Ikut Program Leadership, Perlu?

Anak milenial tentu sudah tidak asing lagi dengan program-program training atau pelatihan. Program ini biasanya diisi dengan berbagai tips untuk meningkatkan soft skills, mulai dari manajemen waktu, kerja sama, sikap disiplin, sampai leadership.

sumber: www.bloggerstudios.com

Leadership merupakan salah satu soft skill yang berfokus pada kemampuan manajemen untuk memengaruhi, memotivasi, dan mengarahkan orang lain dalam mencapai suatu tujuan. Keterampilan yang satu ini memberikan dampak yang cukup besar bagi keberjalanan dalam organisasi ataupun perusahaan. Tidak hanya itu, leadership ternyata juga memberikan pengaruh signifikan bagi perkembangan individu loh! Kok bisa ya? Yuk, disimak infonya!

            1.         Membangun Kepercayaan Diri

Program leadership identik dengan pemberian tanggung jawab atas suatu pekerjaan. Hal ini akan membantu Youngvestors untuk membangun kepercayaan diri. Meski awalnya merasa takut, Youngvestors akan belajar untuk memimpin dan memecahkan masalah secara efektif dan efisien. Semakin sering berlatih dan mendapat peran, Youngvestors tentu akan punya lebih banyak kesempatan untuk menjadi lebih baik. Jadi jangan takut untuk memulai ya!

            2.         Pengalaman Berorganisasi

Mengikuti program akan memberikan Youngvestors kesempatan bekerja dengan banyak orang. Dalam dunia karier, para perekrut cenderung menyukai individu-individu yang memiliki inisiatif dalam memimpin. Hal ini berarti kemampuan menempatkan diri akan memiliki pengaruh besar bagi perkembangan karier! Mengikuti program leadership akan membantu Youngvestors dalam meningkatkan teamwork dan kemampuan menjalin hubungan intrapersonal.

            3.         Meningkatkan Kualitas Diri

Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, program leadership menuntut individu untuk memegang peranan penting dalam pekerjaan. Kesempatan ini akan membantu Youngvestors untuk meningkatkan kualitas diri. Sebagai seorang pemimpin, Youngvestors tentu akan dihadapkan dengan beban yang lebih besar dari anggota lainnya. Meski terasa sulit, Youngvestors dapat menjadikan hal tersebut kesempatan untuk mengasah kemampuan problem solving dan critical thinking.

Mengasah soft skill nyatanya bukan perkara yang mudah. Meski begitu, hal ini tidak berarti hilangnya kesempatan bagi Youngvestors untuk meningkatkan kualitas diri. Youngvestors dapat mulai mengikuti berbagai program pelatihan melalui seminar, proyek, workshop, ataupun camp-camp pelatihan. Meski memulai dengan langkah yang kecil, Youngvestors tentu akan tetap mencapai hasil yang bagus dengan konsistensi yang baik.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan kepada Youngvestors lainnya. Bagikan tips dan pengalaman Youngvestors dan kunjungi akun Instagram @i_amtalentindo, sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Pengaruh Teamwork dalam Lingkungan Kerja!

Ketika dihadapkan pada pertanyaan seputar organisasi ataupun perusahaan, Youngvestors tentu seringkali mendengar banyak penekanan pada pentingnya teamwork. Teamwork merupakan kerjasama yang terbentuk antara dua orang atau lebih untuk mencapai satu tujuan yang sama. Youngvestors tentu menyadari ada banyak hal di dunia yang sulit untuk diselesaikan seorang diri. Maka dari itu, adanya teamwork ditujukan untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi dari proses yang akan dilakukan.

Sumber: www.mycoolteam.com
  1. Beban Berkurang

Menyelesaikan pekerjaan berat seorang diri bukanlah perkara mudah. Teamwork yang baik memberikan kesempatan bagi Youngvestors untuk mengurangi beban pekerjaan. Selain berdampak pada pengurangan beban, hal ini juga akan memberikan pengaruh dalam kinerja yang dihasilkan. Pekerjaan yang berat dan dikerjakan seorang diri tidak akan memberikan hasil semaksimal pekerjaan berat yang dilakukan banyak orang.

  • Ide Berlimpah

Seperti poin sebelumnya, menyelesaikan tugas seorang diri akan terasa jauh lebih berat. Dengan kerjasama tim yang baik, Youngvestors akan menerima lebih banyak ide dan pandangan, serta menemukan berbagai hal yang sebelumnya belum pernah terpikirkan. Hal ini akan membantu dalam proses perencanaan maupun penyelesaian masalah dan hambatan selama proses pelaksanaan.

  • Mengembangkan Perusahaan

Teamwork yang baik akan menghasilkan kinerja yang baik pula. Dengan kinerja yang baik, tidak hanya Youngvestors yang akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri, namun juga perusahaan. Perusahaan dengan kinerja yang baik akan lebih mudah untuk berkembang dan mendapatkan insight dari masyarakat.

Perusahaan tidak membutuhkan beribu-ribu orang untuk menyelesaikan satu pekerjaan. Satu pekerjaan dengan lima orang yang berkomitmen akan lebih baik daripada seribu orang tanpa komitmen. Teamwork pada dasarnya tidak berbicara perihal jumlah, namun bagaimana menyatukan isi kepala dari berbagai individu dengan latar belakang berbeda. Meski dalam praktiknya muncul berbagai hambatan dan tantangan, tim yang mampu menghasilkan teamwork yang bagus juga akan mendapatkan peluang yang bagus pula.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan ke Youngvestors lainnya. Bagikan tips dan pengalaman Youngvestors, serta kunjungi akun Instagram @i_amtalentindo untuk berbagai tips berkarier! Sampai bertemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Chairul Tanjung: Tips Sukses ala Anak Singkong

Apakah Youngvestors pernah mendengar julukan Si Anak Singkong yang terkenal dalam dunia bisnis? Si Anak Singkong atau Chairul Tanjung merupakan salah satu sosok inspiratif dalam perkembangan dunia bisnis. Chairul Tanjung merupakan pengusaha asal Indonesia yang sempat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia. Perusahaannya, CT Corp kini berhasil membawahi bebrbagai anak perusahaan lainnya, seperti Trans Corp, Bank Mega, juga CT Global Resources.

Sumber: id.wikipedia.org

Dengan berbagai pencapaiannya, Chairul Tanjung menuai banyak sanjungan dari masyarakat, terutama karena kerja kerasnya dibalik latar belakang keluarga yang kurang mumpuni. Chairul Tanjung dan sikap gigihnya menjadi kisah inspiratif yang sayang untuk ditinggalkan. Maka dari itu, Mintor akan mengajak Youngvestors sekalian untuk menelaah kembali kiat-kiat sukses dari pengalaman Chairul Tanjung.

  1. Bermimpi Setinggi Langit

Youngvestors tentu sudah sering bahkan bosan mendengar kalimat ini. Namun perlu disadari bahwa segala kesuksesan bermula dari mimpi. Youngvestors dapat secara bebas meletakkan mimpi tersebut setinggi-tingginya, namun pastikan mimpi tersebut bukan sekedar khayalan belaka. Jika berani bermimpi, maka pastikanlah Youngvestors telah memasang target dan misi untuk mencapai mimpi tersebut.

  • Strategi Kerja Cerdas

Meskipun Youngvestors memiliki visi dan misi yang jelas dalam mencapai mimpi tersebut, ketahuilah bahwa banyak pesaing di luar sana yang sedang berjuang pula. Maka dari itu, Youngvestors tidak hanya harus bekerja keras, namun juga bekerja cerdas. Jadilah pribadi yang tidak cepat puas dan teruslah belajar. Youngvestors juga harus mempertimbangkan strategi yang lebih efektif dan efisien, sehingga proses dapat berjalan lebih cepat dan tepat.

  • Perhatikan Detail

Youngvestors perlu menyadari betapa pentingnya memerhatikan detail sekecil apapun pada pekerjaan. Hal ini akan menjadi modal utama dalam melakukan evaluasi berkala untuk mencapai keberhasilan sesuai rencana awal. Belajarlah dari setiap kegagalan dalam proses dan bangkit dengan segenap evaluasi dan inovasi yang lebih baik.

  • Relasi

Lagi dan lagi, eksistensi relasi kini menjadi kunci penting dalam bisnis. Youngvestors harus belajar mencari dan memertahankan relasi dengan baik. Chairul Tanjung dalam proses pengembangan bisnisnya memiliki jaringan yang luas, baik dari kalangan atas maupun bawah. Relasi yang luas akan membantu Youngvestors untuk menjangkau pasar, bantuan modal, bahkan tenaga kerja.

Dalam prosesnya, pengembangan bisnis tidak akan pernah jauh dari niat dan keinginan yang kuat. Namun Youngvestors perlu menyadari bahwa niat dan keinginan tidak akan terwujud tanpa kerja keras. Ingatlah bahwa banyak pesaing di luar sana yang memimpikan hal yang sama. Maka dari itu, Youngvestors harus mulai menganalisa kemampuan dan mengembangkan diri dengan strategi yang tepat agar mampu berada satu langkah di depan pesaing lainnya.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk bagikan dengan Youngvestors lainnya. Bagikan kisah dan pengalaman kalian melalui kolom komentar dan kunjungi akun Instagram @i_amtalentindo untuk berbagai tips dan artikel lainnya. Sampai bertemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Lakukan 4 Hal Wajib Ini di Dunia Kerja!

11-ways-to-show-employees-you-appreciate-them.jpg

Sumber: www.saba.com – 11 Ways to Show Employees to Appreciate Them

Hai Youngvestor, apa kabar? Semoga kalian baik-baik saja ya! Kali ini Mintor akan membahas mengenai apa saja yang harus Youngvestor lakukan saat berada di dunia kerja. Mintor tahu, kita di dunia kerja akan menemukan orang yang berbeda dengan kita terutama dari kepribadian dengan ciri khasnya tersendiri. Mungkin ada yang ramah sehingga cocok dengan Youngvestor, namun ada juga yang bertolak belakang dengan Youngvestor inginkan.

Beberapa hal wajib di bawah ini akan berupa tips yang Youngvestor dapat lakukan. Kita simak bersama ya!

1. Berikan Apresiasi yang Tulus dan Jujur

Sebuah apresiasi itu sangat penting ya, Youngvestor! Kita sendiri pasti juga akan merasa senang jika diberikan sebuah apresiasi jika telah menuntaskan tugas maupun tanggung jawab kita. Apresiasi ini dapat kita lakukan secara sederhana dengan bentuk pujian yang tulus yang berarti bukan mengada-ngada. Apresiasi yang jujur juga akan membuat rekan kerja kita mengerti bahwa memang mungkin masih ada saran dan masukan untuk pekerjaan kalian menjadi lebih sempurna. Apresiasi tidak membutuhkan uang untuk dikeluarkan, sehingga jangan perhitungan dengan memberikan apresiasi ya, Youngvestor!

2. Buat Rekan Kerja Bahagia dan Senang Hati

Tentu semua orang menginginkan kebahagiaan, terutama di dunia pekerjaan. Sebagai atasan, kita dapat memberikan berupa fasilitas di perusahaan agar bawahan dapat merasa nyaman saat bekerja. Tentu fasilitas akan lebih mendorong bawahan semangat dalam menuntaskan pekerjaan. Jika fasilitas dirasa terlalu mahal, kita dapat memberikan konsumsi kecil-kecilan atau berbagai surprise lainnya. Konsumsi kecil-kecilan mungkin tidak seberapa harganya, namun yang berharga disini adalah quality time yang terbentuk dengan kebahagiaan.

3.Memberikan Semangat dan Motivasi

Hal mudah yang dapat dilakukan sepanjang hari ialah memberikan semangat dan motivasi dalam bekerja. Hal ini dikarenakan kita tidak mengetahui bagaimana keadaan rekan kerja kita sepanjang hari. Mungkin ada rekan kerja yang kurang enak badan, kecewa karena tidak naik jabatan, atau takut karena harus presentasi di depan klien. Meskipun rekan kerja dalam keadaan baik, kita tetap harus memberikan semangat dalam bekerja agar dapat berbagi hal yang positif. Semangat dalam menularkan semangat dan motivasi positif ya!

4. Biarlah Orang Lain Menyelamatkan Mukanya

Poin ini akan mengajarkan kita bahwa kita harus mempunyai empati kepada orang lain. Rekan kerja mungkin memang terkadang bertindak salah, dan kita pun juga akan begitu. Menegur merupakan salah satu cara paling umum untuk kita lakukan dalam mengoreksi orang lain. Namun sebaiknya, koreksi tersebut tidak dilakukan secara langsung di depan umum yang mungkin saja bertujuan untuk menjatuhkan rekan kerja. Dengan begitu, kita akan belajar berempati dan memahami situasi dan kondisi, Youngvestor!

Youngvestor, diatas adalah 4 poin penting yang harus kita ingat dan lakukan sepanjang hari meskipun tidak sedang bekerja. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk kebaikan orang lain saja, namun secara tidak langsung, hal tersebut juga mengajarkan kita untuk sama-sama menghargai orang lain. Semoga bermanfaat dan tunggu di artikel berikutnya ya!

Salam I AM Community:
I AM Smart,
I AM Capable!

7 Cara Menghadapi Difficult People

working-with-difficult-people@2x-1560x760.png

Sumber: Attlasian – How to Work With Difficult People

Halo, Youngvestor!

Gimana nih kabarnya? Semoga tetap sehat dan semangat ya! Di artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai 6 jenis difficult people hingga ciri-ciri utama dari setiap jenisnya. Nah, sekarang Mintor mau kasih tahu kalian bagaimana cara menghadapi difficult people. Disimak ya infonya!

  1. Cobalah Untuk Berprasangka Baik

Berprasangka baik memang terlihat mudah, namun jika kita mencoba untuk melakukannya secara langsung terlebih dalam situasi yang sulit maka akan terasa susah dan biasanya akan langsung terbawa emosi. Terkadang kita akan langsung memiliki pandangan dan sikap yang negatif ketika berhadapan dengan orang  yang kita tidak sukai. Sebagai generasi muda, perlu untuk sedini mungkin kita merubah hal negatif menjadi hal positif seperti poin 1 maupun pada poin lainnya. Hal ini dapat membantu kita untuk lebih memahami diri sendiri dengan cara introspeksi diri, karena bisa saja hal tersebut dapat terjadi akibat diri kita sendiri yang salah.
472735f0a0e7ef893de93d8b096966e4.png

Sumber: Pinterest – Introspection Illustration

  1. Mengenali Pemicu Diri

Poin kedua mengajarkan kita untuk dapat mengerti situasi dan kondisi, serta sebisa mungkin untuk menjauhkan perasaan yang muncul. Jangan sampai karena kita membenci seseorang, akhirnya membuat wajah orang tersebut selalu nampak salah di mata kita. Tentu hal ini akan menjadikan kita selalu memiliki pikiran yang negatif dengan orang lain. Terutama jika kita bekerja, kita harus mampu untuk menjaga perasaan kita terhadap rekan kerja agar bekerja dengan profesional. Jadi, Youngvestor harus mengenali diri sendiri serta penyebab emosi dalam diri yang muncul, ya!
ab135d8e5bc91a978e87197dd6adac59.jpg

Sumber: Pinterest – Understanding People

  1. Tidak Menganggap Remeh Sudut Pandang Orang Lain

Kita harus melihat melalui sudut pandang orang lain terlebih dahulu, karena setiap orang memiliki sudut pandangnya sendiri. Sudut pandang inilah yang membentuk apa yang kita pikirkan tentang orang lain. Kalau Kita sudah mengetahui sudut pandang orang lain, tentu hal berikutnya adalah untuk tidak memandang remeh hal tersebut, karena belum tentu juga mereka telah mencurahkan segalanya dan yang sesungguhnya. Maka dari itu, kita tetap harus explore lebih dalam lagi melalui sudut pandang tersebut. 
98073555677b51e2a833b33fa424c385.png

Sumber:Pinterest – Art With an Open Minded

  1. Mendengar, Memahami, dan Membaca Lawan Bicara

Mendengar merupakan kunci penting dalam berkomunikasi, terutama sebelum membalas perbincangan lawan bicara. Dengan mendengar, kita akan mengerti apa yang menjadi maksud dan masalah lawan bicara yang akhirnya tidak menutup kemungkinan kita akan mampu berempati dan mengenali pemicu lawan bicara. Banyak orang yang sukses karena banyak mendengarkan orang lain seperti arahan dari seorang mentor. Dalam sebuah perdebatan pun, tim yang akan menang adalah bukan tim yang selalu berpendapat secara cepat saja, namun tim yang mendengarkan apa yang tim lain bicarakan dan mengetahui apa yang menjadi kelemahannya. Sehingga kita memerlukan untuk lebih banyak mendengarkan orang lain, lalu memahami apa yang mereka ingin bicarakan, dan membaca apa maksud dan tujuannya.
07cbc6fe0e908f4eacf5d7cf88c79099.jpg

Sumber: Pinterest – Empathy Illustration

  1. Coba Lihat Permasalahan Dari Sudut Pandang yang Berbeda

Seperti poin 3 yang berbicara mengenai sudut pandang, kita perlu untuk melihat sudut pandang orang lain. Perlu kita sadari bahwa tidak semua apa yang kita lihat adalah kebenaran. Tentu akan ada sebab yang membuat lawan bicara menjadi seseorang yang termasuk kedalam difficult people.Entah itu karena masalah internal seperti faktor keluarga hingga eksternal seperti lingkungannya yang membuat mereka termasuk ke dalam kategori difficult people. Kita harus menanamkan empati kepada orang lain sekalipun kita tidak menyukai orang tersebut. Berempati membuat kita mampu untuk berpikiran terbuka atau open-minded dan berpikir luas dengan melihat hingga memposisikan diri kita dari sudut pandang lawan bicara.
openminded.png

Sumber: Dribbble – Open Minded by Marie Shriver

  1. Hindari Asumsi. 

Asumsi hanyalah sebatas berandai-andai, sehingga asumsi tidak benar 100%. Dengan berandai-andai, maka kita juga membuat orang lain berhak untuk memiliki asumsi sendiri terhadap diri kita, bukan? Maka dari itu, jangan membuat asumsi sendiri terhadap orang lain apalagi asumsi negatif ya Youngvestor. Kita juga perlu tahu bahwa asumsi kita dengan sahabat sendiri pun terkadang berbeda, sehingga jangan mudah membuat asumsi yang tidak tepat ya, Youngvestor!

handwriting-text-writing-imagine-concept-meaning-form-mental-image-suppose-assume-dream-inspiration-131103442.jpg

Sumber: Dreamstime.com – Assume Dream Stock Illustration

  1. Belajar Memberi dan Menerima Masukan

Bertemu ataupun berteman dengan difficult people tidak membuat kita otomatis bukan menjadi difficult people loh. Kita harus bercermin bagaimana kita memperlakukan seseorang, tidak ada salahnya jika lawan bicara kita memberikan saran maka kita menerimanya dengan lapang dada dan senang hati karena siapapun dapat menjadi difficult people mengingat tidak ada manusia yang sempurna. Terkadang kita juga dapat menjadi difficult people akibat situasi dan kondisi yang membuat kita emosi atau bersikap tidak sesuai dengan situasi. Perlu diingat bahwa segala saran, kritik, dan masukan harus kita terima dengan lapang dada, entah itu akan membuat kita senang dan yang tidak mengenakkan sekalipun.

7 hal tersebut sangatlah sederhana untuk dilakukan jika kita benar-benar ingin memiliki jiwa leadership. Leadership tidaklah untuk kemarin, sekarang, ataupun besok. Pembelajaran leadership ini untuk selamanya hingga kita telah berambut putih sekalipun. Jadi, semoga artikel ini bermanfaat dan dapat terus menjadi pedoman untuk Youngvestor agar lebih menjadi pribadi yang lebih baik lagi ya! Sampai jumpa di lain artikel, terima kasih!

Salam I AM Community:
I Am Smart,
I Am Capable!