Senang Menolong Pekerjaan Orang Lain? Hati-hati, Mungkin Kamu Mengidap Savior Complex!

               Sumber: pexels.com

            Halo Youngvestors! Dalam dunia pekerjaan, apakah kalian senang menolong orang lain? Menolong orang lain merupakan salah satu tindakan positif. Akan tetapi, apabila hal ini dilakukan secara berlebihan justru akan merugikan diri sendiri bahkan orang lain pun akan merasa terganggu. Inilah yang disebut dengan Savior Complex yang merupakan sebuah masalah psikologis yang membuat seseorang merasa perlu untuk menyelamatkan orang lain. Orang dengan kepribadian ini memiliki kecenderungan kuat untuk mencari orang yang sangat membutuhkan bantuan, bahkan seringkali dengan mengorbankan kebutuhan mereka sendiri untuk membantu orang lain. Savior complex dapat dikategorikan parah, apabila orang tersebut memaksakan bantuannya sehingga orang lain pun merasa sangat tidak nyaman.

            Nah, Youngvestors, di artikel kali ini Mintor akan memberikan penjelasan lebih dalam lagi mengenai dampak negatif dari savior complex dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam dunia pekerjaan. Kecenderungan savior complex sangat mungkin untuk:

  1. Merasa bangga pada diri sendiri saat menolong rekan kerjanya.
  2. Membuang banyak energi dan waktu kerja hanya untuk membenahi masalah orang lain.
  3. Meyakini bahwa menolong orang lain adalah tujuan hidup.
  4. Menganggap hasil kerjanya lebih baik dari orang lain, sehingga orang yang dibantu justru tidak akan belajar dari apa yang dikerjakannya.

Dari ciri-ciri savior complex yang Mintor jelaskan di atas, berikut ini adalah dampak buruk yang akan timbul bagi para karyawan apabila budaya savior complex menjadi hal yang lumrah dilakukan di perusahaan:

  1. Burnout

Apabila Youngvestors terus-menerus menggunakan seluruh waktu dan energinya untuk membantu rekan kerja, dapat membuat kalian hanya memiliki sedikit energi untuk diri sendiri. Perusahaan juga akan merasa rugi apabila menggaji karyawannya yang membuang-buang waktu.

  1. Hubungan sosial terganggu

Memaksakan memberi pertolongan kepada rekan kerja yang sedang memiliki masalah dapat merusak hubungan yang telah terjalin, karena tidak semua orang butuh solusi dari kita, beberapa dari mereka hanya ingin didengarkan keluh kesahnya.

  1. Perasaan kecewa yang berlebihan

Dalam memberikan pertolongan kepada rekan kerja, tidak selamanya akan berhasil. Pasti akan mengalami kegagalan yang berakibat timbulnya perasaan bersalah dan merasa tidak mampu.

Bagaimana ya cara mengatasi savior complex ini? Caranya akan Mintor jelaskan di bawah ini. Simak baik-baik ya!

      Sumber: pexels.com

  1. Menjadi pendengar yang baik

Sebagai karyawan yang profesional, apabila ada rekan kerja Youngvestors yang merasa kesulitan, biarkan dia menjelaskan kesulitannya, karena terkadang mereka hanya butuh tempat bercerita.

  1. Menawarkan bantuan

Menawarkan sebuah bantuan yang bersifat sukarela dan tanpa paksaan merupakan salah satu tindakan yang baik. Apabila rekan kerjamu menolak, tidak apa-apa.

  1. Menghormati orang lain

Tetap menghargai keputusan apa yang mereka ambil ketika sedang menghadapi masalah. Ingat! Dengan berpikir bahwa kalian lebih benar, sama saja menganggap diri mereka lemah ya.

Walaupun menolong orang lain merupakan suatu hal yang mulia, tetapi apabila dilakukan secara berlebihan apalagi dengan rekan kerja akan menurunkan profesionalitas dalam pekerjaan. Apabila kalian memiliki ciri-ciri seperti di atas, mulailah untuk mengurangi hal tersebut. Bahkan jika kalian sudah tidak bisa mengendalikan perilaku tersebut, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Sekian penjelasan Mintor kali ini, terima kasih sudah menyimak dan sampai jumpa di artikel selanjutnya! Jangan lupa ikuti juga konten menarik dan bermanfaat kami di Instagram @i_amtalentindo ya!

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future!

Sumber Referensi:

7 Situs E-Learning Ini Dapat Membantu Kamu untuk Meningkatkan Skill!

Konnichiwa Minasan! Kembali lagi bersama Mintor yang selalu semangat untuk menyajikan artikel-artikel menarik untuk kalian semua. By the way, Mintor tebak kalian pasti termasuk orang-orang yang sudah ahli menggunakan gadget kan?Kira-kira apakah kalian sudah menggunakan gadget tersebut dengan produktif? Kalau belum, sekarang waktunya Youngvestors untuk mulai mengunjungi situs-situs di bawah ini yang pastinya sangat bermanfaat  dan mudah diakses kapan pun dan di mana pun untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan skill kalian. Penasaran kan? Yuk, simak penjelasannya!

Sumber: freepik.com

Coursera (https://coursera.org/)

Coursera merupakan salah satu situs MOOC (Massive Open Online Course) yang disediakan oleh berbagai universitas di dunia dan dapat diakses melalui internet. Coursera ini tersedia dalam bentuk kelas gratis dan berbayar. Untuk kursus yang berbayar, kalian akan ditawarkan akses berbagai video, kuis, dan proyek dalam format interaktif secara bebas yang membuat belajar lebih mudah, tidak lupa juga Youngvestors akan diberikan sertifikat ketika sudah berhasil menyelesaikan sebuah kursus.

  1. Udemy (https://www.udemy.com/)

Situs ini merupakan tempat belajar berbayar yang menawarkan harga mulai dari US$10 atau sekitar Rp140.000 saja. Bayangkan saja, kursus yang biasanya menawarkan harga jutaan, kini bisa didapatkan dengan harga yang jauh lebih murah di situs Udemy ini loh! Kelebihan lain dari Udemy yaitu tersedia 130.000 kursus tentang berbagai mata pelajaran.

  1. FutureLearn (https://www.futurelearn.com/)

Situs lain yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yaitu FutureLearn. Platform ini berisi variasi kursus yang cukup menarik dan tidak hanya menawarkan kursus singkat, tapi juga kursus dengan mempelajari materi lebih dalam. Kualitas video yang ditampilkan juga sangat menarik dan urutan pembelajarannya pun terstruktur dengan baik.

  1. LinkedIn Learning (https://www.linkedin.com/)

Tidak hanya untuk mencari pekerjaan semata, situs LinkedIn juga menyajikan kursus singkat dan gratis yang sangat bermanfaat bagi para pengguna LinkedIn. Akan tetapi, hal yang perlu diperhatikan adalah konten yang disajikan hanya untuk materi yang mendasar saja, jadi agak sulit untuk mencari konten yang spesifik  dalam situs ini.

 Sumber: freepik.com

  1. edX (https://www.edx.org/)

edX menyajikan fitur-fitur yang cukup menarik bagi penggunanya. Salah satunya, kita dapat memilih banyak kursus secara bersamaan yang dapat disesuaikan dengan waktu luang. Kisaran harga yang ditawarkan dalam kursus ini relatif tinggi yaitu mulai dari US$50 sampai US$300, tetapi sertifikat yang didapatkan setelah menyelesaikan kursus di edX bisa menjadi nilai tambah yang sangat baik dalam CV kalian.

  1. Codecademy (https://www.codecademy.com/)

Bagi kalian yang tertarik mempelajari coding dan bahasa pemrograman secara gratis, situs ini dapat kalian kunjungi loh! Situs Codecademy ini menyajikan berbagai jenis pembelajaran, berupa belajar bahasa pemrograman seperti PHP, HTML & CSS, jQuery, Python, Ruby, JavaScript, dan lainnya.

  1. TED Talks (https://www.ted.com/)

Ingin meningkatkan keterampilan public speaking?Situs ini sangat cocok untuk Youngvestors kunjungi. Situs ini berisi banyak pembicara hebat yang ahli di bidangnya masing-masing. Kalian bisa mendengarkan pembicaraan mereka dan mulai mengasah skill dengan belajar berbicara di depan publik.

Okay Youngvestors! Sudah Mintor jelaskan ya, situs apa saja yang wajib kalian kunjungi dan pastinya sangat berguna bagi Youngvestors. Mintor harap kalian dapat memanfaatkan gadget dan kemudahan akses internet yang sudah tersedia untuk berselancar dalam situs-situs yang bermanfaat ya supaya waktu luang yang kalian miliki tidak terbuang sia-sia. Sekian artikel dari Mintor kali ini. Terima kasih dan sampai jumpa di artikel selanjutnya! Jangan lupa ikuti juga konten menarik dan bermanfaat kami di Instagram @i_amtalentindo ya!

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future

Sumber Referensi:

https://www.idntimes.com/life/education/iffah-layla-ibtida/situs-kursus-online-c1c2

https://glints.com/id/lowongan/situs-belajar-online/https://marketingonline.id/online-course-platforms/

Hustle Culture, Baik atau Toxic?

Sumber: unsplash.com

            Halo Youngvestors! Apakah kalian tahu istilah Hustle Culture? Hustle Culture atau lebih dikenal dengan sebutan “Gila Kerja” merupakan sebuah gaya hidup seseorang yang menganggap dirinya akan sukses apabila waktu hidupnya dipakai untuk terus bekerja sampai lupa beristirahat. Tuntutan hidup yang semakin banyak saat ini menuntut kita untuk bekerja terus-menerus agar tujuan hidup kita tercapai. Pasti kalian tidak asing dengan sebuah istilah “Sesuatu yang berlebihan sangat tidak baik”, begitu pun dalam pekerjaan. Bekerja keras memanglah baik, tetapi jika kalian sampai lupa waktu, hal ini dapat mengganggu kesehatan kalian bahkan menyebabkan meninggal dunia.

            Apabila Youngvestors sudah terjebak dalam hustle culture, maka akan sulit bagi kita untuk mengembalikan keadaan pada situasi semula. Namun, budaya hustle culture ini perlu dihindari agar fisik dan mental kalian dapat terjaga dengan baik. Berikut Mintor berikan tips untuk menghindari hustle culture. Simak baik-baik ya, Youngvestors!

  1. Membuat daftar prioritas

Buatlah daftar tentang hal-hal yang penting untuk dilakukan. Cukup fokus dengan prioritas kalian dan tidak perlu membebani diri dengan hal lain yang tidak terlalu penting untuk hidup kalian.

  1. Membuat jadwal harian

Buatlah To Do List dalam bentuk rencana harian agar manajemen waktu kalian terstruktur dengan baik. Jangan lupa untuk menyisihkan waktu untuk beristirahat ya Youngvestors!

3. Cari hobi di luar pekerjaan

Ambil waktu kalian untuk menjalankan hobi atau melakukan hal apapun yang kalian sukai. Perlu kalian ingat ya, pekerjaan dan waktu bersantai harus seimbang, inilah yang biasa dikenal dengan istilah Work Life Balance.

  1. Berhentilah membandingkan diri dengan orang lain dari media sosial

Melihat teman-teman kita di media sosial yang hidupnya terlihat sukses kadang membuat kita merasa iri dan ingin seperti mereka. Tidak perlu khawatir, tidak ada kata terlambat dalam mencapai kesuksesan ya Youngvestors. Tetap fokus pada prioritasmu, maka kalian akan mencapai kesuksesan di waktu yang tepat.

Sumber: unsplash.com

  1. Memberi apresiasi pada diri sendiri secara berkala

Tidak ada salahnya memberikan self reward untuk diri kalian sendiri. Ingatlah pencapaian apa saja yang sudah kalian raih selama ini. Bentuk apresiasi diri bisa dalam bentuk apa saja, misalnya makanan, jalan-jalan, bermain handphone, dan lain-lain.

  1. Menanamkan kesadaran diri

Sadari bahwa hustle culture tidak membuat kalian sukses, justru sebaliknya. Bertanyalah pada diri kalian sendiri, apakah dengan melakukan kebiasaan tersebut bisa membuat kalian menjadi lebih baik? Atau malah kebiasaan tersebut dapat perlahan-lahan menghancurkan kalian?

Alright Youngvestors! Itu tadi penjelasan mengenai bahayanya hustle culture dan bagaimana cara menghindarinya. Jangan memaksakan diri kalian hanya karena ingin memenuhi standar kesuksesan yang salah ya. Mintor harap, setelah ini Youngvestors dapat mengurangi hustle culture ini ya. Sekian artikel dari Mintor kali ini, terima kasih dan sampai jumpa di artikel selanjutnya! Jangan lupa ikuti juga konten menarik dan bermanfaat kami di Instagram @i_amtalentindo ya!

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future!

Sumber Referensi:

https://glints.com/id/lowongan/hustle-culture-adalah/#.YYvptWBBw2w

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210820143703-277-683054/mengenal-hustle-culture-gila-kerja-yang-berujung-burnout

https://www.halodoc.com/artikel/kerja-tanpa-istirahat-alias-hustle-culture-apa-dampaknya-bagi-tubuh

Mulai Jenuh dengan Pekerjaanmu? Ini Solusinya!

Sumber: freepik.com

Halo Youngvestors! Jumpa lagi dengan Mintor yang siap menyajikan artikel-artikel menarik untuk kalian semua. Buat kalian yang sedang menjalani pekerjaan yang sama secara rutin setiap harinya pasti pernah atau mungkin sedang mengalami masa kejenuhan dalam pekerjaannya. Wajar jika kalian mengalaminya, tapi tidak baik juga kalau kejenuhan tersebut dibiarkan begitu saja karena hal ini dapat menurunkan kualitas kinerja kalian di perusahaan. Nah, untuk menghindari hal tersebut, Mintor ada tips nih bagaimana cara mengatasi kejenuhan yang kalian alami. Berikut adalah beberapa caranya, disimak baik-baik ya!

  1. Mencari tahu alasan kejenuhan

Cari tahu alasan mengapa kalian jenuh menjalani pekerjaan tersebut. Apakah karena gaji kalian tidak cukup? Lingkungan kerja yang tidak mendukung? Atau hal lainnya? Dengan mengetahui alasannya, kalian akan lebih mudah menemukan solusinya.

  • Istirahat sejenak

Otak yang terus dipaksa untuk bekerja justru tidak baik untuk kesehatan, hal ini dapat menyebabkan produktivitas semakin menurun. Gunakan waktu beberapa menit untuk keluar melihat pemandangan atau bermain handphone sekadar melihat lelucon ringan agar wajahmu tidak kaku karena terlalu serius bekerja.

Sumber: freepik.com

  • Berbicara dengan rekan kerja

Ajaklah rekan kerjamu untuk berbicara karena terkadang rekan kerja kita juga butuh diajak berbicara. Pemilihan topik pembicaraan juga sangat penting, contohnya mengenai hobi, keluarga, rencana masa depan, dan lain-lain.

  • Mendengarkan lagu

Nah, cara ini juga sangat membantu Mintor loh Youngvestors!  Mendengarkan lagu sesuai genre yang kalian suka dapat memperbaiki pikiran yang jenuh. Kalian bisa menggunakan earphone untuk mendengarkan lagusupaya tidak mengganggu rekan kerja lainnya.

  • Sediakan camilan

Memakan camilan sambil bekerja, dapat menurunkan kejenuhan kalian loh. Akan tetapi, usahakan camilan yang kalian makan tidak membuat meja kalian jadi berantakan ya.

  • Mengambil cuti

Tidak salah jika kalian mengambil cuti kerja. Hak cuti yang kalian dapatkan bisa kalian gunakan untuk pergi liburan atau bersantai di dalam rumah sambil menonton film, melupakan sejenak kejenuhan dalam pekerjaan.

  • Ingat kembali apa motivasimu bekerja

Untuk apa kamu bekerja? Apa tujuan yang ingin kamu raih? Siapa orang-orang sekitar yang masih membutuhkan kamu? Dengan mengingat hal ini, kalian bisa merasa bersyukur dengan pekerjaan kamu saat ini dan semakin terdorong untuk terus bekerja keras.

Baik Youngvestors. Mintor sudah jelaskan nih bagaimana tips-tips dalam mengurangi rasa jenuh kalian dalam bekerja. Dari penjelasan di atas, Mintor mau mengingatkan kalian jangan paksakan dirimu untuk terus bekerja ya, karena kesehatan fisik dan mental kalian lebih penting dari semuanya. Manajemen waktu yang baik dapat meningkatkan kualitas kerjamu. Sekian penjelasan Mintor dan terima kasih sudah menyimak artikel ini. Ikuti kami terus di konten-konten berikutnya ya! Jangan lupa juga untuk follow akun Instagram kami di @i_amtalentindo.

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future!

8 Rumus Excel ini Wajib Kamu Kuasai dalam Dunia Kerja

Penulis: Hety Rismawati Nehe

            Halo Youngvestors! Bagaimana kabarnya? Mintor harap kita selalu dalam keadaan baik ya. Anyway, artikel kali ini membahas tentang Microsoft Excel. Seperti yang kita tahu, Microsoft Excel merupakan salah satu produk dari Microsoft Office System berupa aplikasi yanag digunakan untuk menghitung data menggunakan rumus, mengolah, dan melakukan manajemen data secara otomatis dalam bentuk numerik. Hampir semua aspek pekerjaan pasti menggunakan sistem ini, seperti dalam bidang keuangan, penelitian ilmiah, statistik, pabrik, dan masih banyak lagi.

Dengan kebutuhan penggunaan Microsoft Excel yang semakin meningkat ini, menjadikan hampir semua perusahaan mewajibkan karyawannya untuk menguasai rumus-rumus Microsoft Excel. Wah, apa saja ya yang perlu dikuasai? Kita simak saja yuk penjelasannya.

  1. SUM

Nah, rumus pertama yang sangat wajib dikuasai yaitu  SUM. Rumus ini digunakan untuk menjumlahkan sejumlah angka di cell tertentu

Rumus: =SUM(number1,number2,..) atau =SUM(Start Value:End Value)

Source: Dokumen Pribadi

  • COUNT

Untuk rumus COUNT ini berfungsi untuk menghitung jumlah sel yang berisi angka.

Rumus: =COUNT(value2,value2,..) atau =COUNT(Start Value:End Value)

Source : Dokumen Pribadi

  • AVERAGE

Rumus ini digunakan untuk menghitung rata-rata angka pada cell tertentu.

Rumus: =AVERAGE(number1,number2,..) atau =AVERAGE(StartValue:EndValue)

Source : Dokumen Pribadi

  • IF

Untuk rumus ini biasanya digunakan untuk mengidentifikasi data berdasarkan logika tertentu, contohnya menentukan “Lulus” atau “Tidak Lulus”.

Rumus: =IF(number1,”KondisiTerpenuhi”,“KondisiTidakTerpenuhi”)

Source: Dokumen Pribadi

  • SUMIF

Level rumus ini tingkatnya lebih rumit dibandingkan rumus sebelumnya nih, Youngvestors! Namun manfaatnya dalam pekerjaan sangatlah membantu. Rumus SUMIF ini gabungan dari rumus SUM dan rumus IF yang berfungsi untuk menjumlahkan angka-angka yang terdapat dalam cells dengan kriteria tertentu.

Rumus: =SUMIF(Start value1:End value1,”value”, Start value2:End value2)

Source: Dokumen Pribadi

  • VLOOKUP

Untuk rumus ini lebih sulit daripada rumus-rumus sebelumnya. Rumus ini mempermudah pekerjaan kita kalau hasilnya benar, tapi kalau Youngvestors salah akan sangat kesusahan. Jadi, sangat diperlukan ketelitian.

Rumus: =VLOOKUP(lookup_value, table_array, column_number, [range_lookup])

Alright, Mintor akan berikan contoh yang sederhana supaya kalian bisa mengerti ya.

Contohnya, terdapat pemilihan paket internet beserta layanannya per bulan sebagai berikut;

Source: Dokumen Pribadi

Lalu ada 8 konsumen yang memilih paket internet secara acak seperti tabel dibawah ini;

Source: Dokumen Pribadi

Untuk mengetahui berapa tagihan yang harus dibayar 8 konsumen ini per bulan, Youngvestors dapat menggunakan rumus vlookup sebagai berikut;

Source: Dokumen Pribadi

Arti dari “B3” yaitu cell tersebut merujuk pada jenis paket yang dibeli konsumen.Lalu “Sheet2!A3:B6” mengartikan range cell untuk tabel rincian biaya di sheet 1. Masukkan angka 2 di bagian selanjutnya, karena di tabel rincian biaya, harga produk terletak di kolom kedua. Terakhir, kamu hanya perlu memasukkan nilai 0, dan hasilnya seperti gambar di atas. Youngvestors dapat mempraktikkan rumus VLOOKUP di kolom “Harga Pelayanan” ya.

  • HLOOKUP

Rumus HLOOKUP ini sama seperti rumus VLOOKUP, yang membedakan adalah kalau VLOOKUP berfungsi untuk mengambil data berbentuk vertikal, sedangkan HLOOKUP sesuai huruf depannya “H” yaitu horizontal. Selebihnya sama seperti penggunaan VLOOKUP ya Youngvestors.

Rumus: =HLOOKUP(lookup_value, table_array, column_number, [range_lookup])

  • COUNTIF

Rumus ini berfungsi untuk menghitung jumlah sel yang memiliki persamaan kualifikasi, sehingga kalian tidak perlu lagi kesulitan lagi dalam menyortir data.

Rumus: =COUNTIF(Range,”Kriteria”)

Source: Dokumen Pribadi

Bagaimana Youngvestors dengan penjelasan sederhana terkait rumus-rumus dasar Microsoft Excel yang harus dikuasai di dunia kerja? Ternyata rumus-rumus ini sangat penting ya dalam membantu efisiensi pekerjaan kita, dan pastinya Youngvestors perlu menguasainya. Sekian penjelasan Mintor mengenai rumus-rumus dasar Microsoft Excel yang perlu dikuasai karyawan dalam perusahaan. Tingkatkan terus hard skill dan soft skill kalian agar dapat bersaing secara sehat dan bertahan dalam dunia pekerjaan ya. Terima kasih sudah menyimak artikel ini dan sampai jumpa di konten berikutnya! Jangan lupa untuk follow akun instagram kami di @i_amtalentindo ya.

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future!

Tips Sukses Interview Online

Penulis : Elisabeth Yuli Kristanti

Hi, Youngvestors !

Seiring berkembangnya zaman, persaingan antara pelamar kerja pun semakin ketat. Namun, sudah banyak kemudahan yang diberikan oleh perusahaan dengan adanya sistem rekrutmen online. Proses screening surat lamaran juga sudah dilakukan lebih cepat hanya dengan mengirimkan email atau mengisi google formulir saja. Proses wawancara online bukan hanya dilakukan pada masa pandemi saja loh.

Ada beberapa perusahaan yang memang sudah melakukan interview online selama proses rekrutmen, biasanya perusahaan teknologi dan perusahaan start-up. Seperti wawancara kerja pada umumnya, Youngvestors perlu melakukan persiapan sebelum memulai wawancara online. Hal ini diperlukan agar kalian bisa lebih santai saat bertemu dengan pewawancara.

Nah, Mintor akan memberikan beberapa tips interview online yang bisa dilakukan, yaitu :

  1. Pelajari Profil Perusahaan

Ketika Youngvestors sudah melewati tahap screening CV, pastinya akan dilanjutkan ke tahap wawancaraonline. Tentunya pada tahap wawancara ini, kalian perlu membuktikan keseriusan kalian untuk mendaftar sebagai karyawan di perusahaan tersebut. Jadi, pastikan Youngvestors sudah benar-benar mengetahui kondisi perusahaan agar tidak bingung.

Saat wawancara online, tim rekruitmen akan menanyakan seputar data-data perusahaan secara umum. Oleh karena itu, Youngvestors harus mengetahui data perusahaan terlebih dahulu sebelum wawancara berlangsung. Beberapa perusahaan biasanya akan memberikan profil data perusahaan yang dilampirkan bersama undangan wawancaraonline melalui email perusahaan. Jika perusahaan tidak memberikan profil tersebut, maka Youngvestors bisa menemukan profil mereka di internet agar bisa mengetahui latar belakang mengenai pekerjaan yang dilakukannya pada perusahaan tersebut. Hal tersebut dilakukan agar sesi wawancara seputar perusahaan akan lebih terarah saat menjawab pertanyaan dari pewawancara.

  • Berlatih

Langkah selanjutnya agar wawancara bisa sukses adalah dengan berlatih terlebih dahulu. Youngvestors bisa meminta bantuan kepada teman, kerabat, atau keluarga untuk berperan menjadi lawan bicara atau pihak yang akan mewancarai. Tetapi kalian bisa berlatih secara langsung didepan cermin dengan posisi tubuh dan wajah yang sesuai saat wawancarananti.

Dengan berlatih, Youngvestors akan membiasakan diri untuk menjawab pertanyaan yang akan diberikan oleh pewawancara sehingga bisa dengan lancar memberikan pendapat kita secara langsung. Usahakan saat menjawab pertanyaan dari pewawancara tidak terlalu panjang dan menceritakan perjalanan hidup kalian secara rinci, karena secara otomatis pewawancara tidak akan tertarik dengan jawaban yang Youngvestors berikan.

  • Antisipasi Gangguan Koneksi

Saat akan melakukan wawancaraonline, pastinya kendala yang biasanya muncul yaitu ada kemungkinan koneksi internet melambat ataupun terputus. Jika hal tersebut terjadi, Youngvestors harus bisa mengatasi dengan baik dan tenang.

Saat gangguan jaringan koneksi internet melambat, atasi hal tersebut dengan mematikan kamera. Hal ini akan memperbaiki kualitas suara yang terdengar menjadi lebih baik. Tetapi sebaiknya, Youngvestors bisa menginformasikan hal tersebut terlebih dahulu sebelum interview dimulai. Setelah itu, sampaikan permintaan maaf kembali karena adanya gangguan teknis tersebut saat wawancaraselesai.

Jika konektivitas internet terputus, Youngvestors harus selalu menyiapkan koneksi internet cadangan agar wawancaraonline tetap dapat dilakukan dengan lancar.

  • Persiapkan Diri dan Pertanyaan

Pastikan sebelum memulai wawancara online, Youngvestors harus menyiapkan diri untuk menghadapi pewawancara. Persiapan yang perlu dilakukan yaitu :

  1. Berpenampilan Rapi.
  2. Menyiapkan catatan kecil untuk mengatasi hal kecil, serta menyiapkan pertanyaan untuk pewawancara terkait sistem kerja yang akan kalian jalani jika diterima.
  3. Disarankan saat wawancara, Youngvestors menggunakan laptop atau PC agar memberikan kesan yang formal saat wawancaraberlangsung.
  4. Pastikan saat wawancaraberlangsung, pandangan Youngvestors harus melihat ke arah kamera bukan melainkan ke arah layar agar terkesan sedang menatap secara langsung.
  • Masuk Tetap Waktu

Pastikan Youngvestors masuk link sesuai dengan waktu yang sudah diberikan saat mendapat undangan wawancara. Keterlambatan saat wawancaraakan secara otomatis di keluarkan oleh pewawancara karen tidak dapat mempersiapkan diri datang tepat waktu.

Youngvestors harus memastikan untuk masuk dengan akun, dan nama yang sudah dikonfirmasi sebelumnya oleh pewawancara. Jika memungkinkan, sebaiknya bisa masuk ke dalam link 5 – 10 menit sebelum waktu yang ditentukan untuk mempersiapkan diri bila terjadi kendala yang sudah di antisipasi sebelumnya.

Nah, itulah beberapa informasi yang bisa mintor berikan kepada Youngvestors mengenai wawancara online. Pada dasarnya, persiapan menjadi hal terpenting yang harus dilakukan sebelum wawancara berlangsung. Jika persiapannya sudah baik, saatnya membuktikan kompetensimu di depan pewawancara.

Semoga artikel ini bisa memberikan pengaruh yang besar kepada Youngvestors dalam menghadapi wawancara online. Jangan lupa untuk membagikan tips ini dan juga pengalaman Youngvestors pada kolom komentar, serta kunjungi juga Instagram @i_amtalentindo untuk mendapatkan manfaat dan tips lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya !

Salam I AM Community,

I AM Smart,

I AM Capable!

Sumber artikel : https://daihatsu.co.id/tips-and-event/tips-sahabat/detail-content/interview-online-tips-dan-cara-agar-lancar-dan-sukses/

Tips Menulis Email Lamaran Kerja

Penulis : Reza Azhari

Hi, Youngvestors !

Pasti beberapa dari kalian masih banyak yang belum paham soal tata cara menulis email resmi yang baik dan benar kan?

Walau terkesan sepele, banyak orang yang tidak memperhatikan etika dan tata krama penulisan email resmi. Padahal, ini sangat penting untuk menentukan kesuksesan karier kamu di masa depan khsususnya saat mengirim email lamaran kerja atau kerjasama bisnis.

Menulis email resmi yang baik dan benar sebenarnya tidak sulit loh. Youngvestors hanya perlu tahu rambu-rambu dasar yang harus diperhatikan. Apa saja itu? berikut Mintor akan memberikan beberapa tips penulisan email lamaran kerja, antara lain :

  1. Gunakan alamat email profesional

Kesan pertama sangat penting pada dunia profesional. Saat hendak mengirim email lamaran pekerjaan atau bisnis, ada baiknya menggunakan alamat email yang formal dan terkesan profesional. Hindari alamat email alay seperti “lalacantiq@email.com” karena email tersebut tidak pantas digunakan untuk melamar pekerjaan atau bisnis.

Jika terlanjur mempunyai alamat email seperti itu, tidak ada salahnya untuk membuat alamat email baru dengan menggunakan username formal yang berisi nama lengkap Youngvestors seperti “clarawidiastuti@email.com” yang jauh terkesan lebih professional dan formal dari sebelumnya.

  • Penulisan Subject Email

Saat mengirim email resmi, biasakan untuk menulis subject email secara ringkas atau to the point. Jika kamu berniat untuk melamar pekerjaan, cukup tuliskan nama dan posisi yang diinginkan sesuai dengan CV yang sudah dibuat. Contoh subject email: Lamaran Marketing Staff – Clara Widiastuti. Tetapi ada beberapa perusahaan yang sudah menyediakan subject email yang harus dituliskan.

Subject email yang jelas akan memudahkan HRD saat proses screening email lamaran yang masuk. Ketika bertele-tele, jangan heran kalau email yang kamu kirim tidak pernah dibalas apalagi dibaca.

  • Gunakan Bahasa Formal dan Sopan

Youngvestors harus menampilkan kesan profesional pada email lamaran pekerjaan. Bahasa yang formal dan sopan dimaksudkan untuk menampilkan diri Youngvestors siap untuk bekerja bersama orang-orang besar. Simpan terlebih dahulu semua istilah bahasa gaul atau bahasa sehari-sehari yang biasa kamu gunakan.

Ada baiknya untuk mengecek ulang email yang sudah kamu tuliskan sebelum mengirimkannya untuk memeriksa kembali kesalaan penulisan pada isi surat lamaran.

  • Buatlah Salam Pembuka

Email yang tertata rapi dan baik akan mendapat penilaian positif di mata atasan. Kamu bisa mulai membuka email dengan sapaan singkat seperti “Dengat hormat…” atau “Kepada Yth.”, dan kemudian dilanjutkan dengan nama orang yang kamu tujukan.

Selanjutnya, kamu bisa memasukkan dengan kalimat perkenalan diri, posisi pekerjaan yang dituju, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja sebelumnya (jika ada), dan kelebihan diri secara singkat. Tidak perlu pejelasan yang panjang, yang penting penjelasan jelas dan tepat sasaran.

  • Buatlah Salam Penutup

Jika ada salam pembuka, brarti harus ada salam penutup untuk mengakhiri penjelasan sebelumnya. Salam penutup merupakan hal yang tidak kalah pentingnya, loh. Kamu wajib menuliskan “Hormat Saya”, “Warm Regards”, atau “Salam Hangat” yang dibawahnya diikuti dengan nama lengkap sebelum mengakhiri email lamaran kerja.

Hal tersebut diperlukan untuk memberikan rasa hormat yang besar dari kamu untuk orang yang dituju. Sehingga orang yang dituju akan merasa bahwa kamu bisa memberikan rasa hormat kepada orang lain.

  • Periksa Kembali Attachment

Jika semua isi email surat sudah dibuat, Youngvestors masih harus memeriksa beberapa persyaratan lainnya yang sudah ditentukan oleh perusahaan agar bisa lolos pada tahap selanjutnya.

Kesalahan yang sering terjadi yaitu lupa mencantumkan lampiran file yang berisi CV, ijazah, portfolio, dan lainnya. Biasakan melampirkan file dengan ukuran dibawah 1 MB, karena perekrut tidak akan mengunduh file yang besar.

Nah, itu dia beberapa tips yang perlu Youngvestors cermati dalam penulisan email lamaran kerja. Biasakan untuk memperhatikan dengan detail dari keseluruhan isi surat lamaran kerja kalian. Jangan sampai kamu terlihat tidak profesional karena hal ceroboh saat mengirimkan email sebanyak dua kali untuk memperbaiki email yang kurang tersebut ya!

Semoga artikel ini bisa memberikan pengaruh yang besar kepada Youngvestors dalam menulis email lamaran kerja. Jangan lupa untuk membagikan tips ini dan juga pengalaman Youngvestors pada kolom komentar, serta kunjungi juga Instagram @i_amtalentindo untuk mendapatkan manfaat dan tips lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya !

Salam I AM Community,

I AM Smart,

I AM Capable!

Pentingnya Memperbarui CV Secara Rutin

Penulis : Elisabeth Yuli Kristanti

Sumber : tmtimes.id

Hi, Youngvestors!

Seperti yang kalian ketahui, Curriculum Vitae (CV) merupakan salah satu syarat yang harus kamu penuhi ketika akan melamar kerja diberbagai perusahaan. Lembar CV yang kamu miliki menggambarkan perjalanan hidupmu dan pengalamanmu dari waktu ke waktu, sehingga kamu perlu memperbaruinya secara rutin. Hal tersebut dimaksudkan agar perusahaan dapat melihat seberapa banyak pengalaman yang kamu lakukan sampai saat ini. Nah, maka dari itu Mintor akan memberikan beberapa manfaat yang didapatkan ketika rajin memperbarui CV secara rutin.

Berikut ini ada beberapa manfaat jika memperbarui CV secara teratur :

  1. Mengevaluasi Diri Sendiri

Dengan rajin memperbarui CV, kamu bisa memonitor perkembangan karier, prestasi, serta keahlian yang kamu miliki selama ini. Secara otomatis kamu akan mengulas kembali prestasi dan juga posisimu saat bekerja di sebuah perusahaan yang kamu pilih. Evaluasi tersebut yang akan menjadi pendorong kamu untuk bisa menjadi lebih baik dari apa yang sudah diharapkan, serta menemukan perusahaan yang cocok dengan prestasi dan kemampuanmu tersebut

  • Menjadi Pemicu Semangat Bekerja

Saat memperbarui CV, Youngvestors hendaknya menyajikan informasi yang relatif baru agar bisa menjadi acuan untuk semakin berkembang di dunia karier. Jika Youngvestors adalah fresh graduate S1, maka sebaiknya tidak menampilkan pengalaman selama SMA karena prestasi tersebut sudah terlalu lama dan tidak relevan lagi dengan kondisi kalian yang sudah lulus S1.

Prestasi yang baru juga akan memicu kita untuk lebih semangat dalam mencapai target-target pekerjaan lainnya. Jangan pernah takut untuk menghapus prestasi saat SMA karena kamu pasti akan mendapatkan pengalaman yang baru sebagai penggantinya.

  • Memperbaiki Tampilan CV

Penampilan CV sangat penting untuk terlihat menarik dan juga lebih fresh. Tampilan CV akan memberikan kesan pertama pada tim rekrutmen, sehingga Youngvestors bisa mencari referensi tampilan CV terbaru yang terkesan modern tetapi tetap simpel.

Saat ini sudah banyak aplikasi dan juga website yang bisa Youngvestors gunakan untuk memperbarui tampilan CV dengan mudah, antara lain yaitu Canva, Kickresume, Kinza, dan VisualCV. Youngvestors juga bisa memanfaatkan software standar lainnya seperti Ms. Word untuk memperbarui tampilan CV yang terbaru.

  • Persiapan Mencari Pekerjaan Sampingan

Tidak usah kaget lagi, saat ini CV banyak dipakai sebagai senjata untuk mencari pekerjaan sampingan dimanapun tempat pekerjaannya. Nyatanya, saat ini tidak sedikit perusahaan besar dan perusahaan startup yang tertarik untuk mempekerjakan Youngvestors sebagai freelancer jika CV yang diberikan memang  menarik dan penuh informasi kemampuan serta prestasi terbaru kalian.

  • Menyusun Strategi Karier Ke Depan

Dengan rajin memperbarui CV,  Youngvestors juga akan lebih mudah untuk menyusun strategi karier pekerjaan ke depannya dari pengalaman dan prestasi yang sudah dikumpulkan. CV tersebut juga bisa menjadi tolak mengukur berbagai pencapaian yang telah di raih dan mengetahui sejauh mana kontribusimu selama bekerja di perusahaan tersebut. Kalau kamu merasa prestasi atau kontribusimu masih kurang, kamu bisa menyusun beragam strategi untuk meningkatkannya seperti melamar magang diperusahaan lainnya yang bisa menambah kemampuan baru lainnya.

Ternyata banyak sekali manfaat jika rutin memperbarui CV dengan memberikan informasi kemampuan dan prestasi Youngvestors yang terbaru. Maka dari itu, mulai dari sekarang harus sering menampilkan informasi paling update tentang perjalanan kariermu selama ini. Dengan begitu, Youngvestors tidak akan keteteran lagi saat ingin melamar pekerjaan baru nantinya.

Semoga artikel ini bisa memberikan pengaruh yang besar kepada Youngvestors dalam mengembangkan tampilan CV terbaru. Jangan lupa untuk membagikan manfaat ini dan juga pengalaman Youngvestors pada kolom komentar, serta kunjungi juga Instagram @i_amtalentindo untuk mendapatkan manfaat dan tips lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya !

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Royale Class 7: Kupas Tuntas Materi Royale Class 1 Hingga 6 Bersama Miss Monica

Maulidya Nisaul Karimah

Tak terasa satu persatu rangkaian Royale Class telah dilalui, dan kini Royale Members sedang menuju tahap akhir dari kegiatan I AM Talent & Career. Pada Royale Classke 7 yang dilaksanakan pada hari sabtu (1/05/2021) mulai dari pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB Royale Members sedang melakukan persiapan final exam yang didampingi oleh Miss Monica selaku founder PT. AMB.

Kegiatan Royale Class 7 tersebut ada Mr Yonathan yang bertugas sebagai moderator untuk memandu atau memimpin jalannya kegiatan diskusi review materi dari Royale Class1 hingga 6 bersama Miss Monica. Dalam setiap Royale Class ada Royale Members yangdengan sukarela mengajukan diri untuk membantu jalannya kelas yang berlangsung, salah satunya menjadi moderator.

Ada juga Mr Mektison sebagai Emperor (Ketua Kelas) yang juga membantu Royale Members apabila dari mereka menemui kesulitan dalam mengulas materi Royale Class1 hingga 6. Tidak hanya Emperor yang akan membantu namun disini namun Royale Members akan membantu satu sama lain jika ada dari mereka yang kesulitan dalam memahami materi yang sudah diberikan, terlihat sekali bukan kebersamaan yang sudah terbangun dalam Royale Members.

Dalam jalanya diskusi untuk mengulas kembali materi dari Royale Class 1 hingga 6, Royale Members dibagi dalam 5 breakout room dengan durasi diskusi selama 20 menit. Tujuan pembagian breakout room tersebut agar diskusi dapat terjadi dengan lebih kondusif, aktif dan efektif. Royale Members saling bertanya mengenai hal yang masih belum mereka pahami dalam diskusi tersebut, dan yang lain saling membantu dan menjawab.

Kegiatan Royale Class 7 tersebut di tutup dengan sesi foto bersama, meskipun terlihat dalam raut wajah Royale Members yang serius dan tegang namun mereka sangat antusias dalam mengikuti kelas dengan baik hingga kelas berakhir. Selesai sudah rangkaian Royale Class 1 hingga 7 pada batch 1 ini, sampai ketemu lagi pada batch selanjutnya, semoga sukses dan lancar dalam mengerjakan final exam, see you on the top.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Ready to be Youngvestor Property with Rumah.com

By : Isabella Valentine

Rangkaian Royale Class dari I AM Talent & Career masih terus berlanjut, dan kini memasuki Royale Class 6B yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 24 April 2021 dengan lecturer yaitu Miss Marine Novita selaku Country Manager dari Rumah.com

Di awal kelas,Miss Marine mengenalkan Rumah.com kepada Royale Members dan menampilkan banyak data dan fakta terkait dunia properti di Indonesia.

Miss Marine juga menjelaskan gambaran umum kondisi properti di masa pandemi dengan begitu detail dan menggunakan banyak data. Di sela-sela pemaparan materi, beliau juga bertanya kepada Royale Members, “Kira-kira daerah mana yang tingkat penjualan propertinya naik padahal kondisi saat ini sedang pandemi?”. Menurut Salsabila, daerah yang tingkat penjualan propertinya naik di masa pandemi adalah Bali, karena saat pandemi banyak orang dan artis yang pindah ke Bali. Selain itu, banyak orang yang tertarik untuk investasi properti di Bali karena Bali memiliki pesona alam yang begitu indah dan membuat banyak orang tertarik untuk menetap di Bali.

Miss Marine membenarkan jawaban Salsabila, namun ternyata tingkat penjualan properti di daerah Bali pada masa pandemi ini masih kalah dengan daerah Jawa Barat dan Banten. 2 Daerah itu mengalami peningkatan penjualan properti yang tajam, bahkan di saat pandemi seperti ini karena di daerah-daerah tersebut sedang banyak pembangunan infrastruktur dan dekat dengan banyak fasilitas publik. Miss Marine menuturkan, orang-orang cenderung tertarik untuk membeli properti di daerah yang pembangunannya semakin maju dan dekat dengan akses publik. Menurut MissMarine, harga properti di daerah yang pembangunannya maju dan dekat dengan akses publik itu akan cenderung naik dari tahun ke tahun dan dapat menjadi ladang investasi yang baik, Oleh karena itu sebelum membeli properti kita harus mengecek daerahnya terlebih dahulu, jangan tergiur harga yang murah namun ternyata tempatnya terpelosok dan jauh dari akses publik karena nanti akan mengurangi nilai properti tersebut.

Royale Members juga diajarkan mengenai cara menghitung KPR. Miss Marine juga berbagi tips agar kaum milennial berani melakukan investasi properti, yaitu dengan memiliki niat dan keberanian yang kuat. Miss Marine mengatakan bahwa kaum milennial harus mampu menahan diri untuk mengikuti gaya hidup hedonisme karena lebih baik uangnya ditabung untuk investasi properti. Selain itu, Miss Marine juga menekankan bahwa kunci utamanya adalah mindset. Karena jika mindset kita sudah buruk dan selalu berpikir bahwa investasi properti merupakan hal yang sulit dan butuh biaya besar, maka kita tidak akan pernah berani melangkah. Padahal, investasi properti tidak semenyeramkan itu. MissMarine juga menganjurkan untuk berinvestasi sesuai kemampuan kita terlebih dahulu agar dapat menjadi semangat bagi kita untuk melangkah ke investasi dengan nilai yang lebih besar.

Miss Marine juga memaparkan bahwa setiap investasi yang dijalanlan tentunya mempunyai risiko yang berbeda-beda. Oleh karenanya, saat akan berinvestasi kita harus menghitung kurang dan lebihnya dahulu. Menurut Miss Marine, investasi properti adalah investasi yang paling stabil dan aman, dan harganya akan naik terus. Namun, investasi properti sifatnya long term, sehingga tidak bisa langsung mendapatkan untung yang banyak dalam hitungan hari. Berbeda dengan investasi emas dan saham yang sifatnya short term dan cepat mendapat keuntungan. Namun, risiko investasi emas dan saham juga sangat besar karena harga emas dan nilai saham bisa naik dan turun secara drastis dan cepat, sehingga risikonya juga tinggi. Hal ini berbeda dengan investasi properti yang cenderung stabil.

Setelah pemaparan materi selesai, Royale Members diperbolehkan untuk bertanya dan berdiskusi dengan Miss Marine terkait investasi properti.

Pertanyaan pertama datang dari Tina, “Kalau dalam dunia investasi kan dikenal high return high risk, low return low risk. Nah karena investasi properti ini cenderung stabil, apakah bisa dikatakan sebagai low risk high return?”. Miss Marine menjawab bahwa dalam dunia investasi sebenarnya tidak ada yang low risk high return karena semua ada risikonya masing-masing. Tetapi kalau dalam dunia properti semua itu tergantung pada tujuan investor, apakah ingin investasi jangka panjang atau jangka pendek dengan risiko yang sudah harus dipikir matang-matang sebelum menentukan pilihan.

Selanjutnya, ada Ivonne yang bertanya mengenai berapa persen kemungkinan milennial berhasil investasi di bidang properti, karena milennial rata-rata masih sekolah atau kuliah dan hanya mendapat uang dari orang tua. Pertanyaan ini cukup menarik, Miss Marine mengatakan bahwa jika ada usaha pasti ada jalan. Untuk kaum milennial kini bisa mengambil kerja part time, misalnya menjadi agen properti. Di Kota Surabaya, banyak sekali kaum milennial yang mulai terjun sebagai agen properti. Fee yang didapat juga cukup besar dan bisa dimasukkan ke dalam tabungan untuk investasi. Selain itu, pekerjaannya juga tidak mengganggu jadwal kuliah atau jadwal belajar. “Untuk masalah biaya, sebenarnya bisa diusahakan asal mindsetnya sudah tepat dan mau berusaha pasti akan berhasil.” Ujar Miss Marine.

Lalu, ada Vienna yang menanyakan terkait KPR Milennial, “Kalau mengambil KPR Milennial kan harus mencantumkan laporan keuangan (gaji), lalu bagaimana dengan kami yang belum bekerja? Apakah boleh mencicil KPR menggunakan nama orang tua?”. Miss Marine menanggapi bahwa benar untuk mengambil KPR harus melampirkan laporan keuangan dan memang harus sudah bekerja. Tetapi, untuk kaum milennial yang sudah bekerja pun terkadang kurang percaya diri. Oleh karenanya dibuat program KPR milennial untuk mengubah mindset para generasi muda bahwa investasi properti itu mahal dan administrasinya ribet.

Dari pemaparan dan pertanyaan-pertanyaan Royale Members tadi ternyata mengundang rasa excited dan penasaran Royale Members yang lain untuk mengulik lebih dalam terkait investasi properti. Terbukti saat sesi kedua tanya jawab dibuka, banyak Royale Members yang ingin mengajukan pertanyaan.

Dalam sesi tanya jawab yang kedua ini, Tina kembali bertanya mengenai perlindungan atau solusi untuk konsumen yang mendapatkan developer tidak bertanggung jawab dan berujung merugikan konsumen. Miss Marine mengatakan bahwa ini pertanyaan yang bagus karena sebagai calon investor properti kita harus aware dengan hal-hal semacam ini. Miss Marine menjelaskan bahwa ada banyak bentuk developer yang tidak bertanggung jawab, seperti developer kabur, gagal bangun, pailit, dan lain-lain. Kalau masalahnya terletak pada developer yang pailit maka developer tersebut tentu tidak bisa tanggung jawab untuk melakukan ganti rugi, Kalau developernya kabur itu harus dilaporkan kepada polisi dan mengurus di Pengadilan. Kalau developernya gagal bangun, itu bisa diadukan ke lembaga konsumen, dan developer harus mengembalikan 80% uang konsumen yang sudah masuk. Tetapi tentu saja prosesnya akan memakan waktu. Maka dari itu, usahakan untuk mengecek latar belakang developernya terlebih dahulu, seperti sudah berapa bank yang bekerja sama dengan si developer mengecek project sebelumnya, dan kalau ingin cari aman maka belilah properti yang sudah jadi untuk meminimalisir hal-hal buruk tersebut.

Kalau yang dibahas tadi adalah developer, selanjutnya ada Yonathan yang bertanya mengenai bagaimana cara mengetahui agen properti adalah agen yang baik. Menurut Miss Marine, kita harus melihat list penjualan si agen properti ini, dan jangan lupa untuk mengecek developernya juga karena kalau kita mau membeli rumah, agen ini hanyalah sebagai perantara. Percuma jika agennya baik tetapi developernya buruk. Oleh karena itu, dua-duanya harus kita cek terlebih dulu.

Masih mengenai agen properti, kali ini Mektison bertanya mengenai apa saja yang harus disiapkan jika ingin menjadi seorang agen properti. Miss Marine mengatakan bahwa yang terpenting adalah mau belajar dan punya komitmen yang kuat. Kalau bisa, jadilah agen properti untuk developer besar agar pengalaman, ilmu, dan jaringan yang didapat lebih luas. Jadi ketika kita merasa sudah siap untuk melakukan investasi karena dana sudah mencukupi, kita bisa langsung menerapkan ilmu yang kita dapat dari bekerja sebagai agen properti itu tadi.

Yang terakhir ada Wiranti, yang bertanya mengenai bagaimana membangun kepercayaan masyakarat pada agen properti. Miss Marine menjawab bahwa benar, banyak agen yang hanya dicap sebagai makelar karena hanya menghubungkan pembeli dan penjual. Padahal yang diharapkan customers adalah si agen bisa memberi insight, seperti bisa diajak konsultasi, memberi solusi sesuai dengan keinginan konsumen, dibantu connect dengan bank dan notaris, dan lain sebagainya. Oleh karena itu ketika kita menjadi agen konsumen jangan hanya menawarkan saja, tetapi beri solusi dan pahami keinginan customers. Selain itu, ada pula mindset di masyarakat bahwa kalau pakai agen maka harga properti akan jauh lebih mahal, padahal tidak. Karena fee untuk agen itu sebenarnya sudah ditanggung oleh developer dan tidak dibebankan ke customers. “Karena ada beberapa pandangan yang keliru terkait agen properti, maka kita sebagai kaum milennial harus memberi edukasi dan menjadi contoh yang baik di masyarakat” ujar Miss Marine.

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 WIB, maka Royale Class 6B pun harus diakhiri. Miss Marine mengatakan bahwa beliau terkesan dengan pertanyaan-pertanyaan Royale Members yang begitu ingin tahu soal dunia properti. Beliau berharap bahwa kelak Royale Members bisa menjadi role model untuk kaum milennial dalam melakukan investasi properti.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!