Kakeibo, Seni Mengatur Uang Ala Jepang Yang Efektif

Hai Youngvestors! Apakah kalian pernah mendengar istilah “Kakeibo”? Mungkin istilah ini masih terdengar asing di telinga banyak orang. Namun, saat sudah mengerti dan melakukannya, Kakeibo ini sangat membantu kita dalam mengatur keuangan loh! Kakeibo sendiri merupakan suatu seni mengatur uang ala Jepang. Menurut  Moneycrasher, Kakeibo adalah suatu cara untuk melakukan pencatatan keuangan secara manual untuk mencapai tujuan keuangan.

Sepertinya metode ini akan menimbulkan kontra, seperti “Untuk apa mencatat keuangan secara manual kalau sudah ada teknologi yang memudahkan?”. Nah, menurut CNBC, mencatat secara manual termasuk rencana keuangan yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk dicapai. Mengapa? Dengan menulis sendiri, secara tidak sadar kita akan terbiasa untuk lebih mempertimbangkan pengeluaran demi mencapai suatu tujuan keuangan.

Sumber: pexels.com

Tertarik untuk menerapkan Kakeibo ini? Apa saja sih yang harus dilakukan untuk memulainya? Yuk simak ulasannya!

  1. Membuat catatan sejak awal bulan

Untuk mulai menerapkan Kakeibo, buatlah catatan keuangan sejak awal bulan. Dalam tahapan yang pertama ini, kita membutuhkan informasi mengenai berapa pemasukan kita pada bulan tersebut.

Setelah itu, membuat prediksi perkiraan tentang pengeluarannya. Pengeluaran yang dimaksud dalam hal ini adalah pengeluaran yang pasti, seperti membeli kebutuhan pokok, membayar cicilan, dan sebagainya. Dengan membuat catatan ini, kita akan mengetahui berapa jumlah uang yang masih tersisa.

  1. Mencatat secara rinci

Tahapan ini berkaitan dengan poin yang pertama. Tentunya untuk melakukan pencatatan dalam pembukuan, kita harus mencatatnya secara rinci. Mulai dari harian sampai tahunan, sehingga saat membutuhkan informasinya akan mudah untuk didapatkan.

Jika Youngvestors belum terbiasa mencatat pemasukan dan pengeluaran, mulailah dari sekarang kalau ingin menerapkan Kakeibo ini. Oh iya, dalam tahapan ini, Youngvestors diharapkan sudah mulai menentukan nominal yang hendak ditabung nantinya agar dapat lebih mempertimbangkan aktivitas keuangannya.

  1. Lakukan evaluasi

Melakukan evaluasi terhadap pencatatan pada akhir bulan sangat berguna untuk mengetahui apakah aktivitas keuangan yang dilakukan sudah sesuai dengan pencatatan, sehingga perencanaan keuangan di bulan depannya dapat lebih matang.

Jika semuanya sudah sesuai, berarti Youngvestors sukses dalam menerapkan metode kakeibo ini dalam kehidupan sehari-hari.

Konon, metode yang ditemukan oleh Motoko Hani pada tahun 1904 ini dapat membantu mengurangi pengeluaran sebesar 25%. Sangat bermanfaat, bukan? Sisa 25% tersebut, bisa Youngvestors gunakan untuk berinvestasi, dana darurat, atau hal lainnya. Hingga saat ini, metode tersebut masih banyak diterapkan oleh banyak orang. Bukan hanya di Jepang saja, melainkan sampai ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. Alasan utamanya, banyak orang yang merasa metode ini sangat efektif dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran agar tidak berlebih.

Oke Youngvestors, sekian artikel dari Mintor. Semoga dapat membantu ya! Yuk follow juga Instagram @i_amcommunity!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:

https://www.ruangmom.com/cara-menabung-kakeibo.html

https://glints.com/id/lowongan/kakeibo-adalah/

Develop Your Communication Skill for Your Career Improvement

Penulis : Jonaris & Lauren

Ciao, Youngvestors!

Pada era modern seperti sekarang ini, sudah banyak perusahaan-perusahaan yang mempertimbangkan dan memperhatikan soft skills para pelamar sebelum resmi diterima di perusahaan. Tak jarang, masih banyak anak muda yang belum mengetahui soft skills apa saja yang diperlukan pada saat akan berkarir. Wah, semoga youngvestors bukan merupakan salah satunya, ya! Tapi kalau memang youngvestors belum tau soft skills apa saja yang dibutuhkan, kalian bisa baca artikel ini. Artikel kali ini akan membahas salah satu soft skills yang paling diperhatikan oleh Human Resources (HR) sebelum menerima pelamar kerja loh! Yuk, kita ulik lebih dalam mengenai skill komunikasi! Check it out!

Sumber : Canva

Definisi Skill Komunikasi

Komunikasi adalah proses di mana seseorang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan serta menggunakan informasi untuk berhubungan dengan lingkungan dan orang lain. Nah, dari arti kata “komunikasi”, dapat kita ketahui bahwa skill komunikasi merupakan skill yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat menciptakan informasi yang digunakan untuk berhubungan dengan lawan bicara. Eh, gimana, gimana? Masih bingung nih mintor.. Singkatnya, skill komunikasi memberikan kemampuan seseorang untuk menerima dan menyampaikan atau mendengarkan dan membicarakan sebuah pesan. Eits, ga cuma berbicara dan mendengarkan saja loh, skill komunikasi bisa juga bagaimana cara kita menulis sesuatu. Yup, jadi elemen utama dari skill komunikasi adalah berbicara, mendengarkan, dan menulis karena komunikasi sendiri terbagi menjadi komunikasi secara verbal dan nonverbal.

Sumber : canva

Komponen Skill Komunikasi

FYI nih youngvestors, ternyata skill komunikasi memiliki beberapa komponen loh! Yuk kita pahami, apa saja yang merupakan komponen dari skill komunikasi.

  1. Active Listening

Mendengarkan secara aktif merupakan salah satu komponen dari skill komunikasi yang membuat seseorang dapat memperhatikan dengan seksama dengan siapa mereka berkomunikasi. Active listening dapat membangun dan meningkatkan rasa menghormati dan menghargai serta membentuk pemahaman pada tempat kerja. Kunci utama dari active listening adalah kalian harus fokus dan serius.

  • Confidence

Kepercayaan diri seseorang juga menjadi salah satu komponen yang menunjukkan seberapa bagus skill komunikasi yang dimiliki orang tersebut. Banyak cara yang dapat ditampilkan untuk menjadi sosok yang memiliki kepercayaan diri, yaitu dengan melakukan kontak mata saat berbicara dengan lawan bicara, duduk tegak dengan bahu terbuka, dan yang lainnya.

  • Respect

Sikap hormat adalah komponen skill komunikasi, yang mana kunci utamanya adalah orang dapat mengetahui kapan dia harus memulai pembicaraan dan merespons. Communication with respect artinya kalian dapat berkomunikasi dengan tetap memperhatikan waktu secara bijak, dapat memberikan pertanyaan secara jelas, dan tidak memotong pembicaraan orang lain.

Sumber : canva

Tips Meningkatkan Skill Komunikasi

Setelah mengetahui definisi dan komponen dari skill komunikasi, pasti teman-teman youngvestor semakin penasaran kan, bagaimana sih caranya meningkatkan skill komunikasi. Sip, langsung saja kita simak tips meningkatkan skill komunikasi berikut ini!

  1. Eye contact

Pada saat berkomunikasi, kalian harus melakukan kontak mata kepada lawan bicara. Tapi lakukan secara wajar ya youngvestors, misalnya melakukan kontak mata kepada audiens saat akan mempresentasikan suatu proyek. Sebagai permulaan, kalian dapat tersenyum sebelum memulai sebuah komunikasi, tujuannya agar lawan bicara dapat merasa nyaman ketika berbicara dengan kalian. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya pula, menjaga kontak mata saat berkomunikasi ternyata dapat meningkatkan kepercayaan diri, lho!

  • Articulation

Artikulasi dalam sebuah komunikasi juga sangat penting dalam penerapan skill komunikasi yang baik. Artikulasi yang baik ditandai dengan cara seseorang mengucapkan kata-kata dengan jelas tanpa adanya gumaman yang membuat lawan bicara kebingungan. Nah, buat  Youngvestor yang masih sering bergumam ketika berbicara, kalian bisa memulai untuk berlatih melafalkan huruf vocal (A, I, U, E, O) agar setiap perkataan yang dilontarkan dapat terdengar jelas dan tegas.

  • Expression and body language

Mimik, ekspresi, dan bahasa tubuh merupakan sarana dalam berkomunikasi yang dapat dilatih agar saat seseorang menyampaikan sesuatu dapat dipahami dengan mudah oleh sang lawan bicara. Berlatih dalam menggunakan mimic, ekspresi, dan bahasa tubuh dapat menambah keterampilan skill komunikasi. youngvestors dapat berlatih di depan cermin terlebih dahulu, pastikan bahasa tubuh yang digunakan sesuai dengan kata-kata yang digunakan dalam berkomunikasi.

  • Relax

Saat berkomunikasi, youngvestors berbicara bisa mencoba untuk berbicara secara santai dan usahakan kalian tidak gugup. Biasanya, seseorang yang gugup akan cenderung berbicara dengan sangat cepat atau sangat lambat. Hal tersebut kadang membuat lawan bicara merasa bingung dan tidak paham. Jika youngvestors sering merasa gugup ketika hendak berkomunikasi, kalian dapat memikirkan hal-hal positif untuk membuat pikiran kalian lebih tenang. Namun, kalau memang sulit, youngvestors dapat menarik nafas perlahan-lahan agar diri kalian kembali rileks. Dengan demikian, saat berkomunikasi, lawan bicara dapat memahami maksud pembicaraan kalian.

  • Emotion

Ketika sedang berkomunikasi, ada baiknya seseorang dapat selalu mengatur dan mengontrol emosinya. Usahakan agar emosi tidak memimpin jalannya komunikasi. Jika emosi sampai terlalu meluap, ditakutkan komunikasi yang sedang berjalan menjadi tidak baik. Bukan berarti seseorang tidak dapat mengeluarkan perasaannya saat berkomunikasi, melainkan agar penyampaian pesan dalam komunikasi dapat diterima dengan jelas dan benar

Sumber : canva

Wah, bagaimana nih, sudahkah teman-teman youngvestors mendapatkan insight baru dari artikel hari ini. Kalau mintor pribadi, merasa artikel ini bermanfaat banget karena ga cuma buat dunia karier saja, tetapi bisa diterapkan di masa perkuliahan, hehe. Yuk youngvestors bisa banget share artikel ini supaya teman-teman yang lain juga bisa mendapatkan manfaat yang sama! See you, youngvestors!

I AM Community:

I AM Smart,

I AM Capable.

Sumber :

http://mystarjob.com/articles/story.aspx?file=/2013/6/22/mystarjob_careerguide/13226186&sec=mystarjob_caree

https://www.indeed.com/career-advice/resumes-cover-letters/Communication-skills

http://mystarjob.com/articles/story.aspx?file=/2013/6/22/mystarjob_careerguide/13226186&sec=mystarjob_caree

Grooming dalam Karier, Penting!

Apakah Youngvestors pernah mendengar istilah ‘dress for success’? Istilah ‘dress for success’ biasanya digunakan untuk menunjukkan bagaimana penampilan individu akan berbanding lurus dengan kesuksesan dalam berkarier. Grooming atau penampilan diri pada dasarnya merupakan hal pertama yang akan dilihat ketika bertemu dengan orang baru. Maka dari itu, penting bagi Youngvestors untuk tetap menjaga penampilan agar tetap bersih dan rapi.

Sumber: www.pinterest.com

Kedudukannya sebagai salah satu modal awal dalam berkarier menjadikan grooming hal yang tidak dapat terelakkan. Berikut merupakan alasan penting mengapa Youngvestors harus mampu menjaga penampilan dalam berkarier:

  1. Personal Branding

Sebagai seorang pekerja profesional, penampilan diri dapat dikatakan sebagai kepribadian individu itu sendiri. Dalam hal ini, gaya berpakaian yang akan Youngvestors gunakan akan menjadi tolak ukur dalam pembentukan persepsi rekan kerja terhadap Youngvestors. Maka dari itu, Youngvestors tidak perlu merasa takut ataupun ragu untuk berpenampilan menarik saat bekerja. Gunakanlah pakaian profesional yang bersih dan rapi, namun tetap nyaman dan membuat percaya diri!

  • Menjadi Pribadi yang Kredibel

Meski dalam dunia kerja skills atau kemampuan merupakan hal utama, penampilan nyatanya juga turut berperan penting dalam membuka peluang dalam berkarier. Hal ini dikarenakan pakaian mampu memengaruhi persepsi individu. Individu dengan penampilan menarik akan dipandang sebagai individu yang kredibel dan berintegritas tinggi. Maka dari itu, tidak heran jika banyak instansi mensyaratkan pekerja dengan penampilan menarik, bukan?

  • Percaya Diri

Penampilan yang baik kerap kali berbanding lurus dengan kemampuan sosial yang baik. Markus Mobius dan Tanya Rosenbalt dalam karya berjudul ‘Why Beauty Matters’ menegaskan bagaimana daya tarik fisik seseorang akan turut meningkatkan keterampilan sosialnya pula. Penampilan dan keterampilan sosial yang baik akan membantu dalam peningkatan produktivitas individu dalam berkarier, terutama dalam hubungan intrasosial.

Youngvestors tentu sudah memahami betapa pentingnya grooming atau penampilan diri. Meski skills ataupun kemampuan digadang sebagai aspek terpenting dalam dunia kerja, tidak dapat dipungkiri bahwa grooming masih menjadi salah satu modal penting. Maka, pastikan Youngvestors tetap menjaga penampilan saat bekerja, ya!

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan ke Youngvestors lainnya. Bagikan pengalaman dan tips Youngvestors dalam kolom komentar dan kunjungi akun Instagram @i_amtalentindo untuk berbagai tips karier. Sampai bertemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Improve Lamaran dengan Linkedin!

Sumber: id.linkedin.com

Dewasa ini, hampir seluruh lapisan masyarakat telah menggunakan Linkedin sebagai salah satu upaya untuk menunjang citra (branding) ketika melamar kerja. Linkedin merupakan sebuah media sosial yang didirikan Reid Hoffman pada tahun 2002, dengan tujuan untuk membangun portofolio dan riwayat professional. Linkedin dalam praktiknya diharapkan mampu memudahkan pelamar kerja untuk ‘menjual’ prestasi sebagai upaya menciptakan efisiensi dalam rekrutmen tenaga kerja.

Perkembangan teknologi serta efisiensi dan efektivitas di dalamnya berjalan beriringan dengan tingginya tingkat persaingan kerja saat ini. Meski eksistensi Linkedin memberikan kesempatan bagi Youngvestors untuk ‘menjual’ prestasi dengan mudah, Youngvestors tetap membutuhkan strategi yang tepat untuk menciptakan impresi yang lebih baik dari para pesaing lainnya.

  1. Foto Kualitas HD

Seperti melamar kerja pada umumnya, seorang perekrut tentu akan melihat penampilan sebagai salah satu bentuk penilaian awal. Maka dari itu, Youngvestors harus memastikan foto yang diunggah memiliki kualitas tinggi dengan proporsi 60%. Youngvestors tidak selalu wajib menggunakan foto formal, namun pastikan untuk mengurangi filter yang berlebihan.

  • Skill yang Tepat Sasaran

Dalam mengisi riwayat hidup untuk melamar kerja, penting bagi Youngvestors untuk memahami skill dan kemampuan terbaik yang Youngvestors miliki. Hindari penambahan skill yang tidak tepat sasaran, seperti mahir dalam penggunaan Ms. Word. Mulailah untuk menganalisa diri dan berlatih untuk mendapatkan skill yang sesuai dengan sasaran kerja.

  • Sisipkan Keterangan

Poin ini kerap kali dilupakan oleh para pengguna Linkedin. Ketika Youngvestors menyisipkan riwayat pekerjaan, pengalaman organisasi atau sukarelawan, berikan sedikit keterangan menggunakan poin-poin untuk mendeskripsikan tugas yang Youngvestors emban sebelumnya. Hal ini akan membantu perekrut untuk lebih mengenal Youngvestors dan memahami arah ketertarikan dalam bekerja.

  • Unggah Konten

Selayaknya media sosial lain, Youngvestors juga dapat mengunggah kegiatan, hasil karya atau pencapaian dalam bentuk status di Linkedin. Youngvestors dapat membagikan konten yang menarik sesuai dengan image yang ingin ditonjolkan. Namun, Youngvestors tentu harus ingat untuk tidak mengunggah hal-hal yang bersifat personal, seperti foto makanan, travelling, atau curhatan putus cinta untuk tetap menjaga Linkedin sebagai media sosial profesional!

Setelah membaca informasi di atas, berapa poin yang telah Youngvestors lakukan untuk mengupgrade Linkedin? Meski terlihat mudah, Youngvestors tentu harus rela meluangkan waktu untuk menuliskan berbagai deskripsi serta mengunggah konten dan perkembangan secara berkala. Jika Youngvestors memiliki tips dan pengalaman lainnya, jangan lupa untuk membagikannya di kolom komentar!

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk bagikan dengan Youngvestors lainnya! Kunjungi Instagram @i_amtalentindo untuk berbagai tips karier lainnya dan sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Mengenal Portofolio dalam Dunia Kerja

Pada artikel sebelumnya, Youngvestors sudah memahami tips-tips penting dalam membuat CV yang bagus. Namun, dalam dunia kerja, CV bukan satu-satunya administrasi penting untuk dilengkapi pada saat melamar. Salah satu berkas penting lainnya adalah portofolio.

Portofolio merupakan kumpulan dokumen atau hasil pekerjaan yang ditujukan sebagai bentuk dokumentasi perkembangan suatu proses. Portofolio inilah yang kemudian digunakan sebagai tolak ukur perkembangan kemampuan individu selama masa bekerja. Namun, portofolio memiliki berbagai jenis yang berbeda bergantung pada kebutuhan Youngvestors.

Sumber: www.issuu.com
  1. Portofolio Lamaran Kerja

Portofolio dalam lamaran kerja adalah hal lumrah dan sering kita temui. Pada umumnya, perusahaan akan menjadikan portofolio tersebut sebagai tolak ukur dalam penilaian skill ketika melamar kerja. Portofolio untuk lamaran kerja dapat memiliki isi yang berbeda tergantung posisi yang akan Youngvestors lamar. Jika Youngvestors akan melamar untuk posisi tim kreatif, maka Youngvestors dapat melampirkan hasil karya berupa konten yang pernah Youngvestors buat. Jika Youngvestors akan melamar posisi sebagai copywriter ataupun penulis, maka lampirkanlah karya tulis terbaik yang pernah Youngvestors miliki.

  • Portofolio Design

Portofolio design biasanya diisi dengan serangkaian produk design yang pernah Youngvestors hasilkan. Berbeda dengan portofolio lainnya, portofolio design tidak memiliki ketentuan baku yang harus dipatuhi. Mengingat design merupakan sebuah produk yang dihasilkan melalui kreativitas, Youngvestors dapat membentuk portofolio secara bebas sesuai dengan keinginan Youngvestors. Namun, portofolio design ini tidak diperuntukkan pada semua posisi lho! Youngvestors dapat menggunakan portofolio jenis ini untuk melamar pekerjaan yang berhubungan dengan seni, seperti design grafis ataupun animator.

  • Portofolio Perusahaan

Tidak jauh berbeda dengan kedua jenis sebelumnya, portofolio perusahaan juga berisi capaian dan hasil kerja dari masa ke masa. Portofolio perusahaan ditujukan sebagai bentuk dokumentasi atas keberjalanan perusahaan, mulai dari detail profit, klien yang bekerja sama, hingga dokumentasi produk, jasa, dan merek. Tidak hanya bagi instansi profit, portofolio juga digunakan pada perusahaan non-profit, bahkan dalam bidang politik dan pemerintahan sekalipun.

Selayaknya CV, portofolio dalam dunia kerja juga berfungsi sebagai ajang ‘menjual’ prestasi. Maka dari itu, Youngvestors harus mampu memilah karya-karya dan pencapaian terbaik untuk disajikan. Hal ini ditujukan sebagai upaya menciptakan impresi dan ketertarikan pada target pasar. Jika Youngvestors memiliki pengalaman dalam membuat portofolio, bagikan pengalaman tersebut kepada Youngvestors lainnya melalui kolom komentar di bawah, ya!

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan artikel ini kepada Youngvestors lainnya. Kunjungi Instagram @i_amtalentindo untuk tips dan informasi terbaru, sampai ketemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Gagal Wawancara? Ngga Lagi!

Tahap wawancara dalam dunia kerja merupakan suatu tahap yang dianggap paling krusial. Pasalnya, banyak pelamar kerja yang mengalami kegagalan pada tahap yang satu ini. Pada banyak kasus, kegagalan terbesar terjadi karena kurangnya persiapan, baik kesiapan mental maupun pengetahuan. Maka dari itu, Mintor akan memberikan berbagai macam tips jitu agar kalian siap dan semakin besar kesempatan untuk lulus wawancara kerja. Penasaran? Yuk, simak infonya!

  1. Percaya Diri
Sumber: www.pinterest.com

Kunci utama dalam wawancara adalah percaya diri. Merasa gugup ketika akan menjalani tahap wawancara adalah hal lumrah. Namun Youngvestors tidak perlu merasa minder dan rendah diri. Siapkan mental dan bersikaplah berani. Jika mulai merasa gugup, cobalah mengambil nafas panjang dan ulangi beberapa pertanyaan sebelum mendapat giliran.

  1. Sering Berlatih
Sumber: www.pinterest.com

Pernah mendengar istilah ‘practice makes perfect?’ Benar, menjadi percaya diri saja tidak cukup untuk lolos wawancara. Ketika Youngvestors dihadapkan dengan pewawancara, hal penting lain yang harus ditunjukkan adalah pengetahuan yang mumpuni. Bekerja dengan sebuah perusahaan memang dapat menjadi peluang untuk belajar, namun bukan berarti Youngvestors datang dengan tangan kosong. Mulailah menyiapkan perkiraan pertanyaan dan cobalah untuk menjawabnya dengan baik. Siapkanlah branding diri dengan baik, namun tetap pastikan Youngvestors menjawab dengan jujur, ya!

  1. Siapkan Pertanyaan

Pada sesi wawancara, pewawancara biasanya akan bertanya mengenai hal yang ingin Youngvestors ketahui. Dalam hal ini, siapkanlah pertanyaan yang baik. Mengajukan pertanyaan dalam sebuah wawancara dapat dinilai sebagai sebuah bentuk antusiasme dalam perusahaan dan pekerjaan yang Youngvestors lamar. Namun, Youngvestors perlu berhati-hati dalam mengajukan pertanyaan. Pastikan jawaban tersebut bukan pertanyaan mendasar yang dapat Youngvestors temukan pada website dan berita umum. Kalau ini terjadi, pertanyaan tersebut dapat dipastikan akan menjadi bumerang bagi Youngvestors dalam sesi wawancara.

Sesi wawancara memang dianggap sebagai sesi tersulit dalam tes kerja. Namun Youngvestors tidak perlu khawatir. Meskipun sulit, Youngvestors tetap akan dapat menaklukkan sesi wawancara dengan latihan rutin sebelum tes kerja.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan dengan Youngvestors lainnya! Untuk informasi tentang karier lainnya, kunjungi dan ikuti akun instagram @i_amtalentindo. Sampai ketemu di artikel berikutnya, ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

First Impression Saat Melamar Kerja Baik, Gimana Sih Caranya?

Dalam dunia kerja, skill dan pengetahuan tidak menjadi satu-satunya poin penting yang harus diperhatikan. Banyak pelamar kerja melupakan fakta bahwa para perekrut akan melihat lebih dulu penampilan saat wawancara dan first impression dibandingkan hal-hal abstrak berupa ide dan kreativitas. Maka dari itu, menciptakan first impression saat melamar kerja adalah langkah utama untuk membuka gerbang kesuksesan.

First impression merupakan hal yang dilihat oleh individu ketika melihat individu lainnya untuk pertama kali. Dalam dunia kerja, first impression berguna untuk menciptakan ketertarikan perekrut sebelum mengenal Youngvestors lebih jauh dalam tes kerja. Lantas, hal apa yang perlu diperhatikan untuk menciptakan first impression yang baik? Yuk, simak infonya!

  1. Cara berpakaian
Sumber: www.pinterest.com

Penggunaan pakaian yang tepat merupakan poin paling penting dalam menciptakan first impression. Hal ini dikarenakan orang yang tidak dikenal akan cenderung menilai dari segi penampilan. Maka dari itu, Youngvestors harus memastikan bahwa pakaian yang digunakan tidak salah kostum. Sebelum menghadiri tes kerja, pastikan Youngvestors memastikan ketentuan dalam berpakaian yang sudah diatur atau dijelaskan oleh perusahaan. Gunakan baju yang nyaman dan membuat Youngvestors percaya diri, namun pastikan hal tersebut tidak menyalahi aturan, ya!

  • Body Language
Sumber: www.pinterest.com

Body language atau bahasa tubuh ternyata memberikan dampak yang signifikan dalam menciptakan first impression. Bahasa tubuh ini meliputi berbagai macam hal, mulai dari gerak tubuh hingga mimik waja Bahasa tubuh yang baik akan memberikan kesan yang baik pula. Youngvestors dapat memulai dengan hal-hal kecil, seperti tersenyum, menjaga kontak mata dengan baik, serta memerhatikan postur tubuh.

  • Cara Berbicara
Sumber: www.freepik.com

Saat melakukan tes kerja, Youngvestors tentu akan bertemu dengan berbagai orang dan harus menjawab berbagai pertanyaan. Maka dari itu, penting bagi Youngvestors untuk melatih intonasi dan gaya berbicara untuk meninggalkan kesan yang baik saat melamar kerja. Dalam beberapa kasus, gaya berbicara yang lebih cepat dianggap sebagai sosok yang lebih percaya diri dan memiliki antusiasme tinggi. Namun begitu Youngvestors juga harus menyiapkan jawaban yang padat dan berisi untuk membuktikan kualitas Youngvestors dalam bidang tersebut.

Youngvestors tentu sudah memahami bahwa skill dan pengetahuan tidak menjadi satu-satunya tolak ukur kesuksesan dalam melamar kerja. Dalam menciptakan first impression yang baik, Youngvestors tidak hanya mampu menggunakan tips tersebut dalam dunia pekerjaan saja, namun juga dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, membiasakan diri sejak dini untuk menciptakan kesan yang baik saat bertemu orang asing bukanlah ide yang buruk.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan dengan Youngvestors lainnya! Untuk informasi tentang karier lainnya, kunjungi dan ikuti akun instagram @i_amtalentindo. Sampai ketemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Karier di Mata Milenial

Dalam dunia pekerjaan, tiap-tiap individu memiliki tujuan dan sasarannya masing-masing. Perbedaan ini dilatarbelakangi oleh berbagai macam faktor yang berbeda, mulai dari usia, pengalaman, bahkan gender. Hari ini, Mintor akan mengajak Youngvestors untuk melihat bagaimana pandangan milenial terhadap dunia kerja. Penasaran apa yang dicari milenial? Yuk, kita simak infonya!

  1. Self-development
Sumber: itsnicethat.com

Para pemikir konservatif kerap kali melabeli anak-anak milenial sebagai generasi yang pemalas. Namun jika melihat fakta di lapangan, generasi milenial justru cenderung lebih melek terhadap perubahan pasar dalam dunia kerja. Hal ini mengakibatkan milenial lebih berambisi dan giat dalam menemukan wadah-wadah sebagai upaya mencapai pengembangan diri yang lebih baik. Selain mendapatkan penghasilan, banyak generasi milenial yang menjadikan tempat bekerja sebagai wadah untuk belajar dan mengembangkan diri. Maka dari itu, tidak jarang dari kita yang melihat teman-teman mulai berambisi untuk mencoba hal-hal baru.

  • Fleksibilitas
Sumber: debutart.com

Generasi milenial hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi yang pesat. Maka dari itu, adalah hal lumrah bagi generasi milenial untuk bekerja dengan sistem yang lebih efektif dan efisien. Berbeda dengan pandangan tradisional yang mengedepankan kerja perkantoran, generasi milenial lebih cenderung menyukai kehidupan kerja yang lebih fleksibel, baik secara waktu dan tempat.

  • Suasana Kerja
Sumber: www.pinterest.com

Dibandingkan sistem yang kaku dan bersifat hierarki, generasi milenial lebih menyukai struktur organisasi datar. Generasi milenial pada dasarnya kurang menyukai perintah dan paksaan dalam dunia kerja. Struktur organisasi yang datar memberikan ruang bagi generasi milenial untuk mendapatkan insight dengan cara yang lebih akrab. Hal ini memberikan ruang bagi generasi milenial untuk merasa lebih dihargai dalam pekerjaannya, sekaligus akan memudahkan mereka dalam menerima kritik dan saran karena terciptanya hubungan yang lebih solid.

Ternyata perubahan pola hidup dan kebiasaan juga memberikan banyak perubahan dalam pola pikir dan tujuan dalam berkarier. Berdasarkan informasi di atas, poin berapa yang paling Youngvestors cari dalam dunia kerja? Yuk, komen dan bagikan pandangan Youngvestor terkait materi hari ini!

Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa komen dan bagikan artikel ini kepada Youngvestor lainnya. Sampai ketemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Royale Class 6A : “Millennials Investing – ‘Small Step for Great Journey’ ”

Oleh : Hedwige Gevelyne Arsietha

Pengadaan rangkaian Royale Class dalam kegiatan I AM Talent & Career Batch 1 masih terus berlangsung. Berkolaborasi dengan Bank Negara Indonesia (BNI), Royale Class 6A yang diadakan pada 24 Mei 2021 lalu selama kurang lebih dua jam, turut mengundang pembicara atau lecturer yaitu Mr. Andri Tribowo dan Mr. Onggo Wiliamto dari BNI.

Pada kesempatan kali ini, Royale Membersdiajak untuk dapat belajar dan sharing mengenai financial planning dan juga investasi. Dimulai dari memperkenalkan anak perusahaan dari BNI Group yang berupa BNI Asset Management yang merupakan bagian dari konglomerasi PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan BNI merupakan holding company.

Pembahasan pertama dalam kelas Royale Class 6A yaitu membahas mengenai Y.O.L.O. Mindset, dimana Mr. Andri Tribowo mengatakan bahwa orang-orang maupun anak muda banyak beranggapan hidup hanya sekali dan dapat memberikan pandangan untuk hidup berfoya-foya. Namun, pada case lainnya, hidup juga memerlukan strategi perencanaan dalam keuangan untuk dapat hidup sejahtera. Berbicara mengenai masa depan pun, Mr. Andri Tribowo menambahkan bahwa masa depan sendiri merupakan akumulasi dari pengurangan antara gaji yang kita dapatkan dengan biaya dari gaya hidup dari setiap individu. Kita pun dituntut untuk dapat memahami mana hal yang merupakan sebuah kebutuhan, hal yang tidak bisa ditunda dan terbatas, dan juga keinginan, hal yang bisa ditunda dan tentunya tidak terbatas.

Berdasarkan dari tujuan pengeluaran dari berbagai faktor seperti jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, disisipkan pula informasi yang memberikan pengetahuan langka dalam berinvestasi dengan 5 tahap atau langkah yang termuat dalam gambar diatas.

Kesempatan kali ini juga turut membahas mengenai cara dari pengalokasian aset dari berbagai pakar, salah satunya yang dibuat berdasarkan John Bogel. Tidak hanya itu, Mr. Andri Tribowo juga memberikan simulasi dalam penggunaan cara alokasi dana dengan prinsip 40/30/20/10%. Hal ini turut disebutkan bahwa angka tersebut bukan berupa angka mutlak dan dapat berlaku secara dinamis tergantung dan disesuaikan dengan setiap individu.

Pembahasan lainnya juga disampaikan oleh Mr. Onggo Wiliamto yang membahas mengenai reksa dana yang disebutkan bahwa reksa dana sendiri dapat memiliki tujuan dari sebuah investasi dalam pemenuhan kebutuhan.

Dalam pembahasan ini pula, Royale Members diajak untuk mengetahui secara singkat mengenai apa itu reksa dana dan siapa saja orang dibalik hal tersebut. Secara singkat teks merupakan sebuah wadah yang dipergunakan dalam menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya dapat diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Pihak-pihak yang terkait dalam reksa dana seperti bank kustodian, merupakan bank umum yang telah mendapat persetujuan dari OJK atau Otoritas Jasa Keuangan dalam menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai kustodian, selanjutnya adalah manajer investasi yang merupakan pihak, yang kegiatan usahanya adalah mengelola portofolio efek dari para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif dalam sekelompok, dan terakhir merupakan bank atau perusahaan sekuritas yang tentunya mendapat persetujuan dari OJK sebagai agen penjualan reksa dana.

Pengenalan oleh Bank BNI mengenai reksa dana sendiri juga terbagi dalam beberapa cakupan pembahasan atau informasi seperti pengenalan secara singkat mengenai “Apa itu Reksa dana?”, “Bagaimana pemanfaatan hingga resiko dari reksa dana?” dan juga “Apa saja jenis-jenis dari reksa dana itu sendiri?”

Pada akhir kesempatan dalam penyampaian Royal Class 6A, dari pihak Bank BNI sendiri mengajak pada Royale Members untuk melakukan aktivitas singkat dengan melakukan game melalui Quizizz. Dimana dalam game tersebut, dari pihak BNI, akan memberikan gift atau hadiah kepada tiga Royal Members yang aktif dan tentunya menjawab pertanyaan secara benar dan mendapatkan nama pemenang yaitu Miss. Vienna, Mr. Mico dan Mr. Yonathan.

Royale Class 6A ini ditutup dengan kegiatan foto bersama dari pihak BNI Asset Management dan juga Royale Members dariI AM Talent & Career Batch 1.

Tentunya materi dan pembahasan ini diharapkan akan menjadi bekal dan juga pengetahuan bagi Royale Members dalam pengelolaan uang hingga investasi seperti reksa dana seperti yang disampaikan dan dijabarkan oleh pihak dari Bank BNI.

Salam I AM Community:

I AM Smart.

I AM Capable!