Investasi Properti di Masa Pandemi? Bisa Nggak Ya?!

Penulis : Lauren & Jonaris

Heyho, Youngvestors!

Siapa disini yang pernah bertanya-tanya “bisa nggak ya investasi properti saat pandemi gini?” hayoo.. Wah, sepertinya banyak nih teman-teman youngvestors yang sering bertanya mengenai hal tersebut. Nah, berhubung I AM Community merupakan salah satu komunitas yang berfokus pada investasi properti, pada artikel kali ini kita akan sama-sama mengulik beberapa alasan mengapa investasi properti di masa pandemi ini dinilai memiliki keuntungan tersendiri! Yaudah, daripada makin penasaran, yuk langsung baca artikel berikut ini!

Sumber : canva
  1. Penawaran Properti Memiliki Harga dan Promo Menarik

Pada masa pandemi seperti ini, ternyata banyak pemilik properti yang memberikan harga dan promo yang ga kaleng-kaleng! Faktanya, properti turun hingga 30% dari harga pasaran, harga tersebut belum termasuk penawaran khusus alias diskon dari pemilik properti. Nah, pasti youngvestors bertanya-tanya lagi nih, kok bisa ya properti turun dari harga pasarnya? Ya, tentu saja bisa karena di masa pandemi seperti ini, minat investor untuk investasi properti agak menurun. Oleh karena itu, pemilik property menurunkan harga agar dapat menarik kembali minat investor. Sekarang ini, pemilik property juga memberikan beberapa promo menarik, di antaranya  discount ataupotongan harga, Down Payment (DP) ringan hingga hadiah langsung. Tidak hanya itu saja, pemerintah kini juga memberikan insentif tambahan berupa bebas PPN 10%.

Sumber : canva
  • Investasi Masa Depan karena Harga Terus Naik

Saat ini memang bisnis properti sedikit lambat daripada biasanya. Ya, hal ini diakibatkan oleh adanya pandemic, tetapi dalam jangka panjang, properti akan cenderung naik dengan potensi kenaikan sebesar 10% – 15% tergantung lokasi dan pembangunan wilayah dari properti tersebut. Oleh sebab itu, property bisa menjadi salah satu opsi investasi yang dapat menguntungkan investor itu sendiri dan juga generasi penerusnya. Keren, bukan?

  • Investasi Properti Masih Jarang Tergerus Pandemi

Investasi properti di masa pandemic masih tergolong stabil jika dibandingkan dengan investasi saham maupun aset berharga lainnya. Penyebabnya adalah properti memiliki risiko yang lebih minim daripada investasi lainnya. Meskipun saat ini harga properti jatuh, tetapi jika dilihat dalam jangka panjang, properti memiliki harga yang berpotensi untuk terus naik. 

Sumber : canva

Nah, jadi makin tertarik nih buat investasi properti di masa pandemic ini. Kalian masih belum yakin? Wah tenang saja, setelah ini kita akan bersama-sama menyimak tips investasi properti dimasa pandemi nih. Nah, untuk tipsnya sendiri, agar lebih mudah diingat, mintor menyingkatnya menjadi 3M. Eh, apa aja tuh mintor?

  1. Mencari Informasi mengenai Lokasi Properti

Lokasi merupakan kunci utama dari keberhasilan investasi properti. Youngvestor diharapkan bisa memilih properti pada kawasan yang strategis sehingga dapat memberikan keuntungan kedepannya.

  • Memeriksa Kondisi dan Reputasi Properti

Sebelum melakukan investasi properti, hendaknya kalian memeriksa kondisi properti yang akan dipilih. Jangan sampai kondisi rumah tidak dalam keadaan yang baik. Begitu pun dari segi keamanannya, sebaiknya jangan membeli properti di kawasan yang rawan kejahatan. Selanjutnya sebagai investor properti sudah sepatutnya memeriksa reputasi pemilik properti agar terhindar dari penipuan.

  • Mempertimbangkan Properti dari Segi Legalitas secara Spesifik

Keindahan suatu properti biasanya membuat seorang investor tanpa babibu langsung saja membelinya. Padahal, sebagai investor haruslah berhati-hati dalam mengambil keputusan. Seorang investor wajib mempertimbangkan kelengkapan dari surat-surat property sehingga permasalahan-permasalahan di masa depan dapat dihindari.

Salam I AM Community:

I  AM Smart,

I AM Capable.

Sumber :

https://www.dbs.id/id/treasures/articles/alasan-investasi-properti-saat-pandemi#
https://metlandmenteng.co.id/id/article/2020-08-23-00-00-00-3-keuntungan-investasi-properti-saat-pandemi
https://glints.com/id/lowongan/investasi-properti-saat-corona/#.YORsBegzbIU
https://www.medcom.id/properti/tips-properti/VNxgG3qK-simak-5-tips-berinvestasi-properti

Yuk Mengenal Properti Paling Terkenal Di Indonesia!

Sumber: Free Vector – Real Estate Vector Art & Graphics

Halo, Youngvestors!

Siapa yang tidak mengenai Bapak Ciputra? Beliau merupakan sosok yang terkenal atas kepemilikannya dalam bidang properti. Seperti namanya, properti yang beliau bangun bernama Ciputra juga, loh! Meski Dr. (HC) Ir. Ciputra telah tiada, namun hasil karya perjuangan untuk sampai menjadi perusahaan Ciputra yang luar biasa tentu sudah tidak perlu diragukan lagi ya, Youngvestors. Bangunan elite nan megah dengan segmentasi pasar dari kalangan yang menengah hingga atas ini telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Perusahaan Ciputra ini telah menjadi perusahaan go public tahun 1994 yang bernama PT Ciputra Development, Tbk dengan kode sahamnya CTRA dimana sebelumnya Bapak Ciputra mendirikan perusahaan di bidang properti ini dengan nama PT Citra Habitat Indonesia tahun 1981. Perusahaan ini telah mengeluarkan beberapa varian produk, segmen pasar, dan lokasi hampir kurang lebih tersebar di 33 kota di Indonesia. Tentu hal ini menunjukkan bagaimana perkembangan Ciputra yang luar biasa. Perusahaan ini tidak hanya membangun perumahan saja, melainkan juga pusat perbelanjaan seperti salah satunya yaitu Ciputra World Surabaya Mall dan Ciputra Waterpark yaitu kolam renang di Surabaya pula! Eits, gak sampai situ aja, Ciputra juga mendirikan apartemen, hotel, rumah sakit, bahkan tempat rekreasi dan bersantai dengan keluarga seperti golf and family club.

Dari sekian banyak hasil karya yang telah dihasilkan, ternyata perumahan di Jakarta Barat yang menjadi pembangunan properti pertamanya, loh! Proyek perumahan ini bernama Citra Garden yang akhirnya menjadi cikal bakal pembuatan dan pengembangan berskala kota CitraGarden City Jakarta pada tahun 1984. Tidak jauh hebatnya dengan proyek pertama, proyek keduanya berada di kota yang juga merupakan kota terkenal, yaitu Surabaya dengan pembuatan CitraLand Surabaya tahun 1993. Bahkan, hingga kini pembangunan perumahan disana masih terus berkembang, loh!

Bukti dari seluruh proyek ciptaan Ciputra yang luar biasa ini, akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa. Ciputra telah berhasil mendapatkan beberapa penghargaan dimana penghargaan pertamanya adalah Akzonobel sebagai Top Sepuluh Developers dan BCI Asia sebagai Top Sepuluh Developers juga pada tahun 2011. Seiring dengan berjalannya waktu, Ciputra juga menghasilkan penghargaan lainnya bahkan terus bertambah di tahun 2012 hingga tahun 2020 terakhir. Penghargaan terakhirnya adalah Asiamoney Asia’s Outstanding Companies Poll sebagai Outstanding Company in Real Estate Sector in Indonesia dan Euromoney Real Estate Survey sebagai Winner of the Overall Developers category for Indonesia. Keren banget kan, Youngvestors?

Nah, gimana nih artikel kali ini? Semoga bisa membantumu untuk menambah wawasan dengan mengenal Bapak Ciputra dan perusahaannya lebih banyak lagi ya! Mintor doain juga agar Youngvestors bisa seperti Bapak Ciputra yang sungguh luar biasa dalam membangun serta mengembangkan Ciputra hingga detik ini. Terakhir, Mintor akan kasih quote dari Bapak Ciputra yaitu “Saya hanya memiliki tenaga yang digerakkan oleh cita-cita dan mimpi.” Yuk sebagai generasi muda, kita juga harus memiliki cita-cita dan mimpi yang besar untuk masa yang akan datang.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Mulai Industri Properti Tanpa Modal, Bisa?

Dewasa ini pertumbuhan industri properti semakin meningkat pesat. Tidak hanya karena properti yang menjadi kebutuhan dasar individu, peningkatan ini juga muncul sebagai hasil kesadaran masyarakat. Meski begitu, mitos bahwa industri properti membutuhkan dana dan modal yang banyak tampaknya belum menghilang dari pandangan masyarakat. Nyatanya industri properti bahkan dapat dijalankan tanpa modal loh!

Sumber: www.freepik.com
  1. Lingkungan Sekitar sebagai Pasar

Dalam memulai sebuah bisnis baru, alangkah baiknya jika Youngvestors memulainya dari lingkungan terdekat. Youngvestors dapat memulai bisnis industri properti melalui kerabat, sanak saudara, teman, hingga kolega bisnis. Langkah yang satu ini dapat dilakukan tanpa modal. Youngvestors dapat membantu melalui penjualan atau pencarian properti sesuai yang diinginkan dan mengambil keuntungan dari penjualan tersebut.

  • Menemukan Kolega yang Tepat

Dengan modal dan pengalaman yang minim, Youngvestors harus mampu membangun hubungan kerja sama yang baik, salah satunya denganpihak developer properti. Hal ini akan membantu Youngvestors mendapatkan insight lebih dalam mengembangkan bisnis properti, mulai dari lokasi strategis, harga promosi, spesifikasi unit, hingga desain dan gaya rumah yang paling diincar. Youngvestors dapat bekerjasama dengan para developer sebagai agen promosi. Pastikan Youngvestors mengetahui komisi penjualan dan memiliki perjanjian kerja sama tertulis sebagai bukti sah, ya!

  • Media Sosial sebagai Wadah Promosi

Mayoritas masyarakat kini menggunakan internet dan media sosial sebagai alternatif untuk menemukan berbagai solusi permasalahan. Youngvestors dapat menggunakan kesempatan ini untuk mempromosikan bisnis properti Youngvestors. Media sosial memberikan peluang bagi Youngvestors untuk menjangkau lebih banyak audiens sekaligus memberikan visualisasi yang ‘menggoda’ untuk meningkatkan penjualan.

Untuk memulai bisnis dalam industri properti memang membutuhkan niat dan keinginan belajar yang kuat. Namun begitu Youngvestors dapat mengembangkan pengetahuan tersebut seiring berjalannya waktu. Dengan berbagai perkembangan yang ada, Youngvestors dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendapatkan insight dan peluang mengembangkan bisnis tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan kepada Youngvestors lainnya. Bagikan tips dan pengalaman Youngvestors dalam kolom komentar dan kunjungi akun Instagram @i_amtalentindo untuk berbagai tips lainnya! Sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

3 Cara Mulai Investasi Properti dengan Harga Terjangkau, Mau Coba?

Hi, Youngvestor!

Jika sebelumnya kita sudah membahas pentingnya investasi properti sejak dini, hari ini kita akan menjelajah lebih jauh lagi terkait investasi properti. Banyak dari generasi muda yang merasa bingung dan takut untuk memulai hal baru, salah satunya adalah investasi properti. Istilah-istilah yang masih awam dan aktivitas yang belum familiar sering kali menjadi hambatan bagi kita untuk memulai.

Nah, untuk mengatasi hal ini, kita akan membahas kiat-kiat dalam memulai investasi properti sejak dini. Penasaran, kan? Yuk, disimak infonya!

  1. Membangun Relasi
Sumber: www.pinterest.com

Relasi merupakan salah satu kunci dari keberlangsungan investasi properti. Memiliki banyak relasi akan memberikan pandangan yang lebih luas terkait  upaya menyikapi masalah dan hambatan yang terjadi selama prosesnya. Youngvestor mungkin akan mendapat lebih banyak insight melalui diskusi ringan, sekaligus mendapatkan peluang untuk menggali lebih banyak informasi.

  • Menyewakan Rumah
Sumber: www.pinterest.com

Menyewakan rumah adalah salah satu upaya dasar yang dapat dilakukan untuk terjun dalam investasi properti. Dalam hal ini, jika Youngvestor memiliki rumah atau kamar yang sedang tidak digunakan, dapat dijadikan sebagai peluang untuk memulai investasi. Namun, pastikan Youngvestor siap untuk berbagi tempat dan membuat batasan, serta peraturan selama masa sewa. Menyewakan rumah atau bagian yang tidak digunakan juga dapat membantu mengurangi pengeluaran Youngvestor, lho!

  • Wholesaling (Grosir)
Sumber: www.pinterest.com

Wholesaling dalam dunia investasi properti merupakan aktivitas distribusi rumah atau bangunan yang dilakukan oleh pihak ketiga dengan melakukan pembelian properti dalam jumlah besar. Penjualan dengan cara wholesaling pada dasarnya membutuhkan pemahaman yang cukup luas, namun dalam prosesnya mampu membangun relasi dan pemahaman dengan lebih efektif. Dalam praktiknya, wholesaler akan berperan dalam menemukan properti dalam jumlah besar dan melakukan pengurusan kontrak sewa. Wholesaler kemudian dapat meneruskan kontrak kepada calon pembeli dengan unit yang lebih kecil dan harga yang lebih mahal.

Wah, ternyata memulai investasi properti tidak membutuhkan modal besar lho, Youngvestor! Kita bahkan bisa memanfaatkan kondisi dari lingkungan sekitar. Jadi, kita tidak perlu ragu untuk memulai investasi properti di usia muda. Nah, Youngvestor tertarik memulai investasi dengan langkah yang mana, nih?

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi Youngvestor. Jangan lupa untuk bagikan artikel dengan Youngvestor lainnya dan sampai ketemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Eksplorasi Profesi dalam Bisnis Properti

Hi, Youngvestor!

Sebagai generasi muda, kita kerap kali terjebak dalam kebingungan untuk memilih profesi. Dokter, guru, dan polisi menjadi sebagian kecil impian yang seringkali dibayangkan. Namun, banyak dari kita tidak menyadari adanya peluang yang lebih besar dalam memilih profesi yang berbeda. Jika sebelumnya Mintor telah membahas mengenai keuntungan berinvestasi properti di usia muda, sekarang kita akan melihat bisnis properti dari  sudut pandang yang berbeda.

Yup, benar, profesi!

Profesi merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Pertanyaannya, profesi seperti apa yang melibatkan bisnis properti di dalamnya? Yuk disimak infonya!

  1. Investor Properti
Sumber: www.pinterest.com

Seperti yang dijelaskan dalam Artikel ‘Investasi Properti Sejak Dini, Perlukah?’, salah satu keuntungan dalam melakukan pembelian properti adalah modal investasi. Dalam hal ini, Youngvestor dapat menjadi seorang investor properti dan mendapat keuntungan dengan menyewakan properti tersebut. Keuntungan yang didapat berasal dari cash flow per bulan atau melalui peningkatan ekuitas dari penjualan properti.

  1. Flip Properti
Sumber: www.pinterest.com

Flip properti dilakukan dengan melakukan pembelian bangunan overcredit dengan harga murah. Bangunan ini kemudian akan direnovasi dan flipper akan melakukan penjualan dengan harga yang jauh lebih tinggi. Dalam beberapa kasus, bangunan hanya dijual dengan harga yang sedikit lebih tinggi tanpa renovasi. Berbeda dengan investasi properti, flipper hanya mendapat keuntungan melalui penjualan properti.

  1. Pengelola Properti
Sumber: www.pinterest.com

Profesi pengelola properti memberikan kesempatan bagi Youngvestor yang tertarik, namun tidak memiliki properti. Dalam praktiknya, pengelola properti akan bekerja sama dengan para pemilik untuk melakukan pemeliharaan (upkeep) terhadap properti. Profesi ini menghasilkan keuntungan melalui pembagian keuntungan sewa atau melalui pembayaran terkait pemeliharaan properti.

  1. Bird Dogs
Sumber: www.pinterest.com

Bird dog merupakan istilah yang merujuk kepada orang yang mampu menemukan potensi investasi terbaik dalam properti. Profesi ini dibutuhkan sebagai pendukung investor dalam menemukan prospek bisnis. Profesi ini menghasilkan uang melalui persentase penjualan sesuai kesepakatan antara kedua belah pihak ataupun berupa pembayaran jasa dalam menemukan prospek bisnis properti.

  1. Agen Properti
Sumber: www.pinterest.com

Agen properti merupakan orang yang bertugas menjadi perantara antara investor dengan pembeli, maupun penjual. Agen properti bertugas menengahi transaksi jual beli sebagai upaya untuk memudahkan penjualan properti. Dalam dunia bisnis, agen properti terbagi atas agen perseorangan dan agen perusahaan. Berbeda dengan profesi lainnya, agen properti merupakan agen-agen bersertifikat yang memiliki pengalaman dalam transaksi jual-beli properti.

  1. Fotografer Properti
Sumber: www.pinterest.com

Terjun dalam bisnis properti tidak berarti harus berkecimpung dalam pembelian bangunan. Profesi yang satu ini memberikan kesempatan bagi Youngvestor yang tertarik dalam dunia fotografi. Fotografer properti melakukan pekerjaannya dengan memotret setiap sudut bangunan, yang kemudian akan dipajang pada website penjualan. Keuntungannya akan didapat melalui penggunaan jasa fotografi sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Wah, ternyata banyak pilihan profesi yang bisa Youngvestor pertimbangkan, nih. Dengan berbagai profesi di atas, kira-kira Youngvestor tertarik dengan yang mana? Yuk, komen di bawah!

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi Youngvestor. Jangan lupa untuk bagikan artikel dengan Youngvestor lainnya dan sampai ketemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Investasi Properti Sejak Dini, Perlukah?

Halo, Youngvestor!

Banyak dari kita, generasi muda, tentu memilih untuk berpikir dua kali dalam melakukan investasi properti. Mulai dari budaya Asia yang kerap tinggal bersama orang tua sampai menikah, sampai alasan investasi properti hanya diperuntukkan bagi mereka yang punya penghasilan tinggi. Tapi nyatanya, investasi properti tidak terbatas pada usia dan jumlah kekayaan, loh! Kita sebagai generasi muda juga punya peluang dan keuntungan besar untuk dapat terjun dalam investasi properti.

Lalu mengapa investasi properti bisa jadi pilihan tepat untuk generasi muda? Mintor punya jawabannya nih, yuk disimak infonya!

  1. Kebutuhan Primer
Sumber: www.pinterest.com

Properti nyatanya merupakan salah satu kebutuhan primer yang wajib dimiliki setiap individu. Jika ditelaah dalam budaya konservatif, seorang anak mungkin tidak harus memiliki properti jika belum menikah. Namun apakah selamanya akan begitu? Tentu tidak.

Hal tersebut nyatanya hanya berlaku sampai anak berada pada usia yang matang. Setelahnya, tiap anak tentu harus berupaya untuk membeli properti sebagai tempat untuk tinggal. Jadi, melakukan investasi properti sejak dini merupakan hal yang perlu dipertimbangkan.

  • Modal Investasi
Sumber: www.freepik.com

Salah satu yang kerap kali dilupakan adalah pembelian properti dapat menghasilkan capital gain. Capital gain merupakan keuntungan yang didapat melalui selisih antara harga jual tinggi dengan harga beli rendah. Pembelian properti tidak hanya semata-mata untuk dijadikan tempat tinggal, namun juga dapat disewakan. Hal ini akan memberikan peluang bagi generasi muda untuk mendapatkan keuntungan melalui arus kas.

  • Pemanfaatan Siklus Investasi Properti
Sumber: www.issuu.com

Investasi properti dapat dibilang sebagai investasi jangka panjang. Dengan melakukan investasi properti, Youngvestor mendapatkan kesempatan untuk belajar menilai jatuh-bangun dalam nilai properti. Jika investasi dilakukan lebih awal, Youngvestor tentu akan mendapat lebih banyak waktu untuk belajar dalam memanfaatkan dan melakukan penjualan di waktu yang tepat.

Investasi properti nyatanya selalu memberikan celah bagi kita untuk memulai, bahkan di usia muda sekalipun. Tidak hanya perihal finansial, kita juga akan mendapat kesempatan untuk lebih banyak belajar mengenai perputaran arus kas. Apakah kamu masih ragu untuk mulai investasi properti? Yuk, mulai belajar dari sekarang bersama-sama!

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan Youngvestor ya! Jangan lupa untuk bagikan artikel ini dengan Youngvestor lainnya dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

5 Fakta Menarik Tentang Investasi di Bidang Properti

Sumber: 99.co – Investment Property vs Buying to Stay

Halo, Youngvestors!

Tahukah kalian bahwa investasi paling terkenal dari zaman dahulu adalah investasi properti? Hal ini dikarenakan investasi properti yang fleksibel, menguntungkan, dan minim akan risiko. Investasi properti memang untuk tujuan jangka panjang yang membuat kita sebagai pembeli baik untuk hunian maupun investasi harus memerlukan keahlian dalam memilih properti. Lokasi, waktu pembelian, dan pembiayaan yang tepat harus kita perhatikan untuk membeli sebuah properti. Tak jarang properti justru mengalami kerugian karena tidak mengetahui pengetahuan dan taktik yang cukup. Sehingga kali ini, agar kita tidak mengalami kerugian dalam berinvestasi properti, kita harus mengetahui apa saja fakta mengenai properti yang tentu akan menambah pengetahuan kita, Youngvestors!

Sumber: Pinterest – Property Investment

1. Nilai Investasi Selalu Naik

Harga naik akan bergantung pada permintaan dan penawaran. Seperti yang sudah kita pelajari di pelajaran ekonomi saat sekolah, semakin banyak permintaan maka akan semakin meningkat harga pada suatu barang ataupun jasa. Kita juga mengetahui bahwa tanah yang tersedia tidak pernah bertambah, namun pertumbuhan penduduk selalu bertambah setiap tahunnya. Hal itu yang menyebabkan berinvestasi properti adalah untuk memenuhi tujuan jangka panjang karena harga properti akan naik seiring dengan berjalannya waktu. Meski terdapat bencana atau kondisi ekonomi sedang terpuruk, harga properti tetap akan selalu lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi.

Sumber: Vector Stock – Property Investment Concept

2. Tidak Perlu Bayar Penuh

Kini hampir seluruh pengembang properti menawarkan beberapa promo yang menarik termasuk uang muka atau Down Payment (DP). DP akan membantu seseorang yang belum memiliki dana dalam membayar secara tunai untuk mendapatkan tempat tinggal. Setiap pengembang properti juga memiliki ketentuan dan kebijakan berapa minimal DP bahkan DP dapat fleksibel disesuaikan dengan kemampuan kita dalam membayar properti dan cicilan. Bahkan dengan hanya membayar DP, kita sudah bisa menempati tempat tinggal tersebut loh, Youngvestors! Yuk siapkan DP yang besar agar cicilan bulanan berikutnya bisa semakin kecil!

Sumber: Freepik – House Renovation

3. Nilai Jual Dapat Bertambah dengan Modal Minim

Nilai jual properti dapat bertambah bukan hanya menunggu selama bertahun-tahun untuk disewakan. Nilai jual ini dapat bertumbuh dengan kita melakukan perbaikan atau renovasi baik untuk bangunan atau lahan kosong yang masih tersedia. Misalnya, jika rumah yang sebelumnya hanya memiliki 1 lantai, kini menjadi 2 lantai. Sekarang juga lagi hits rumah dengan 1 lantai namun terasa seperti 2 lantai dengan split level. Maka tidak menutup kemungkinan bahwa hal itu akan menambah luas pada bangunan dan tentunya akan berhubungan ketika menentukan harga jual properti tersebut.

Sumber: 123RF.com – Real Estate IsometricVector

4. Dipermudah oleh Bank

Cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kini juga telah dipermudah oleh bank, yang pasti syarat utama ialah memiliki penghasilan yang mencukupi dan sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh bank. Bahkan ketika kita sedang mengalami kesulitan keuangan dan ingin untuk meminjamkan uang ke bank, salah satu yang dapat kita jaminkan ialah properti. Properti merupakan jaminan utamanya karena bank mengenai risiko investasi ini jauh lebih rendah dibandingkan jenis investasi lainnya.

Sumber: Dreamstime.com –  Property Investing Illustration

5. Hemat Waktu

Orang yang berinvestasi properti seperti memiliki kos atau menyewakan ruko/tempat tinggal, hanya perlu untuk mengecek kondisi sebulan hingga setahun sekali. Bisnis properti tidak memerlukan kehadiran kita setiap hari untuk mengontrolnya. Kita dapat mampir melihat properti tersebut jika memang mungkin ada kerusakan dan menagih pembayaran setiap periode berjalan. Berbeda dengan berinvestasi saham apalagi trading, kita perlu untuk selalu memperhatikan grafik demi melihat pergerakan harga saham.

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!

Bukan HOAX, Milenial Bisa Punya Properti!

Sumber: Freepik – House Images

Halo, Youngvestors!

Investasi properti, pasti kalian kenal dan sering dengar, bukan? Investasi properti bisa berupa membeli sebuah rumah, apartemen, ruko, kos-kosan, atau tanah. Mengingat bahwa permintaan akan properti selalu meningkat, harga properti akan semakin meningkat dan membuat investor semakin tertarik untuk berinvestasi dalam sektor properti.

Harga properti selalu naik mengakibatkan pandangan bahwa hanya orang kaya saja yang dapat membelinya. Tapi jangan salah menilai, generasi milenial seperti kita ini juga mampu loh untuk membeli properti! Gunakan beberapa tips di bawah ini untuk kalian yang ingin berinvestasi properti di usia muda, yuk!

1. Memilih Properti Sesuai Budget

Tadi Mintor telah singgung beberapa jenis properti yang umumnya dijadikan investasi oleh investor properti. Rumah, apartemen, ruko, kos-kosan, atau tanah memiliki karakteristiknya tersendiri dan tentunya harga yang berbeda-beda. Kita perlu mengetahui berapa budget yang bisa kita sisihkan untuk membeli properti tersebut yang nantinya kita sesuaikan dengan jenis properti yang tersedia. Jangan sampai kita terlanjur terpikat dengan properti yang kita suka, namun harus hilang harapan karena budget yang tidak tercukupi. Entah itu kita akan memutuskan menggunakan kredit bank, namun tetap harus mempertimbangkan segala aspek yang ada ya, Youngvestors!

2. Menyiapkan Down Payment

Sebelum membeli rumah, kita perlu untuk menyiapkan uang muka karena biasanya kita akan ditagih untuk membayar uang muka atau sebagai uang tanda jadi untuk booking rumah. Jika kita melakukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kita harus melunasi uang muka rumah tersebut pada pengembang, loh! Jadi kalian dapat memperkirakan total budget yang telah berhasil dikumpulkan agar dapat memiliki rumah pertamamu. Usahakan untuk membayar uang muka dengan jumlah nominal yang besar agar cicilan akan terasa lebih ringan setiap bulannya. Kalian bisa untuk sisihkan uang tabungan untuk setidaknya mencapai target uang muka terlebih dahulu.

3. Jangan Lupakan Money Management

Setelah ada budget, kita perlu untuk melihat kesehatan keuangan kita. Jangan sampai kita menggunakan seluruh harta yang kita miliki untuk membeli sebuah properti yang mungkin bertujuan untuk investasi. Dana untuk investasi sebaiknya menggunakan uang dingin yang memiliki arti bahwa uang tersebut tidak akan kita gunakan dalam jangka panjang. Percuma saja jika kita berhasil membayar uang muka, namun tidak lagi memiliki harta kekayaan untuk membayar cicilan KPR dan kebutuhan hidup. Money management bisa kita lakukan dengan mengkategorikan antara tabungan, kebutuhan, dan keinginan dengan persentase atau langsung sebesar nominal yang disesuaikan dengan kehidupan kita. Sehingga akan membantu untuk kita mengatur uang yang masuk dan keluar dalam rekening kita.

4. Mencari Bank Untuk KPR yang Tepat

Bank memiliki kebijakan penetapan suku bunga yang berbeda-beda, ada yang menetapkan bunga yang besar namun dengan manfaat lain yang menggiurkan atau bunga yang kecil tanpa manfaat lainnya. Yang perlu kita lakukan adalah dengan membandingkan antar bank dan mencari tahu informasi yang detail dan lengkap. Hal ini harus dilakukan karena ini berkaitan dengan harta yang kita miliki. Bank juga memiliki peraturannya tersendiri, seperti jika kita terlambat beberapa bulan, rumah kita yang dikreditkan dapat ditarik kembali dan dapat menjadi barang lelang.

Itu dia 4 tips yang dapat Mintor bagikan untuk Youngvestors yang memiliki impian untuk berinvestasi properti sedini mungkin. Yuk kita bersama-sama berani bertindak untuk mewujudkannya demi masa depan yang gemilang agar saat di hari tua, kita dapat merasakan manfaat yang luar biasa.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Apartemen vs Ruko, Mana yang Lebih Membuat Cepat Kaya Di Usia Muda?

Sumber: iStock – Corporate Campus Illustration & Clip Art

Halo, Youngvestors!

Siapa nih yang cita-citanya ingin untuk berinvestasi properti? Misalnya saja bercita-cita untuk ingin memiliki ruko, kos-kosan, hingga rumah dan apartemen yang disewakan. Mintor juga ingin loh, apalagi kalau bisa Mintor dapatkan di bawah umur 30 tahun! Pasti keren banget kan?

Youngvestors, tidak ada salahnya untuk memiliki impian meskipun terasa sulit untuk digapai, apalagi jika kita mungkin masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup atau masih sekolah dan belum bekerja. Tapi, Mintor akan bagikan sesuatu yang penting untuk menjadi dasar atau fondasi untuk kalian yang ingin untuk berinvestasi dalam sektor properti, bahkan untuk lebih menyemangati kalian dari sini. Atau artikel ini akan berguna untuk kalian yang masih bingung harus membeli ruko atau apartemen untuk berinvestasi properti. Jadi, yuk langsung simak bersama!

1. Jangka Waktu Penyewaan

Tahukah kalian bahwa biasanya ruko yang disewakan memiliki jangka waktu kontrak 2 tahun? Biasanya, ini merupakan jangka waktu kontrak yang dianjurkan. Hal ini disebabkan karena kita harus mempertimbangkan usaha yang akan menyewa ruko kita tersebut dalam mengembalikan modal dan untuk menghasilkan keuntungan. Umumnya sebuah usaha atau bisnis dapat berhasil balik modal dalam waktu hanya 1 tahun saja, dimana ruko juga menjadi daya minat yang tinggi karena 1 tahun selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. Jika penyewa cocok dengan ruko tersebut, tak jarang mereka akan melanjutkan kontraknya untuk 2 tahun kedepan kembali, loh!

Kalau apartemen, biasanya seperti rumah yaitu tahunan. Namun tak jarang juga investor akan menyewakan kepada penyewa dalam harian seperti kos-kosan loh! Kalau rumah, pasti jarang ada untuk disewa per hari, namun apartemen bisa! Hal ini akan membuat kita bisa mendapatkan penghasilan harian jika terdapat penyewa yang menyewa secara harian. Apartemen yang disewakan harian biasanya ditemukan di kota-kota besar yang dekat dengan lokasi yang strategis. Mintor pernah menemukannya di suatu aplikasi sebuah platform untuk booking hotel, namun ternyata terdapat apartemen yang muncul. Hal ini menandakan bahwa apartemen ini memang bisa untuk dijadikan investasi untuk mengembalikan modal dalam penyewaan harian.

2. Mudah Disewa dan Dijual

Keduanya baik ruko dan apartemen akan cenderung mudah untuk dijual jika memiliki lokasi yang strategis seperti lingkungan yang prospek dan berkembang, dekat dengan fasilitas umum, hingga berada dekat dengan pusat keramaian. Jika apartemen tidak ingin untuk ditinggali, kita bisa untuk menyewakannya baik harian, bulanan, dan tahunan sesuai dengan keputusan kita sebagai pemilik. Biasanya apartemen akan jauh lebih menguntungkan untuk penyewa harian yang sedang berlibur atau orang yang dalam perjalanan bisnis untuk menikmati fasilitas yang ada dan biasanya juga akan lebih nyaman dibandingkan guest house.

Ruko pun bisa disewakan tahunan dimana kita bisa mendapatkan penghasilan pasif tahunan. Harga sewa ruko, tergantung dari lokasi ruko tersebut. Biasanya jika memiliki fasilitas yang memadai dan berlokasi strategis, ruko akan membuat kita memiliki penghasilan pasif bulanan sebesar Rp20.000.000 hingga Rp40.000.000, loh! Wah bisa nih untuk dibuat pergi liburan ke luar negeri nih setiap tahun ya..

3. Tren

Jika dibandingkan antara ruko dan apartemen, yang menjadi pemenang untuk tren adalah apartemen. Tidak bisa dipungkiri, kini banyak sekali pengembang yang membangun apartemen baik di kota kecil maupun di kota besar. Hal ini juga karena pertimbangan bahwa luas tanah yang ada di bumi tidak akan bertambah, namun kebutuhan setiap orang untuk tempat tinggal atau hunian akan selalu bertambah. Dampak yang dihasilkan akhirnya pengembang membangun apartemen karena membutuhkan luas tanah yang lebih kecil namun dapat memiliki luas bangunan yang besar dibandingkan jika membuat sebuah perumahan. Apalagi hampir setiap apartemen memiliki fasilitas yang lengkap, misalnya kolam renang, tempat olahraga, tempat makan, dekat dengan pusat perbelanjaan, dan fasilitas umum.

Ruko pun tentu memiliki tren yang baik, namun tidak segesit dari apartemen yang akhir-akhir ini booming. Ruko akan tetap menjadi dambaan untuk kalian yang berfokus untuk menjadikannya tempat usaha, sehingga perlu untuk mencari lokasi yang akses jalannya lebar, sering dilewati orang, dan memiliki harga rata-rata per tahun yang meningkat. Dengan begitu, ruko akan tetap dapat menghasilkan keuntungan untuk kamu yang ingin berinvestasi ruko.

4. Modal

Beda wilayah, beda harga tentunya. Apalagi apartemen memiliki luasnya tersendiri dan penyediaan fasilitas yang berbeda. Namun rata-rata apartemen dapat kita beli dengan harga dibawah Rp500.000.000 dengan fasilitas yang sudah cukup menggiurkan untuk ditinggali atau diinvestasikan. Berbeda dengan rumah, kini sulit sekali untuk menemukan harga rumah di bawah Rp500.000.00 kecuali yang berada di pinggiran kota, lokasi tidak strategis, atau lingkungan yang tidak mendukung. Tidak jauh berbeda dengan ruko, ruko lebih membutuhkan modal yang cukup besar dibandingkan apartemen. Harga ruko dapat mencapai Rp700.000.000 yang masih sebesar harga minimal. Bahkan ruko bisa mencapai Rp2.000.000.000.000 loh, Youngvestors! Tapi, jangan langsung menilai bahwa apartemen jauh lebih menguntungkan ya, karena ruko juga bisa untuk menghasilkan keuntungan. Harga beli yang mahal pasti juga akan membuat harga sewa pun mahal, sehingga kita juga bisa balik modal dalam jangka waktu yang pendek.

Bagaimana nih tanggapan Youngvestorsterhadap ruko dan apartemen? Keduanya memang termasuk dalam properti dan sama-sama dapat dijadikan investasi jangka panjang. Namun, kegunaan mereka pun berbeda, ruko berfokus pada tempat usaha dan apartemen berfokus untuk hunian. Jadi, coba tanyakan pada diri Youngvestors sendiri apakah diri kalian lebih menyukai untuk menginvestasikan dalam bentuk ruko untuk berbisnis atau apartemen sebagai tempat tinggal. Keduanya akan sama-sama menguntungkan jika kita dapat membeli ruko dan apartemen yang tepat. Disclaimer on, Mintor lebih menyukai apartemen agar apartemennya dapat Mintor gunakan untuk refreshing ketika bosan tinggal di rumah atau hanya sekedar liburan sebentar. Tapi kalau ada modal yang lebih banyak, Mintor akan juga berinvestasi pada ruko sebagai bentuk diversifikasi yaitu tindakan yang tidak hanya membeli pada 1 produk namun dalam beberapa produk untuk mencegah risiko kerugian.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Jangan Malas Mengurus IMB Jika Tidak Ingin Ketinggalan 5 Keuntungan yang Menggiurkan Ini!

Sumber: Freepik – House Images

Halo Youngvestors!

Masih berkaitan dengan properti, kini Mintor akan bagikan informasi yang gak kalah bergunanya ketika kalian berinvestasi properti. Dokumen yang gak kalah penting dari kepemilikan rumah seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Sertifikat Hak Guna Bangun (SHGB) adalah IMB. IMB merupakan singkatan dari Izin Mendirikan Bangunan yang memiliki pengertian yaitu landasan yang sah untuk mendirikan bangunan.

Banyak masyarakat masih belum peduli mengenai dokumen perizinan khususnya IMB karena malas untuk mengurus prosedur yang sedikit rumit. Namun kita perlu tahu nih dibalik kerumitan dalam membuat IMB, tersedia banyak keuntungan jika rumah atau properti lainmu memiliki IMB. Yuk kita lihat keuntungan apa saja yang dapat kita dapatkan!

Sumber: Freepik – Law and Legal Illustration

1. Memiliki Perlindungan Hukum

IMB memiliki dasar hukum pada Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 pasal 7 dan 8 mengenai Bangunan Gedung. Tak hanya dalam undang-undang sebelumnya, namun IMB juga diatur dalam Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 mengenai Penataan Ruang yang membahas aturan tentang mendirikan bangunan. Karena telah memiliki dasar hukum, maka IMB dapat dipertanggungjawabkan di mata hukum, loh!

Seperti yang Mintor telah katakan, IMB telah diatur di undang-undang. Hal ini dikarenakan keberadaan IMB bertujuan untuk menciptakan tata letak sebuah bangunan agar lebih teratur, nyaman, dan sesuai dengan peruntukan tanah aman dan sesuai dengan peruntukan lahan. Dari singkatannya yaitu izin mendirikan bangunan, jika kita ingin mendirikan bangunan maka kita tidak akan merugikan orang lain karena kita mendirikan bangunan secara sah dimata hukum. Kita juga tidak mengganggu kepentingan orang lain dengan adanya kepemilikan IMB.

Sumber: Freepik – Free Property Vectors

2. Harga Jual Rumah Bisa Meningkat

Tak hanya dasar hukum, IMB juga dapat berpengaruh pada harga jual di masa yang akan datang. IMB bisa membuat harga properti naik ketika kita ingin menjualnya. Bukan karena sebelumnya pemilik telah bebas merenovasi bangunan, namun karena pemilik rumah yang baru akan bebas untuk membangun atau merenovasi rumah. Singkatnya, dari sisi penjual, kita akan bebas membangun apapun dan mendapatkan harga rumah yang lebih tinggi. Sedangkan dari sisi pembeli, kita akan bebas juga dalam membangun dan merenovasi rumah tersebut.

Sumber: Freepik – People Buying Property With Bank Credit

3. Dijadikan Jaminan Bank

Saat kita ingin meminjam uang atau kredit di bank, biasanya kita akan menjaminkan sesuatu misalnya sertifikat rumah. Bank akan menyetujui jaminan rumah tersebut jika dokumen rumah lengkap dimana salah satunya harus terdapat IMB. Dokumen ini harus ada jika kita ingin menjaminkan rumah ke bank. Hal ini disebabkan karena bank akan menilai bangunan yang akan menjadi jaminan utang dibangun sesuai dengan aturan yang ada.

Sumber: Freepik – Contract Property Illustration

4. Mudah Dalam Proses Jual-Beli dan Sewa-Menyewa

Jika kita membeli rumah, apalagi yang lagi tren yaitu beli properti tanpa uang muka, kita perlu untuk melihat seluruh dokumen yang akan kita dapatkan. IMB akan memudahkan kita kedepannya untuk membeli atau menjual rumah. Bahkan jika kita ingin menginvestasikan properti tersebut dengan cara menyewa, kita tetap perlu memiliki dokumen ini. Pemilik rumah yang tidak memiliki IMB, bisa terkena denda sebesar 10% dari nilai bangunan. Bahkan karena tidak memiliki izin mendirikan sebuah bangunan, bangunan yang kita miliki dapat dirobohkan oleh pemerintah setempat.

Sumber: Freepik – Certified in Property Illustration

5. Syarat Wajib SHGB menjadi SHM

SHGB hanya memiliki jangka waktu selama 30 tahun dan jika diperpanjang paling lama hingga 20 tahun tambahan. Hal ini yang terkadang membuat pemilik terbatas dalam memiliki properti sehingga cara yang dapat dilakukan adalah mengubah SHGB menjadi SHM agar tidak ada batasan jangka waktu kepemilikan. Tak hanya itu, jika dilihat dari status hukumnya saja, SHM lebih kuat dibandingkan SHGB dimana banyak orang akhirnya memutuskan untuk mengubah legalitas tanah dan bangunannya tersebut. Untuk mengubah SHGB menjadi SHM, kita tidak perlu menunggu waktu yang lama bahkan biaya yang mahal. Yang terpenting adalah kita perlu menyiapkan dokumen yang lengkap termasuk IMB.

Nah, sudah ada 5 keuntungan yang menggiurkan untuk bangunan yang telah memiliki IMB ya, Youngvestors! Semoga dengan informasi ini, kalian tidak merasa ragu lagi dengan pentingnya IMB untuk dimiliki ketika membeli suatu properti.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!