untuk membantu orang lain. Savior complex dapat dikategorikan parah, apabila orang tersebut memaksakan bantuannya sehingga orang lain pun merasa sangat tidak nyaman.

            Nah, Youngvestors, di artikel kali ini Mintor akan memberikan penjelasan lebih dalam lagi mengenai dampak negatif dari savior complex dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam dunia pekerjaan. Kecenderungan savior complex sangat mungkin untuk:

  1. Merasa bangga pada diri sendiri saat menolong rekan kerjanya.
  2. Membuang banyak energi dan waktu kerja hanya untuk membenahi masalah orang lain.
  3. Meyakini bahwa menolong orang lain adalah tujuan hidup.
  4. Menganggap hasil kerjanya lebih baik dari orang lain, sehingga orang yang dibantu justru tidak akan belajar dari apa yang dikerjakannya.

Dari ciri-ciri savior complex yang Mintor jelaskan di atas, berikut ini adalah dampak buruk yang akan timbul bagi para karyawan apabila budaya savior complex menjadi hal yang lumrah dilakukan di perusahaan:

  1. Burnout

Apabila Youngvestors terus-menerus menggunakan seluruh waktu dan energinya untuk membantu rekan kerja, dapat membuat kalian hanya memiliki sedikit energi untuk diri sendiri. Perusahaan juga akan merasa rugi apabila menggaji karyawannya yang membuang-buang waktu.

  1. Hubungan sosial terganggu

Memaksakan memberi pertolongan kepada rekan kerja yang sedang memiliki masalah dapat merusak hubungan yang telah terjalin, karena tidak semua orang butuh solusi dari kita, beberapa dari mereka hanya ingin didengarkan keluh kesahnya.

  1. Perasaan kecewa yang berlebihan

Dalam memberikan pertolongan kepada rekan kerja, tidak selamanya akan berhasil. Pasti akan mengalami kegagalan yang berakibat timbulnya perasaan bersalah dan merasa tidak mampu.

Bagaimana ya cara mengatasi savior complex ini? Caranya akan Mintor jelaskan di bawah ini. Simak baik-baik ya!

      Sumber: pexels.com

  1. Menjadi pendengar yang baik

Sebagai karyawan yang profesional, apabila ada rekan kerja Youngvestors yang merasa kesulitan, biarkan dia menjelaskan kesulitannya, karena terkadang mereka hanya butuh tempat bercerita.

  1. Menawarkan bantuan

Menawarkan sebuah bantuan yang bersifat sukarela dan tanpa paksaan merupakan salah satu tindakan yang baik. Apabila rekan kerjamu menolak, tidak apa-apa.

  1. Menghormati orang lain

Tetap menghargai keputusan apa yang mereka ambil ketika sedang menghadapi masalah. Ingat! Dengan berpikir bahwa kalian lebih benar, sama saja menganggap diri mereka lemah ya.

Walaupun menolong orang lain merupakan suatu hal yang mulia, tetapi apabila dilakukan secara berlebihan apalagi dengan rekan kerja akan menurunkan profesionalitas dalam pekerjaan. Apabila kalian memiliki ciri-ciri seperti di atas, mulailah untuk mengurangi hal tersebut. Bahkan jika kalian sudah tidak bisa mengendalikan perilaku tersebut, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Sekian penjelasan Mintor kali ini, terima kasih sudah menyimak dan sampai jumpa di artikel selanjutnya! Jangan lupa ikuti juga konten menarik dan bermanfaat kami di Instagram @i_amtalentindo ya!

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future!

Sumber Referensi:

Impact Circle AIESEC in UNJ “Escaping the Storm in Middle Life Crisis”

Penulis: Syifaa Khoirunnisaa

I AM Community kembali mengadakan webinar kolaborasi bersama AIESEC Universitas Negeri Jakarta dengan membawakan tema “Escaping the Storm in Middle Life Crisis”. Webinar yang dilaksanakan melalui Zoom pada tanggal 14 Agustus 2021, dimeriahkan oleh beberapa pembicara, salah satunya adalah Miss Monica Tanata selaku CEO & Founder dari I AM Community. Ditemani pembicara lain yang tak kalah hebat seperti Miss Anggi Mayangsari, Miss Shafinaz Nachiar, dan Miss Putu Rarasati membuat webinar menjadi sangat inspiratif.

            Webinar Impact Circle AIESEC kali ini dipandu oleh Miss Putri Muthya, duta Universitas Negeri Jakarta 2020 sebagai moderator. Miss Putri membawa jalannya acara dengan lancar dan interaktif. Diskusi dilakukan dengan tanya jawab antara moderator dan tiga pembicara yaitu Miss Monica Tanata dengan fokus pada permasalahan finansial, Miss Shafinaz Nachiar yang berfokus pada permasalahan self-development, dan Miss Anggi yang berfokus pada permasalahan psikologi. Pembawaan setiap pembicara sangat memberikan wawasan baru terhadap para peserta, karena tema kali ini dinilai sangat berkaitan dengan permasalahan anak-anak muda saat ini.

            Quarter life crisis merupakan periode seseorang dalam mencari jati diri yang biasanya ditandai dengan kebingungan, kekhawatiran, dan kebimbangan akan kehidupan. Hal ini sangat wajar terjadi pada diusia pertengahan 20-an, karena saat itu adalah saat dimana orang-orang mulai mengenal tantangan dalam menentukan suatu pilihan dan mengetahui value dari diri mereka. Quarter life crisis tentu bukan sebuah hal yang menakutkan, namun adalah peluang bagi kita untuk menemukan titik balik menjadi seseorang yang luar biasa nantinya. Saat mengalami quarter life crisis, yang harus dilakukan adalah menanamkan mindset positive dipikiran kita, lihat sesuatu dari sisi positifnya. Kita dapat mempelajari sesuatu dari orang lain, namun jangan melihat dari suksesnya, lihatlah bagaimana mereka berproses dan jangan pernah bandingkan dirimu dengan yang lain.

Kesalahan utama anak muda saat ini adalah berpikir bahwa jika ingin sukses ia tidak boleh gagal, yang membuat kita menjadi lelah sendiri dengan produktivitas masing-masing. Miss Anggi juga menegaskan “segagal apapun, tanamkan growth mindset dipikiran kita”. Lantas, Miss Shafinaz juga menambahkan bahwa saat mengalami kegagalan ada baiknya kita menceritakan hal tersebut kepada orang terdekat kita atau yang biasa disebut support system. Ia menegaskan bahwa relasi dan koneksi adalah dua hal yang berbeda. Saat kita gagal, relasi hanya dapat membantu kita untuk sementara, sedangkan memiliki deep connection dapat membantu kita dalam menyelesaikan masalah. Itulah mengapa perlu bagi kita untuk

terus memiliki hubungan baik dengan orang sekitar.

Pada umur sekitar 20 tahun, juga tak jarang dari kita sering memikirkan beban finansial. Miss Monica sangat mendukung anak muda yang ingin belajar finansial sejak muda, ia juga menegaskan “uang bukan segalanya, tapi segala yg ada dihidup butuh uang”. Dana juga tidak masuk dan keluar sesuka kita, dana perlu diatur mulai dari dana darurat, dana tabungan, dana hiburan, dan dana pensiun. Menyiapkan finansial dari sekarang adalah hal yang sangat penting. Oleh karena itu, lebih baik menyiapkan finansial planning dengan segera dari pada menunggu saat kita benar-benar membutuhkannya.

Melanjutkan agenda webinar Impact Circle, setelah selesai sesi diskusi pembicara dengan moderator, peserta dialihkan ke breakout room Zoom sesuai dengan minatnya. Miss Monica melanjutkan kembali sharing bersama peserta webinar di room finansial yang dipandu oleh Mr. Nur Faizi sebagai moderator dari AIESEC.

Miss Monica membawakan penjelasan terkait dengan financial freedom, para peserta terlihat aktif mengikuti diskusi melalui kolom chat membuat sesi kali ini terasa sangat interaktif. Ada 6 tahapan dalam mencapai financial freedom yang dijelaskan oleh Miss Monica yaitu dependent, solvency, stability, debt freedom, security, dan independence. Miss Monica juga memberikan tips untuk menuju financial freedom yaitu dengan menabung dan melunaskan hutang terlebih dahulu, setelah itu kita baru bisa melakukan financial planning, dilanjutkan dengan financial management, dan terakhir adalah berinvestasi. Kebanyakan anak muda saat ini salah mengartikan investasi dengan cara untuk cepat kaya, kali ini Miss Monica menegaskan bahwa “investasi merupakan kendaraan untuk melawan inflasi, bukan cara untuk cepat kaya”. Beliau juga memberikan arahan bahwa setiap instrumen investasi memiliki risikonya masing-masing, sehingga penting diperhatikan untuk mengenali profile risiko kita. Pada akhir sesi, Miss Monica juga memberikan mini games berbentuk diskusi yang diikuti oleh peserta webinar secara antusias.

Setelah melewati rangkaian sharing di breakout room, semua partisipan kembali ke main room dan mengikuti rangkaian acara terakhir yaitu refleksi bersama Miss Putu Rarasati. Miss Putu membawa acara terakhir dengan hikmat, terlihat semua peserta mengevaluasi diri mereka masing-masing dan mencoba mengeluarkan semua perasaan yang selama ini terpendam melalui chatbox di aplikasi Zoom. Acara terakhir berlangsung dengan lancar, dilengkapi dengan kalimat motivasi dan nasihat dari Miss Putu agar tidak terlalu keras dengan diri kita.

Sampai pada penghujung acara, webinar yang dihadiri oleh 126 partisipan ditutup dengan sesi foto bersama oleh Miss Putri selaku moderator dan dilanjutkan dengan Mr. Lukman Hakim selaku MC pada webinar impact circle kali ini. Kegiatan webinar resmi selesai pada pukul 17.00 WIB dilengkapi dengan ucapan terimakasih dari para peserta karena telah mengadakan acara yang hebat, inspiratif, dan interaktif. Semoga dengan adanya kegiatan ini, I AM Community dapat membantu anak-anak muda untuk terus berkarya, berkembang, dan mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Diharapkan pula kedepannya akan terus ada kolaborasi menarik bersama dengan komunitas yang ada di Indonesia untuk mencetak pemimpin masa depan Indonesia yang hebat.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Malam Penyambutan Intern Team Internal PT. Anak Muda Berkarya : Batch 1

Intern PT. Anak Muda Berkarya

Acara “Malam Penyambutan Intern Team Internal PT. Anak Muda Berkarya : Batch 1” dilaksanakan oleh PT. Anak Muda Berkarya sebagai sambutan dan pembukaan dari rangkaian masa kerja para internship masa periode Januari hingga Juni 2021, yang dimana acara tersebut dilakukan secara daring melalui Zoom pada Senin, 18 Januari 2021 lalu. Terbagi menjadi tujuh divisi, seperti Human Resources, Business Development & Marketing, Accounting & Tax, Social Media & Creative, Podcast, IT & Website, dan Event & Media Relations, terpilihlah 24 anggota internship yang berhasil lolos dari ratusan pendaftar dari berbagai kota di Indonesia untuk menjadi bagian dari keluarga besar dari PT. Anak Muda Berkarya.

Membawahi I AM Community, para internship pada acara tersebut dikenalkan lebih dalam mengenai latar belakang hingga program kerja yang sudah dilaksanakan oleh team dari I AM Community sebelumnya. Tidak hanya itu, para internship juga diberi sambutan yang hangat oleh para team internal lainnya hingga jajaran petinggi dari PT. Anak Muda Berkarya.

Acara malam tersebut dibuka dengan sambutan dari Theresia Rustandi, selaku salah satu Board of Patron dari PT. Anak Muda Berkarya.

Sambutan dari Theresia Rustandi selaku salah satu Board of Patron dari PT. Anak Muda Berkarya pada acara malam penyambutan (18/01/21) (Foto : Hedwige Gevelyne)

Saya mengucapkan terimakasih dan luar biasa kepada teman-teman yang hadir dan berkenan memperkuat team dari I AM Community. Menjadi sebuah keluarga besar yang selalu saling bekerja sama, saling sharing, meningkatkan ilmu, pengalaman dan sebagainya di wadah I AM Community ini. Saya berharap I AM Community bisa menjadi wadah kalian untuk berprestasi dan meraih impian bersama-sama.” ujar Theresia sebagai sambutan awal dalam acara tersebut.

Theresia turut berpesan kepada para internship dari PT. Anak muda Berkarya untuk dapat memanfaatkan dan memaksimalkan I AM Community dengan sebaik-baiknya. Salurkan seluruh kemampuan dan bakat dari masing-masing individu untuk dapat menciptakan masa depan yang gemilang dan cemerlang karena diri sendirilah yang dapat menentukan masa depan setiap individu. 

Selain itu, sambutan pada acara malam tersebut juga dilanjutkan oleh Monica Tanata selaku Founder dan CEO dari PT. Anak Muda Berkarya. Monica turut menyambut dan bercerita secara singkat mengenai awal terbentuknya PT. Anak Muda Berkarya kepada internship yang hadir pada acara malam tersebut. Di kelilingi dan tidak sengaja terjun ke dunia bisnis menjadi awal mula Monica jatuh hati kepada dunia tersebut. Membuka wadah dan tempat bagi anak muda dalam berkembang dan berkarya, membuat Monica pada akhirnya membuka dua produk dari PT. Anak Muda Berkarya yaitu I AM Community dan Estator.

Sambutan oleh Monica Tanata selaku Founder dan CEO dari PT. Anak Muda Berkarya pada acara malam penyambutan (18/01/21) (Foto : Hedwige Gevelyne)

“Aku harap teman-teman bisa mengembangkan diri dan mendapat ilmu sebaik-baiknya dengan berada di I AM Community dan Estator. Disini kita bukan hanya sebagai team saja tetapi kita merupakan sebuah keluarga besar yang dapat terus berkembang.” ujar Monica menambahkan.

Acara “Malam Penyambutan Intern Team Internal PT. Anak Muda Berkarya : Batch 1” tentunya juga memperkenalkan secara dalam mengenai PT. Anak Muda Berkarya dan dua produk utamanya, yaitu I AM Community dan Estator kepada para internship. Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan pembagian masing-masing divisi ke dalam Break Out Room Zoom untuk berkenalan secara personal kepada setiap anggota dari masing-masing divisi.

Foto masing-masing team dari seluruh divisi yang terdapat dalam PT. Anak Muda Berkarya

Acara yang dilaksanakan kurang lebih selama dua jam ini, ditutup dengan berbagai pertanyaan dari para internship dan tidak lupa pengenalan dari salam I AM Community oleh Ilham Adhada, salah satu perwakilan dari Brand Ambassador of I AM Community, dan tentunya diikuti serta di lantangkan oleh seluruh team dari PT. Anak Muda Berkarya.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable

Rekomendasi Jenis Investasi Properti Paling Menguntungkan, Milenial Wajib Tahu!

 Halo Youngvestor!

Bagaimana kondisi keuanganmu hari ini? Sudahkah kalian mempersiapkan tunjangan di masa depan? Di zaman sekarang investasi sudah marak diminati oleh beragam kalangan, salah satunya investasi properti.

Selain keuntungan yang menggiurkan investasi properti di zaman sekarang dianggap lebih mudah karena adanya sistem crowdfunding. Melalui sistem ini, Youngvestor dan beberapa investor lainnya akan mendanai satu properti atau melakukan patungan untuk satu properti. Hal ini membuat banyak investor yang bermodal kecil bisa melakukan investasi properti. Investasi ini juga cocok dilakukan untuk para investor yang ingin mengurangi biaya perawatan dan legalitas properti.

Nah, kali ini Mintor ingin merekomendasikan beberapa jenis investasi properti yang bisa dijadikan inspirasi bagi Youngvestor, yuk simak infonya di bawah ini!

1. Residensial

Sumber: www.bankforeclosuressale.com

Residensial atau yang biasa kita kenal dengan tempat tinggal. Wujudnya dapat berupa rumah, rusun atau apartemen. Investasi properti jenis ini cocok bagi pemula karena modal awalnya yang terjangkau dan bisa dijadikan tempat tinggal sendiri atau bisa juga disewakan.  Perlu diingat, ketika kita sudah membelinya, maka ada pengeluaran rutin seperti pemeliharaan, renovasi, dan pajak. Jika Youngvestor ingin menjual kembali, disarankan untuk menjualnya pada saat yang tepat agar mendapatkan keuntungan.

2. Kantor

Sumber: instagram/lucasjanoutarchitects

Investasi properti jenis Ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Hal Ini dikarenakan lokasinya yang strategis.  Meskipun tidak selalu berada di tengah kota, tapi pasti berada di pinggir jalan besar. Rumah yang berada di pinggir jalan besar juga bisa dialih fungsikan menjadi kantor. Cukup sesuaikan interiornya dan tambahkan fasilitas kerja terkini seperti jaringan internet berkecepatan tinggi dan stabil.

3. Industri

Sumber: www.liputan6.com

Berinvestasi di bidang properti ini juga terkesan membutuhkan modal yang sangat besar. Ini tidak disarankan bagi kamu yang baru menapaki dunia investasi, karena investasi jenis ini membutuhkan network yang luas. Untuk itu jangan terburu-buru, mulailah berinvestasi yang sederhana dulu, seperti menyewakan tempat parkir, atau bangunan untuk gudang, dan lain-lain. Menyewakan dalam jangka waktu yang lama jauh lebih menguntungkan.

4. Pertokoan

Sumber: www.giaceh.com

Wujud dari investasi ini dapat berupa toko kecil, ruko, atau mall. Properti ini lebih cocok untuk disewakan. Dalam perkembangannya, kios-kios kecil di sekitar perumahan adalah investasi yang menarik meski mungkin nilainya tidak besar.

5. Bangunan Multiguna

Sumber: instagram.com/iamnabool

Investasi jenis ini berarti di dalam satu bangunan terdapat lebih dari satu kegiatan produksi. Jika Youngvestor memiliki modal yang cukup, investasi ini layak dilirik terutama yang berada di kawasan industri. Bangunan yang bertingkat memiliki nilai yang tinggi, Youngvestor dapat menyewakan setiap tingkatnya kepada penyewa berbeda. Misal lantai bawah untuk toko dan lantai atas untuk gudang atau kost.

Dari kelima jenis investasi di atas, mana yang sesuai dengan minat Youngvestor? Demikian informasi yang bisa Mintor berikan terkait jenis-jenis investasi properti ini. Semoga yang sedikit ini bermanfaat, jangan lupa untuk dibagikan juga dengan teman-temanmu yang lain ya, Youngvestor! Sampai bertemu di artikel I AM berikutnya!