4 Alasan Pebisnis Wajib Mempunyai Mentor

Sumber: Freepik – Business People Illustration

Halo, Youngvestors!

Setiap pebisnis khususnya yang baru memulai bisnis memerlukan arahan dari seseorang yang lebih berpengalaman dalam urusan bisnis. Orang tersebut biasanya dikenal dengan sebutan mentor, namun banyak pebisnis yang menjalankan bisnisnya tanpa seorang mentor. Dalam kenyataannya, banyak miliader yang sukses karena memiliki mentor yang membantu mereka untuk membangun bisnis mereka. Contoh nyatanya adalah Mark Zuckerberg yang memiliki mentor yaitu Steve Jobs. Yuk kita lihat alasan pebisnis untuk harus memiliki mentor bisnis.

Sumber: Freepik – Business People Working Illustration

1. Mendapatkan Pembelajaran yang Nyata

Mentor merupakan orang yang sudah melakukan apa yang ingin kita lakukan dan berhasil melakukannya. Berbeda dengan penasehat, penasehat adalah orang yang memberitahu kita cara melakukannya namun bisa jadi belum pernah melakukannya. Pengalaman adalah pembelajaran yang penting dalam hidup begitu juga dengan kegagalan. Sulit untuk bisnis berjalan tanpa adanya mentor karena disini mentor dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, kegagalan yang pernah mereka lakukan, dan juga dapat memberikan saran serta masukan untuk bisnis yang kita miliki.

Sumber: Pinterest – Online Internet Business Deal

2. Kemungkinan Sukses akan Lebih Besar

Karena kita memiliki mentor yang telah berhasil melewati segala rintangan, tentu mereka akan mengajari kita mengenai keputusan dan tindakan apa saja yang perlu kita lakukan, sehingga peluang kita untuk sukses akan lebih besar karena arahan-arahan yang diberikan oleh mentor. Kita juga dapat memiliki koneksi dari kenalan mentor kita dan dapat kita jadikan kesempatan untuk belajar dan memperluas jaringan bisnis yang kita miliki. Tentunya ini bisa menjadi lompatan untuk kita mencapai keberhasilan.

Sumber: Freepik – Vector Premium

3. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Mentor yang sukses akan selalu membawa dampak positif untuk pengikutnya. Kepercayaan diri dapat ditemukan dari adanya mentor karena dengan memberikan masukan dan arahan, kita akan lebih dapat percaya bahwa bisnis kita berjalan dengan lancar. Seorang mentor dapat mendorong pebisnis muda untuk dapat melihat tantangan sebagai peluang dan juga dapat meningkatkan kepercayaan diri.

Sumber: Freepik – Vector Gratis

4. Membantu Bisnis Bertahan

Dalam buku Cashflow Quadrant oleh Robert T. Kiyosaki, beliau menjelaskan bahwa 9 dari 10 kegagalan dalam 5 tahun adalah karena kurangnya pengalaman dan modal. Kurangnya pengalaman membuat mentor begitu penting untuk dapat hadir di suatu bisnis. Tentu semua pebisnis ingin agar bisnisnya bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Meski tetap ada rintangan yang akan dihadapi, namun mentor juga bisa memberikan kita dukungan untuk dapat terus berjuang.

Nah, bagaimana Youngvestors? Sudahkah kalian mendapatkan mentor untuk memulai bisnis yang kalian miliki? Youngvestors harus mengerti bahwa mentor adalah pilihan yang tepat ketika membangun bisnis. Hal ini dikarenakan mentor sudah banyak mencicipi manis pahitnya bisnis sehingga dapat membantu kita dalam meraih keberhasilan seperti mentor tersebut.

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!

Masih Ragu Untuk Jadi Juragan Kos-an?

Sumber: DetikFinance – Rumah Kos-Kosan

Halo Youngvestors!

Siapa nih yang cita-citanya jadi bapak/ibu pemilik kos? Pernah kebayang gak sih betapa kayanya pemilik kos karena ada penghasilan tetap per bulan dari setoran anak kos? Anggap aja 1 kos punya 10 kamar dan tarif Rp1.000.000/bulan, Rp10.000.000 udah bisa kita terima bersih dari anak kos-an.. Ini baru 10 kamar, kalau 20 kamar? 50 kamar? Udah pasti bisa liburan ke luar negeri terus tuh! Hahaha..

Namun, jadi juragan kos gam ulus-mulus terus, ada juga masalahnya loh! Semuanya tidak bisa kita pandang baiknya saja, karena pasti ada perjuangan dibalik itu semua. Meskipun kemungkinannya masih bisa dikatakan penghasilan bakal lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk biaya bulanan untuk maintenance kosnya. Pada artikel kali ini, Mintor akan kupas tuntas apa saja manfaat yang bisa kita terima saat jadi juragan kos. Yuk langsung simak bersama!

1. Dapat Active Income dan Passive Income

Active income artinya penghasilan yang kita terima dari hasil kerja kita, seperti gaji kantoran setiap bulan. Sedangkan passive income artinya penghasilan yang kita terima dari sedikit bahkan tidak ada upaya untuk mendapatkannya. Ketika kita memiliki kos-kosan, kita bisa mendapatkan kedua penghasilan tersebut secara rutin loh, Youngvestors! Seperti ilustrasi yang sebelumnya, kita bisa mendapatkan Rp10.000.000 bersih dari hasil sewa bulanan anak kos dengan hanya menyediakan 10 kamar. Apalagi jika kita telah menjadi juragan kos yang memiliki banyak kos-an yang tersebar di lokasi yang mendukung, pasti auto kaya!

2. Jarang Sepi Peminat dan Jangka Panjang

Jarang sekali kita nemuin kos-an yang sepi, bukan? Apalagi jika lokasinya strategis seperti dekat universitas. Pasti sangat ramai yang mencari kos setiap tahun karena akan ada mahasiswa baru setiap tahunnya. Bahkan tak jarang juga anak kos akan menetap selama beberapa tahun bahkan dari awal masuk kuliah sampai lulus, kira-kira 3 hingga 4 tahun untuk menetap. Biasanya mereka akan menetap cukup lama karena malas untuk beres-beres pindahan karena barang yang sulit dibawah atau memang kita sebagai juragan kos dapat menjaga hubungan yang baik dengan anak kos.

3. Biaya Perawatan Relatif Murah

Mintor harus akui memang modal untuk mendirikan atau membeli sebuah kos membutuhkan modal yang besar, namun terlepas dari itu, biaya perawatan kos relatif murah. Namun percaya gak percaya, modal untuk dapat mengembalikan biaya mendirikan kos dapat kembali dalam waktu 5-10 tahun tergantung dari perkembangan atau prospek dari kos itu sendiri. Biaya perawatan biasanya pada air, listrik,  dan internet gratis untuk para anak kos dimana pastinya penghasilan yang diterima akan jauh lebih besar dibandingkan biaya seperti ini. Kita juga perlu memikirkan biaya asisten rumah tangga untuk membantu kos untuk dapat tetap bersih dan membantu dalam mencuci pakaian dari anak kos. Biaya ini akan lebih banyak lagi jika kita menggunakan jasa keamanan seperti satpam yang juga jarang dipakai di beberapa kos-an. Namun hal ini tidak akan menjadi masalah yang besar karena yang terpenting adalah penghasilan dari penyewaan kamar kos tetap dapat menutupi dari biaya perawatan itu.

4. Investasi Minim Risiko

Emang punya kos termasuk investasi? Iya, termasuk investasi karena kita bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari kepemilikan kos tersebut bahkan secara rutin setiap bulan! Setiap investasi tentu punya risiko, termasuk kos-kosan. Hal ini disebabkan karena harga properti yang cenderung meningkat setiap tahun. Bahkan dalam situasi pandemi COVID-19, meskipun harga properti sedikit turun, namun tetap ramai pembeli, loh! Apalagi sektor properti selalu dilirik dan dibantu oleh pemerintah melalui kebijakan yang ada. Contoh kebijakan terbaru saat pandemi COVID-19 adalah Down Payment 0% yang berarti masyarakat akan lebih mudah untuk melakukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tanpa harus membayar uang muka.

5. Mudah Dijual Kembali

Tak hanya kamar kos yang mudah digantikan oleh anak kos baru, tapi kos-annya juga yang mudah untuk dijual kembali. Kos merupakan jenis properti yang komersial, sehingga banyak orang melihat bahwa kos tidak hanya untuk bisnis namun menjadikannya sebagai aset. Apalagi jika kos yang dimiliki memiliki permasalahan yang kecil seperti kebocoran atau hal lainnya yang masih dapat diperbaiki.

Itulah beberapa keuntungan mutlak yang bisa kalian dapatkan ketika menjadi juragan kos-an, jadi jangan ragu lagi ya! Mintor juga akan kasih tambahan tips bagaimana cara agar kos yang kita miliki dapat menghasilkan keuntungan yaitu mencari lokasi yang strategis (bisa dekat dengan universitas / kantor / pabrik / fasilitas umum), jangan memaksakan harga sewa yang terlalu mahal karena mengingat bahwa target konsumen kita masih tergolong orang yang bekerja dan mahasiswa. Kita juga perlu untuk menyediakan lahan parkir untuk kebutuhan kendaraan anak kos, memberikan fasilitas yang bersih agar mereka dapat senang dan nyaman untuk tinggal di kos kita.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Tips Anti Gagal Bangun Bisnis Baru

Sumber: 123RF – Opportunity Stock Vector Illustration

Memulai bisnis bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Tentu akan ada manis pahit yang dirasakan bahkan ketika bisnis sudah besar sekalipun. Belajar dari pengalaman dan membuat strategi yang tepat merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap orang, termasuk pebisnis hebat. Namun untuk membuat dan melakukan sebuah strategi, seseorang harus melihat peluang dan kesempatan yang tersedia. Langsung saja kita bahas bagaimana melihat peluang tersebut yuk, Youngvestors!

Sumber: Iconscout – Opportunities Illustration

1. Mencari Permintaan Paling Tinggi

Seperti yang pernah kita pelajari di pelajaran ekonomi ketika masih sekolah, kita akan mengetahui bahwa perekonomian berkaitan dengan permintaan dan penawaran, bukan? Dalam bisnis, kita pun harus melihat apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan dari target konsumen saat ini. Jika kita menyediakan sesuai dengan permintaan saat ini, tentunya kita akan mendapatkan kesempatan untuk bisa mendapatkan konsumen dengan banyaknya permintaan untuk barang tersebut, Youngvestors!

Sumber: Telecoms.com – Search For Opportunities

2. Memilih Produk yang Berpotensi

Berbeda dengan permintaan, kini kita harus melihat produk/jasa apa yang dapat berpotensi untuk jangka panjang. Potensi sendiri merupakan suatu kemampuan, kekuatan, kapasitas yang belum tercapai untuk saat ini. Dengan kita melihat produk yang berpotensi di masa depan, kita dapat membuat atau mengembangkannya dari sekarang, sehingga di masa depan saat barang tersebut dibutuhkan, kita sudah dapat memproduksinya sesuai permintaan pasar. Tentunya barang yang kita jual akan mempunyai nilai tambahan dan bertahan cukup lama dibandingkan dengan barang yang hanya mengikuti trend dan hal-hal yang viral.

Sumber: Macrovector – Page 1 Opportunities Search and Download

3. Membuat Customer Database

Konsumen adalah Raja. Tidak dipungkiri bahwa jika tidak ada konsumen, suatu bisnis tidak akan berjalan, bukan? Maka dari itu, kita harus mengetahui seperti apa konsumen kita dilihat dari hal umum seperti umur, jenis kelamin, dan lokasi tempat tinggal. Dengan memiliki database, kita dapat menganalisis kunjungan konsumen ke website, barang apa yang disukai oleh konsumen dan hal lainnya. Kita juga dapat mengetahui data konsumen melalui sosial media seperti Instagram yang sudah memiliki algoritma tersendiri. Kita juga dapat memanfaatkan data ini untuk mengelola sosial media sehingga kita dapat mengetahui kapan kita dapat melakukan promo.

Sumber: 123RF.com – Omni Channel Concept Business

4. Mengoptimalkan Channel Bisnis

Semenjak pandemi, hampir seluruh bisnis mau tidak mau harus membuat bisnisnya beralih secara online. Oleh karena itu, kita harus benar-benar mengoptimalkannya dengan cara memberikan menu barang/jasa yang kita miliki secara lengkap sehingga konsumen tidak perlu bertanya-tanya lagi pada kita perlu untuk membuat daftar barang/jasa menjadi lebih informatif. Dalam hal promosi, kita dapat memberikan promo seperti gratis ongkos kirim, promo paketan (bundling) agar lebih menarik konsumen.

Artikel ini semoga dapat membuat Youngvestors kini sudah mempunyai gambaran mengenai apa saja yang harus dilakukan dalam berbisnis. Mintor berharap artikel ini dapat bermanfaat untuk Youngvestors semua ya! Selamat berjuang untuk memulai dan mempertahankan bisnis ya, semoga hal-hal baik saja yang terjadi. Youngvestors masih ingin tahu tantangan apa aja dalam memperluas bisnis? Tunggu artikel berikutnya yah!

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!