5 Cara Mencapai Financial Freedom Sejak Dini

”Uang tidak bisa membeli kebahagiaan”, apakah Youngvestors setuju dengan pernyataan tersebut? Kalau Mintor tidak setuju, nyatanya keuangan yang baik akan memberi kita kehidupan yang lebih baik juga. Bahkan menurut tanggapan dari 450.000 orang Amerika yang disurvei oleh Gallup & Healthways pada tahun 2008 dan 2009, menyatakan bahwa semakin rendah pendapatan seseorang, maka semakin tidak bahagia hidupnya.

Maka mencapai financial freedom tentunya dambaan semua orang, bukan? Financial freedom sendiri adalah kondisi di saat seseorang mencapai kebebasan finansial, yang berarti kita tidak perlu lagi bekerja karena sudah ada kekayaan dan aset yang bisa membiayai semua kebutuhan sehari-hari. Bagi orang yang sudah mencapai financial freedom, asetnya pun memiliki nilai yang lebih tinggi dari kebutuhan sehari-harinya.

Nah, bagaimana sih cara mencapai financial freedom? Yuk simak penjelasan dari Mintor!

Sumber: unplash.com

  1. Pahami kondisi finansial kita sekarang

Mencapai financial freedom tidak dilihat dari seberapa besar pendapatan kita perbulannya, yang penting semua pendapatan dan aset kita sudah mampu menutupi semua pengeluaran sehari-hari. Bila tidak, berarti belum mencapai financial freedom. Maka dari itu, kita harus membuat perhitungan tentang berapa pendapatan yang seharusnya dimiliki agar mencapai financial freedom.

  1. Mempunyai sumber pendapatan lain

Untuk mempunyai pendapatan yang bisa menutupi semua pengeluaran, tentunya butuh pendapatan yang cukup besar. Salah satu caranya adalah mempunyai sumber pendapatan lain. Cara ini sangat efektif, di mana pendapatan utama bisa untuk membayar kebutuhan pokok, sedangkan pendapatan lainnya bisa untuk menabung dan membeli aset.

Langkah paling populer dalam mencari sumber pendapatan lain adalah dengan berbisnis. Memulai suatu bisnis tidak selalu memerlukan modal yang besar, bahkan ada bisnis yang tanpa modal, seperti menjadi dropshipper, freelancer, dan sebagainya. Langkah yang kedua, kita bisa membangun passive income dengan memanfaatkan media internet, salah satu contohnya adalah membuat blog. Untuk lebih lengkap tentang cara membangun passive income, Youngvestors bisa membaca di artikel sebelumnya ya!

  1. Melakukan investasi

Berapa banyak pun uang yang kita miliki saat ini, tidak akan sama lagi nilainya di masa depan, karena ada yang namanya inflasi. Maka dari itu, Youngvestors sangat wajib untuk melakukan investasi. Selain melawan inflasi, investasi juga bisa menjadi salah satu alat kita untuk mencapai financial freedom, karena dalam investasi ada yang namanya compounding interest, yaitu uang kita akan terus bunga berbunga seiring berjalannya waktu. Jadi semakin cepat memulai investasi akan semakin baik.

  1. Melunasi semua hutang

Untuk  memiliki kebebasan secara finansial, tentunya kita tidak boleh mempunyai hutang lagi, apalagi dengan nilai besar. Jika masih ada, upayakan untuk segera melunasinya. Lebih baik lagi jika nilai dari aset kita bisa melunasinya.

  1. Tentukan tujuan keuangan

Menentukan tujuan keuangan sangat berguna untuk kita membuat strategi perencanaan keuangan, sehingga setiap pengeluaran dapat lebih teratur.

Selain itu, pengertian financial freedom bagi setiap orang juga berbeda, ada yang merasa mencapainya saat bisa travelling ke luar negeri setiap bulan tanpa khawatir atau sudah memiliki dana pensiun yang cukup. Dengan hal ini, kita bisa lebih mudah dalam menentukan cara yang tepat untuk mencapainya.

Itulah 5 cara dari Mintor untuk mencapai financial freedom sejak dini. Apakah Youngvestors punya cara lain untuk mencapai financial freedom? Yuk bagikan caramu di kolom komentar di bawah! Jangan lupa untuk baca artikel lainnya dan follow Instagram @i_amcommunity ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:

https://koinworks.com/blog/cara-mencapai-financial-freedom/

https://www.ekrut.com/media/financial-freedom-adalah

Investasi Di Reksadana Bikin Cepat Kaya?

Investasi adalah aktivitas menyimpan uang pada suatu instrumen yang diharapkan dapat memberi keuntungan pada jangka waktu tertentu. Beberapa instrumen investasi yang paling terkenal di Indonesia adalah reksadana, deposito, saham, emas, properti, dan peer-to-peer lending. Nah dalam artikel kali ini, Mintor akan membahas lebih dalam mengenai reksadana.

Mengapa reksadana? Saat ini reksadana menjadi instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat, terutama generasi milenial.

Sumber: unplash.com

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2002), reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Sederhananya, reksadana merupakan kumpulan produk keuangan yang dikelola oleh manajer investasi.

Reksadana ini sangat cocok untuk orang-orang yang sangat sibuk bekerja atau tidak sempat menganalisis dan mengikuti berita, karena dalam reksadana, kita mempercayai seseorang untuk mengatur dan mengelola uang yang kita ‘titipkan’, orang itu disebut sebagai manajer investasi.

Namun apa saja sih kelebihan dari reksadana ini? Yuk kita bahas!

  1. Modalnya yang sangat kecil

Bagi orang yang mengatakan bahwa investasi butuh modal yang besar, jelas itu hoax. Buktinya Youngvestors bisa mulai investasi di reksadana mulai dari Rp10.000. Modal yang kecil ini menjadi salah satu keunggulan paling menonjol yang dimiliki reksadana.

  1. Risiko yang rendah

Umumnya, manajer investasi yang mengelola uang kita ini melakukan diversifikasi pada beberapa produk keuangan. Hal ini membuat reksadana memiliki kelebihan yaitu risikonya yang rendah. Diversifikasinya ke mana saja? Tergantung pada jenis reksadana yang kita pilih.

  1. Dikelola oleh manajer investasi

Seperti yang Mintor katakan tadi, uang yang kita simpan dalam reksadana itu dikelola oleh profesional yang disebut manajer investasi. Ibaratnya kita mempercayakan uang kita pada seseorang dan tinggal menunggu hasilnya.

Semua instrumen investasi tentunya tidak ada yang sempurna. Akan tetapi, dengan mengenal kekurangannya, setidaknya dapat menyesuaikan dengan perencanaan keuangan kita. Maka dari itu, yuk kita pelajari!

  1. Biaya tambahan

Biaya ini biasa disebut management fee yang sudah termasuk biaya pengelola, biaya operasional, biaya administrasi, dan sebagainya.Namun bagi Mintor, kekurangan yang satu ini sangat wajar, karena kita hanya ‘duduk manis’ saja untuk mendapatkan keuntungan.

  1. Salah memilih manajer investasi

Sebelum mempercayakan uang kita pada manajer investasi di reksadana, sangat dianjurkan agar kita memilih manajer investasi yang tepat, karena jika kita salah memilih, bukan tidak mungkin uang kita malah berkurang atau rugi.

  1. Return yang lebih rendah dari saham

Sebagai instrumen investasi yang rendah risiko, pastinya juga memiliki return yang lebih kecil dari instrumen lainnya, terutama saham. Meskipun begitu, return dari reksadana ini tetap sangat menarik.

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya, diharapkan Youngvestors jadi lebih kenal dengan reksadana ya! Oh iya, reksadana itu juga banyak loh jenisnya, mari simak bahasan dari Mintor.

  1. Reksadana saham

Sesuai namanya, reksadana ini paling banyak alokasinya di saham. Di kaca mata pemula, reksadana satu ini pasti sangat menggiurkan, karena mampu memberikan return sampai 18% per tahunnya. Akan tetapi, kita harus tahu juga, reksadana saham ini tidak terus naik nilainya, bukan tidak mungkin dalam waktu satu tahun, uang kita malah berkurang. Maka dari itu, reksadana saham sangat cocok untuk investasi jangka panjang.

  1. Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang berisi dana tunai dan obligasi yang membuatnya minim risiko, namun tetap memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan deposito. Nilainya yang selalu naik membuat reksadana ini mampu dimanfaatkan menjadi dana darurat. Reksadana ini sangat cocok untuk investor jangka pendek.

  1. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana ini paling banyak berisi produk surat utang atau obligasi, di mana obligasi sendiri mampu memberikan bunga secara tetap yang membuat reksadana ini disebut sebagai pendapatan tetap. Nilainya dapat naik dan turun, performanya ini tergantung pada suku bunga dan mata uang. Maka reksadana ini dapat digunakan untuk investasi jangka menengah.

  1. Reksadana campuran

Nama reksadana ini menggambarkan dirinya sendiri, karena reksadana ini memang terdiri dari campuran bermacam produk, yakni saham, obligasi, dan pasar uang. Reksadana campuran memiliki return yang tidak tentu karena nilainya yang selalu naik dan turun. Bagi investor jangka menengah hingga panjang, boleh banget memilih reksadana ini.

  1. Reksadana indeks

Sebagai manajer investasi, ada saatnya melakukan kesalahan atau human error yang dapat merugikan investor. Nah hal ini dapat dihindari dengan berinvestasi di reksadana indeks, karena nilai dan performa dari reksadana ini mengikuti pergerakan indeks. Indeks yang diikuti biasanya dari pasar obligasi dan saham. Karena mengikuti indeks, membuat reksadana ini tidak mampu memberikan return yang pasti sehingga sangat cocok untuk investasi jangka panjang.

Untuk membeli reksadana, sangat penting juga untuk mengetahui cara memilih yang paling cocok bagi kita. Nih Mintor kasih tipsnya ya!

  1. Pilih manajer investasi yang tepat

Kita sebagai investor pasti hanya mau mempercayakan uang ke manajer investasi yang paling aman dan terpercaya. Nah hal ini bisa dilihat dari daftar  Top 20 Assets Under Management (AUM). Sederhananya AUM adalah total nilai aset investor yang sedang dikelola oleh manajer investasi. Jadi otomatis semakin banyak total AUMnya, semakin banyak yang percaya.

  1. Pilih reksadana sesuai tujuan keuangan

Bagi Youngvestors yang ingin investasi untuk jangka pendek sangat dianjurkan reksadana pasar uang, untuk jangka menengah reksadana pendapatan tetap, dan untuk jangka panjang bisa reksadana saham, campuran, dan indeks. Misalnya Youngvestors ingin membeli handphone 5 bulan lagi, maka pilihlah reksadana pasar uang.

  1. Pilihlah biaya manajemen yang paling rendah

Semua investor pasti biaya manajemen yang tinggi dalam berinvestasi, karena akan sangat merugikan jika return yang sudah kita dapatkan terpotong biaya. Oleh karena itu, pertimbangkanlah biaya manajemen sebelum membeli sebuah produk reksadana.

Setelah membaca artikel ini, bagaimana menurut Youngvestors? Apakah investasi di reksadana bisa bikin cepat kaya? Perlu diingat ya, bahwa semua instrumen investasi itu untuk memenuhi tujuan keuangan kita, bukan menjadi cepat kaya.

Oke Youngvestors, sekian ulasan lengkap mengenai reksadana. Nantikan konten menarik dan bermanfaat lainnya di Instagram @i_amcommunity ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber Referensi:
https://berkeluarga.id/2020/10/22/kelebihan-dan-kekurangan-investasi-reksadana/
https://reliance-investasi.com/?p=692
https://link.bahanatcw.com/reksa-dana-article?id=2
https://www.hsbc.co.id/1/PA_esf-ca-app-content/content/indonesia/personal/offers/news-and-lifestyle/files/articles/html/201906/jenis-jenis-investasi-yang-populer-di-indonesia.html

Mau Membangun Passive Income Sejak Muda? Lakukan 7 Hal Ini!

Mungkin Youngvestors pernah berpikir, kenapa orang seperti Elon Musk dan Jeff Bezos bisa menjadi orang terkaya di dunia? Nah jawabannya adalah karena mereka memiliki passive income. Passive income adalah pendapatan yang dihasilkan secara tidak langsung. Ibaratnya kita terus menghasilkan pendapatan walaupun sedang tidur.

Dengan memiliki passive income yang bagus, kita bisa memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita, sehingga tidak perlu lagi pusing memikirkan tagihan untuk kebutuhan pokok dan lainnya. Sementara itu, active income yang kita hasilkan dari bekerja bisa digunakan untuk hal lainnya, seperti memenuhi kebutuhan hiburan.

Sumber: unplash.com

Bagi Youngvestors yang ingin membangun passive income sejak muda, pas banget nih, Mintor akan memberikan caranya untuk kalian. Yuk kita bahas!

  1. Membuat Sebuah Blog

Cara pertama ini merupakan salah satu cara paling populer yang dilakukan banyak orang untuk membangun passive income. Modal untuk memulainya bisa dikatakan kecil, karena hanya perlu membeli nama domain dan membayar hosting. Setelah itu kita hanya butuh konsisten membuat konten yang menarik. Agar tidak sulit, mulailah dari topik yang disukai, misalnya kita tertarik pada kuliner, maka buatlah konten tentang kuliner. Saat blognya sudah ramai, bisa kita manfaatkan dengan memasang iklan.

  1. Mengikuti Affiliate Marketing

Cara ini berhubungan dengan cara yang pertama, setelah mempunyai situs blog yang ramai, bisa kita manfaatkan juga untuk affiliate marketing. Affiliate marketing atau pemasaran afiliasi merupakan sistem untuk mempromosikan produk atau layanan yang jika ada sebuah pembelian maka kita mendapatkan komisi dari pembelian tersebut. Jika blog kita relevan dengan produk atau layanan yang sedang dipromosikan akan mempermudah kegiatan affiliate marketing yang dilakukan.

  1. Membuat Konten di Youtube

Untuk membuat Youtube kita bisa dimonetisasi, membutuhkan perjuangan yang cukup susah, karena ada target tertentu yang harus dicapai. Akan tetapi, saat kita sudah konsisten dan mempunyai audiens yang ramai, setiap video dan iklan yang dipasang bisa dimanfaatkan untuk menjadi passive income.

  1. Melakukan Investasi

Kita bisa memanfaatkan keuntungan dari investasi sebagai passive income, contohnya bagi investor saham bisa mengambil dividen dan capital gain. Instrumen investasi yang dipilih harus disesuaikan dengan profil risiko kita masing-masing. Setelah berinvestasi, jangan lupa lakukan diversifikasi, yaitu menempatkan dananya pada beberapa instrumen agar terhindar dari potensi kerugian.

  1. Menyewakan Properti

Sebelumnya kita memang harus memiliki properti dahulu seperti apartemen dan hal ini membutuhkan modal yang besar. Namun aset ini akan memberikan passive income yang sangat menarik di kemudian hari. Bahkan harga properti yang naik terus juga bisa digunakan untuk investasi saat kita menjualnya di masa depan.

  1. Bisnis Kos-kosan

Hampir sama dengan cara yang sebelumnya, namun kita bisa menyewanya per kamar. Bisnis ini sangat menarik untuk dijadikan passive income saat sudah berjalan. Misalnya kita menyewakan 10 kamar kos dengan harga Rp1.000.000 per bulan, maka setiap bulannya kita akan menerima omzet Rp10.000.000 tanpa harus bekerja.

  1. Menjual Karya Kreatif

Bagi Youngvestors yang mempunyai bakat di bidang kreatif seperti menyanyi, menulis dan sebagainya, bisa memanfaatkan hal tersebut untuk mendapatkan royalti. Sederhananya orang lain akan membayar kita untuk menggunakan karya kreatif kita tersebut.

Setelah mengetahui beberapa cara tersebut, pilihlah cara yang paling nyaman untuk dijalankan. Bagi Youngvestors, mulailah membangun passive income sejak dini. Pada awalnya memang memberatkan, namun hasilnya akan sangat indah pada waktunya.

Oke Youngvestors, sekian artikel dari Mintor mengenai cara membangun passive income terutama bagi anak muda. Tidak ingin ketinggalan konten menarik lainnya? Follow Instagram @i_amcommunity ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:
https://koinworks.com/blog/cara-menghasilkan-passive-income-dengan-mudah/
https://www.niagahoster.co.id/blog/passive-income/

Menabung Di Bank VS Menabung Di Reksadana, Mana Yang Lebih Untung?

Kegiatan menabung sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Menabung sejak dini dapat meningkatkan literasi kita mengenai keuangan. Menabung sendiri adalah kegiatan menyisihkan sebagian pendapatan untuk kebutuhan masa depan atau kebutuhan mendesak. Zaman sekarang, menabung di celengan sudah sangat jarang dilakukan. Saat ini kebanyakan orang lebih memilih menabung di bank atau reksadana. Tapi apakah perbedaannya? Manakah yang lebih menguntungkan? Yuk simak artikel berikut ini!

Menabung di Bank

Sumber: freepik.com

Bank sudah menjadi tempat yang paling dikenal dan terpercaya oleh banyak orang untuk menabung. Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah orang Indonesia yang mempunyai rekening bank sudah mencapai 60%, artinya sebagian besar masyarakat Indonesia sudah menabung. Maka tak heran, dari kecil kita sudah diajarkan untuk mulai menabung di bank.

Keamanan menjadi alasan utama banyak orang yang menabung di bank, apalagi dalam jumlah yang banyak. Selain itu, menabung di bank juga sudah menjamin kita terhindar dari berbagai risiko. Pada umumnya, bank akan memberikan kita hadiah sebagai nasabah yang menabung berupa bunga. Namun biasanya, bunga yang diberikan setiap tahun bahkan tidak mencapai 1%. Maka bukan tidak mungkin jika uang tabungan kita malah menurun. Mengapa bisa begitu? Salah satu kerugian dari menabung di bank adalah bank memiliki biaya administrasi yang secara otomatis akan memotong saldo rekening kita setiap bulan. Jumlah biaya administrasinya tergantung pada bank apa yang kita pilih. Tapi jangan khawatir, besarnya biaya administrasi akan tetap setiap bulannya, jadi kita dapat memperhitungkan hal tersebut dengan pasti. Oh iya, bukan hanya biaya administrasi, bank juga memiliki biaya transaksi, yaitu biaya yang dikenakan saat kita hendak mengirim sejumlah uang ke pemilik rekening di bank lain.

Menabung di Reksadana

Sumber: freepik.com

Reksadana adalah kumpulan produk keuangan yang dikelola oleh manajer investasi dan salah satu instrumen investasi yang dapat digunakan sebagai tempat untuk menabung. Sebenarnya ada beberapa macam reksadana seperti reksadana pasar uang, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana indeks. Akan tetapi, Mintor akan membandingkan menabung di bank dengan menabung di reksadana pasar uang.

Mengapa reksadana pasar uang? Reksadana ini bisa dikatakan yang paling ‘aman’ karena fluktuasinya cenderung rendah yang membuat performanya cukup stabil. Selain itu, reksadana pasar uang merupakan reksadana yang returnnya paling kecil, sehingga memberikan risiko yang paling minim juga. Walaupun begitu, jika dibandingkan dengan bank, reksadana pasar uang ini akan tetap terlihat sangat menarik, karena reksadana pasar uang mampu memberikan return sampai 7% per tahunnya. Keuntungan lainnya adalah kita bisa mulai menabung dari modal yang sangat kecil yaitu Rp10.000 dan pengaplikasiannya yang mudah. Untuk mulai menabung atau berinvestasi di reksadana, kita dapat membuka rekeningnya hanya dari smartphone.

Menabung di reksadana juga mempunyai biaya administrasi yang disebut management fee, sebagai biaya untuk manajer investasi yang akan mengelola uang kita. Umumnya fee tersebut hanya sebesar 0,40%-1,00% dari jumlah uang yang kita setorkan.

Sebagai instrumen investasi, tidak akan jauh dari risiko. Meski kecil kemungkinan, kita juga harus siap menghadapinya. Contoh risiko yang dapat terjadi adalah saat perputaran uang mengalami wanprestasi atau gagal bayar. Dalam hal ini, hampir pasti kita akan mengalami kerugian. Risiko yang kedua adalah nilai return yang tidak pasti. Apalagi jika produk yang kita pilih tidak tepat, maka return yang didapatkan akan semakin kecil.

Jadi bagaimana menurut Youngvestors? Lebih menguntungkan menabung di bank atau di reksadana? Bagi Mintor, jelas menabung di reksadana lebih menguntungkan, karena kita akan mendapatkan return yang jauh lebih besar daripada di bank dengan risiko yang kecil juga. Untuk Youngvestors yang tertarik dengan reksadana dapat mencobanya di aplikasi yang sudah terpercaya seperti Bibit dan Bareksa ya!

Sekian artikel dari Mintor tentang menabung di bank VS menabung di reksadana. Semoga bisa menjadi referensi bagi Youngvestors. Yuk follow Instagram @i_amcommunity agar tidak ketinggalan konten menarik lainnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:
https://artikel.bibit.id/investasi1/reksa-dana-pasar-uang-vs-rekening-tabungan-mana-yang-lebih-untung
https://www.qoala.app/id/blog/keuangan/tabungan/keuntungan-menabung-di-bank/
https://xdana.com/artikel/investasi-reksadana-dan-tabungan-di-bank-mana-yang-lebih-untung/

Investasi di Eba Ritel, Menguntungkan atau Membuntungkan?

Penulis: Vincent Chandra

Sumber: Unplash.com

Belakangan ini kita semua pasti sering sekali mendengar kata “investasi”. Namun sering kali orang-orang lebih condong berinvestasi ke instrumen seperti saham, cryptocurrency, dan sebagainya, bukan ke properti karena membutuhkan modal yang cukup besar. Dalam artikel ini Mintor akan memberi solusi untuk Youngvestors yang ingin berinvestasi ke properti tanpa modal besar tapi tetap menarik.

Apakah Youngvestors pernah mendengar Eba Ritel? Mungkin masih banyak yang belum mengetahui salah satu produk investasi ini. Sebelumnya apa itu Eba Ritel? Eba Ritel adalah surat berharga yang terdiri atas sekumpulan KPR melalui proses sekuritisasi sehingga menjadi instrumen investasi pendapatan tetap yang dapat diperjualbelikan atau ditransaksikan. Sederhananya sama dengan obligasi, tetapi Eba Ritel ini masuk ke dalam bidang properti. Produk ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2009, tetapi dahulu hanya bisa dibeli oleh perusahaan dan orang–orang besar, Beruntungnya 2018 kemarin PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengeluarkan Eba Ritel yang bisa dibeli oleh kita sebagai investor retail.

Lalu bagaimana cara kita mendapatkan returnnya? Sistem dari Eba Ritel ini mengumpulkan uang dari masyarakat yang membayar cicilan rumah untuk disalurkan sebagai KPR. Kemudian Eba Ritel akan memberikan kita return dari bunga orang yang sedang menyicil rumah tersebut.

Seperti yang sudah Mintor katakan tadi, produk Eba Ritel ini mirip dengan obligasi. Lantas mengapa kita tidak berinvestasi di obligasi saja atau bahkan deposito? Tentu saja, karena kalau Youngvestors membandingkan Eba Ritel ini dengan obligasi atau deposito, Eba Ritel ini memiliki return paling tinggi sehingga bisa menjadi pilihan baru yang menarik nih bagi Youngvestors. Bukan hanya itu, Eba Ritel ini memiliki banyak kelebihan, salah satunya seperti yang Mintor bilang di awal bahwa kita bisa berinvestasi ke properti tanpa modal besar dimana Eba Ritel ini dapat dibeli mulai dari 100 ribu saja. Selain itu, Eba Ritel juga sangat likuid yang artinya kita bisa menjualnya kapanpun. Apalagi Eba Ritel ini bisa kita jadikan sebagai passive income.

Akan tetapi, apakah aman jika kita berinvestasi di produk yang belum diketahui oleh banyak orang ini? Tenang saja, karena Eba Ritel diterbitkan oleh SMF yaitu BUMN di bawah Kementerian Keuangan dan diawasi oleh OJK. Eba Ritel ini juga selalu mendapatkan rating AAA dari PEFINDO yang merupakan perusahaan pemeringkat efek ternama di Indonesia. Walaupun begitu, dalam berinvestasi tentunya tidak lepas dari risiko, Eba Ritel sendiri memiliki harga pasar yang cukup fluktuatif akibat perubahan suku bunga dan risiko gagal bayar. Untungnya penerbitan Eba Ritel ini diseleksi dengan baik sehingga meminimalisir risiko yang ada.

Kalau kita balik lagi ke pertanyaan di awal, bagaimana menurut Youngvestors  terkait Eba Ritel ini? Apakah menguntungkan atau membuntungkan? Bagi Mintor sendiri berinvestasi itu seperti mencari jodoh, di mana kita ingin mencari tahu dan mengenal sedalam-dalamnya sampai menemukan yang paling cocok. Nah sama dalam hal investasi, berarti kita mencari yang sistem dan profil risikonya paling cocok untuk kita.  Bagi Youngvestors yang tertarik berinvestasi di Eba Ritel, saat ini memang belum banyak opsi tempat untuk membelinya, mengingat produk ini belum banyak dikenal. Jadi, Youngvestors dapat membelinya secara eksklusif hanya di BNI Sekuritas dan BCA Sekuritas ya!

Sekian artikel dari Mintor mengenai investasi di Eba Ritel, semoga artikel ini dapat menjadi referensi untuk Youngvestors yang ingin berinvestasi di properti tanpa modal besar. Jangan lupa untuk follow Instagram @i_amcommunity agar tidak ketinggalan konten menarik lainnya.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi :

https://pasardana.id/news/2018/8/2/smf-perkenalkan-eba-sp-ritel-dengan-settlement-tplus1/
https://bions.id/edukasi/post/milenial-yuk-simak-keuntungan-investasi-eba-ritel
https://www.bnisekuritas.co.id/2019/01/31/eba-sp-ritel/
https://www.youtube.com/watch?v=xY6wAlmrAAI&t=167s
https://finansial.bisnis.com/read/20201126/89/1323027/smf-bidik-milenial-berinvestasi-ke-eba-ritel-apa-saja-kelebihannya#:~:text=Sekadar%20informasi%2C%20EBA%20ritel%20bisa,BNI%20Sekuritas%20dan%20BCA%20Sekuritas.

Rekomendasi 3 Film Bertema Investasi yang Wajib Ditonton Investor pemula

Penulis: Jonaris & Lauren

Halo Youngvestors, pasti sudah banyak dari kalian yang tertarik pada dunia investasi, kan. Mulai dari investasi saham, property, ataupun bentuk-bentuk asset lainnya. Zaman sekarang, sudah sangat mudah jika anak muda tertarik untuk mempelajari investasi. Sudah banyak platform dan komunitas yang menawarkan ilmu mengenai investasi, salah satunya adalah I Am Community. Nah, selain mendapatkan insight dari platform dan komunitas seperti I AM Community, ternyata kita bisa loh belajar investasi dari beberapa film rekomendasi ini! Mau tahu film apa saja? Yuk, cek list film kali ini ya!

Sumber : https://pin.it/2gwOqcJ

1. The Wolf of Wall Street (2013)
Film bertema investasi yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio ini dapat dikatakan cukup sukses karena berhasil meraih IMDb rating 8.2/10. Film bergenre komedi ini menceritakan tentang dunia trading saham yang diambil dari kisah nyata seorang pialang saham bernama Jordan Belfort. Belfort merupakan pialang saham di perusahaan besar, namun perusahaan tersebut bangkrut sehingga Belfort harus mencari cara untuk tetap mendapatkan penghasilan. Tak kehabisan akal, Belfort yang memiliki kemampuan analisis, komunikasi, dan jiwa kepemimpinan mulai bangkit untuk membangun perusahaannya sendiri. Mampukah Belfort mencapai kesuksesan melalui perusahaan yang didirikannya?

Sumber : https://pin.it/2KYiZ0O


2. Inside Job (2010)
Inside Job merupakan film dokumenter yang menceritakan tentang fenomena krisis global pada tahun 2008. Film yang dibintangi oleh Matt Damon ini telah sukses dan meraih rating di IMDb sebesar 8.2/10. Dari film ini, kalian akan diajak untuk mengulik apa saja hal yang menyebabkan krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008. Penonton akan mendapatkan wawasan mengenai dunia trading dan dapat membantu para penonton yang baru belajar trading saham untuk lebih paham mengenai dunia saham. wah, seru banget ya, guys! Film yang berhasil menggambarkan fenomena krisis ekonomi global ini telah meraih penghargaan piala Oscar dengan kategori Best Documentary Feature. Penasaran dengan film ini? Yuk ditonton dan mulai belajar tentang dunia trading saham!

Sumber : https://pin.it/4RZfbHM


3. Enron : The Smartest Guys in Room
Film dengan genre dokumenter ini berhasil mendapatkan IMDb rating yang cukup tinggi yaitu sebesar 7.6/10. Film ini mengisahkan bangkrutnya sebuah perusahaan besar di Amerika akibat kasus penipuan yang paling berat sepanjang sejarah. Film ini memberikan pesan kepada penonton bahwa hidup memang bagaikan roda berputar, suatu hal dapat runtuh akibat suatu kesengajaan maupun ketidaksengajaan. Tertarik untuk menonton?

Wah keren banget ya film-film rekomendasi kali ini. Mungkin banyak yang masih belum mengetahui film-film tersebut atau malah sudah banyak nih yang menonton? Yuk, Youngvestors cerita film yang mana nih yang buat kalian tertarik untuk nonton atau yang punya rekomendasi film lainnya boleh banget ya ditulis di kolom komentar.

Salam I AM Community:

I AM Smart,

I AM Capable!

3 Cara Mulai Investasi Properti dengan Harga Terjangkau, Mau Coba?

Hi, Youngvestor!

Jika sebelumnya kita sudah membahas pentingnya investasi properti sejak dini, hari ini kita akan menjelajah lebih jauh lagi terkait investasi properti. Banyak dari generasi muda yang merasa bingung dan takut untuk memulai hal baru, salah satunya adalah investasi properti. Istilah-istilah yang masih awam dan aktivitas yang belum familiar sering kali menjadi hambatan bagi kita untuk memulai.

Nah, untuk mengatasi hal ini, kita akan membahas kiat-kiat dalam memulai investasi properti sejak dini. Penasaran, kan? Yuk, disimak infonya!

  1. Membangun Relasi
Sumber: www.pinterest.com

Relasi merupakan salah satu kunci dari keberlangsungan investasi properti. Memiliki banyak relasi akan memberikan pandangan yang lebih luas terkait  upaya menyikapi masalah dan hambatan yang terjadi selama prosesnya. Youngvestor mungkin akan mendapat lebih banyak insight melalui diskusi ringan, sekaligus mendapatkan peluang untuk menggali lebih banyak informasi.

  • Menyewakan Rumah
Sumber: www.pinterest.com

Menyewakan rumah adalah salah satu upaya dasar yang dapat dilakukan untuk terjun dalam investasi properti. Dalam hal ini, jika Youngvestor memiliki rumah atau kamar yang sedang tidak digunakan, dapat dijadikan sebagai peluang untuk memulai investasi. Namun, pastikan Youngvestor siap untuk berbagi tempat dan membuat batasan, serta peraturan selama masa sewa. Menyewakan rumah atau bagian yang tidak digunakan juga dapat membantu mengurangi pengeluaran Youngvestor, lho!

  • Wholesaling (Grosir)
Sumber: www.pinterest.com

Wholesaling dalam dunia investasi properti merupakan aktivitas distribusi rumah atau bangunan yang dilakukan oleh pihak ketiga dengan melakukan pembelian properti dalam jumlah besar. Penjualan dengan cara wholesaling pada dasarnya membutuhkan pemahaman yang cukup luas, namun dalam prosesnya mampu membangun relasi dan pemahaman dengan lebih efektif. Dalam praktiknya, wholesaler akan berperan dalam menemukan properti dalam jumlah besar dan melakukan pengurusan kontrak sewa. Wholesaler kemudian dapat meneruskan kontrak kepada calon pembeli dengan unit yang lebih kecil dan harga yang lebih mahal.

Wah, ternyata memulai investasi properti tidak membutuhkan modal besar lho, Youngvestor! Kita bahkan bisa memanfaatkan kondisi dari lingkungan sekitar. Jadi, kita tidak perlu ragu untuk memulai investasi properti di usia muda. Nah, Youngvestor tertarik memulai investasi dengan langkah yang mana, nih?

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi Youngvestor. Jangan lupa untuk bagikan artikel dengan Youngvestor lainnya dan sampai ketemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Eksplorasi Profesi dalam Bisnis Properti

Hi, Youngvestor!

Sebagai generasi muda, kita kerap kali terjebak dalam kebingungan untuk memilih profesi. Dokter, guru, dan polisi menjadi sebagian kecil impian yang seringkali dibayangkan. Namun, banyak dari kita tidak menyadari adanya peluang yang lebih besar dalam memilih profesi yang berbeda. Jika sebelumnya Mintor telah membahas mengenai keuntungan berinvestasi properti di usia muda, sekarang kita akan melihat bisnis properti dari  sudut pandang yang berbeda.

Yup, benar, profesi!

Profesi merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Pertanyaannya, profesi seperti apa yang melibatkan bisnis properti di dalamnya? Yuk disimak infonya!

  1. Investor Properti
Sumber: www.pinterest.com

Seperti yang dijelaskan dalam Artikel ‘Investasi Properti Sejak Dini, Perlukah?’, salah satu keuntungan dalam melakukan pembelian properti adalah modal investasi. Dalam hal ini, Youngvestor dapat menjadi seorang investor properti dan mendapat keuntungan dengan menyewakan properti tersebut. Keuntungan yang didapat berasal dari cash flow per bulan atau melalui peningkatan ekuitas dari penjualan properti.

  1. Flip Properti
Sumber: www.pinterest.com

Flip properti dilakukan dengan melakukan pembelian bangunan overcredit dengan harga murah. Bangunan ini kemudian akan direnovasi dan flipper akan melakukan penjualan dengan harga yang jauh lebih tinggi. Dalam beberapa kasus, bangunan hanya dijual dengan harga yang sedikit lebih tinggi tanpa renovasi. Berbeda dengan investasi properti, flipper hanya mendapat keuntungan melalui penjualan properti.

  1. Pengelola Properti
Sumber: www.pinterest.com

Profesi pengelola properti memberikan kesempatan bagi Youngvestor yang tertarik, namun tidak memiliki properti. Dalam praktiknya, pengelola properti akan bekerja sama dengan para pemilik untuk melakukan pemeliharaan (upkeep) terhadap properti. Profesi ini menghasilkan keuntungan melalui pembagian keuntungan sewa atau melalui pembayaran terkait pemeliharaan properti.

  1. Bird Dogs
Sumber: www.pinterest.com

Bird dog merupakan istilah yang merujuk kepada orang yang mampu menemukan potensi investasi terbaik dalam properti. Profesi ini dibutuhkan sebagai pendukung investor dalam menemukan prospek bisnis. Profesi ini menghasilkan uang melalui persentase penjualan sesuai kesepakatan antara kedua belah pihak ataupun berupa pembayaran jasa dalam menemukan prospek bisnis properti.

  1. Agen Properti
Sumber: www.pinterest.com

Agen properti merupakan orang yang bertugas menjadi perantara antara investor dengan pembeli, maupun penjual. Agen properti bertugas menengahi transaksi jual beli sebagai upaya untuk memudahkan penjualan properti. Dalam dunia bisnis, agen properti terbagi atas agen perseorangan dan agen perusahaan. Berbeda dengan profesi lainnya, agen properti merupakan agen-agen bersertifikat yang memiliki pengalaman dalam transaksi jual-beli properti.

  1. Fotografer Properti
Sumber: www.pinterest.com

Terjun dalam bisnis properti tidak berarti harus berkecimpung dalam pembelian bangunan. Profesi yang satu ini memberikan kesempatan bagi Youngvestor yang tertarik dalam dunia fotografi. Fotografer properti melakukan pekerjaannya dengan memotret setiap sudut bangunan, yang kemudian akan dipajang pada website penjualan. Keuntungannya akan didapat melalui penggunaan jasa fotografi sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Wah, ternyata banyak pilihan profesi yang bisa Youngvestor pertimbangkan, nih. Dengan berbagai profesi di atas, kira-kira Youngvestor tertarik dengan yang mana? Yuk, komen di bawah!

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi Youngvestor. Jangan lupa untuk bagikan artikel dengan Youngvestor lainnya dan sampai ketemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Investasi Properti Sejak Dini, Perlukah?

Halo, Youngvestor!

Banyak dari kita, generasi muda, tentu memilih untuk berpikir dua kali dalam melakukan investasi properti. Mulai dari budaya Asia yang kerap tinggal bersama orang tua sampai menikah, sampai alasan investasi properti hanya diperuntukkan bagi mereka yang punya penghasilan tinggi. Tapi nyatanya, investasi properti tidak terbatas pada usia dan jumlah kekayaan, loh! Kita sebagai generasi muda juga punya peluang dan keuntungan besar untuk dapat terjun dalam investasi properti.

Lalu mengapa investasi properti bisa jadi pilihan tepat untuk generasi muda? Mintor punya jawabannya nih, yuk disimak infonya!

  1. Kebutuhan Primer
Sumber: www.pinterest.com

Properti nyatanya merupakan salah satu kebutuhan primer yang wajib dimiliki setiap individu. Jika ditelaah dalam budaya konservatif, seorang anak mungkin tidak harus memiliki properti jika belum menikah. Namun apakah selamanya akan begitu? Tentu tidak.

Hal tersebut nyatanya hanya berlaku sampai anak berada pada usia yang matang. Setelahnya, tiap anak tentu harus berupaya untuk membeli properti sebagai tempat untuk tinggal. Jadi, melakukan investasi properti sejak dini merupakan hal yang perlu dipertimbangkan.

  • Modal Investasi
Sumber: www.freepik.com

Salah satu yang kerap kali dilupakan adalah pembelian properti dapat menghasilkan capital gain. Capital gain merupakan keuntungan yang didapat melalui selisih antara harga jual tinggi dengan harga beli rendah. Pembelian properti tidak hanya semata-mata untuk dijadikan tempat tinggal, namun juga dapat disewakan. Hal ini akan memberikan peluang bagi generasi muda untuk mendapatkan keuntungan melalui arus kas.

  • Pemanfaatan Siklus Investasi Properti
Sumber: www.issuu.com

Investasi properti dapat dibilang sebagai investasi jangka panjang. Dengan melakukan investasi properti, Youngvestor mendapatkan kesempatan untuk belajar menilai jatuh-bangun dalam nilai properti. Jika investasi dilakukan lebih awal, Youngvestor tentu akan mendapat lebih banyak waktu untuk belajar dalam memanfaatkan dan melakukan penjualan di waktu yang tepat.

Investasi properti nyatanya selalu memberikan celah bagi kita untuk memulai, bahkan di usia muda sekalipun. Tidak hanya perihal finansial, kita juga akan mendapat kesempatan untuk lebih banyak belajar mengenai perputaran arus kas. Apakah kamu masih ragu untuk mulai investasi properti? Yuk, mulai belajar dari sekarang bersama-sama!

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan Youngvestor ya! Jangan lupa untuk bagikan artikel ini dengan Youngvestor lainnya dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Wajib Tahu! Manfaat Rahasia Berinvestasi yang Akan Mengubah Hidup

Sumber: Iconscout – Premium Concept of Investment

Halo, Youngvestors!

Kita pasti sudah tidak asing mendengar kata investasi. Ketika baru mendengar kata investasi mungkin bagi sebagian orang tidak benar-benar memahami apa itu berinvestasi, benefit yang diterima, harus belajar dari mana, dan masih banyak lagi. Saat sekolah, kita tidak diajarkan mengenai pengelolaan uang khususnya investasi. Padahal investasi sangatlah penting untuk kehidupan kita, apalagi jika masih muda.

Investasi merupakan aktivitas menyimpan atau menempatkan dana pada periode tertentu dengan harapan dapat menghasilkan keuntungan atau peningkatan nilai investasi.  Maka dari itu, munculah pernyataan bahwa investasi hanya bisa dilakukan oleh orang yang kaya. Padahal generasi muda seperti kita tetap mampu berinvestasi meskipun dengan modal yang minim bahkan mendapatkan manfaat yang banyak, loh!

Sumber: Depositphotos – Investment Vector Images

1. Meningkatkan Nilai Aset dan Kekayaan

Investasi bisa membuat kita kaya, namun tentu harus diiringi dengan ilmu pengetahuan tentang investasi tersebut. Investasi pasti akan membuat nilai aset kita bertambah jika kita mengerti cara bagaimana meningkatkan dan mengelolanya. Aset disini tidak hanya berupa fisik seperti properti yang megah, namun juga uang yang tersimpan pun bisa untuk bertambah nilainya. Ketika telah memiliki aset dan menerima imbal hasil, kita dapat menginvestasikannya kembali untuk menambah nilai tambah lagi agar terus menerus menjadikan kita kaya dengan berinvestasi.

Sumber: Deposit Photos – Financial Freedom Stock Vectors

2. Bebas Finansial

Tidak ada orang yang ingin bekerja dari pagi hingga malam setiap hari hingga tua. Maka dari itu, kita perlu untuk berinvestasi agar dapat membantu kita tidak bekerja secara terus menerus. Kita perlu membuat uang bekerja untuk kita, bukan kita yang bekerja untuk uang. Bebas secara finansial berarti kita dapat tetap bertahan hidup untuk memenuhi segala kebutuhan dengan kekayaan yang kita miliki tanpa bekerja keras. Tentu kita semua mendambakan bebas keuangan sedini mungkin, bukan?

Salah satu cara untuk dapat bebas finansial adalah dengan berinvestasi yaitu melipatgandakan aset yang dimiliki agar mendatangkan keuntungan berupa uang setiap waktu. Dari keuntungan uang tersebutlah yang dapat membuat kita semakin dekat dengan kebebasan secara finansial.

Sumber: Pinterest – Inflation Vector Illustration

3. Terhindar Dari Inflasi

Setiap tahun, inflasi pasti ada bahkan bertumbuh. Inflasi merupakan hal yang wajar di setiap negara, termasuk Indonesia meskipun dengan pertumbuhan persentase yang berbeda. Inflasi disini akan memengaruhi perekonomian, terutama dalam hal jual beli karena dapat menurunkan daya beli masyarakat. Inflasi yang sangat dirasakan adalah harga yang semakin hari semakin naik. Seperti dulu porsi 1x makan bisa didapatkan dengan harga Rp5.000 dan kini Rp.5000 hanya dapat membayar parkir motor di pusat perbelanjaan. Dengan berinvestasi, kita dapat menghindari hal tersebut karena kita akan menerima imbal hasil yang melebihi tingkat inflasi yang juga tergantung dari instrumen investasi dan tetap menghasilkan uang melalui investasi.

Sumber: Dreamstime.com – Freedom Women Stock Illustration

4. Memiliki Masa Depan yang Cerah

Usia muda merupakan aset terbesar. Keuntungan yang dihasilkan akan lebih besar investasi sejak dini dibanding telah memasuki usia senja. Di usia senja pun otomatis akan membuat pendapatan yang dihasilkan menurun karena fisik yang tidak lagi kuat seperti ketika muda. Maka dari itu, berinvestasi sejak dini merupakan keputusan yang tepat untuk dilakukan agar di usia senja kita tinggal menikmati hidup dengan hasil investasi tanpa bergantung hidup dari anak-anak kita di masa yang akan datang. Yuk kita berinvestasi sekarang demi menghasilkan masa depan yang cerah!

Youngvestors, investasi merupakan kebutuhan untuk mempersiapkan modal untuk kebutuhan kita di masa yang akan datang. Investasi juga dapat membuat kualitas hidup kita meningkat bahkan mencapai kebebasan finansial. Investasi dengan manajemen dan pengelolaan yang baik tentu akan memberikan manfaat yang besar. Sehingga tetap perlu untuk belajar dan investasi leher ke atas untuk melakukan investasi kepada aset kita. Yuk, investasi sekarang juga sebagai generasi melek finansial di usia muda!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!