7 Situs E-Learning Ini Dapat Membantu Kamu untuk Meningkatkan Skill!

Konnichiwa Minasan! Kembali lagi bersama Mintor yang selalu semangat untuk menyajikan artikel-artikel menarik untuk kalian semua. By the way, Mintor tebak kalian pasti termasuk orang-orang yang sudah ahli menggunakan gadget kan?Kira-kira apakah kalian sudah menggunakan gadget tersebut dengan produktif? Kalau belum, sekarang waktunya Youngvestors untuk mulai mengunjungi situs-situs di bawah ini yang pastinya sangat bermanfaat  dan mudah diakses kapan pun dan di mana pun untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan skill kalian. Penasaran kan? Yuk, simak penjelasannya!

Sumber: freepik.com

Coursera (https://coursera.org/)

Coursera merupakan salah satu situs MOOC (Massive Open Online Course) yang disediakan oleh berbagai universitas di dunia dan dapat diakses melalui internet. Coursera ini tersedia dalam bentuk kelas gratis dan berbayar. Untuk kursus yang berbayar, kalian akan ditawarkan akses berbagai video, kuis, dan proyek dalam format interaktif secara bebas yang membuat belajar lebih mudah, tidak lupa juga Youngvestors akan diberikan sertifikat ketika sudah berhasil menyelesaikan sebuah kursus.

  1. Udemy (https://www.udemy.com/)

Situs ini merupakan tempat belajar berbayar yang menawarkan harga mulai dari US$10 atau sekitar Rp140.000 saja. Bayangkan saja, kursus yang biasanya menawarkan harga jutaan, kini bisa didapatkan dengan harga yang jauh lebih murah di situs Udemy ini loh! Kelebihan lain dari Udemy yaitu tersedia 130.000 kursus tentang berbagai mata pelajaran.

  1. FutureLearn (https://www.futurelearn.com/)

Situs lain yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yaitu FutureLearn. Platform ini berisi variasi kursus yang cukup menarik dan tidak hanya menawarkan kursus singkat, tapi juga kursus dengan mempelajari materi lebih dalam. Kualitas video yang ditampilkan juga sangat menarik dan urutan pembelajarannya pun terstruktur dengan baik.

  1. LinkedIn Learning (https://www.linkedin.com/)

Tidak hanya untuk mencari pekerjaan semata, situs LinkedIn juga menyajikan kursus singkat dan gratis yang sangat bermanfaat bagi para pengguna LinkedIn. Akan tetapi, hal yang perlu diperhatikan adalah konten yang disajikan hanya untuk materi yang mendasar saja, jadi agak sulit untuk mencari konten yang spesifik  dalam situs ini.

 Sumber: freepik.com

  1. edX (https://www.edx.org/)

edX menyajikan fitur-fitur yang cukup menarik bagi penggunanya. Salah satunya, kita dapat memilih banyak kursus secara bersamaan yang dapat disesuaikan dengan waktu luang. Kisaran harga yang ditawarkan dalam kursus ini relatif tinggi yaitu mulai dari US$50 sampai US$300, tetapi sertifikat yang didapatkan setelah menyelesaikan kursus di edX bisa menjadi nilai tambah yang sangat baik dalam CV kalian.

  1. Codecademy (https://www.codecademy.com/)

Bagi kalian yang tertarik mempelajari coding dan bahasa pemrograman secara gratis, situs ini dapat kalian kunjungi loh! Situs Codecademy ini menyajikan berbagai jenis pembelajaran, berupa belajar bahasa pemrograman seperti PHP, HTML & CSS, jQuery, Python, Ruby, JavaScript, dan lainnya.

  1. TED Talks (https://www.ted.com/)

Ingin meningkatkan keterampilan public speaking?Situs ini sangat cocok untuk Youngvestors kunjungi. Situs ini berisi banyak pembicara hebat yang ahli di bidangnya masing-masing. Kalian bisa mendengarkan pembicaraan mereka dan mulai mengasah skill dengan belajar berbicara di depan publik.

Okay Youngvestors! Sudah Mintor jelaskan ya, situs apa saja yang wajib kalian kunjungi dan pastinya sangat berguna bagi Youngvestors. Mintor harap kalian dapat memanfaatkan gadget dan kemudahan akses internet yang sudah tersedia untuk berselancar dalam situs-situs yang bermanfaat ya supaya waktu luang yang kalian miliki tidak terbuang sia-sia. Sekian artikel dari Mintor kali ini. Terima kasih dan sampai jumpa di artikel selanjutnya! Jangan lupa ikuti juga konten menarik dan bermanfaat kami di Instagram @i_amtalentindo ya!

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future

Sumber Referensi:

https://www.idntimes.com/life/education/iffah-layla-ibtida/situs-kursus-online-c1c2

https://glints.com/id/lowongan/situs-belajar-online/https://marketingonline.id/online-course-platforms/

Berbagai Karier Ala Milenial, Seru!

Pertumbuhan peradaban yang bergerak secara dinamis turut menciptakan berbagai kesempatan kerja yang berbeda. Hal ini tidak jarang menimbulkan kebimbangan bagi generasi muda untuk menentukan pilihan yang tepat. Hari ini, Mintor akan memberikan kesempatan bagi Youngvestor untuk mengenal lebih jauh berbagai jenis karier ala milenial. Penasaran? Yuk, simak infonya!

  1. Influencer
Sumber: www.instagram.com

Influencer secara singkat dapat dikatakan sebagai orang-orang yang mampu memberikan pengaruh dan menciptakan trend setter dalam masyarakat. Influencer terdiri dari orang dengan berbagai macam profesi yang kerap kali memiliki pengikut beratus hingga berjuta followers dalam media sosial. Orang-orang inilah yang kini dikenal sebagai Youtuber, Selebgram, Blogger, dan sebagainya.

Media sosial sebagai platform tidak hanya dapat digunakan sebagai sarana untuk menunjukkan aktivitas dengan foto dan video. Namun kini Youngvestor juga dapat menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menghasilkan pendapatan dengan menjadi seorang influencer.

  • Content Creator
Sumber: www.disduk.com

Content creator secara harfiah diartikan sebagai pembuat konten. Jika Youngvestor sering melihat konten-konten dalam platform media sosial, seperti Instagram dan Youtube, maka sebagian besar ide konten tersebut berasal dari content creator. Banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa sebutan tersebut tidak hanya dimiliki oleh mereka yang terkenal dan memiliki jutaan followers, namun bagi semua orang yang menciptakan konten di media sosial. Jika tertarik, Youngvestor dapat mulai belajar untuk mengeluarkan ide dan kreativitas, serta melakukan analisa target audiens dalam media sosial.

  • Programmer
Sumber: www.technotification.com

Programmer merupakan salah satu jenis profesi yang memiliki fokus dalam software engineering. Programmer pada umumnya mengenal istilah-istilah pemrograman dalam proses pembuatannya, seperti CSS, HTML, JavaScript, dan sebagainya. Tidak seperti dua poin sebelumnya, profesi programmer tidak sepenuhnya mendapat perhatian di kalangan masyarakat Indonesia. Meski begitu, programmer merupakan profesi yang bersifat merdeka dan tidak terikat. Youngvestor yang tertarik dengan profesi ini juga berkesempatan untuk mendapat penghasilan dalam jumlah besar lho!

  • Event Organizer
Sumber: www.pinterest.com

Event organizer atau EO merupakan istilah yang merujuk pada orang-orang yang bekerja sebagai penyedia jasa dalam penyelenggaraan acara. EO pada umumnya bekerja secara tim untuk menghandle berbagai jenis acara, baik acara formal maupun non-formal. Cakupannya yang luas menjadikan EO sebagai salah satu profesi dengan peluang keberhasilan yang besar saat ini. EO dalam praktiknya bertugas untuk memastikan kelancaran selama pra dan pasca acara, mulai dari menyusun konsep acara, perumusan teknis, anggaran, hingga realisasi acara.

Wah, ternyata banyak profesi milenial yang menyenangkan, ya, Youngvestor! Dengan berbagai informasi di atas, Youngvestor pasti sudah semakin yakin untuk memilih dong. Yuk, komen di bawah pilihan dan harapan kalian ke depannya!

Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa komen dan bagikan artikel ini kepada Youngvestor lainnya dan sampai ketemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Royale Class 7: Kupas Tuntas Materi Royale Class 1 Hingga 6 Bersama Miss Monica

Maulidya Nisaul Karimah

Tak terasa satu persatu rangkaian Royale Class telah dilalui, dan kini Royale Members sedang menuju tahap akhir dari kegiatan I AM Talent & Career. Pada Royale Classke 7 yang dilaksanakan pada hari sabtu (1/05/2021) mulai dari pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB Royale Members sedang melakukan persiapan final exam yang didampingi oleh Miss Monica selaku founder PT. AMB.

Kegiatan Royale Class 7 tersebut ada Mr Yonathan yang bertugas sebagai moderator untuk memandu atau memimpin jalannya kegiatan diskusi review materi dari Royale Class1 hingga 6 bersama Miss Monica. Dalam setiap Royale Class ada Royale Members yangdengan sukarela mengajukan diri untuk membantu jalannya kelas yang berlangsung, salah satunya menjadi moderator.

Ada juga Mr Mektison sebagai Emperor (Ketua Kelas) yang juga membantu Royale Members apabila dari mereka menemui kesulitan dalam mengulas materi Royale Class1 hingga 6. Tidak hanya Emperor yang akan membantu namun disini namun Royale Members akan membantu satu sama lain jika ada dari mereka yang kesulitan dalam memahami materi yang sudah diberikan, terlihat sekali bukan kebersamaan yang sudah terbangun dalam Royale Members.

Dalam jalanya diskusi untuk mengulas kembali materi dari Royale Class 1 hingga 6, Royale Members dibagi dalam 5 breakout room dengan durasi diskusi selama 20 menit. Tujuan pembagian breakout room tersebut agar diskusi dapat terjadi dengan lebih kondusif, aktif dan efektif. Royale Members saling bertanya mengenai hal yang masih belum mereka pahami dalam diskusi tersebut, dan yang lain saling membantu dan menjawab.

Kegiatan Royale Class 7 tersebut di tutup dengan sesi foto bersama, meskipun terlihat dalam raut wajah Royale Members yang serius dan tegang namun mereka sangat antusias dalam mengikuti kelas dengan baik hingga kelas berakhir. Selesai sudah rangkaian Royale Class 1 hingga 7 pada batch 1 ini, sampai ketemu lagi pada batch selanjutnya, semoga sukses dan lancar dalam mengerjakan final exam, see you on the top.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Ready to be Youngvestor Property with Rumah.com

By : Isabella Valentine

Rangkaian Royale Class dari I AM Talent & Career masih terus berlanjut, dan kini memasuki Royale Class 6B yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 24 April 2021 dengan lecturer yaitu Miss Marine Novita selaku Country Manager dari Rumah.com

Di awal kelas,Miss Marine mengenalkan Rumah.com kepada Royale Members dan menampilkan banyak data dan fakta terkait dunia properti di Indonesia.

Miss Marine juga menjelaskan gambaran umum kondisi properti di masa pandemi dengan begitu detail dan menggunakan banyak data. Di sela-sela pemaparan materi, beliau juga bertanya kepada Royale Members, “Kira-kira daerah mana yang tingkat penjualan propertinya naik padahal kondisi saat ini sedang pandemi?”. Menurut Salsabila, daerah yang tingkat penjualan propertinya naik di masa pandemi adalah Bali, karena saat pandemi banyak orang dan artis yang pindah ke Bali. Selain itu, banyak orang yang tertarik untuk investasi properti di Bali karena Bali memiliki pesona alam yang begitu indah dan membuat banyak orang tertarik untuk menetap di Bali.

Miss Marine membenarkan jawaban Salsabila, namun ternyata tingkat penjualan properti di daerah Bali pada masa pandemi ini masih kalah dengan daerah Jawa Barat dan Banten. 2 Daerah itu mengalami peningkatan penjualan properti yang tajam, bahkan di saat pandemi seperti ini karena di daerah-daerah tersebut sedang banyak pembangunan infrastruktur dan dekat dengan banyak fasilitas publik. Miss Marine menuturkan, orang-orang cenderung tertarik untuk membeli properti di daerah yang pembangunannya semakin maju dan dekat dengan akses publik. Menurut MissMarine, harga properti di daerah yang pembangunannya maju dan dekat dengan akses publik itu akan cenderung naik dari tahun ke tahun dan dapat menjadi ladang investasi yang baik, Oleh karena itu sebelum membeli properti kita harus mengecek daerahnya terlebih dahulu, jangan tergiur harga yang murah namun ternyata tempatnya terpelosok dan jauh dari akses publik karena nanti akan mengurangi nilai properti tersebut.

Royale Members juga diajarkan mengenai cara menghitung KPR. Miss Marine juga berbagi tips agar kaum milennial berani melakukan investasi properti, yaitu dengan memiliki niat dan keberanian yang kuat. Miss Marine mengatakan bahwa kaum milennial harus mampu menahan diri untuk mengikuti gaya hidup hedonisme karena lebih baik uangnya ditabung untuk investasi properti. Selain itu, Miss Marine juga menekankan bahwa kunci utamanya adalah mindset. Karena jika mindset kita sudah buruk dan selalu berpikir bahwa investasi properti merupakan hal yang sulit dan butuh biaya besar, maka kita tidak akan pernah berani melangkah. Padahal, investasi properti tidak semenyeramkan itu. MissMarine juga menganjurkan untuk berinvestasi sesuai kemampuan kita terlebih dahulu agar dapat menjadi semangat bagi kita untuk melangkah ke investasi dengan nilai yang lebih besar.

Miss Marine juga memaparkan bahwa setiap investasi yang dijalanlan tentunya mempunyai risiko yang berbeda-beda. Oleh karenanya, saat akan berinvestasi kita harus menghitung kurang dan lebihnya dahulu. Menurut Miss Marine, investasi properti adalah investasi yang paling stabil dan aman, dan harganya akan naik terus. Namun, investasi properti sifatnya long term, sehingga tidak bisa langsung mendapatkan untung yang banyak dalam hitungan hari. Berbeda dengan investasi emas dan saham yang sifatnya short term dan cepat mendapat keuntungan. Namun, risiko investasi emas dan saham juga sangat besar karena harga emas dan nilai saham bisa naik dan turun secara drastis dan cepat, sehingga risikonya juga tinggi. Hal ini berbeda dengan investasi properti yang cenderung stabil.

Setelah pemaparan materi selesai, Royale Members diperbolehkan untuk bertanya dan berdiskusi dengan Miss Marine terkait investasi properti.

Pertanyaan pertama datang dari Tina, “Kalau dalam dunia investasi kan dikenal high return high risk, low return low risk. Nah karena investasi properti ini cenderung stabil, apakah bisa dikatakan sebagai low risk high return?”. Miss Marine menjawab bahwa dalam dunia investasi sebenarnya tidak ada yang low risk high return karena semua ada risikonya masing-masing. Tetapi kalau dalam dunia properti semua itu tergantung pada tujuan investor, apakah ingin investasi jangka panjang atau jangka pendek dengan risiko yang sudah harus dipikir matang-matang sebelum menentukan pilihan.

Selanjutnya, ada Ivonne yang bertanya mengenai berapa persen kemungkinan milennial berhasil investasi di bidang properti, karena milennial rata-rata masih sekolah atau kuliah dan hanya mendapat uang dari orang tua. Pertanyaan ini cukup menarik, Miss Marine mengatakan bahwa jika ada usaha pasti ada jalan. Untuk kaum milennial kini bisa mengambil kerja part time, misalnya menjadi agen properti. Di Kota Surabaya, banyak sekali kaum milennial yang mulai terjun sebagai agen properti. Fee yang didapat juga cukup besar dan bisa dimasukkan ke dalam tabungan untuk investasi. Selain itu, pekerjaannya juga tidak mengganggu jadwal kuliah atau jadwal belajar. “Untuk masalah biaya, sebenarnya bisa diusahakan asal mindsetnya sudah tepat dan mau berusaha pasti akan berhasil.” Ujar Miss Marine.

Lalu, ada Vienna yang menanyakan terkait KPR Milennial, “Kalau mengambil KPR Milennial kan harus mencantumkan laporan keuangan (gaji), lalu bagaimana dengan kami yang belum bekerja? Apakah boleh mencicil KPR menggunakan nama orang tua?”. Miss Marine menanggapi bahwa benar untuk mengambil KPR harus melampirkan laporan keuangan dan memang harus sudah bekerja. Tetapi, untuk kaum milennial yang sudah bekerja pun terkadang kurang percaya diri. Oleh karenanya dibuat program KPR milennial untuk mengubah mindset para generasi muda bahwa investasi properti itu mahal dan administrasinya ribet.

Dari pemaparan dan pertanyaan-pertanyaan Royale Members tadi ternyata mengundang rasa excited dan penasaran Royale Members yang lain untuk mengulik lebih dalam terkait investasi properti. Terbukti saat sesi kedua tanya jawab dibuka, banyak Royale Members yang ingin mengajukan pertanyaan.

Dalam sesi tanya jawab yang kedua ini, Tina kembali bertanya mengenai perlindungan atau solusi untuk konsumen yang mendapatkan developer tidak bertanggung jawab dan berujung merugikan konsumen. Miss Marine mengatakan bahwa ini pertanyaan yang bagus karena sebagai calon investor properti kita harus aware dengan hal-hal semacam ini. Miss Marine menjelaskan bahwa ada banyak bentuk developer yang tidak bertanggung jawab, seperti developer kabur, gagal bangun, pailit, dan lain-lain. Kalau masalahnya terletak pada developer yang pailit maka developer tersebut tentu tidak bisa tanggung jawab untuk melakukan ganti rugi, Kalau developernya kabur itu harus dilaporkan kepada polisi dan mengurus di Pengadilan. Kalau developernya gagal bangun, itu bisa diadukan ke lembaga konsumen, dan developer harus mengembalikan 80% uang konsumen yang sudah masuk. Tetapi tentu saja prosesnya akan memakan waktu. Maka dari itu, usahakan untuk mengecek latar belakang developernya terlebih dahulu, seperti sudah berapa bank yang bekerja sama dengan si developer mengecek project sebelumnya, dan kalau ingin cari aman maka belilah properti yang sudah jadi untuk meminimalisir hal-hal buruk tersebut.

Kalau yang dibahas tadi adalah developer, selanjutnya ada Yonathan yang bertanya mengenai bagaimana cara mengetahui agen properti adalah agen yang baik. Menurut Miss Marine, kita harus melihat list penjualan si agen properti ini, dan jangan lupa untuk mengecek developernya juga karena kalau kita mau membeli rumah, agen ini hanyalah sebagai perantara. Percuma jika agennya baik tetapi developernya buruk. Oleh karena itu, dua-duanya harus kita cek terlebih dulu.

Masih mengenai agen properti, kali ini Mektison bertanya mengenai apa saja yang harus disiapkan jika ingin menjadi seorang agen properti. Miss Marine mengatakan bahwa yang terpenting adalah mau belajar dan punya komitmen yang kuat. Kalau bisa, jadilah agen properti untuk developer besar agar pengalaman, ilmu, dan jaringan yang didapat lebih luas. Jadi ketika kita merasa sudah siap untuk melakukan investasi karena dana sudah mencukupi, kita bisa langsung menerapkan ilmu yang kita dapat dari bekerja sebagai agen properti itu tadi.

Yang terakhir ada Wiranti, yang bertanya mengenai bagaimana membangun kepercayaan masyakarat pada agen properti. Miss Marine menjawab bahwa benar, banyak agen yang hanya dicap sebagai makelar karena hanya menghubungkan pembeli dan penjual. Padahal yang diharapkan customers adalah si agen bisa memberi insight, seperti bisa diajak konsultasi, memberi solusi sesuai dengan keinginan konsumen, dibantu connect dengan bank dan notaris, dan lain sebagainya. Oleh karena itu ketika kita menjadi agen konsumen jangan hanya menawarkan saja, tetapi beri solusi dan pahami keinginan customers. Selain itu, ada pula mindset di masyarakat bahwa kalau pakai agen maka harga properti akan jauh lebih mahal, padahal tidak. Karena fee untuk agen itu sebenarnya sudah ditanggung oleh developer dan tidak dibebankan ke customers. “Karena ada beberapa pandangan yang keliru terkait agen properti, maka kita sebagai kaum milennial harus memberi edukasi dan menjadi contoh yang baik di masyarakat” ujar Miss Marine.

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 WIB, maka Royale Class 6B pun harus diakhiri. Miss Marine mengatakan bahwa beliau terkesan dengan pertanyaan-pertanyaan Royale Members yang begitu ingin tahu soal dunia properti. Beliau berharap bahwa kelak Royale Members bisa menjadi role model untuk kaum milennial dalam melakukan investasi properti.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!