Mengenal Portofolio dalam Dunia Kerja

Pada artikel sebelumnya, Youngvestors sudah memahami tips-tips penting dalam membuat CV yang bagus. Namun, dalam dunia kerja, CV bukan satu-satunya administrasi penting untuk dilengkapi pada saat melamar. Salah satu berkas penting lainnya adalah portofolio.

Portofolio merupakan kumpulan dokumen atau hasil pekerjaan yang ditujukan sebagai bentuk dokumentasi perkembangan suatu proses. Portofolio inilah yang kemudian digunakan sebagai tolak ukur perkembangan kemampuan individu selama masa bekerja. Namun, portofolio memiliki berbagai jenis yang berbeda bergantung pada kebutuhan Youngvestors.

Sumber: www.issuu.com
  1. Portofolio Lamaran Kerja

Portofolio dalam lamaran kerja adalah hal lumrah dan sering kita temui. Pada umumnya, perusahaan akan menjadikan portofolio tersebut sebagai tolak ukur dalam penilaian skill ketika melamar kerja. Portofolio untuk lamaran kerja dapat memiliki isi yang berbeda tergantung posisi yang akan Youngvestors lamar. Jika Youngvestors akan melamar untuk posisi tim kreatif, maka Youngvestors dapat melampirkan hasil karya berupa konten yang pernah Youngvestors buat. Jika Youngvestors akan melamar posisi sebagai copywriter ataupun penulis, maka lampirkanlah karya tulis terbaik yang pernah Youngvestors miliki.

  • Portofolio Design

Portofolio design biasanya diisi dengan serangkaian produk design yang pernah Youngvestors hasilkan. Berbeda dengan portofolio lainnya, portofolio design tidak memiliki ketentuan baku yang harus dipatuhi. Mengingat design merupakan sebuah produk yang dihasilkan melalui kreativitas, Youngvestors dapat membentuk portofolio secara bebas sesuai dengan keinginan Youngvestors. Namun, portofolio design ini tidak diperuntukkan pada semua posisi lho! Youngvestors dapat menggunakan portofolio jenis ini untuk melamar pekerjaan yang berhubungan dengan seni, seperti design grafis ataupun animator.

  • Portofolio Perusahaan

Tidak jauh berbeda dengan kedua jenis sebelumnya, portofolio perusahaan juga berisi capaian dan hasil kerja dari masa ke masa. Portofolio perusahaan ditujukan sebagai bentuk dokumentasi atas keberjalanan perusahaan, mulai dari detail profit, klien yang bekerja sama, hingga dokumentasi produk, jasa, dan merek. Tidak hanya bagi instansi profit, portofolio juga digunakan pada perusahaan non-profit, bahkan dalam bidang politik dan pemerintahan sekalipun.

Selayaknya CV, portofolio dalam dunia kerja juga berfungsi sebagai ajang ‘menjual’ prestasi. Maka dari itu, Youngvestors harus mampu memilah karya-karya dan pencapaian terbaik untuk disajikan. Hal ini ditujukan sebagai upaya menciptakan impresi dan ketertarikan pada target pasar. Jika Youngvestors memiliki pengalaman dalam membuat portofolio, bagikan pengalaman tersebut kepada Youngvestors lainnya melalui kolom komentar di bawah, ya!

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan artikel ini kepada Youngvestors lainnya. Kunjungi Instagram @i_amtalentindo untuk tips dan informasi terbaru, sampai ketemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!