Pentingnya Memperbarui CV Secara Rutin

Penulis : Elisabeth Yuli Kristanti

Sumber : tmtimes.id

Hi, Youngvestors!

Seperti yang kalian ketahui, Curriculum Vitae (CV) merupakan salah satu syarat yang harus kamu penuhi ketika akan melamar kerja diberbagai perusahaan. Lembar CV yang kamu miliki menggambarkan perjalanan hidupmu dan pengalamanmu dari waktu ke waktu, sehingga kamu perlu memperbaruinya secara rutin. Hal tersebut dimaksudkan agar perusahaan dapat melihat seberapa banyak pengalaman yang kamu lakukan sampai saat ini. Nah, maka dari itu Mintor akan memberikan beberapa manfaat yang didapatkan ketika rajin memperbarui CV secara rutin.

Berikut ini ada beberapa manfaat jika memperbarui CV secara teratur :

  1. Mengevaluasi Diri Sendiri

Dengan rajin memperbarui CV, kamu bisa memonitor perkembangan karier, prestasi, serta keahlian yang kamu miliki selama ini. Secara otomatis kamu akan mengulas kembali prestasi dan juga posisimu saat bekerja di sebuah perusahaan yang kamu pilih. Evaluasi tersebut yang akan menjadi pendorong kamu untuk bisa menjadi lebih baik dari apa yang sudah diharapkan, serta menemukan perusahaan yang cocok dengan prestasi dan kemampuanmu tersebut

  • Menjadi Pemicu Semangat Bekerja

Saat memperbarui CV, Youngvestors hendaknya menyajikan informasi yang relatif baru agar bisa menjadi acuan untuk semakin berkembang di dunia karier. Jika Youngvestors adalah fresh graduate S1, maka sebaiknya tidak menampilkan pengalaman selama SMA karena prestasi tersebut sudah terlalu lama dan tidak relevan lagi dengan kondisi kalian yang sudah lulus S1.

Prestasi yang baru juga akan memicu kita untuk lebih semangat dalam mencapai target-target pekerjaan lainnya. Jangan pernah takut untuk menghapus prestasi saat SMA karena kamu pasti akan mendapatkan pengalaman yang baru sebagai penggantinya.

  • Memperbaiki Tampilan CV

Penampilan CV sangat penting untuk terlihat menarik dan juga lebih fresh. Tampilan CV akan memberikan kesan pertama pada tim rekrutmen, sehingga Youngvestors bisa mencari referensi tampilan CV terbaru yang terkesan modern tetapi tetap simpel.

Saat ini sudah banyak aplikasi dan juga website yang bisa Youngvestors gunakan untuk memperbarui tampilan CV dengan mudah, antara lain yaitu Canva, Kickresume, Kinza, dan VisualCV. Youngvestors juga bisa memanfaatkan software standar lainnya seperti Ms. Word untuk memperbarui tampilan CV yang terbaru.

  • Persiapan Mencari Pekerjaan Sampingan

Tidak usah kaget lagi, saat ini CV banyak dipakai sebagai senjata untuk mencari pekerjaan sampingan dimanapun tempat pekerjaannya. Nyatanya, saat ini tidak sedikit perusahaan besar dan perusahaan startup yang tertarik untuk mempekerjakan Youngvestors sebagai freelancer jika CV yang diberikan memang  menarik dan penuh informasi kemampuan serta prestasi terbaru kalian.

  • Menyusun Strategi Karier Ke Depan

Dengan rajin memperbarui CV,  Youngvestors juga akan lebih mudah untuk menyusun strategi karier pekerjaan ke depannya dari pengalaman dan prestasi yang sudah dikumpulkan. CV tersebut juga bisa menjadi tolak mengukur berbagai pencapaian yang telah di raih dan mengetahui sejauh mana kontribusimu selama bekerja di perusahaan tersebut. Kalau kamu merasa prestasi atau kontribusimu masih kurang, kamu bisa menyusun beragam strategi untuk meningkatkannya seperti melamar magang diperusahaan lainnya yang bisa menambah kemampuan baru lainnya.

Ternyata banyak sekali manfaat jika rutin memperbarui CV dengan memberikan informasi kemampuan dan prestasi Youngvestors yang terbaru. Maka dari itu, mulai dari sekarang harus sering menampilkan informasi paling update tentang perjalanan kariermu selama ini. Dengan begitu, Youngvestors tidak akan keteteran lagi saat ingin melamar pekerjaan baru nantinya.

Semoga artikel ini bisa memberikan pengaruh yang besar kepada Youngvestors dalam mengembangkan tampilan CV terbaru. Jangan lupa untuk membagikan manfaat ini dan juga pengalaman Youngvestors pada kolom komentar, serta kunjungi juga Instagram @i_amtalentindo untuk mendapatkan manfaat dan tips lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya !

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

CV vs. LinkedIn: Pilih Mana?

Melihat pesatnya perkembangan teknologi, Youngvestors tentu pernah mendengar tentang Curriculum Vitae (CV) juga LinkedIn. Banyak dari kita tentu berpikir bahwa CV dan LinkedIn merupakan dua hal yang sama. Satu-satunya hal yang membedakan adalah LinkedIn merupakan aplikasi berbentuk digital. Ternyata, banyak perbedaan mendasar dalam keduanya loh, Youngvestors!

Sumber: www.pinterest.com
  1. LinkedIn sebagai Alat Branding yang Informal

Youngvestors tentu selalu berpikir bahwa hal-hal yang berhubungan dengan karier harus selalu kaku dan profesional. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Namun di sisi lain, Youngvestors harus memahami bahwa akan diperlukannya sikap friendly dan ‘akrab’ untuk menciptakan jalinan kerja sama yang baik. CV pada dasarnya digunakan sebagai wadah untuk memberikan informasi singkat mengenai riwayat diri. Namun LinkedIn tidak hanya sekedar wadah branding, namun juga berperan sebagai alat untuk menjalin kerja sama. Maka dari itu, penting bagi Youngvestors untuk menciptakan citra yang ingin dilihat orang lain daripada mempertahankan sikap kaku yang terkesan tidak bersahabat.

  1. Sudut Pandang

Dalam penulisan CV, Youngvestors perlu memastikan adanya penggunaan orang ketiga sebagai kata sapaan. Penggunaan sapaan orang ketiga dinilai sebagai nilai tambah dan alternatif untuk mengalihkan fokus rekruter pada kapabilitas. Hal ini dikarenakan CV sejak awal memang diperuntukkan sebagai alat branding atas skill dan kemampuan diri. Sebaliknya, penggunaan sapaan orang pertama snagat dibutuhkan dalam LinkedIn. Selayaknya poin pertama, LinkedIn memberikan kesempatan bagi Youngvestors untuk menjalin kerja sama. Penggunaan sapaan orang pertama akan membantu membangun kesan akrab dan ramah.

  1. Gambar

Youngvestors tentu memahami bahwa gambar (selain foto) sejatinya tidak dibutuhkan dalam pembuatan CV. CV profesional harus digunakan secara optimal untuk menjelaskan kapabilitas dibanding menempatkan gambar-gambar. Selain itu, penggunaan banyak icon dan gambar juga kerap kali menjadikan CV tersebut tidak dapat lulus sensor mesin. Di sisi lain, LinkedIn mewadahi Youngvestors untuk dapat membagikan gambar aktivitas dan pencapaian sebagai nilai jual. Hal ini akan membantu Youngvestors untuk mendapatkan validasi atas kapabilitas dan kemampuan Youngvestors!

Melalui penjelasan di atas, lantas apakah LinkedIn lebih penting dari CV?

Tidak. Youngvestors tentu perlu menyiapkan keduanya untuk melakukan pelamaran kerja. Hal ini dikarenakan masih banyak institusi yang membutuhkan CV profesional. Meski begitu, ada baiknya bagi Youngvestors untuk menyiapkan keduanya. Youngvestors dapat mencantumkan alamat LinkedIn dalam CV sebagai alat penunjang untuk memberikan nilai tambah, Jadi tidak perlu ragu, ya!

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan kepada Youngvestors lainnya. Bagikan tips dan pengalaman dalam kolom komentar, serta kunjungi akun instagram @iam_talentindo untuk berbagai tips lainnya! Smapai bertemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

CV Sudah Bagus, Kok Gak Juga Keterima?

Sumber: Totaljobs – Human Resources (HR) Manager

Halo Youngvestors, apa kabar kalian semua? Semoga dalam keadaan sehat dan bahagia ya! Generasi muda yang mulai membangun karier seperti kita, tentu akan harus menyiapkan segala keperluan yang diinginkan oleh perusahaan. Misalnya saat melamar pekerjaan, perusahaan akan meminta kita untuk mengirimkan Curriculum Vitae (CV) / Resume / Portfolio , hingga dokumen-dokumen penting lainnya ke email perusahaan.

Perlu sekali untuk kita memperhatikan beberapa dokumen yang akan kita kirim kepada HRD perusahaan. Bahkan hingga cara kita mengirimkan, komposisi, penataan bahasa email pun menjadi salah satu pengaruh kita dapat keterima atau tidak di suatu perusahaan, loh! Yuk langsung simak infonya di bawah ini ya!

Sumber: Jim The Illustrator – What Are Th Best Illustration Tools?

1. Kirim Dokumen Berbentuk PDF

Format PDF akan jauh lebih disenangi oleh HRD karena format ini akan lebih nyaman untuk dilihat. Satukan seluruh dokumen yang kita akan kirim dan harus berurutan. Misalnya jika HRD minta CV dan Portofolio kalian, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah satukanlah kedua dokumen tadi dan berikan urutan seperti CV terlebih dahulu baru Portofolio. Jika sudah dilakukan, ganti dalam format PDF agar format pelamar dapat diterima sama dengan HRD terima. Menjadikan keseluruhan dalam 1 file akan memudahkan HRD dalam mengunduh dokumen yang kita kirimkan. Dengan kata lain juga bisa mempersingkat waktu HRD dalam menyeleksi dokumen yang kita kirim. HRD juga tidak akan hanya melihat 1-2 dokumen dari pelamar, mungkin ada puluhan bahkan ratusan. Sehingga, jangan persulit HRD dengan harus mengunduh 10 lampiran yang kita kirim ya, Youngvestors!

Sumber: Dreamstime.com – Job Hiring and Online Recruitment

2. Kirim Dokumen Dengan Ukuran Kecil

Saat mengunduh dokumen, HRD tentu juga akan merasa kesal jika harus menunggu lama. Ruang penyimpanan dari perangkat HRD miliki juga akan termakan jika ukuran dokumen yang kita kirim terlalu besar, Youngvestors. Rekomendasi ukuran yang dapat Mintor berikan adalah maksimal 1MB – 2MB per file tergantung permintaan HRD ya tentunya!.

Sumber: Dreamstime.com – Open Email Stock Illustration

3. Kirim Dokumen Pada Jam Kerja

HRD yang membuka lowongan, akan banyak menerima pelamar setiap harinya. Jika Youngvestors ingin dokumen yang telah dikirim dapat terlihat, maka Youngvestors dapat mengirimkannya di saat jam kerja khususnya pagi hari. Hal ini dilakukan agar ketika HRD baru ingin melihat dokumen pelamar, nama kita berada di urutan agak atas yang memungkinkan dokumen kita terlihat oleh HRD. Hindari untuk mengirim dokumen di luar jam kerja, apalagi tengah malam karena takut jika dokumen akan tenggelam oleh pelamar lain yang akan mengirim keesokan harinya dan juga hal tersebut termasuk tidak profesional.

Sumber: Freepik – Employee Images

4. Isikan Subject Email Secara Singkat dan Sederhana

Youngvestors perlu ingat bahwa jangan sampai lupa dalam menulis subject email, apalagi menggunakannya dengan sembarangan. Isikan subject email sesuai dengan keinginan perusahaan yang kalian ingin lamar. Biasanya setiap perusahaan mempunyai instruksi khusus untuk kita cantumkan di subject email, misalnya HRD mewajibkan diisi dengan format file lamaran_posisi_nama kita. Jikalau memang tidak ada, kita dapat mencantumkan secara singkat dan sederhana seperti nama_posisi yang kita akan lamar.

Sumber: Freepik – Email Images

5. Perhatikan Isi dalam Body Email

Body email juga dapat diisikan dengan dimulai dengan pembuka seperti “Kepada Yth. HRD (nama perusahaan)” atau bahkan nama HRD jika kita mengetahuinya. Kedua adalah dengan menulis pada paragraf pertama mengapa kita melamar di perusahaan tersebut. Kita dapat menulis dimana kita melihat lowongan pekerjaan, tanggal postingan, hingga bagaimana kita menemukan postingan tersebut. Lanjut ke paragraf kedua, kita dapat menjelaskan secara garis besar biodata dan alasan mengapa kita cocok berada di posisi perusahaan. Gunakan kesempatan ini untuk mempromosikan diri agar HRD bisa tetap tertarik untuk melihat dokumen yang kita kirim. Paragraf terakhir adalah ucapan terima kasih karena telah membaca email yang kita kirim dan sampaikan pula bahwa kita sudah melampirkan dokumen yang diperlukan. Terakhir adalah penutup dengan menggunakan kata “hormat saya,” dan tulis nama lengkap seperti surat pada umumnya.

Youngvestors, membuat HRD nyaman saat membaca CV yang kita kirim tentu mudah jika kita memahami poin di atas. Tunjukkanlah keseriusan kita dengan merapikan dokumen hingga isi body email adalah cara yang terbaik. Kirimkanlah dokumen yang memang berhubungan dengan pekerjaan yang kita lamar agar HRD juga dapat mengerti seberapa besar kemampuan kita berada di bidang tersebut.

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!