Dampak Kemajuan Industri Properti Bagi Perekonomian Negara

Sumber: Chemical Code – Why Traditional Marketing

Halo, Youngvestors!

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pernah mengatakan bahwa sektor properti dapat menunjang perekonomian Indonesia. Hal ini disebabkan karena sektor properti memiliki pengaruh untuk sektor lainnya seperti sektor konstruksi maupun real estate. Beliau juga menyampaikan bahwa sektor konstruksi dan properti memiliki karakteristik yang bagus karena keduanya dapat menunjang sektor lain agar lebih berkembang untuk menumbuhkan perekonomian nasional.

Menurut perhitungan dari Sri Mulyani, pertumbuhan industri properti akan berdampak pula pada penciptaan lapangan kerja. Bahkan beliau menjelaskan bahwa 5 tahun terakhir, sektor industri Indonesia hanya bertumbuh di angka 3,5% saja.

Properti merupakan aset yang pasti ingin dimiliki oleh semua orang. Setiap orang memerlukan tempat tinggal sebagai tempat hunian untuk bertahan hidup. Setiap tahun, properti seperti pada harga perumahan selalu naik karena permintaan yang lebih tinggi dibanding jumlah rumah yang ditawarkan. Hal ini dibuktikan dengan survei penduduk tahun 2015 hingga 2019 terdapat sebesar 266,91 juta jiwa penduduk dimana kita ketahui bahwa  tanah yang ada di bumi ini tidak pernah bertambah jumlahnya. Pada tahun 2016, Bank Dunia merilis kebutuhan rumah di Indonesia mencapai 920 ribu unit ribu per tahun sedangkan yang tersedia hanyalah 400 ribu unit per tahun.

Pulung Prahasto selaku Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha PT Adhi Persada Properti mengatakan bahwa potensi hunian tapak alias rumah akan bertumbuh stabil seiring dengan pertumbuhan penduduk. Hunian tapak dirasa lebih stabil karena permintaan akan hunian tapak lebih banyak dibandingkan dengan apartemen. Masyarakat yang membeli rumah, biasanya untuk ditinggali sebagai hunian sedangkan apartemen lebih banyak dilirik oleh investor sebagai bisnis sewa properti dengan tujuan mendapatkan pendapatan tambahan.

Meskipun pandemi COVID-19 masih belum menemukan titik terang, sektor properti menjadi salah satu sektor yang diandalkan untuk membangkitkan perekonomian negara. Efek berganda yang dihasilkan melalui sektor properti ini, didukung oleh pemerintah menjadi salah satu leading sector karena memiliki multiplayer effect yang besar untuk menggerakkan 170 industri lain seperti bisnis arsitektur, interior, furniture, dan masih banyak lagi.

Bahkan untuk memasarkan produk properti saat pandemi COVID-19, Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan yang bertujuan agar masyarakat dapat tertarik dalam melakukan investasi properti di Indonesia.

Tahun 2019, diketahui industri konstruksi dan real estate menyumbang sebesar 17,61% untuk perekonomian Jakarta. Adapun nilai penanaman modal asing melalui kedua industri tersebut sebesar 28,3% atau setara dengan Rp17,5 Triliun. Hal tersebut telah disampaikan oleh Wendy Haryanto selaku Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute melalui webinar bertajuk Pemantik Kebangkitan Ekonomi yang bekerja sama dengan dengan Center of Policy and Public Management Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB.

Dalam webinar tersebut, Wendy juga menjelaskan mengenai pemulihan perekonomian dapat dimulai dengan pemberian fleksibilitas untuk developer yang siap membangun setidaknya 3 tahun mendatang. Hal itu disebabkan karena pandemi COVID-19 membuat developer menjadi terhambat dalam membuat rencana pengembangan untuk proyek yang mereka miliki.

Tentu kita sebagai masyarakat Indonesia berharap bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat bertumbuh meski pandemi COVID-19 masih berlangsung. Sebagai masyarakat Indonesia, yang dapat kita lakukan adalah dengan mendukung segala kebijakan yang diadakan oleh pemerintah. Keputusan pemerintah tentu telah memiliki proses yang panjang dan banyak pertimbangan untuk menghasilkan program yang baik untuk rakyatnya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat, terima kasih telah membaca dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!