Chairul Tanjung: Tips Sukses ala Anak Singkong

Apakah Youngvestors pernah mendengar julukan Si Anak Singkong yang terkenal dalam dunia bisnis? Si Anak Singkong atau Chairul Tanjung merupakan salah satu sosok inspiratif dalam perkembangan dunia bisnis. Chairul Tanjung merupakan pengusaha asal Indonesia yang sempat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia. Perusahaannya, CT Corp kini berhasil membawahi bebrbagai anak perusahaan lainnya, seperti Trans Corp, Bank Mega, juga CT Global Resources.

Sumber: id.wikipedia.org

Dengan berbagai pencapaiannya, Chairul Tanjung menuai banyak sanjungan dari masyarakat, terutama karena kerja kerasnya dibalik latar belakang keluarga yang kurang mumpuni. Chairul Tanjung dan sikap gigihnya menjadi kisah inspiratif yang sayang untuk ditinggalkan. Maka dari itu, Mintor akan mengajak Youngvestors sekalian untuk menelaah kembali kiat-kiat sukses dari pengalaman Chairul Tanjung.

  1. Bermimpi Setinggi Langit

Youngvestors tentu sudah sering bahkan bosan mendengar kalimat ini. Namun perlu disadari bahwa segala kesuksesan bermula dari mimpi. Youngvestors dapat secara bebas meletakkan mimpi tersebut setinggi-tingginya, namun pastikan mimpi tersebut bukan sekedar khayalan belaka. Jika berani bermimpi, maka pastikanlah Youngvestors telah memasang target dan misi untuk mencapai mimpi tersebut.

  • Strategi Kerja Cerdas

Meskipun Youngvestors memiliki visi dan misi yang jelas dalam mencapai mimpi tersebut, ketahuilah bahwa banyak pesaing di luar sana yang sedang berjuang pula. Maka dari itu, Youngvestors tidak hanya harus bekerja keras, namun juga bekerja cerdas. Jadilah pribadi yang tidak cepat puas dan teruslah belajar. Youngvestors juga harus mempertimbangkan strategi yang lebih efektif dan efisien, sehingga proses dapat berjalan lebih cepat dan tepat.

  • Perhatikan Detail

Youngvestors perlu menyadari betapa pentingnya memerhatikan detail sekecil apapun pada pekerjaan. Hal ini akan menjadi modal utama dalam melakukan evaluasi berkala untuk mencapai keberhasilan sesuai rencana awal. Belajarlah dari setiap kegagalan dalam proses dan bangkit dengan segenap evaluasi dan inovasi yang lebih baik.

  • Relasi

Lagi dan lagi, eksistensi relasi kini menjadi kunci penting dalam bisnis. Youngvestors harus belajar mencari dan memertahankan relasi dengan baik. Chairul Tanjung dalam proses pengembangan bisnisnya memiliki jaringan yang luas, baik dari kalangan atas maupun bawah. Relasi yang luas akan membantu Youngvestors untuk menjangkau pasar, bantuan modal, bahkan tenaga kerja.

Dalam prosesnya, pengembangan bisnis tidak akan pernah jauh dari niat dan keinginan yang kuat. Namun Youngvestors perlu menyadari bahwa niat dan keinginan tidak akan terwujud tanpa kerja keras. Ingatlah bahwa banyak pesaing di luar sana yang memimpikan hal yang sama. Maka dari itu, Youngvestors harus mulai menganalisa kemampuan dan mengembangkan diri dengan strategi yang tepat agar mampu berada satu langkah di depan pesaing lainnya.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk bagikan dengan Youngvestors lainnya. Bagikan kisah dan pengalaman kalian melalui kolom komentar dan kunjungi akun Instagram @i_amtalentindo untuk berbagai tips dan artikel lainnya. Sampai bertemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Bob Sadino: Sukses dengan Menjadi ‘Orang Bodoh’!

Sumber: www.minews.id

Youngvestors tentu pernah mendengar seseorang dengan sebutan Om Bob, bukan? Bob Sadino atau yang kerap kita kenal sebagai Om Bob merupakan seorang pengusaha asli Indonesia yang sukses berkarier dalam bidang pangan dan peternakan. Tidak seperti banyak pengusaha sukses lainnya, Bob Sadino hidup tanpa pakaian necis dan mewah. Tidak dipungkiri bahwa kisah hidupnya dianggap cukup inspiratif bagi banyak orang.

Bob Sadino dalam kehidupan kariernya membawa prinsip yang dianggap gila dan aneh. Ia selalu menegaskan bahwa salah satu langkah mencapai kesuksesan dalam dunia bisnis adalah menjadi ‘orang bodoh’. Waduh, kenapa menjadi orang bodoh justru bisa membantu kita lebih sukses ya, Mintor?

Bab Sadino menyatakan menjadi seseorang yang pintar akan menjadikan kita sebagai pribadi yang memiliki banyak pertimbangan. Hal ini pada dasarnya bukanlah hal yang buruk untuk diterapkan. Memiliki pertimbangan dalam segala aspek adalah salah satu upaya agar kita mampu menganalisa keuntungan dan kerugian sebelum terjebak dalam suatu aktivitas. Namun pada banyak kasus, pertimbangan-pertimbangan inilah yang kemudian cenderung menghambat pergerakan Youngvestors untuk berani memulai suatu hal baru. Tingginya rasa takut untuk menghadapi situasi dan resiko yang belum pernah dialami akan memberikan kecenderungan bagi kita untuk enggan mengambil langkah baru. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa ‘orang bodoh’ memiliki peluang untuk sukses yang lebih besar.

Bob Sadino memberikan pandangan yang berbeda terkait definisi ‘orang bodoh’ dalam kasus yang satu ini. Beliau menyatakan ‘orang bodoh’ adalah mereka-mereka yang berani mengambil resiko dan tidak takut akan kegagalan. ‘Orang bodoh’ tidak akan gentar dan berhenti ketika dihadapkan pada suatu permasalahan. Namun hal yang perlu digarisbawahi adalah Youngvestors tidak boleh meromantisasi makna menjadi ‘orang bodoh’.

Menjadi ‘orang bodoh’ tidak berarti hanya mengandalkan keberanian tanpa terus belajar. Youngvestors harus menyadari bahwa sebuah keberhasilan tetap harus diiringi dengan kerja keras pula. Penting bagi Youngvestors untuk tetap memiliki pertimbangan yang baik, namun pastikan hal tersebut tidak akan membatasi gerak dan memberikan ketakutan untuk melakukan sesuatu.

Nah, itu merupakan salah satu prinsip gila dan aneh yang dipegang oleh Bob Sadino. Apakah Youngvestors kini memahami bagaimana pentingnya menyeimbangkan segala pertimbangan dan keberanian? Yuk, bagi pengalaman Youngvestors dalam kolom komentar!

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk bagikan artikel kepada Youngvestors lainnya! Kunjungi akun instagram @i_amtalentindo untuk berbagai tips lainnya dan sampai ketemu di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

4 Alasan Pebisnis Wajib Mempunyai Mentor

Sumber: Freepik – Business People Illustration

Halo, Youngvestors!

Setiap pebisnis khususnya yang baru memulai bisnis memerlukan arahan dari seseorang yang lebih berpengalaman dalam urusan bisnis. Orang tersebut biasanya dikenal dengan sebutan mentor, namun banyak pebisnis yang menjalankan bisnisnya tanpa seorang mentor. Dalam kenyataannya, banyak miliader yang sukses karena memiliki mentor yang membantu mereka untuk membangun bisnis mereka. Contoh nyatanya adalah Mark Zuckerberg yang memiliki mentor yaitu Steve Jobs. Yuk kita lihat alasan pebisnis untuk harus memiliki mentor bisnis.

Sumber: Freepik – Business People Working Illustration

1. Mendapatkan Pembelajaran yang Nyata

Mentor merupakan orang yang sudah melakukan apa yang ingin kita lakukan dan berhasil melakukannya. Berbeda dengan penasehat, penasehat adalah orang yang memberitahu kita cara melakukannya namun bisa jadi belum pernah melakukannya. Pengalaman adalah pembelajaran yang penting dalam hidup begitu juga dengan kegagalan. Sulit untuk bisnis berjalan tanpa adanya mentor karena disini mentor dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, kegagalan yang pernah mereka lakukan, dan juga dapat memberikan saran serta masukan untuk bisnis yang kita miliki.

Sumber: Pinterest – Online Internet Business Deal

2. Kemungkinan Sukses akan Lebih Besar

Karena kita memiliki mentor yang telah berhasil melewati segala rintangan, tentu mereka akan mengajari kita mengenai keputusan dan tindakan apa saja yang perlu kita lakukan, sehingga peluang kita untuk sukses akan lebih besar karena arahan-arahan yang diberikan oleh mentor. Kita juga dapat memiliki koneksi dari kenalan mentor kita dan dapat kita jadikan kesempatan untuk belajar dan memperluas jaringan bisnis yang kita miliki. Tentunya ini bisa menjadi lompatan untuk kita mencapai keberhasilan.

Sumber: Freepik – Vector Premium

3. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Mentor yang sukses akan selalu membawa dampak positif untuk pengikutnya. Kepercayaan diri dapat ditemukan dari adanya mentor karena dengan memberikan masukan dan arahan, kita akan lebih dapat percaya bahwa bisnis kita berjalan dengan lancar. Seorang mentor dapat mendorong pebisnis muda untuk dapat melihat tantangan sebagai peluang dan juga dapat meningkatkan kepercayaan diri.

Sumber: Freepik – Vector Gratis

4. Membantu Bisnis Bertahan

Dalam buku Cashflow Quadrant oleh Robert T. Kiyosaki, beliau menjelaskan bahwa 9 dari 10 kegagalan dalam 5 tahun adalah karena kurangnya pengalaman dan modal. Kurangnya pengalaman membuat mentor begitu penting untuk dapat hadir di suatu bisnis. Tentu semua pebisnis ingin agar bisnisnya bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Meski tetap ada rintangan yang akan dihadapi, namun mentor juga bisa memberikan kita dukungan untuk dapat terus berjuang.

Nah, bagaimana Youngvestors? Sudahkah kalian mendapatkan mentor untuk memulai bisnis yang kalian miliki? Youngvestors harus mengerti bahwa mentor adalah pilihan yang tepat ketika membangun bisnis. Hal ini dikarenakan mentor sudah banyak mencicipi manis pahitnya bisnis sehingga dapat membantu kita dalam meraih keberhasilan seperti mentor tersebut.

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!

Tips Anti Gagal Bangun Bisnis Baru

Sumber: 123RF – Opportunity Stock Vector Illustration

Memulai bisnis bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Tentu akan ada manis pahit yang dirasakan bahkan ketika bisnis sudah besar sekalipun. Belajar dari pengalaman dan membuat strategi yang tepat merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap orang, termasuk pebisnis hebat. Namun untuk membuat dan melakukan sebuah strategi, seseorang harus melihat peluang dan kesempatan yang tersedia. Langsung saja kita bahas bagaimana melihat peluang tersebut yuk, Youngvestors!

Sumber: Iconscout – Opportunities Illustration

1. Mencari Permintaan Paling Tinggi

Seperti yang pernah kita pelajari di pelajaran ekonomi ketika masih sekolah, kita akan mengetahui bahwa perekonomian berkaitan dengan permintaan dan penawaran, bukan? Dalam bisnis, kita pun harus melihat apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan dari target konsumen saat ini. Jika kita menyediakan sesuai dengan permintaan saat ini, tentunya kita akan mendapatkan kesempatan untuk bisa mendapatkan konsumen dengan banyaknya permintaan untuk barang tersebut, Youngvestors!

Sumber: Telecoms.com – Search For Opportunities

2. Memilih Produk yang Berpotensi

Berbeda dengan permintaan, kini kita harus melihat produk/jasa apa yang dapat berpotensi untuk jangka panjang. Potensi sendiri merupakan suatu kemampuan, kekuatan, kapasitas yang belum tercapai untuk saat ini. Dengan kita melihat produk yang berpotensi di masa depan, kita dapat membuat atau mengembangkannya dari sekarang, sehingga di masa depan saat barang tersebut dibutuhkan, kita sudah dapat memproduksinya sesuai permintaan pasar. Tentunya barang yang kita jual akan mempunyai nilai tambahan dan bertahan cukup lama dibandingkan dengan barang yang hanya mengikuti trend dan hal-hal yang viral.

Sumber: Macrovector – Page 1 Opportunities Search and Download

3. Membuat Customer Database

Konsumen adalah Raja. Tidak dipungkiri bahwa jika tidak ada konsumen, suatu bisnis tidak akan berjalan, bukan? Maka dari itu, kita harus mengetahui seperti apa konsumen kita dilihat dari hal umum seperti umur, jenis kelamin, dan lokasi tempat tinggal. Dengan memiliki database, kita dapat menganalisis kunjungan konsumen ke website, barang apa yang disukai oleh konsumen dan hal lainnya. Kita juga dapat mengetahui data konsumen melalui sosial media seperti Instagram yang sudah memiliki algoritma tersendiri. Kita juga dapat memanfaatkan data ini untuk mengelola sosial media sehingga kita dapat mengetahui kapan kita dapat melakukan promo.

Sumber: 123RF.com – Omni Channel Concept Business

4. Mengoptimalkan Channel Bisnis

Semenjak pandemi, hampir seluruh bisnis mau tidak mau harus membuat bisnisnya beralih secara online. Oleh karena itu, kita harus benar-benar mengoptimalkannya dengan cara memberikan menu barang/jasa yang kita miliki secara lengkap sehingga konsumen tidak perlu bertanya-tanya lagi pada kita perlu untuk membuat daftar barang/jasa menjadi lebih informatif. Dalam hal promosi, kita dapat memberikan promo seperti gratis ongkos kirim, promo paketan (bundling) agar lebih menarik konsumen.

Artikel ini semoga dapat membuat Youngvestors kini sudah mempunyai gambaran mengenai apa saja yang harus dilakukan dalam berbisnis. Mintor berharap artikel ini dapat bermanfaat untuk Youngvestors semua ya! Selamat berjuang untuk memulai dan mempertahankan bisnis ya, semoga hal-hal baik saja yang terjadi. Youngvestors masih ingin tahu tantangan apa aja dalam memperluas bisnis? Tunggu artikel berikutnya yah!

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!