Apa Resolusi Finansial kamu di tahun 2022? Rencanakan Sekarang Yuk!

Sumber: unsplash.com

Halo Youngvestors! Tak terasa kita sudah memasuki tahun 2022. Jika kita membahas tentang tahun baru tentunya hal tersebut tak jauh dengan pembicaraan mengenai resolusi atau tujuan yang ingin dicapai. Resolusi terkadang sulit untuk dijalankan namun tetap diperlukan agar hidup menjadi lebih teratur dan terarah.

Resolusi bisa berbentuk dalam banyak hal, salah satunya resolusi keuangan yang bertujuan untuk menghemat atau menambah pemasukan youngvestors di tahun yang baru ini.

Bagi youngvestors yang belum memiliki resolusi, berikut beberapa tips yang bisa menjadi pertimbangan dalam menyusun resolusi keuangan di tahun 2022.

  • Meninjau kembali pengeluaran pada tahun 2021

Sebelum menyusun resolusi, ada baiknya kita meluangkan waktu sejenak untuk meninjau kembali pengeluaran pada tahun 2021. Susunlah pengeluaran tersebut dalam bentuk tabel dengan membaginya berdasarkan kategori masing-masing agar lebih mudah dalam menghitungnya.

Setelah tercatat dengan lengkap, kita dapat menentukan apakah pengeluaran kita sudah cukup efektif dalam mencapai tujuan finansial di tahun 2021. Jika dirasa belum, kita dapat mencatat hal-hal apa saja yang dapat diubah agar menjadi lebih baik di tahun berikutnya.

  • Membuat rencana anggaran per bulannya

Setelah meninjau pengeluaran pada tahun lalu, kita dapat mulai meyusun rencana anggaran pada tahun 2022. Dengan adanya rencana bulanan tersebut, kita dapat lebih teratur dalam mengatur pengeluaran.

Usahakan untuk menyamakan standar maksimal pengeluaran per bulannya agar kita tidak terlalu boros dalam menghabiskan pemasukan kita. Hal ini dapat menghindari pengeluaran uang berlebih dalam satu periode waktu dan menjadikan rencana keuangan kita lebih berkelanjutan dalam jangka waktu setahun ke depan.

Masukkan juga biaya pengeluaran kebutuhan dimulai dari yang paling penting seperti tagihan telepon, listrik, air, belanja bulanan, dan lainnya. Ingatlah akan tenggat waktu maksimal pembayaran tagihan sehingga kita dapat menghindari biaya denda yang hanya akan memperbesar jumlah tagihan.

  • Mengurangi pengeluaran belanja konsumtif dan tagihan

Resolusi selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menghemat pengeluaran salah satunya dengan menekan biaya tagihan dan belanja. Kita dapat menekan biaya listrik pada penggunaan televisi dan telepon rumah dengan hanya mengandalkan internet.

Selain biaya tagihan, kita juga dapat mengurangi kebiasaan konsumtif dengan memotong pembelanjaan yang dirasa tidak begitu penting. Untuk lebih memudahkannya, youngvestors dapat mengkategorikan apakah barang yang dibelanjakan termasuk ke dalam ‘kebutuhan’ atau ‘keinginan’. Tentunya kita perlu memprioritaskan kebutuhan kita terlebih dahulu.

  • Mulai menabung dan berinvestasi

Selain memperhatikan pengeluaran, kita juga dapat memperbanyak pemasukan kita melalui beberapa cara seperti menabung dan berinvestasi. Meskipun terbilang klasik, menabung tetap memiliki manfaat yang cukup membantu kita dalam menambah pemasukan. Seiring perkembangan jaman, media untuk menyimpan tabungan juga ikut berkembang, tidak hanya melalui celengan biasa namun juga melalui bank-bank konvensional.

Bentuk tabungan yang dapat menambah pemasukan kita antara lain deposito berjangka yang menawarkan tingkat bunga lebih tinggi dari tabungan biasa. Selain menabung, kita juga memiliki opsi untuk berinvestasi dalam bentuk emas atau logam mulia, saham, hingga properti.

  • Menyiapkan dana darurat

Situasi darurat memang tidak kita inginkan, namun tetap dapat terjadi di luar rencana dan kendali kita. Oleh karena itu, kita juga perlu menyisihkan sebagian pemasukan kita ke dalam dana darurat agar rencana keuangan kita ke depannya tetap stabil dan tidak terganggu.

Usahakan sebisa mungkin agar dana darurat tersebut tidak terpakai jika keadaan tidak begitu menuntutnya. Mempersiapkan dana darurat juga dapat menghindarkan kita dari hal-hal tidak diinginkan seperti jeratan utang yang hanya akan menambahkan tingkat stress dan pengeluaran kita apalagi jika pinjaman tersebut berbunga.

Nah, itulah beberapa tips untuk mencapai resolusi finansial di tahun 2022. Semoga informasi tersebut bisa membantu youngvestors untuk menyusun resolusi finansial yang lebih teratur, terarah, serta meningkatkan keuangan youngvestors di tahun baru ini.

Yuk, jangan lupa untuk follow Instagram @i_amcommunity dan ikuti terus berbagai informasi menarik lainnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber:

https://hot.liputan6.com/read/4407858/resolusi-adalah-bagian-dari-rencana-hidup-ketahui-cara-menyusunnya
https://money.kompas.com/read/2017/01/11/050000026/ini.tips.menjalankan.resolusi.finansial.pada.tahun.baru?page=all

Think and Grow Rich

Hello Youngvestors! Thousands of successful men and women are where they are now because they picked up a principle of Napoleon Hill’s called Think and Grow Rich. The man who then rises and walks out into the world to become a new person. He evolves into someone who possesses the rare ability to transform dreams into realities and thoughts into actions.

As you know everything begins with an idea and when ideas are backed up by a clear sense of purpose, perseverance, and a burning desire to turn them into material wealth, they may be extremely powerful. So, what are you waiting for? Let’s apply Napoleon Hill’s 13 principles for success.

Source: unsplash.com

Desire

This is the first step to reaching wealth. You need to convince yourself, because without a desire, there will never be an action to do.

Faith

Faith is a mind that can be created with instruction by conscious auto-suggestion. You can muster the trust you require by repeatedly conjuring up a mental image of yourself already having achieved your major goal. Don’t forget faith is necessary for success.

Auto Suggestion

You can start thinking about how to reach something by repeated suggestions. To do that, you need to go to a relaxing place. Then close your eyes and say your desire repeatedly until you can hear your own voice, so that strengthens your goal.

Specialized Knowledge

Knowledge is a power that needs a definite plan of action and is directed to a definite end. You need knowledge before making your ability into something. Spare time to learn every day is very important to get the knowledge.

Imagination

Everything starts with imagination. Imagination can be a motivation to action. A lot of people become successful because they developed the power of self-motivation.

Decision

Based on facts, many people succeed because they dare to make decisions. If the decision is wrong then learn and change it slowly.

Persistent

Failures that occur repeatedly actually prove your dedication and strength that will lead you to achieve success in the future. To be successful, there must be an unshakable quality of ideals within you, and will do whatever it takes to make those goals a reality.

Enthusiastic Support

Surely you will remember the phrase “It is very important that behind almost every great leader there is love and supportive inspiration from his partner”. Having someone to love means having someone to share your success with. Some people can be successful without anyone’s support, but most of the true happiness will be lost if it is not shared. So take care of the people around you who continue to support you.

Organized Plan

This principle is very important for you to follow. Without an organized plan, it’s like a ship without a destination, and when bad things happen you can’t deal with them. The better you plan your success, the better you can achieve that success.

The Power of the Mastermind

Associating with people who have the same ideals can generate good ideas from the results of your discussions. The more sympathetic thoughts you gather from the group, in other words thoughts working towards the same goal, the more pertinent information will be available. Great ideas are a mix of related information.

Subconscious Mind

You can’t make this subconscious mind, but you can direct it. The subconscious mind is more influential on emotions, so you must be able to recognize what emotions can produce positive energy for your subconscious mind. The best way to practice this principle is to keep in your subconscious mind as often as possible a clear picture of yourself who has achieved the goal of success.

The Brain

The brain that has given us knowledge so that what we know now and the goals we will achieve later are the result of the power of your brain. Get to know your brain power, try to give it work to complete, and see how your brain works.

The Sixth Sense

After you have mastered the previous 12 principles, only then can you master this sixth sense principle because this principle is not easy to explain to someone who has not mastered the other principles. The sixth sense is the sense through which your infinite intelligence can communicate. This sixth sense also has a function where your subconscious mind can provide creative imagination.

Well, expanding the connection is also one way to be successful, that can be obtained by joining the community. Then let’s join I AM Community and I AM Talent & Career for your training class. Other than that, if you are interested in property investment, let’s join with us at Estator. For further information, check it on Instagram @i_amcommunity, @i_amtalentindo, & @estator.id.

Alright, Youngvestors! That was the explanation of how the secret of success is based on the 13 principles of Think and Grow Rich. Success can be achieved if it is supported by definite goals, perseverance, and a burning desire to define the definition of material wealth. Wealth is of course whatever you want. So, by controlling your mind and living your principles well, you can control your good fortune too. Thank you for reading this article, hopefully, it will be useful, and see you in the next article!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Hidup Sebagai Generasi Sandwich

Istilah “generasi sandwich” mulai dibicarakan banyak orang belakangan ini. Memangnya apa itu generasi sandwich? Sesuai namanya, sandwich, yang artinya roti lapis. Dalam generasi ini, seseorang harus hidup di antara lapisan dua generasi, yaitu orang tua dan anaknya. Artinya saat kita sudah menikah dan punya anak, tetapi masih harus menanggung kehidupan orang tua.

Tanpa disadari, generasi sandwich sudah menjadi tradisi dan terus turun menurun hingga saat ini. Umumnya hal ini disebabkan karena minimnya literasi dan pengetahuan generasi sebelumnya tentang keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada tahun 2019, menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan Indonesia baru 38,03%.

Sumber: unplash.com

Sebagai generasi sandwich yang hidup dalam banyak tanggungan dari banyak pihak, pasti ada tantangannya. Apa sajakah itu? Simak penjelasannya berikut ini.

  1. Menyebabkan stres

Stres adalah salah satu masalah yang paling sering muncul. Bagaimana tidak? Sepasang suami istri kerap berkonflik dalam menentukan prioritas. Apakah keluarga inti atau orang tuanya?

Biasanya generasi sandwich akan pusing sendiri dalam mewujudkan permintaan yang datang dari orang tua maupun anak dan pasangan. Ditambah lagi, bagi generasi sandwich yang masih dalam usia produktif, mereka mempunyai banyak target yang hanya menambah beban pikirannya.

  1. Khawatir dengan masa depannya

Seorang generasi sandwich tidak akan jauh dari khawatir akan masa depannya. Masa depan orang tua serta anak dan pasangannya menjadi tanggung jawab yang besar. Ditambah lagi, mereka harus memikirkan solusi untuk memutus rantai generasi sandwich.

  1. Banyak hambatan dalam memulai investasi

Menurut survei dari KataData, saat ini mayoritas generasi sandwich sedang mengalami situasi keuangan yang lebih berat diakibatkan situasi pandemi. Ditambah lagi mereka harus menanggung kebutuhan banyak pihak. Sebenarnya para generasi sandwich ini sadar akan investasi, tetapi ada kebutuhan keluarga yang harus menunda hal tersebut.

Nah, agar Youngvestors tidak terjebak dalam generasi sandwich, pastinya ada hal-hal yang dapat dilakukan. Tidak usah lama-lama lagi, yuk ikuti ulasannya!

  1. Memiliki komunikasi yang terbuka terhadap pasangan dan keluarga

Terbuka terhadap pasangan dan keluarga sangatlah penting. Tujuannya agar kita tidak pusing memikirkan semua masalah sendiri. Mulailah berdiskusi mengenai kondisi keuangan sampai membuat mereka paham akan beban keuangan yang sedang dipikul. Diharapkan pasangan dan keluarga kita bisa lebih memahami kondisi yang ada.

  1. Mengubah mindset

Hal ini merupakan perubahan paling mendasar. Pastikan kita mengubah mindset ke arah benar-benar ingin keluar dari jebakan generasi sandwich ini. Dari sini kita akan terdorong untuk membuat perencanaan keuangan yang lebih baik dan menyiapkan dana pensiun, sehingga nantinya kita tidak bergantung lagi pada anak dan rantai generasi sandwich pun dapat terputus.

  1. Melakukan investasi

Investasi menjadi salah satu cara paling ampuh dalam memutus rantai generasi sandwich, karena melakukan investasi dapat meningkatkan nilai aset guna mempersiapkan kondisi keuangan yang lebih baik di masa depan. Lebih baik lagi jika kita berinvestasi sembari menyiapkan dana darurat dan dana pensiun.

Hidup sebagai generasi sandwich memang tidak mudah. Kita harus bekerja keras demi mendapatkan pemasukan, di sisi lain kita juga harus bertanggung jawab secara emosional maupun finansial terhadap orang tua serta pasangan dan anak. Maka dari itu, semoga artikel dari Mintor ini dapat membantu Youngvestors yang masih terjebak dalam generasi sandwich. Follow juga Instagram @i_amcommunity untuk konten menarik lainnya ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:

https://ilovelife.co.id/blog/mengapa-kamu-perlu-menjadi-generasi-sandwich-yang-lebih-baik/?utm_source=SEM&utm_medium=sem-leverate&utm_campaign=blogoct2021&gclid=Cj0KCQjw8p2MBhCiARIsADDUFVExZSiRKns6kvgVDencFXCsRC5ZdPj1FR-08NQ5h54hLr_apUGIWTQaAp3cEALw_wcB

https://bisnis.tempo.co/read/1501528/enam-langkah-memutus-rantai-generasi-sandwich

5 Cara Mencapai Financial Freedom Sejak Dini

”Uang tidak bisa membeli kebahagiaan”, apakah Youngvestors setuju dengan pernyataan tersebut? Kalau Mintor tidak setuju, nyatanya keuangan yang baik akan memberi kita kehidupan yang lebih baik juga. Bahkan menurut tanggapan dari 450.000 orang Amerika yang disurvei oleh Gallup & Healthways pada tahun 2008 dan 2009, menyatakan bahwa semakin rendah pendapatan seseorang, maka semakin tidak bahagia hidupnya.

Maka mencapai financial freedom tentunya dambaan semua orang, bukan? Financial freedom sendiri adalah kondisi di saat seseorang mencapai kebebasan finansial, yang berarti kita tidak perlu lagi bekerja karena sudah ada kekayaan dan aset yang bisa membiayai semua kebutuhan sehari-hari. Bagi orang yang sudah mencapai financial freedom, asetnya pun memiliki nilai yang lebih tinggi dari kebutuhan sehari-harinya.

Nah, bagaimana sih cara mencapai financial freedom? Yuk simak penjelasan dari Mintor!

Sumber: unplash.com

  1. Pahami kondisi finansial kita sekarang

Mencapai financial freedom tidak dilihat dari seberapa besar pendapatan kita perbulannya, yang penting semua pendapatan dan aset kita sudah mampu menutupi semua pengeluaran sehari-hari. Bila tidak, berarti belum mencapai financial freedom. Maka dari itu, kita harus membuat perhitungan tentang berapa pendapatan yang seharusnya dimiliki agar mencapai financial freedom.

  1. Mempunyai sumber pendapatan lain

Untuk mempunyai pendapatan yang bisa menutupi semua pengeluaran, tentunya butuh pendapatan yang cukup besar. Salah satu caranya adalah mempunyai sumber pendapatan lain. Cara ini sangat efektif, di mana pendapatan utama bisa untuk membayar kebutuhan pokok, sedangkan pendapatan lainnya bisa untuk menabung dan membeli aset.

Langkah paling populer dalam mencari sumber pendapatan lain adalah dengan berbisnis. Memulai suatu bisnis tidak selalu memerlukan modal yang besar, bahkan ada bisnis yang tanpa modal, seperti menjadi dropshipper, freelancer, dan sebagainya. Langkah yang kedua, kita bisa membangun passive income dengan memanfaatkan media internet, salah satu contohnya adalah membuat blog. Untuk lebih lengkap tentang cara membangun passive income, Youngvestors bisa membaca di artikel sebelumnya ya!

  1. Melakukan investasi

Berapa banyak pun uang yang kita miliki saat ini, tidak akan sama lagi nilainya di masa depan, karena ada yang namanya inflasi. Maka dari itu, Youngvestors sangat wajib untuk melakukan investasi. Selain melawan inflasi, investasi juga bisa menjadi salah satu alat kita untuk mencapai financial freedom, karena dalam investasi ada yang namanya compounding interest, yaitu uang kita akan terus bunga berbunga seiring berjalannya waktu. Jadi semakin cepat memulai investasi akan semakin baik.

  1. Melunasi semua hutang

Untuk  memiliki kebebasan secara finansial, tentunya kita tidak boleh mempunyai hutang lagi, apalagi dengan nilai besar. Jika masih ada, upayakan untuk segera melunasinya. Lebih baik lagi jika nilai dari aset kita bisa melunasinya.

  1. Tentukan tujuan keuangan

Menentukan tujuan keuangan sangat berguna untuk kita membuat strategi perencanaan keuangan, sehingga setiap pengeluaran dapat lebih teratur.

Selain itu, pengertian financial freedom bagi setiap orang juga berbeda, ada yang merasa mencapainya saat bisa travelling ke luar negeri setiap bulan tanpa khawatir atau sudah memiliki dana pensiun yang cukup. Dengan hal ini, kita bisa lebih mudah dalam menentukan cara yang tepat untuk mencapainya.

Itulah 5 cara dari Mintor untuk mencapai financial freedom sejak dini. Apakah Youngvestors punya cara lain untuk mencapai financial freedom? Yuk bagikan caramu di kolom komentar di bawah! Jangan lupa untuk baca artikel lainnya dan follow Instagram @i_amcommunity ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:

https://koinworks.com/blog/cara-mencapai-financial-freedom/

https://www.ekrut.com/media/financial-freedom-adalah

Selain Bahasa Inggris, 6 Bahasa Asing Ini Dapat Menunjang Kariermu Loh!

Sumber: freepik.com

Bonjour les amis! Wah, kalimat pembuka kali ini menggunakan bahasa yang asing nih, Youngvestors. Kira-kira apa kalian tahu bahasa yang Mintor gunakan beserta dengan artinya? Jika tidak tahu mungkin ini saatnya untuk kalian belajar bahasa asing, karena ternyata selain pandai berbahasa Inggris, menguasai bahasa asing lainnya juga dapat menunjang kariermu loh! Di bawah ini akan Mintor jelaskan apa saja bahasa asing yang perlu kalian kuasai.

  1. Bahasa Mandarin

Saat ini tenaga kerja yang dapat menguasai bahasa Mandarin sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan perekonomian di Tiongkok yang semakin pesat dan populasi masyarakat Tiongkok yang sangat tinggi. Berdasarkan sumber dari Databoks, di awal tahun 2019 Tiongkok menjadi negara kedua terbesar yang menanamkan modalnya di Indonesia,

yakni sebesar 4,7 miliar dolar AS atau 16,8% dari total investasi ke Indonesia. Jadi tidak heran kebutuhan tenaga kerja yang pandai bahasa Mandarin semakin meningkat.

  1. Bahasa Jepang

Tidak kalah dengan negara Tiongkok, Jepang merupakan negara dengan penanaman modal yang sangat tinggi di Indonesia. Dilansir dari Databoks, nilai investasi Jepang di Indonesia pada tahun 2011 – 2016 mencapai 5,4 miliar USD. Masyarakat Jepang juga kurang mahir berbahasa Inggris karena rasa bangga dengan bahasanya sendiri sangat tinggi. Hal ini dapat menjadi kesempatan kalian untuk menguasai bahasa Jepang dan meningkatkan kualitas karier kalian.

  • Bahasa Prancis

Nah, kalimat awal yang Mintor sampaikan sebagai pembuka tadi menggunakan bahasa Prancis yang artinya “Halo teman-teman”. Bahasa ini memang belum terlalu banyak dibutuhkan dalam dunia kerja, tetapi perlu kalian ketahui masyarakat Prancis kurang berminat berbicara menggunakan bahasa asing, jadi ini kesempatan kalian untuk menguasai bahasa Prancis. Sebagai pengetahuan kalian juga, di dunia terdapat organisasi bernama “Organisation internationale de la Francophonie” yang merupakan kumpulan negara-negara berbahasa Prancis yang terdiri dari 77 negara anggota dan pemerintah. Bahasa Prancis juga merupakan bahasa keenam yang paling banyak digunakan di dunia.

  • Bahasa Jerman

Jerman merupakan salah satu negara di dunia yang menguasai sektor ekonomi, teknologi, hingga sains. Kekuasaan Jerman inilah yang memungkinkan berbagai perusahaan Jerman merebak di dunia. Tentu bagi yang melihat peluang kerja, kesempatan ini bisa menjadi salah satu keuntungan besar bagi kalian Youngvestors!

  • Bahasa Arab

Negara Arab adalah negara yang menawarkan banyak lapangan kerja bagi tenaga kerja asing, mulai dari sektor maskapai hingga pariwisata. Bahasa Arab juga digunakan di 27 negara di Timur Tengah yang sektor bisnisnya kini berkembang pesat berkat kekayaan minyak bumi, sehingga menguasai bahasa Arab sangat dibutuhkan dan dapat menunjang karier kalian.

  • Bahasa Rusia

Bahasa tersulit ini ternyata juga banyak dibutuhkan loh Youngvestors! Pasalnya, Rusia termasuk negara yang menawarkan banyak lapangan pekerjaan serta kesempatan beasiswa dan pertukaran pelajar. Apakah Youngvestors tertarik?

            Bagaimana Youngvestors? Dari informasi di atas apakah kamu semakin tertarik untuk belajar bahasa asing? Mintor harap kalian dapat menggunakan waktu yang ada dengan produktif untuk meningkatkan skill dalam berbahasa asing. Terima kasih sudah menyimak artikel ini, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya! Jangan lupa ikuti juga konten menarik dan bermanfaat di Instagram @i_amtalentindo ya!

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future!

Cara Membangun First Impression yang Positif dalam Dunia Kerja

Source: unsplash.com

Halo Youngvestors! Tahukah kamu, first impression yang baik sangat penting dalam dunia kerja karena akan memudahkan kamu dalam membangun relasi dengan teman-teman kantormu. Akan tetapi, apa sebenarnya first impression itu? Lalu bagaimana cara menunjukkan first impression yang baik kepada rekan kerja? Nah, Mintor bantu jelaskan ya!

            First impression atau yang sering disebut kesan pertama merupakan pandangan seseorang saat pertama kali berkenalan dengan orang lain yang berhubungan dengan karakteristik orang tersebut. Kesan yang dibangun ini dapat berupa kesan negatif maupun positif.

            Youngvestors, saat kalian memulai pertemanan dengan rekan kerjamu, pastikan kalian memberikan kesan pertama yang baik. Hal ini dikarenakan kesan pertama yang ditangkap orang lain terhadap sikap kita saat bertemu akan lebih melekat dibandingkan semua kesan yang muncul selanjutnya. Bayangkan saja apabila seseorang berkenalan dengan kalian namun sikapnya tidak sopan, secara otomatis otak kita akan terus berpikir negatif terhadap orang tersebut.

Berikut beberapa cara yang dapat Mintor bagikan untuk membangun kesan pertama yang baik kepada orang lain khususnya rekan kerja.

  1. Lakukan Eye Contact

Sebagian orang pasti merasa gugup saat bertatapan dengan orang lain apalagi yang baru mereka kenal. Tidak perlu khawatir Youngvestors, apabila kalian melakukan eye contact dengan lawan bicaramu itu menandakan bahwa kalian orang yang percaya diri dan sopan santun.

  • Tersenyum

Jangan ragu untuk memberikan senyuman yang tulus. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi lawan bicara sehingga mereka merasa nyaman atas kehadiran kalian. Ingat, hindari juga memberikan senyuman yang terlalu lebar karena akan terlihat bahwa kalian sedang dalam keadaan gugup.

Source: unsplash.com

  • Tunjukkan Bahasa Tubuh yang Baik

Perlihatkan bahasa tubuh kalian dengan baik. Seperti pada saat kalian berjabat tangan dengan orang lain, jangan terlalu kencang atau terlalu lemah dalam menggenggam tangan orang tersebut. Posisi berdiri atau duduk juga perlu diperhatikan. Saat berdiri jangan terlalu sering membungkuk alih-alih agar kalian terlihat lebih sopan, justru hal tersebut menunjukkan bahwa kalian tidak percaya diri. Terlalu santai juga tidak baik karena dapat memberikan kesan bahwa kamu pemalas.

  • Berbicaralah dengan Jelas

Hal ini perlu kalian latih dari sekarang. Jangan terlalu cepat dan lambat dalam berbicara. Ajak teman-teman kalian untuk berdiskusi agar kalian mendapat kesempatan untuk berlatih mendengar dan berbicara yang baik. Berkomunikasi dengan orang lain dari berbagai aspek juga sangat bermanfaat sehingga perbendaharaan kata kalian akan semakin banyak. Satu lagi yang tidak kalah penting, cobalah untuk mengurangi kata “hmm” atau “eh” dalam menyampaikan suatu informasi karena hal ini menunjukkan bahwa kalian sedang dalam keadaan gugup dan tidak profesional.

  • Perhatikan Penampilan

Saat bekerja, tidak perlu menggunakan pakaian mewah. Kalian cukup menggunakan pakaian rapi dan sopan. Jangan lupa menggunakan minyak wangi agar lebih percaya diri. Coba kalian bayangkan seseorang yang datang ke kantor dengan penampilan lusuh dan berantakan, pastinya kalian akan merasa terganggu bukan?

Kalian juga perlu memperhatikan dress code yang digunakan perusahaan tempat kamu bekerja. Ada beberapa perusahaan yang tidak memiliki aturan dalam pemakaian seragam. Hal ini perlu kalian ingat ya Youngvestors, jangan sampai kalian menggunakan pakaian dengan motif dan warna yang terlalu mencolok karena dapat memberikan kesan terlalu percaya diri.

Okay Youngvestors! Sekian penjelasan Mintor tentang bagaimana cara membangun first impression yang baik dalam lingkungan kerja. Dengan kalian menerapkan tips-tips di atas, Mintor harap kalian bisa memulai hubungan yang baik dengan rekan-rekan kerja dan merasa nyaman dalam lingkungan perusahaan. Sekian penjelasan dari Mintor, terima kasih sudah membaca artikel ini. Tunggu artikel-artikel menarik selanjutnya dan jangan lupa juga untuk follow akun instagram kami di @i_amtalentindo ya.

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future!

Sudah Sering Apply CV Tapi Belum Dapat Panggilan? Mungkin CV-mu Belum Ramah ATS.

Penulis: Hety Rismawati Nehe

Sumber : unsplash.com

Hai Youngvestors! Mintor kembali lagi untuk terus memberikan edukasi untuk kalian. Kali ini Mintor akan membahas salah satu aspek penting dalam dunia kerja. Yes! Betul sekali, Curriculum Vitae atau yang biasa disebut CV. Mungkin beberapa kalian ada yang sedang mencari pekerjaan namun belum dapat panggilan sampai saat ini? Bisa jadi salah satu penyebabnya adalah CV kalian belum ramah dengan ATS. Apa itu ATS? Kita simak penjelasannya yuk.

Kemajuan teknologi di era 4.0 sudah semakin pesat. Sudah banyak kemudahan yang dapat kita nikmati dari hasil program teknologi. Salah satunya ATS dalam bidang perekrutan tenaga kerja. ATS (Applicant Tracking System) merupakan sebuah sistem yang digunakan perusahaan atau situs lowongan kerja untuk mengumpulkan sekaligus menyeleksi pelamar kerja sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan. Sistem ATS ini sangat memudahkan para recruiter untuk menyaring CV secara otomatis dan tanpa membuang waktu.

Cara kerja dari program ATS ini yaitu sistem memindai CV kita dan mencari kata kunci yang sesuai dengan posisi lowongan yang dibutuhkan. Setelah itu ATS menyimpan file CV yang telah lolos pemindaian untuk dapat dilihat oleh recruiter.  

Karakter CV yang Lolos Seleksi ATS

  1. Menggunakan bahasa Inggris sehingga ATS dapat mengenali identitas kalian
  2. Ukuran dan jenis huruf yang digunakan standar dan mudah dibaca
  3. Pemilihan warna yang digunakan tidak mencolok
  4. Menggunakan kata kunci yang berhubungan dengan lowongan pekerjaan
  5. Mendeskripsikan pengalaman kerja dengan jelas.

Setelah tahu karakter CV yang lolos seleksi ATS, sekarang Mintor mau memberikan tips bagaimana cara membuat CV ATS friendly.

  1. Menggunakan Template yang Tidak Mencolok

Mungkin banyak dari kalian berusaha untuk membuat CV yang menarik dengan menuangkan warna dan tools ke dalam CV. Namun sayangnya, ATS lebih membutuhkan deskripsi pengalaman dan kompetensi kalian, Youngvestors. Jadi kalian hanya perlu menggunakan template CV yang sederhana.

  • Menggunakan Format Tulisan yang Standar

Beberapa font yang dapat kamu pilih dalam membuat CV yaitu Times New Roman, Calibri, Cambria, Lato, Didot, Helvetica, Avenir, Georgia. Ukuran huruf yang digunakan pun harus pas, tidak terlalu besar atau terlalu kecil serta tidak lupa juga menggunakan spasi satu sehingga mudah untuk dibaca.

  • Menggunakan Kata Kunci

Kalian perlu memasukkan kata kunci sesuai dengan posisi yang akan kalian lamar. For example, kalian melamar di posisi Marketing, maka kalian perlu mencantumkan kata kunci di deskripsi pengalaman kerja kalian selama bekerja di dunia marketing. Hal ini dapat memudahkan sistem ATS dalam mengenali CV kalian.

  • Tidak Menggunakan Tabel dan Kolom

ATS tidak dapat mengenali tabel dan kolom yang ada pada CV. Maka dari itu jika kalian menggunakan tabel dan kolom, ATS akan error. Untuk menghindari hal ini, kalian bisa menggunakan numbering atau bullet point untuk mengelompokkan komponen CV kalian.

Alright Youngvestors! Berikut adalah hal-hal penting yang perlu kalian perhatikan dalam pembuatan CV yang ATS friendly. Mintor harap, setelah ini CV yang sudah kalian apply langsung lolos ke tahap selanjutnya ya! Terima kasih sudah menyimak artikel ini, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya! Ikuti juga konten menarik dan bermanfaat di Instagram @i_amtalentindo.

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future

5 Softskill dan Hardskill Yang Wajib Dimiliki Mahasiswa

Penulis: Vincent Chandra

Sebagai mahasiswa yang sebentar lagi akan terjun ke dunia kerja, penting sekali untuk mempunyai atau menguasai beberapa softskill dan hardskill, sehingga Youngvestors dapat bersaing di dunia kerja nantinya. Nah dalam artikel kali ini, Mintor akan membahas 5 softskill dan hardskill yang wajib Youngvestors miliki. Yuk kita bahas dari softskill dahulu!

Softskill sendiri merupakan suatu keahlian atau keterampilan seseorang yang datang dari dirinya sendiri. Softskill yang kita miliki menggambarkan kepribadian kita saat berinteraksi dengan orang lain dan dapat berkembang sendiri seiring berjalannya waktu. Jadi apa saja softskill yang wajib kita miliki?

Sumber: Pinterest.com
  1. Kerja sama

Sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain juga berlaku dalam dunia kerja. Mampu bekerja sama dalam satu tim secara efektif adalah hal yang penting untuk kita mencapai suatu tujuan. Dengan bekerja sama kita dapat saling membantu, saling berbagi pengalaman, dan sebagainya. Tanpa adanya kerja sama, suatu pekerjaan pun akan sulit diselesaikan.

  1. Komunikasi

Softskill yang satu ini sangat berkaitan dengan softskill sebelumnya yaitu kerja sama. Dalam mencapai kerja sama yang efektif pun kita sangat membutuhkan yang namanya berkomunikasi. Mempunyai komunikasi yang lancar membuat kita mudah untuk berinteraksi dan berkenalan dengan orang lain.

  1. Tanggung Jawab

Saat kita masih sekolah sebenarnya softskill ini sudah mulai terbentuk. Contohnya saat kita diberikan tugas oleh guru, kita mempunyai kewajiban untuk menyelesaikan tugas tersebut. Secara tidak sadar, hal ini membentuk sifat tanggung jawab kita.

  1. Kepemimpinan

Mempunyai jiwa kepemimpinan adalah salah satu softskill yang terpenting. Untuk menjadi orang yang sukses kita harus mampu menjadi pemimpin. Dalam dunia kerja, ada saatnya kita yang mempunyai kewajiban untuk memberikan arahan, menyelesaikan permasalahan, dan membuat suatu keputusan.

  1. Adaptif

Softskill yang terakhir ini juga tidak kalah penting. Mampu beradaptasi di banyak kondisi membuat kita mudah untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru, sehingga memberikan kita banyak peluang baru.

Hardskill juga tidak kalah pentingnya nih, Youngvestors! Tapi apa bedanya dengan softskill ya? Softskill itu lebih cenderung ke kepribadian kita, sedangkan hardskill adalah keterampilan kita dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Yuk simak penjelasan berikut ini mengenai hardskill yang Youngvestors wajib miliki sebagai mahasiswa.

Sumber: Pinterest.com
  1. Kemampuan Mengoperasikan Komputer

Tidak bisa dipungkiri zaman teknologi semakin maju, dalam dunia kerja saat ini, kita diharuskan dapat mengoperasikan komputer. Dengan kemampuan ini pekerjaan pun akan lebih efektif. Hal ini meliputi kemampuan dalam mengetik, menggunakan Microsoft Office, dan lainnya.

  • Mengerti Media Sosial

Saat ini banyak perusahaan yang melakukan berbagai kegiatan bisnisnya secara online. Contohnya sangat banyak perusahaan yang membutuhkan dan membuka lowongan di bidang Digital Marketing, admin media sosial, content creator, dan sebagainya. Selain itu, operasional daring seperti meeting secara online juga harus dipahami caranya dan diikuti di masa pandemi ini. Otomatis hal ini menuntut kita untuk mampu mengerti perihal kerja secara daring dan pemanfaatan media sosial.

  • Kemampuan Berbahasa Asing

Semakin banyaknya perusahaan yang berkembang ke arah internasional membuat hardskill satu ini sangat penting. Dengan memiliki kemampuan berbahasa asing akan menambah nilai dalam diri kita. Selain itu juga membuka banyak pintu kesempatan baru dalam berkarier karena saat ini banyak dibutuhkan penerjemah handal oleh banyak perusahaan..

  • Kemampuan Analisis

Dalam kemampuan analisis, diharapkan kita dapat mengembangkan pola pikir logis yang sistematis. Kemampuan ini dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang ada.

  • Kreatif dan Inovatif

Menurut Mintor, hardskill ini merupakan salah satu yang terpenting. Karena seiring berjalannya waktu, semakin banyak saingan kita dalam dunia kerja. Maka dengan memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif dapat membuat kita lebih menonjol di mata orang banyak.

Oke Youngvestors, sekian ulasan dari Mintor mengenai softskill dan hardskill yang harus dimiliki sebagai mahasiswa. Harapannya dapat bermanfaat bagi Youngvestors yang akan terjun ke dunia kerja. Follow juga akun Instagram @i_amcommunity untuk konten menarik dan bermanfaat lainnya ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:

https://www.zonamahasiswa.com/hardskill-untuk-mahasiswa-tingkat-akhir/https://www.zonamahasiswa.com/contoh-soft-skill/

https://rencanamu.id/post/dunia-sekolah/persiapan-kuliah/hard-skills-yang-menunjang-masa-perkuliahan-dan-harus-dipersiapkan-sejak-sma

Tips Tetap Produktif Di Kala Masa PPKM Berlangsung

Penulis : Elisabeth Yuli Kristanti

Halo, Youngvestors!

Seperti yang sudah kalian ketahui bahwa pemerintah sedang mengadakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dimulai pada 03 Juli – 20 Juli 2021. Youngvestors pasti sering kali merasa malas ketika harus melakukan pekerjaan dari rumah karena biasanya akan lebih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Nah, Mintor punya solusinya untuk kalian agar tetap produktif walaupun harus melakukan pekerjaan dari rumah. Pekerjaan dari rumah akan terasa menyenangkan jika kalian tahu cara menanganinya.

Berikut tips yang bisa dilakukan Youngvestors agar tetap produktif :

  1. Lakukan Perencanaan Kerja

Perencaaan yang baik akan memudahkan Youngvestors untuk menentukan langkah strategis untuk mencapai suatu tujuan. Dalam perencanaan juga memiliki perkiraan waktu pengerjaan dengan menggunakan metode terbaik, modal yang dibutuhkan, serta target yang akan didapatkan.

Dengan menggunakan perencanaan yang telah disusun secara matang tersebut, Youngvestors bisa mendapatkan hasil yang sesuai dan tidak akan meleset jauh dari tujuan yang sudah ditentukan. Adanya perencanaan tersebut juga bisa melihat kinerja kalian yang masih belum optimal, sehingga bisa lebih diminimalisir lagi.

  • Fokus Pada Prioritas

Dalam perencanaan kerja, ada yang disebut sebagai Skala Prioritas. Tiap orang memiliki skala prioritas yang berbeda-beda tergantung dengan kebutuhannya masing-masing. Namun, skala prioritas biasanya ditentukan berdasarkan pada target yang paling penting dan tingkat urgensinya. Jadikan target tersebut masuk dalam kategori sebagai pekerjaan pertama yang harus dilakukan dan diselesaikan.

Sebenarnya ada banyak pekerjaan atau target yang bisa dilakukan pada waktu lain atau bukan dalam keadaan mendesak. Kalian dapat menempatkan jenis pekerjaan tersebut pada skala prioritas selanjutnya setelah target utama diselesaikan. Pada saat menentukan target, Youngvestors harus sangat cermat untuk memilih pekerjaan mana yang harus menjadi prioritas dan mana yang bukan prioritas.

  • Menghindari Potensi Gangguan

Pada saat mengerjakan suatu pekerjaan, pasti ada saja gangguan yang mungkin terjadi. Gangguan tersebut bisa disebabkan oleh faktor eksternal, dan juga faktor internal. Gangguan pada faktor eksternal biasanya disebabkan oleh situasi yang tidak mendukung untuk bekerja secara optimal. Sedangkan faktor internal biasanya terjadi pada keinginan untuk melakukan sesuatu di luar dari tanggung jawab Youngvestors.

Hal tersebut harus lebih dicermati kembali untuk mengidentifikasi jenis gangguan tersebut agar dapat menemukan solusi yang tepat dalam mengatasi gangguan tersebut. Jika berasal dari luar, Youngvestors bisa menghindarinya dengan berbagai cara seperti mendengarkan musik, menonton film, dsb. Jika berasal dari dalam, Youngvestors harus lebih sering mengendalikan diri untuk tidak mengikutinya. Lakukan tindakan-tindakan preventif agar gangguan tersebut tidak menurunkan produktivitas kerja.

  • Mulai dengan Target Kecil

Sering kali, penyebab produktivitas kerja menurun adalah keinginan untuk mencapai target yang besar dalam waktu yang singkat. Kebanyakan orang, terutama yang belum ahli, akan mengalami kesulitan saat melakukan hal tersebut. Kesulitan tersebut yang ahkhirnya memberikan dampak negatif pada proses pengerjaan yang kemudian berhenti karena terjebak pada harapan untuk memperoleh pencapaian besar.

Untuk menghindari hal tersebut, langkah yang perlu dilakukan Youngvestors adalah dengan menetapkan target-target kecil pada skala prioritas. Ketika setiap target tersebut berhasil diselesaikan, Youngvestors bisa memberikan reward sederhana kepada diri sendiri seperti beristirahat atau menonton film sejenak. Selanjutnya, selesaikan setiap target pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya untuk meningkatkan produktivitas kerja dengan lebih mudah dan efektif.

  • Lakukan Evaluasi

Jangan lupa untuk melakukan evaluasi setelah Youngvestors menyelesaikan suatu pekerjaan. Evaluasi berfungsi untuk mengetahui efektivitas dari strategi yang telah dilakukan, mengetahui masalah-masalah yang terjadi, serta membuat perencanaan yang lebih baik pada periode berikutnya.

Menjadi produktif di masa PPKM saat ini bisa dilakukan oleh Youngvestors untuk melatih tanggung jawab terhadap hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Semakin sering pekerjaan diselesaikan, maka akan semakin memudahkan Youngvestors untuk melatih soft skill maupun hard skill yang dimiliki.

Semoga artikel ini bisa memberikan pengaruh yang besar kepada Youngvestors. Jangan lupa juga untuk membagikan tips dan pengalaman Youngvestors pada kolom komentar, serta kunjungi Instagram @i_amtalentindo untuk mendapatkan tips lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya !

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Cek Dulu 4 Dampak Quarter-Life Crisis Dalam Pegembangan Diri Kamu

Penulis : Jonaris & Lauren

Freepik.com

Halo Youngvestor!

Apa kabar? Semoga kalian baik-baik saja ya! Kali ini Mintor akan membahas mengenai apa saja dampak dari Quarter-Life Crisis.

Kalian pernah gak sih? Saat lagi santai sambil liat-liat akun media sosial teman kalian, terus kepikiran kok dia udah bisa beli rumah. Padahal kita seumuran tapi kok dia udah bisa bangun bisnis di umur segini.

Nah, hayo ngaku! Kalau kamu pernah dan sering berpikir hal tersebut berarti kamu sedang mengalami dampak dari QLC atau quarter life crisis, loh! Wah gimana tuh? Quarter-Life Crisis merupakan suatu fase dimana kamu sedang meluapkan rasa kecemasan dan kekhawatiran akan masa depan kamu dengan membanding-bandingkan pilihan kamu dengan orang lain. Pada umumnya situasi seperti ini sangat sering terjadi di kalangan anak muda dengan kisaran umur 20-30 tahun.

Nah, setelah penjelasan singkat di atas, apa Youngvestor sedang mengalami situasi tersebut? Jika iya, yuk kita lihat dampak apa saja yang bakalan muncul ketika kamu dalam situasi quarter life crisis.

  1. Tingkat Kepercayaan Diri Menurun

Membandingkan pencapaianmu dengan pencapaian orang lain dan menjadikan itu sebuah acuan, ternyata dapat membuat kepribadian seseorang menjadi tidak percaya diri dan kerap merasa minder atas kemampuan yang dimiliki. Biasanya orang yang mengalami  Quarter-Life Crisis tidak yakin dengan kemampuan dirinya sendiri sehingga takut mencoba hal-hal yang baru.

  1. Cemas yang Berlebihan

Membandingkan diri dengan orang lain, akan menimbulkan rasa tidak puas terhadap apa yang kamu miliki dan raih. Hal ini bisa membuat seseorang menjadi cemas bahkan stress jika tidak dapat dikontrol.

  1. Motivasi Diri Berkurang

Kurangnya motivasi dalam diri juga merupakan dampak dari quarter life crisis, dimana membuat kamu merasa tidak dapat meraih atau mengejar tujuan-tujuan hidup yang sudah rencanakan. Hal ini disebabkan motivasi yang lemah dan sering memikirkan bahwa apa yang kamu ingin coba tidak akan berhasil sehingga kamu tidak memberikan usaha yang maksimal karena takut gagal.

  1. Merasa Kesepian

Membandingkan diri dengan orang lain ternyata dapat juga membuat diri kamu menjadi kesepian. Dalam situasi ini kamu akan merasa bahwa lingkaran sosialmu sudah mengecil dan seakan kamu merasa terasingkan dari lingkaran sosial yang sudah kamu bentuk selama ini.

Gimana Youngvestors? Sudah paham kan dampak dari quarter life crisis. Untuk Youngvestors yang mengalami situasi tersebut jangan khawatir ya! Semua orang memiliki waktu dan porsinya yang berbeda-beda.

Jadi, selalu berpikir positif dan lakukan apa yang kamu bisa ya Youngvestors!

Apabila kamu ingin mendapat lebih banyak mengenai pengembangan diri dan karier, kamu bisa mendapatkannya dengan bergabung bersama I AM Talent & Career.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber :

satupersen.net