Impact Circle AIESEC in UNJ “Escaping the Storm in Middle Life Crisis”

Penulis: Syifaa Khoirunnisaa

I AM Community kembali mengadakan webinar kolaborasi bersama AIESEC Universitas Negeri Jakarta dengan membawakan tema “Escaping the Storm in Middle Life Crisis”. Webinar yang dilaksanakan melalui Zoom pada tanggal 14 Agustus 2021, dimeriahkan oleh beberapa pembicara, salah satunya adalah Miss Monica Tanata selaku CEO & Founder dari I AM Community. Ditemani pembicara lain yang tak kalah hebat seperti Miss Anggi Mayangsari, Miss Shafinaz Nachiar, dan Miss Putu Rarasati membuat webinar menjadi sangat inspiratif.

            Webinar Impact Circle AIESEC kali ini dipandu oleh Miss Putri Muthya, duta Universitas Negeri Jakarta 2020 sebagai moderator. Miss Putri membawa jalannya acara dengan lancar dan interaktif. Diskusi dilakukan dengan tanya jawab antara moderator dan tiga pembicara yaitu Miss Monica Tanata dengan fokus pada permasalahan finansial, Miss Shafinaz Nachiar yang berfokus pada permasalahan self-development, dan Miss Anggi yang berfokus pada permasalahan psikologi. Pembawaan setiap pembicara sangat memberikan wawasan baru terhadap para peserta, karena tema kali ini dinilai sangat berkaitan dengan permasalahan anak-anak muda saat ini.

            Quarter life crisis merupakan periode seseorang dalam mencari jati diri yang biasanya ditandai dengan kebingungan, kekhawatiran, dan kebimbangan akan kehidupan. Hal ini sangat wajar terjadi pada diusia pertengahan 20-an, karena saat itu adalah saat dimana orang-orang mulai mengenal tantangan dalam menentukan suatu pilihan dan mengetahui value dari diri mereka. Quarter life crisis tentu bukan sebuah hal yang menakutkan, namun adalah peluang bagi kita untuk menemukan titik balik menjadi seseorang yang luar biasa nantinya. Saat mengalami quarter life crisis, yang harus dilakukan adalah menanamkan mindset positive dipikiran kita, lihat sesuatu dari sisi positifnya. Kita dapat mempelajari sesuatu dari orang lain, namun jangan melihat dari suksesnya, lihatlah bagaimana mereka berproses dan jangan pernah bandingkan dirimu dengan yang lain.

Kesalahan utama anak muda saat ini adalah berpikir bahwa jika ingin sukses ia tidak boleh gagal, yang membuat kita menjadi lelah sendiri dengan produktivitas masing-masing. Miss Anggi juga menegaskan “segagal apapun, tanamkan growth mindset dipikiran kita”. Lantas, Miss Shafinaz juga menambahkan bahwa saat mengalami kegagalan ada baiknya kita menceritakan hal tersebut kepada orang terdekat kita atau yang biasa disebut support system. Ia menegaskan bahwa relasi dan koneksi adalah dua hal yang berbeda. Saat kita gagal, relasi hanya dapat membantu kita untuk sementara, sedangkan memiliki deep connection dapat membantu kita dalam menyelesaikan masalah. Itulah mengapa perlu bagi kita untuk

terus memiliki hubungan baik dengan orang sekitar.

Pada umur sekitar 20 tahun, juga tak jarang dari kita sering memikirkan beban finansial. Miss Monica sangat mendukung anak muda yang ingin belajar finansial sejak muda, ia juga menegaskan “uang bukan segalanya, tapi segala yg ada dihidup butuh uang”. Dana juga tidak masuk dan keluar sesuka kita, dana perlu diatur mulai dari dana darurat, dana tabungan, dana hiburan, dan dana pensiun. Menyiapkan finansial dari sekarang adalah hal yang sangat penting. Oleh karena itu, lebih baik menyiapkan finansial planning dengan segera dari pada menunggu saat kita benar-benar membutuhkannya.

Melanjutkan agenda webinar Impact Circle, setelah selesai sesi diskusi pembicara dengan moderator, peserta dialihkan ke breakout room Zoom sesuai dengan minatnya. Miss Monica melanjutkan kembali sharing bersama peserta webinar di room finansial yang dipandu oleh Mr. Nur Faizi sebagai moderator dari AIESEC.

Miss Monica membawakan penjelasan terkait dengan financial freedom, para peserta terlihat aktif mengikuti diskusi melalui kolom chat membuat sesi kali ini terasa sangat interaktif. Ada 6 tahapan dalam mencapai financial freedom yang dijelaskan oleh Miss Monica yaitu dependent, solvency, stability, debt freedom, security, dan independence. Miss Monica juga memberikan tips untuk menuju financial freedom yaitu dengan menabung dan melunaskan hutang terlebih dahulu, setelah itu kita baru bisa melakukan financial planning, dilanjutkan dengan financial management, dan terakhir adalah berinvestasi. Kebanyakan anak muda saat ini salah mengartikan investasi dengan cara untuk cepat kaya, kali ini Miss Monica menegaskan bahwa “investasi merupakan kendaraan untuk melawan inflasi, bukan cara untuk cepat kaya”. Beliau juga memberikan arahan bahwa setiap instrumen investasi memiliki risikonya masing-masing, sehingga penting diperhatikan untuk mengenali profile risiko kita. Pada akhir sesi, Miss Monica juga memberikan mini games berbentuk diskusi yang diikuti oleh peserta webinar secara antusias.

Setelah melewati rangkaian sharing di breakout room, semua partisipan kembali ke main room dan mengikuti rangkaian acara terakhir yaitu refleksi bersama Miss Putu Rarasati. Miss Putu membawa acara terakhir dengan hikmat, terlihat semua peserta mengevaluasi diri mereka masing-masing dan mencoba mengeluarkan semua perasaan yang selama ini terpendam melalui chatbox di aplikasi Zoom. Acara terakhir berlangsung dengan lancar, dilengkapi dengan kalimat motivasi dan nasihat dari Miss Putu agar tidak terlalu keras dengan diri kita.

Sampai pada penghujung acara, webinar yang dihadiri oleh 126 partisipan ditutup dengan sesi foto bersama oleh Miss Putri selaku moderator dan dilanjutkan dengan Mr. Lukman Hakim selaku MC pada webinar impact circle kali ini. Kegiatan webinar resmi selesai pada pukul 17.00 WIB dilengkapi dengan ucapan terimakasih dari para peserta karena telah mengadakan acara yang hebat, inspiratif, dan interaktif. Semoga dengan adanya kegiatan ini, I AM Community dapat membantu anak-anak muda untuk terus berkarya, berkembang, dan mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Diharapkan pula kedepannya akan terus ada kolaborasi menarik bersama dengan komunitas yang ada di Indonesia untuk mencetak pemimpin masa depan Indonesia yang hebat.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

IG Live I AM Community x Bibit.id x BNI Asset Management : Tanam Bibit, Tuai Uang!

Oleh : Isabella Valentine dan Zakiah

Menurut Mr. Onggo, tujuan dari investasi saham ini lebih cocok dan baik untuk investasi jangka panjang. Jadi, setiap seseorang yang ingin berinvestasi saham, tidak dapat mengharapkan profitbesar dalam jangka waktu yang pendek. Hal itu merupakan salah satu materi yang seringkali menjadi pertanyaan para Youngvestor dalam kolom komentar bahwa banyak sekali milenial yang baru terjun ke dunai investasi. Namun, minimnya pengetahuan tersebut Mr. Onggo dan Mr. Raymond saling memberikan saran, serta tips and trick untuk memulai mengelola uang melalui investasi.

Rangkaian program acara I AM Comunity kian beranjak semakin luas. Kali ini terdapat rangkaian Instagram Live “Menjadi Petani Milenial : Gerakan Panen Anti Bokek”. Acara tersebut telah memasuki episode ketiga pada Jumat, 25 Juni 2021 lalu dengan mengusung tema “Tanam Bibit, Tuai Uang”. Live kali ini menghadirkan pembicara yang tidak kalah hebat dan menginspirasi dari episode sebelumnya, yaitu Mr. Onggo Wiliamto mewakili BNI Asset Management dan Mr. Raymond Iriantho mewakili Bibit ID. Dalam live kali ini, mayoritas materi yang dibahas adalah mengenai saham, serta bagaimana cara mengelolanya.

Kedua narasumber tersebut, juga menyinggung fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang kerap menghantui para trader. FOMO merupakan fenomena saat trader dan investor takut tertinggal akibat pengaruh tingkat harga yang terus naik, sehingga memaksa membeli pada harga yang sangat tinggi. Perihal FOMO ternyata berkaitan erat dengan Psikologi Trading, terutama Recency Bias. Fenomena Recency Bias ini adalah kondisi pengalaman terkini yang memengaruhi cara berpikir seseorang, misalnya harga saham terus naik. Kemudian menjadi dasar pemikiran bahwa harga saham itu akan selalu naik di masa depan nanti. Padahal, faktanya tidak demikian, harga yang terus naik tersebut tidak menjamin apa yang terjadi di masa depan nanti. Sebab, ada berbagai macam kemungkinan, seperti dapat terjadinya anjloknya harga atau justru cuannya harga. Selain itu, media massa juga telah memperluas dampak dari FOMO ini, terhadap dunia trading dan investasi. Informasi mengenai saham, forex, serta bitcoin masih terus diperbincangkan di grup, forum, komunitas yang pada akhirnya memengaruhi banyak orang. Adapula rasa takut kehilangan pada kesempatan yang semakin menguat, apalagi kalau ada yang posting sedang profit portofolio. Hal tersebut pasti akan banyak seseorang yang gegabah untuk ikut-ikutan membeli saham yang sedang profit itu, karena takut ketinggalan dan tidak mau kehilangan kesempatan.

Dengan begitu, Mr. Onggo dan Mr. Raymond saling memberikan beberapa tips untuk mengatasi FOMO yaitu menyarankan agar para trader tetap berpegang pada rencana trading yang sudah disusun. “Setiap trader harus tahu strategi, membuat rencana trading, dan menjalankannya untuk mencapai kesuksesan jangka panjang” ungkap Mr. Raymond. Ditambah lagi atas pemaparan dari Mr. Onggo yang juga membenarkan hal ini, “Ya, sekarang banyak yang hanya ikut-ikutan tanpa memiliki plan dan berharap mendapat profit yang banyak, jelas itu bukan langkah yang tepat.”

Selain FOMO, Mr. Onggo dan Mr. Raymond juga menyinggung masalah uang dingin untuk investasi. Uang dingin atau idle money (dana menganggur) adalah uang yang tidak dimaksudkan untuk keperluan tertentu atau mendesak. Artinya, di luar dana kebutuhan sehari-hari, asuransi, dana darurat, uang pendidikan anak, uang cicilan rumah, dan lain sebagainya. Bisa diartikan bahwa apa yang terjadi dengan uang ini sebenarnya tidak berdampak langsung bagi kehidupan manusia. Hal ini dapat dicontohkan pada kasus uang pinjaman yang termasuk dari kartu kredit sebagai kasus di luar uang dingin. Artinya, seluruh uang yang digunakan tersebut memang ditujukan hanya untuk trading, bukan untuk hal lain. Jadi, saat melakukan trading kita bisa lebih fokus dan merancang strategi yang tepat. Mr. Onggo juga mengatakan bahwa tujuan investasi saham sebenarnya adalah untuk jangka panjang, maka ada baiknya untuk tidak terburu-buru menikmati keuntungan investasi. “Biarkan uang kamu terus berlipat ganda dalam kurun waktu lama, terutama bila kamu tidak punya kebutuhan mendesak.” Ujar Mr. Onggo.

Setelah berbincang, dan menyampaikan beberapa insight, tibalah pada saat sesi QnA dari para penonton. Sejak awal live dimulai, terlihat antusias penonton yang mengirimkan pertanyaan-pertanyaan dan menanggapi obrolan pembicara melalui kolom komentar. Ada banyak pertanyaan yang dijawab seputar investasi, salah satunya adalah mengenai strategi apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan laba investasi dengan adanya diversifikasi. Menurut Mr. Raymond, sebenarnya ketika kita membeli suatu produk di reksadana maka itu sudah otomatis diversifikasi dan kalau dilakukan dengan benar maka tentu akan menghasilkan kentungan. Kemudian, menurut Mr. Onggo hal tersebut sebaiknya dilakukan jangan hanya berfokus pada satu jenis saja, tetapi dapat dibagi ke reksa dana lainnya untuk meminimalisasi risiko yang timbul, manakala nilai saham perusahaan terus mengalami penurunan ataupun melemah agar investasi kita tidak turut melorot dan nilai investasi tetap berkembang.

Selain itu, apabila seseorang memisahkan investasi dengan membeli dua saham dari perusahaan yang berbeda, maka hal tersebut akan mengurangi resiko terjadinya kerugian dana dan nilai portfolio ataupun investasi dapat terbilang cukup aman. Dengan kata lain, diversifikasi adalah strategi dalam menempatkan dana investasi ke dalam instrumen yang berbeda. Dengan kata lain, instrumen yang dimaksud adalah likuiditasnya, risiko, dan potensi returnnya. Sebagai contoh adalah potensi return investasi dalam saham akan berbeda dengan obligasi. Pada dasarnya nilai return dari saham lebih besar jika dibandingkan dengan obligasi. Hanya saja tetap risiko berinvestasi dalam saham juga jauh lebih besar dibandingkan dengan obligasi. Hal ini disebabkan karena fluktuasi dari harga saham lebih besar sehingga risiko lebih besar. Selain itu, likuiditas yang dimaksud di sini adalah kemudahan untuk menjual dan membeli sebuah instrumen untuk berinvestasi.

Setelah melewati beberapa jam, pada akhirya acara live Instagram ini ditutup dengan pembacaan pemenang giveaway dan penyampaian kesimpulan oleh moderator. Moderator mengatakan bahwa untuk memulai terjun pada dunia investasi, diperlukan banyak kesiapan. Mulai dari kesiapan modal, hingga kesiapan mental. Sebab, investasi bukanlah suatu hal coba-coba yang biasa dilakukan milenial saat ini hanya untuk trend saja. Padahal, apabila hal tersebut dilakukan tanpa memahami maksud dan tujuannya akan memberikan dampak yang cukup besar hingga dapat merugikan. Maka dari itu, Youngvestor di sini harus mengetahui apa yang menjadi tujuan dan keinginannya supaya terhindar dari segala macam pengaruh buruk akibat investasi. Sebab, sebelumnya ingin mendapat untung, tetapi justru menjadi buntung. Jangan sampai hal itu terjadi, ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart,

I AM Capable.

Instagram Live I AM Community x BNI AM Episode 2: PERBANYAK DIGIT TANPA MANDEK!

Oleh: Risda Wulan Nur Octafiani & Maulidya Nisaul Karimah

Rangkaian kolaborasi IG Live antara I AM Community dan BNI AM yang kedua dilanjutkan pada Jumat, 18 Juni 2021 dan dimulai pukul 15.00 WIB. Dipandu oleh Miss Ristridiyana Budiyanto sebagai moderator, dengan pembicara yaitu Miss Monica Tanata selaku Founder & CEO PT. Anak Muda Berkarya serta Mr. Onggo Wiliamto selaku Manager Channel Distribution dari PT. BNI Asset Management. Moderator mengawali IG Live ini dengan menyapa Youngvestors yang tergabung serta memperkenalkan kedua narasumber.

Masuk ke materi IG Live, moderator mempertanyakan sekaligus mengulas kembali mengenai needs vs wants kepada Miss Monica dan Mr. Onggo. “Menurut saya, needs vs wants itu tricky banget ya. Kita bisa tahu bahwa keinginan dan kebutuhan kita itu berbeda. Misalnya, setiap orang butuh liburan atau refreshing, tapi kita harus tanya ke diri kita sendiri, apakah bujet hiburan itu sesuai dengan keuangan kita atau bujet kantong kita.” jelas Miss Monica. “Makanya saya juga bilang ke temen-temen di IG Live minggu lalu, bahwa kita harus tentukan prioritas dulu, baru bisa membagi dana yang baik untuk needs vs wants-nya.” tambahnya.

Dilanjutkan oleh Mr. Onggo yang menyetujui pernyataan dari Miss Monica bahwa needs vs wants itu tricky. Beliau juga menceritakan pengalaman pada masa lalu disaat beliau membeli buku dengan diskon tinggi, tetapi hanya untuk dimiliki saja. Mr. Onggo mengatakan pada awalnya beliau merasa membutuhkan buku itu (needs), tetapi setelah membelinya hampir bertahun-tahun buku itu tidak disentuh dan masih dalam keadaan baru. “Ya jadinya cuma wants ya. Keinginan untuk beli sesaat karena adanya diskon. Memang needs dan wants setiap orang berbeda-beda. Tapi kuncinya dari contoh itu adalah sesuatu yang kita beli dan digunakan langsung, itu akan menjadi needs. Jadi, pinter-pinternya kita aja untuk mengatur prioritas mana yang bener-bener needs dan mana yang itu wants.” tambah Mr. Onggo.

Miss Ristri menanyakan needs vs wants kepada narasumber. (Foto oleh: Risda Wulan)

Pertanyaan dilanjutkan oleh Miss Ristri mengenai rumus sederhana dalam pengalokasian keuangan. Mr. Onggo berpendapat bahwa jika kita sudah berpenghasilan, yang diutamakan adalah ditabung/diinvestasikan terlebih dahulu (saving). Tidak langsung spending. “Kalo saya pribadi, setelah gajian, minimal saya save 20% dulu, sisanya 50% untuk kebutuhan sehari-hari. Lalu 30% sisanya untuk cicilan rumah/mobil. Konsep cicilan ini kalo bisa jangan barang yang konsumtif ya. Misalnya aset produktif seperti rumah, apartment, yang nilainya bisa terus naik.” tambah Mr. Onggo.

Berbeda dengan pendapat Miss Monica, beliau menyesuaikan dengan kebutuhan sehari-harinya, diantaranya 10-15% untuk kebutuhan sehari-hari seperti skincare, makan, dll. Kebutuhan selanjutnya sebesar 15% untuk dana darurat, 10% untuk edukasi, misal seminar, buku. Lalu 10% untuk perpuluhan dan sisanya untuk investasi. “Semakin tinggi pendapatan saya, bukan berarti gaya hidup saya juga semakin tinggi. Gaya hidup saya masih tetap seperti itu, tapi saya alokasikan lebih banyak untuk menabung, dibandingkan untuk jajan.” lengkap Miss Monica.

Kemudian Miss Ristri mengajukan pertanyaan kepada narasumber, mengenai manfaat dan tujuan dari investasi. Menurut Miss Monica, tujuan dari investasi adalah membuat uang bekerja untuk kita, jika pendapatan dan uang yang dimiliki itu hanya digunakan untuk ditabung, uang tidak akan berkembang. Terdapat banyak sekali perbedaan antara investasi dan menabung. Investasi dilakukan untuk jangka panjang kedepannya. Sedangkan menabung dilakukan bisa untuk jangka pendek atau untuk dana darurat. Miss Monica juga berpesan agar tidak melakukan investasi hanya untuk mengikuti trend yang ada, investasi harus di lakukan dengan hati-hati.

Mr. Onggo kemudian berpendapat jika investasi tidak harus dengan nominal uang yang besar. Ada reksadana yang bisa dibeli dengan nominal 10 ribu rupiah saja. Beliau memberitahu bahwa saat ini banyak pula platform online yang menyediakan pembelian saham dan kini investasi dapat dilakukan dimanapun dalam keadaan apapun.

Perbincangan seputar investasi antara narasumber dengan moderator. (Foto oleh: Risda Wulan)

Setelah mengupas secara rinci mengenai materi investasi, Miss Ristri melanjutkan ke sesi QnA dengan 3 penanya terbaik. Salah satu pertanyaan berasal dari @0nky_y dengan pertanyaan apakah investasi yang cocok untuk pemula, apakah di saham, pasar uang, atau obligasi. Mr. Onggo menjawab bahwa yang paling cocok untuk pemula adalah di instrumen reksadana pasar uang. “Kenapa? Karena tidak berfluktuatif. Dicoba dulu selama 1-3 bulan. Sembari mencoba reksadana pasar uang, kan ada grafiknya juga, bisa dilihat disitu. Yang penting adalah tujuan investasinya, kalo tujuan investasinya untuk satu tahun ke depan, jangan coba-coba reksadana saham (terlalu pendek). Disesuaikan dengan karakteristik jangka waktunya juga.” jawab Mr. Onggo.

Selanjutnya, Miss Monica memberikan pesan khusus kepada milenial yang ingin melakukan investasi tetapi juga masih ingin berfoya-foya, bahwasannya milenial harus memiliki dana yang cukup dan sesuai untuk foya-foya, serta mencoba mendisiplinkan diri untuk menabung dan investasi untuk masa depan. Harus ada tekad untuk investasi yang tujuannya jangka panjang. Tidak hanya itu, Miss Monica menambahkan bahwa kita harus berhati-hati dalam investasi dengan cara mengenali potensi serta instrumen investasi.

Mr. Onggo memberikan pesan bahwa kita harus disiplin dan menyesuaikan gaya hidup dengan benar. Penting bagi kita untuk belajar dan mencoba praktik berinvestasi agar terasa resiko, dampak, serta manfaatnya secara nyata. Beliau mengingatkan pula agar kita tidak terlalu berharap pada return investasi yang tinggi. Karena return yang bagus biasanya terdapat risiko yang tinggi pula. Salah satu tips untuk terhindar dari penipuan investasi saham adalah dengan melihat siapa yang memiliki perusahaan, track record, hingga risikonya.

Penjelasan dari Mr. Onggo. (Foto oleh: Risda Wulan)

Miss Ristri kemudian membacakan kesimpulan dari yang sudah dibahas dalam IG Live bersama Mr. Onggo dan Miss Monica yaitu kita harus bisa memulai gaya hidup baru, mendisiplinkan diri untuk mulai berinvestasi. Dari sedini mungkin kita harus mulai menabung dan investasi. Di usia yang masih muda pula kita bisa menambah digit dengan cara berinvestasi sebab pengeluaran kita belum terlalu banyak. Selain itu, hal terpenting dalam melakukan investasi adalah uang yang digunakan untuk investasi bukan uang panas atau uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kita, dalam hal ini harus benar-benar dibedakan, untuk mengurangi terjadinya risiko yang tidak diinginkan

Ucapan terima kasih oleh moderator dan pembicara. (Foto oleh: Risda Wulan)

Di akhir sesi terdapat pembacaan tiga orang pemenang giveaway oleh Miss Ristri, diantaranya : @eugencong @0nky_y @setiaanggrea. Miss Ristri juga menghimbau bahwa rangkaian IG Live bersama BNI AM tidak hanya sampai pada hari Jumat 18 Juni 2021, tetapi akan ada satu sesi terakhir yakni pada Jumat, 25 Juni 2021 bersama para speaker dari I AM Community, BNI Asset Management, Bibit.id serta Miss Meisy sebagai moderator.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

“Alokasi Gaji Pertama, Gengsi vs Investasi”

Oleh : Gilang Dewanda Dwiguna dan Hedwige Gevelyne Arsietha

I AM Community sukses mengadakan Instagram Live bersama BNI Asset Management pada Jumat (11/6/21) lalu. Bertajuk “Alokasi Gaji Pertama, Gengsi vs Investasi”, Intagram Live ini merupakan pembuka dari rangkaian kegiatan Instagram Live yang diadakan oleh I AM Community yang berkolaborasi dengan BNI AM yang memiliki tema “Menjadi Petani Milenial : Gerakan Panen Anti-Bokek”. Instagram Live dimulai tepat pada pukul 15.00 WIB yang dipandu langsung oleh Mr. Edgar Bayu Refansyah selaku moderator yang merupakan Head dari Divisi Podcast and Youtube I AM Community. Instagram Live ini mengundang Ms. Nita Novita selaku Assistant Manager Channel Distribution dari BNI Asset Management serta Ms. Monica Tanata selaku Founder & CEO dari PT Anak Muda Berkarya sebagai pembicara.

Mr. Edgar Refansyah selaku moderator saat sedang membuka IG Live (Foto : Gilang Dewanda Dwiguna)

Kegiatan Instagram Live antara I AM Community x BNI Asset Management diawali dengan sambutan moderator kepada kurang lebih 50 audience yang berpartisipasi dan dilanjutkan dengan perkenalan moderator serta perkenalan dari dua pembicara. Kegiatan ini dimulai dengan moderator yang membuka pembicaraan dengan bertanya kepada para pembicara yakni Ms. Nita Novita dan Ms. Monica Tanata mengenai perjalanan karier mereka hingga akhirnya bisa dapat terjun ke dalam dunia investasi.

“Kalo saya dulu awalnya gak terlalu paham sama yang namanya investasi ya. Tapi setelah saya bekerja di bagian Marketing Communication (Marcomm) dari suatu perusahaan yang bergerak dibidang capital market, jadi mau gamau saya harus paham mengenai dunia investasi.” jawab Ms. Nita Novita mengenai perjalanan kariernya.

Mr. Edgar, Ms. Monica Tanata, dan Ms. Nita Novita saat sedang berbincang membahas alokasi gaji pertama (Foto oleh: Gilang Dewanda Dwiguna)

Moderator kembali melanjutkan kegiatan Instagram Live dengan bertanya mengenai perasaan hingga pengalokasian gaji pertama dari kedua narasumber.

“Rasanya seneng sih pas nerima gaji pertama, tapi banyak juga godaannya kayak pingin beli ini itu, ngopi sama temen, dll. Adapun kalo pengalokasian dana versi saya itu kurang lebihnya kayak gini, pengeluaran rutin bulanan 50%, bayar cicilan ataupun pay later 30%, kasih orang tua 10%, dan untuk investasi 10%.” ucap Ms. Nita dalam live tersebut.

“Kalo dulu saya pas nerima gaji pertama itu lebih dialokasikan ke perpuluhan atau sedekah karena saya masih tinggal bersama dengan orang tua jadi pengeluarannya tidak terlalu signifikan. Adapun sisanya saya alokasikan untuk dana darurat dan juga edukasi.“ lanjut Ms. Monica menambahkan.

Sesi QnA dengan para audience sedang berlangsung (Foto: Gilang dewanda Dwiguna)

Kegiatan Instagram Live tersebut dilanjutkan dengan sesi QnA dengan para audience, dengan batas pertanyaan sebanyak 3 penanya. Pada kesempatan kali ini, pertanyaan yang terpilih akan berkesempatan untuk mendapatkan hadiah berupa uang digital sebesar Rp. 100.000,00 dari BNI AM. Moderator akan memilih pertanyaan menarik yang dikirimkan melalui vitur kolom QnA pada Instagram Live. Adapun salah satu pertanyaan terpilih yaitu “Bagaimana cara kita untuk menghindari investasi bodong?”. Ms. Nita dan Ms. Monica pun sepakat untuk menjawab bahwa “Jangan asal percaya atau teriming-iming dengan tawaran yang ga masuk akal. Kita harus lebih bijak dalam memilih jenis-jenis investasinya, kenali dulu resikonya dan juga research terlebih dahulu mengenai perusahaan yang membuka investasi tersebut.”

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 90 menit ini ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator mengenai pembahasan dari kedua narasumber dari kegiatan Instagram Live tersebut mengenai pengalokasian gaji pertama yang didapatkan.

Salam I AM Community,

 I AM Smart.

I AM Capable!

Soiree at Home Batch 1 by I AM Community

Oleh: Zakiah Umairoh Machfir

Pandemi COVID-19 merupakan salah satu pengalaman pahit karena hingga saat ini belum tahu kapan akan berakhir. Mulai dari perubahan cara berkomunikasi kepada setiap orang, pembatasan aktivitas sehari-hari, hingga pembatasan dibanyak sektor lain. Namun, dari banyaknya satu hal yang dianggap pahit, ternyata terdapat segudang manfaat yang dapat diambil hikmahnya dari adanya pandemi ini. I AM Communtiy membuktikan bahwa adanya pandemi saat ini ternyata memunculkan dan memberikan banyak ide baru yang tidak disangka muncul di saat seperti ini. Berawal dari kejenuhan sehingga memunculkan sebuah ide baru berupa pertanyaan “Bagaimana caranya untuk mempertemukan seseorang tanpa melihat wujudnya atau virtual? Tetapi dapat berkesan sebagai pengalaman yang menyenangkan.” Dari pernyataan tersebut, I AM Community tentunya memiliki jawabannya, yakni dengan mengadakan sebuah fun event, Soiree at Home.

Apa itu Soiree at Home? Soiree at Home adalah pertemuan buta dengan memberikan wadah bagi para peserta untuk bertemu dengan individu lain secara daring. Acara ini mengusung tema: “Stuck with You in Cherry Blossom”. Diambil dari fiolosofi bunga sakura, yaitu kebahagiaan yang ditunggu-tunggu dan juga dipercaya sebagai simbol dari kehidupan yang penuh dengan harapan juga masa depan yang cerah. Bunga sakura juga menjadi cerminan jika kehidupan ini adalah salah satu keindahan yang patut untuk disyukuri. “There’s no such thing as a stranger in the cherry blossoms shade”, artinya semua yang ada di bawah naungan bunga sakura bukanlah orang asing, karena siapapun bisa menjadi teman maupun cinta bagi kita. Dari penggalan kalimat tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap orang akan menjadi satu apabila bunga sakura menyatukannya. Dengan begitu, tema “Stuck with You in Cherry Blossom” merupakan pilihan yang sangat tepat.

Fun event Soiree at Home ini merupakan acara perdana yang baru saja diselenggarakan oleh I AM Community. Dengan tujuan untuk mempertemukan setiap individu dalam bentuk yang fun dan tidak formal, seperti yang sering ditemukan pada masa sekarang. Setiap individu berpikir jika ingin menemukan relasi dan teman baru harus mengikuti acara atau kegiatan formal. Namun, I AM Community membuktikan dengan memberikan kesan dan pengalaman berbeda bagi setiap peserta melalui acara ini. Soiree at Home Batch 1 telah dibuka pendaftarannya sejak 23 April 2021 s.d. 29 April 2021 lalu. Tepat pada 30 April 2021 lalu sebagai penutup bulan April, acara Soiree at Home Batch 1 yang dikelola dan dibantu oleh tim Event and Media Relations pun telah terlaksana dengan sukses. Kapasitas peserta hanya diberi sebanyak lima pasangan. Sungguh menjadi permulaan yang luar biasa karena hanya dibutuhkan beberapa hari saja untuk memenuhi slot peserta.

Selama acara berlangsung, I AM Community memberikan kesan dan bumbu ‘misterius’ di setiap rangkaian acara tersebut dengan memberikan inisial bagi setiap orang yang berada di Zoom. Untuk I AM Community sendiri disebut sebagai pemilik rumah atau Master sehingga moderator nantinya akan dipanggil dengan sebutan Master. Lalu, untuk para peserta akan dipanggil dengan sebutan Lovepatchers.

Acara ini merupakan acara yang dilakukan secara spontan yang artinya setiap Lovepacther tidak saling mengenal untuk dapat berkomunikasi dan berbincang mengenai berbagai topik yang menarik. Setiap Lovepatcher dapat memilih pasangannya nanti (laki-laki, perempuan, atau, siapa saja/bebas) dan akan diberikan kesempatan lima kali putaran untuk berinteraksi dengan Lovepatcher lainnya yang dibantu oleh Shadow Master atau host sebagai panita. Acara ini pun sangat dikemas dengan detail karena saat mereka mendaftarkan diri, Lovepatcher akan menjelaskan kriteria pasangannya sehingga Shadow Master akan menyatukannya sesuai preferensi dan kriteria masing-masing saat di breakout room nanti. Mengenai  dari suasana yang ‘misterius’ tadi, acara ini berlangsung dengan kamera yang mati, serta seluruh orang yang berada di Zoom menggunakan nama samaran. Seperti yang telah dijelaskan di atas, para Lovepatcher pun diberi nama samaran agar dapat meningkatkan tujuan acara untuk wadah mempertemukan individu dengan pengalaman yang berbeda. Sebelumnya, mereka akan berhubungan dengan Mintor untuk diberikan guide book yang berisi panduan acara dan nama samarannya nanti.

Acara dimulai tepat pukul 20.00 WIB, tetapi open gate telah berlagsung sejak 19.45 WIB dengan diputarnya instrumen-instrumen klasik penuh kasih sayang sampai seluruh Lovepatcher telah berada pada Zoom tersebut. Tepat pada pukul  Shadow Master pun memutar voice over yang berisi pengenalan Soiree at Home, sambutan dari CEO and Founder I AM Community, Monica Tanata, serta pembacaan rules and regulations selama acara berlangsung. Setelah itu, dilanjut oleh Master 1 dan 2 sebagai moderator untuk membuka acara tersebut sampai pada Shadow Master siap untuk membagi breakout room untuk putaran pertama. Setiap pergantian putaran, para Lovepatcher kembali ke main room dan tidak lupa Master 1 dan 2 menyapa kembali Lovepatcher agar suasana selalu terasa hangat. Tibalah pada putaran terakhir, yaitu putaran kelima dan dilanjut dengan penutupan.

Setelah para Lovepatcher kembali dan berkumpul di main room, barulah Master 1 dan 2 membuka percakapan kembali dengan bertanya pada salah satu peserta mengenai kesan dan pesan acara perdana, Soiree at Home ini. Dari peserta yang ditunjuk oleh Master 1 dan 2 semuanya memberikan komentar yang positif sehingga membuktikan bahwa acara yang berlangsung kurang lebih selama dua jam tersebut telah sukses terlaksana. Tepat pada 22.00 WIB Soiree at Home pun telah usai dengan ditutup oleh Master 1 dan 2. Setelahnya, para Lovepatcher akan diberi link google form yang berisi absen dan evaluasi Soiree at Home. Link tersebut akan menjadi pembelajaran bagi para panitia untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistemasi acara Soiree at Home pada batch selanjutnya. Tidak hanya itu, link tersebut dapat menjadi bukti bahwa nantinya Lovepacther kana diberikan e-sertifikat dan e-voucher yang dapat digunakan untuk potongan harga Soiree at Home batch selanjutnya.

Sungguh menjadi awal yang baik untuk acara perdana yang dapat dikatakan ‘berbeda’ dengan konsep acara I AM Community lainnya. Namun, I AM Communty pun telah membuktikan bahwa ada banyak cara untuk menjalin hubungan dengan individu lain, asalkan memiliki niat baik dan tujuan yang benar. Maka, hal tersebut tentu akan memberikan sebuah pengalaman dan kesan yan sangat berbeda dan akan diingat selalu. Apabila kalian merupakan keluarga baru I AM Community dan ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Soiree at Home dapat cek info lebih jelasnya pada link http://soiree.iamcommunity.co.id/ .

Salam I AM Community,

I AM Smart,

I AM Capable!

EXCLUSIVE I AM TALK

Penulis: Risda Wulan Nur Octafiani

           Pada kesempatan kali ini, I AM Community berhasil mengadakan acara Exclusive I AM Talk yang merupakan tempat berbagi ilmu dan diskusi interaktif, mengenai peluang dalam membangun karier khususnya di bidang industri properti. Exclusive I AM Talk juga merupakan rangkaian acara terakhir untuk menutup program I AM Volunteer Promoter Batch 1 yang telah berlangsung selama satu bulan. I AM Talk kali ini mengusung tema, “Strategies to Build Your Career in the Property Industry” yang membahas mengenai strategi untuk membangun karier dan menciptakan peluang baru dalam industri properti. Situasi ini menuntut masyarakat membangun personal branding yang baik, hal ini berkaitan dengan semakin ketatnya persaingan dalam dunia kerja. Melalui talkshow ini diharapkan dapat membantu generasi milenial dalam membangun strategi untuk berkarier, di dunia kerja khususnya di industri properti.

           Exclusive I AM Talk digelar selama dua hari pada 6 dan 7 Maret 2021 melalui platform Zoomdan YouTube live streaming I AM Community,dengan mengundang narasumber ahli pada bidangnya yang tentunya sangat menginspirasi, yaitu Fikri Mubarok, selaku Country Head of Property and Construction Humana Internasional Indonesia dan juga Monica Elvira Tanata, Founder & CEO dari PT. Anak Muda Berkarya. I AM Community juga bekerja sama dengan Pusat Karier UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk acara pada tanggal 7 dan juga bekerja sama dengan berbagai media serta community partner lainnya. Acara ini dimulai pukul 19.00 WIB yang dihadiri lebih dari 300 peserta dari seluruh Indonesia.

Poster Exclusive I AM Talk (6-7 Maret 2021) (Foto: I AM Community)

           Acara dibuka oleh Vienna Agatha, selaku moderator yang memandu jalannya acara. Ada pula kesan dan pesan Brand Ambassador yang diwakili oleh Zahra Raniyah, Dinda Renatha, dan Erol Selvio Letwar. “Bergabung bersama I AM Community sebagai Brand Ambassador, tentunya merupakan suatu hal yang patut saya banggakan.” ujar Erol. “Banyak juga perubahan dari dalam diri saya, seperti saya menjadi lebih percaya diri, lebih aware terhadap personal branding yang saya bangun,” lanjut Zahra.

Pembukaan oleh Vienna Agatha, selaku moderator Exclusive I AM Talk. (Foto oleh: Risda Wulan)
Kesan dan Pesan Brand Ambassador oleh Erol Selvio Letwar, Dinda Renatha, dan Zahra Raniyah (Foto: Risda)

           Dilanjutkan dengan sambutan oleh Ibu Salamah Agung, Ph.D, selaku kepala pusat karier UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selaku partner collaboration dari I AM Community pada acara Exclusive I AM Talk.

Sambutan dari Ibu Salamah Agung, Ph.D, selaku kepala pusat karier UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Foto: Risda Wulan)

           “Kami sangat berharap, acara ini bisa memberikan wawasan kepada teman-teman, barangkali setelah mengikuti acara ini, saya yakin banyak wawasan yang bisa dibawa, bisa terbuka pandangannya, dan mudah-mudahan ini menjadi salah satu jalan karier teman-teman semua. Karna ini menjadi kesempatan yang tidak datang dua kali, semoga nanti kita bisa mengadakan kegiatan yang lebih keren lagi dengan I AM Community.” ujar Ibu Salamah.

           Ibu Salamah juga menuturkan kepada para partisipan untuk turut aktif dan mengikuti kegiatan dengan maksimal karena menurutnya acara ini akan memberikan insight yang bagus untuk karier/masa depan para peserta.

           Tidak lupa sambutan hangat dari Monica Tanata selaku Founder & CEO I AM Community pada malam itu.

Sambutan dari Monica Tanata selaku Founder & CEO I AM Community (Foto: Risda Wulan)

           “Terima kasih kepada Miss Salamah, saya sangat bangga sekali bisa bekerja sama dengan tim dari pusat UIN Jakarta dan akhirnya terwujudlah acara malam hari ini. Saya harap temen-temen bisa ikut acaranya sampai akhir.” Ujar Monica Tanata.

           Sebelum memasuki materi utama oleh Fikri Mubarok, para partisipan diperkenalkan mengenai I AM Community dalam bentuk voice over. “I AM Community merupakan sebuah komunitas yang membahas mengenai motivasi, edukasi, pengembangan diri dan karier, serta investasi khususnya di bidang properti.” salah satu isi voice over pengenalan I AM Community.

Voice over perkenalan I AM Community. (Foto: Risda Wulan)

           Memasuki materi utama pada acara malam ini, Fikri Mubarok menjabarkan tentang pengertian Executive Search. “Executive Search memang khusus mencari kandidat yang levelnya tinggi seperti level direktur, level CEO. Kita bertemu dengan client, butuh kandidat yang seperti apa, skil, experience seperti apa yang dibutuhkan client, lalu mencarikan kandidat di market.” ujarnya. Fikri juga memaparkan bahwa Executive Search dibutuhkan untuk mencari kandidat yang pasif di market, sehingga harus connect langsung ke perusahaan-perusahaan untuk mencari kandidat yang sesuai. “Kita sebagai executive search menjadi mediator antara kedua pihak. Mencarikan kandidat ke client dan mempromosikan client ke kandidat.” tambahnya.

           Ada juga materi mengenai Fresh Graduates Starter Pack, seperti apa saja tahapan awal untuk mencari sebuah pekerjaan. “First step adalah create your LinkedIn, because everybody’s on LinkedIn now! Saya memiliki data statistik bahwa sebesar 87% dari 100% sosial media yang digunakan recruiter menemukan kandidatnya melalui LinkedIn. Dalam membangun profil LinkedIn, gunakan keywords dan job title yang tepat.” paparnya. “Kalian butuh banyak sekali networking ketika kalian masuk ke dunia kerja.” tambahnya.

Pemaparan materi oleh Fikri Mubarok. (Foto: Risda Wulan)

           Setelah pemaparan materi dari Fikri Mubarok, dilanjutkan dengan pengenalan I AM Community dan I AM Talent & Career oleh Monica Tanata. Beliau mengenalkan I AM Community mulai dari pengertian, Board of Patron, tujuan dan aksi nyara program, hingga review keberhasilan dari I AM Community.

Pemaparan materi I AM Community secara lengkap oleh Monica Tanata. (Foto: Risda Wulan)

           Selain itu, Monica Tanata juga menjelaskan secara rinci mengenai program utama dari I AM Community yaitu I AM Talent & Career. Mulai dari pengertian, rangkaian acara, target, hingga biaya mengikuti pelatihan ini.

           Usai Monica Tanata menjelaskan semua secara lengkap dan rinci, sesi selanjutnya adalah tanya jawab interaktif antara partisipan, Fikri Mubarok, dan juga Monica Tanata. Salah satu penanya bernama Hansel bertanya: “Jika kita ingin bergabung ke dunia kerja khususnya investasi properti, tentunya kita membutuhkan modal skill yang sekiranya dibutuhkan untuk dapat dijadikan bekal bagi kita. Bagaimana cara kita meningkatkan skill bernegosiasi dalam dunia investasi properti, khusunya bagi kita yang tidak memiliki basic akan hal tersebut?” Fikri Mubarok pun menjelaskan bahwa ada banyak cara untuk meningkatkan skill, tetapi salah satu yang paling penting adalah latihan, kita bisa mencari melalui artikel negotiation skills, atau literatur sesuai dengan skill yang ingin kita tingkatkan.

Sesi tanya jawab interaktif antara partisipan dengan narasumber. (Foto: Risda Wulan)
Foto bersama seluruh partisipan. (Foto: Risda Wulan dan Ivonne).

           Acara yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini ditutup dengan foto bersama para partisipan dan penyebutan slogan I AM Community dengan lantang.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Keseruan I AM Chatminar 1.4

I AM Chatminar merupakan seminar on the go yang dilakukan di aplikasi WhatsApp melalui grup besar I AM Community, yaitu Elite I AM Community. Seminar ini mengundang narasumber ahli pada bidangnya sehingga dapat meningkatkan motivasi serta edukasi pada masyarakat, khususnya kalangan milenial. Kegiatan ini merupakan hal yang sangat jarang ditemukan pada masa seperti sekarang ini. Seminar pada biasanya dilakukan melalui Zoom atau Google Meet dan aplikasi meeting lainnya. Namun, I AM Chatminar tampil berbeda karena seluruh rangkaian kegiatan dilakukan melalui grup WhatsApp. Latar belakang kegiatan ini disebabkan karena sering kali ditemukan webinar yang dilakukan secara tatap muka melalui aplikasi untuk virtual meeting yangtidak jarang menjadikan peserta menjadi jenuh, bosan, bahkan tidak memahami materi yang ada. Adanya I AM Chatminar, dapat meningkatkan keaktifan peserta dengan berdiskusi secara langsung pada grup WhatsApp tersebut. Selain itu, adanya I AM Chatminar ini, kedekatan peserta dan narasumber lebih terasa intens karena dipertemukan dalam satu komunitas.

I AM Chatminar ini termasuk dalam Wake Up! Project yang merupakan satu dari beberapa project menarik lainnya yang dikeluarkan oleh I AM Community. Kegiatan ini di bawahi oleh I AM Community dan dipertanggungjawabkan oleh divisi Event and Media Relations. Kegiatan ini tidak dipungut biaya (FREE) dan telah rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para anggota yang telah mengikuti acara tersebut. Acara I AM Chatminar sebelumnya, mengangkat tema yang selalu berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, I AM Chatminar ini sangat wajib diikuti oleh masyarakat, khususnya kalangan milenial.

I AM Chatminar 1.4 yang telah dilakukan pada 27 Januari 2021 lalu, merupakan I AM Chatminar ke-4 yang mengundang narasumber ahli, yaitu Samuel Calviando selaku Assistant Manager Learning and Development Human Resources at PT. Bumimulia Indah Lestari. Kegiatan tersebut telah sukses diselenggarakan dari awal hingga akhir acara dengan mengangkat tema “Well Behave in New Normal Era” yang artinya “Berperilaku Baik di Masa New Normal”. Pada situasi peralihan saat ini, setap elemen masyarakat tentunya sangat membutuhkan hal tersebut. Adanya keterbatasan interaksi secara langsung akibat pandemi, menjadikan seluruh kegiatan dilakukan secara online. Sikap atau perilaku tentunya berbeda seperti yang telah dilakukan seperti biasanya. Hal tersebut mengharuskan masyarakat beradaptasi pada situasi ini. Melalui tema tersebut, narasumber telah menjelaskan betapa pentingnya etika disituasi saat ini, seperti pada pertemuan kelas online, diskusi saat webinar, atau lainnya. Acara tersebut dihadiri oleh peserta dari I AM Community dengan jumlah audience dalam grup kurang lebih terdapat 100 orang yang terdiri dari anggota Elite, alumni, dan management internal.

Salah satu materi yang diberikan narasumber berupa quotes pada I AM Chatminar 1.4 (27/01/2021)

Kegiatan ini berlangsung selama satu setengah jam, dimulai pada pukul 19:00 – 20:30 WIB. Di awali oleh pengenalan moderator, Issabella Valentine, yang akan disapa sebagai “Mintor”. Ia menjelaskan beberapa peraturan selama I AM Chatminar 1.4 berlangsung. Selanjutnya, sesi pengenalan I AM Community serta sambutan dari Monica Tanata selaku CEO & Founder I AM Community melalui voice over yang diisi oleh divisi Podcast and Youtube. Kemudian, dilanjutkan sesi materi oleh narasumber selama satu jam dan diikuti sesi break yang diisi oleh QnA. Selama sesi break berlangsung, peserta dapat mempelajari kembali materi yang telah dijelaskan tersebut, lalu memberikan pertanyaan melalui personal chat kepada panitia. Setelah sesi break selesai, dilanjutkan sesi penjawaban QnA dari peserta yang akan dijawab oleh narasumber berupa teks atau voice notes. Kemudian, terdapat sesi diskusi terbuka, saat seluruh peserta dapat saling berinteraksi, bertukar pikiran, serta bertanya kembali mengenai materi yang disampaikan narasumber.

Salah satu materi yang dijelaskan narasumber dengan mengirimkan link untuk diisi peserta (27/01/2021)

Selama satu setengah jam, I AM Chatminar 1.4 telah berlangsung dengan baik dan sukses. Materi yang dijelaskan sederhana, tetapi sangat bermanfaat dengan pembawaan yang santai sehingga menjadikan situasi pada malam itu tidak terasa menjenuhkan. Para peserta dapat saling mengutarakan pendapatnya, serta Pak Calviando yang menjelaskannya dengan sangat baik. Selain penyampaian materi, narasumber juga memberikan kata-kata mutiara yang dapat membangkitkan semangat peserta lainnya tanpa mereka bertanya. Oleh karena itu, tanpa disadari peserta yang mengikuti acara tersebut akan mendapat ilmu baru yang sangat berguna pada kehidupannya. Tidak terasa satu setengah jam berlalu hingga pada pukul 20:52 WIB kegiatan tersebut pun selesai. Namun, terdapat keterlambatan pada saat penutupan karena seharusnya pada rundown acara, penutupan telah selesai pada pukul 20:30 WIB. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk antusias dari para peserta dengan ramainya grup Elite pada malam itu. Dan pada malam Kamis (27/01/2021), I AM Chatminar 1.4 dinyatakan resmi selesai. Dengan demikian, sampai bertemu di I AM Chatminar 1.5, Youngvestor!

Salam I AM Community:

I AM Smart,

I AM Capable!

Malam Penyambutan Intern Team Internal PT. Anak Muda Berkarya : Batch 1

Intern PT. Anak Muda Berkarya

Acara “Malam Penyambutan Intern Team Internal PT. Anak Muda Berkarya : Batch 1” dilaksanakan oleh PT. Anak Muda Berkarya sebagai sambutan dan pembukaan dari rangkaian masa kerja para internship masa periode Januari hingga Juni 2021, yang dimana acara tersebut dilakukan secara daring melalui Zoom pada Senin, 18 Januari 2021 lalu. Terbagi menjadi tujuh divisi, seperti Human Resources, Business Development & Marketing, Accounting & Tax, Social Media & Creative, Podcast, IT & Website, dan Event & Media Relations, terpilihlah 24 anggota internship yang berhasil lolos dari ratusan pendaftar dari berbagai kota di Indonesia untuk menjadi bagian dari keluarga besar dari PT. Anak Muda Berkarya.

Membawahi I AM Community, para internship pada acara tersebut dikenalkan lebih dalam mengenai latar belakang hingga program kerja yang sudah dilaksanakan oleh team dari I AM Community sebelumnya. Tidak hanya itu, para internship juga diberi sambutan yang hangat oleh para team internal lainnya hingga jajaran petinggi dari PT. Anak Muda Berkarya.

Acara malam tersebut dibuka dengan sambutan dari Theresia Rustandi, selaku salah satu Board of Patron dari PT. Anak Muda Berkarya.

Sambutan dari Theresia Rustandi selaku salah satu Board of Patron dari PT. Anak Muda Berkarya pada acara malam penyambutan (18/01/21) (Foto : Hedwige Gevelyne)

Saya mengucapkan terimakasih dan luar biasa kepada teman-teman yang hadir dan berkenan memperkuat team dari I AM Community. Menjadi sebuah keluarga besar yang selalu saling bekerja sama, saling sharing, meningkatkan ilmu, pengalaman dan sebagainya di wadah I AM Community ini. Saya berharap I AM Community bisa menjadi wadah kalian untuk berprestasi dan meraih impian bersama-sama.” ujar Theresia sebagai sambutan awal dalam acara tersebut.

Theresia turut berpesan kepada para internship dari PT. Anak muda Berkarya untuk dapat memanfaatkan dan memaksimalkan I AM Community dengan sebaik-baiknya. Salurkan seluruh kemampuan dan bakat dari masing-masing individu untuk dapat menciptakan masa depan yang gemilang dan cemerlang karena diri sendirilah yang dapat menentukan masa depan setiap individu. 

Selain itu, sambutan pada acara malam tersebut juga dilanjutkan oleh Monica Tanata selaku Founder dan CEO dari PT. Anak Muda Berkarya. Monica turut menyambut dan bercerita secara singkat mengenai awal terbentuknya PT. Anak Muda Berkarya kepada internship yang hadir pada acara malam tersebut. Di kelilingi dan tidak sengaja terjun ke dunia bisnis menjadi awal mula Monica jatuh hati kepada dunia tersebut. Membuka wadah dan tempat bagi anak muda dalam berkembang dan berkarya, membuat Monica pada akhirnya membuka dua produk dari PT. Anak Muda Berkarya yaitu I AM Community dan Estator.

Sambutan oleh Monica Tanata selaku Founder dan CEO dari PT. Anak Muda Berkarya pada acara malam penyambutan (18/01/21) (Foto : Hedwige Gevelyne)

“Aku harap teman-teman bisa mengembangkan diri dan mendapat ilmu sebaik-baiknya dengan berada di I AM Community dan Estator. Disini kita bukan hanya sebagai team saja tetapi kita merupakan sebuah keluarga besar yang dapat terus berkembang.” ujar Monica menambahkan.

Acara “Malam Penyambutan Intern Team Internal PT. Anak Muda Berkarya : Batch 1” tentunya juga memperkenalkan secara dalam mengenai PT. Anak Muda Berkarya dan dua produk utamanya, yaitu I AM Community dan Estator kepada para internship. Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan pembagian masing-masing divisi ke dalam Break Out Room Zoom untuk berkenalan secara personal kepada setiap anggota dari masing-masing divisi.

Foto masing-masing team dari seluruh divisi yang terdapat dalam PT. Anak Muda Berkarya

Acara yang dilaksanakan kurang lebih selama dua jam ini, ditutup dengan berbagai pertanyaan dari para internship dan tidak lupa pengenalan dari salam I AM Community oleh Ilham Adhada, salah satu perwakilan dari Brand Ambassador of I AM Community, dan tentunya diikuti serta di lantangkan oleh seluruh team dari PT. Anak Muda Berkarya.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable