3 Rekomendasi Buku yang cocok untuk Pebisnis Baru

Penulis : Reza Azhari

Sumber : Liputan6.com

Halo, Youngvestor!

Jika saat ini Youngvestor sedang menjalani sebuah bisnis atau memang sudah lama berkecimpung dalam dunia bisnis, membaca buku salah satu hal yang penting loh Youngvester.

Anda akan mendapatkan wawasan baru, skill dan juga dapat memotivasi diri sendiri, Apalagi saat Pandemi ini waktu kita menjadi lebih fleksibel karena WFH sehingga kita punya banyak waktu untuk membaca buku

Nah, Mintor punya beberapa rekomendasi buku tentang bisnis yang bisa kalian baca nih Youngvester.

Yuk lihat rekomendasi dari Mintor di bawah ini!

  1. Investing is Easy
Sumber :  Gramedia.com

Nah, bagi Youngvestor yang berminat untuk mulai investasi di dunia saham tapi masih bingung dan belum paham apa yang harus dilakukan, Youngvester bisa baca buku yang satu ini!

Investing is Easy akan memberikan cara pandang yang benar tentang investasi saham, dari mulai cara menganalisis saham, sampai strategi yang dapat kalian terapkan sebagai calon Investor pemula.

  • Little Red Book of Selling
Sumber : goodreads.com

Di dalam buku ini Youngvester akan belajar mengenai teknik persuasif dan penjualan yang harus menjadi basic knowledge seorang pebisnis. Banyak pebisnis yang gagal karena menghadapi berbagai kendala yang sulit, salah satunya karena mereka belum mengetahui teknik dasar persuasi.

Tidak hanya tentang penjualan saja, buku ini juga mengajarkan kita aspek-aspek penting yang perlu diketahui oleh seorang pebisnis sebelum mulai menjalankan usaha, seperti “mengapa orang tertarik untuk membeli produk yang kamu jual?”

Selain itu, di setiap bab yang ada kamu juga akan disambut dengan daftar isi yang berisi hal-hal apa saja yang akan dibahas di bab tersebut sekaligus kutipan motivasi yang dijamin akan memberi kalian inspirasi dan semakin bersemangat dalam menjalankan bisnis.

  • This Is Marketing
Sumber : onlinebookshop.pk

Marketing adalah salah satu hal yang penting untuk sebuah jasa atau produk. Marketing melibatkan banyak hal lain seperti distribusi produk, promosi, perancangan dan pembuatan materi seperti halaman arahan dan konten media sosial, membangun pengalaman pelanggan, melakukan riset pasar dan menetapkan pasar sasaran, dan banyak lagi.

Di dalam buku This Is Marketing akan membantu Youngvestors untuk mengetahui hal pokok dalam pemasaran didalam satu kemasan yang menyeluruh dan juga mudah untuk dicerna dan dipahami bagi orang awam sekalipun.

Demikian tiga rekomendasi buku dari Mintor yang bisa kamu baca untuk meningkatkan motivasi dan skill kamu dalam berbisnis.

Semoga artikel ini bisa memberikan pengaruh yang besar kepada Youngvestors. Jangan lupa juga untuk membagikan tips dan pengalaman Youngvestors pada kolom komentar, serta kunjungi Instagram @i_amtalentindo untuk mendapatkan tips lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Refrensi dan Sumber Artikel
https://www.gramedia.com/best-seller/belajar-bisnis-buku-bisnis-lokal-internasional-2020/
https://www.cekaja.com/info/6-rekomendasi-buku-terbaik-untuk-belajar-bisnis-bagi-pemula

Kenapa Sih Umur 20 Tahunan Harus Punya Mimpi?

Sumber: 123RF – Dream Big Stock Illustrations

Halo, Youngvestors!

Mempunyai mimpi bukan tindakan yang salah, bukan juga sebuah dosa. Umur 20 tahunan memang banyak masalah yang akan dihadapi, salah satunya adalah tidak memiliki bayangan mau jadi apa setelah lulus kuliah. Banyak orang yang lulus jurusan tertentu, namun ternyata tidak bekerja sesuai bidangnya saat kuliah. Misalnya, lulusan akuntansi namun akhirnya bekerja di marketing atau content creator. Takdir memang akan membawa kita kemanapun arahnya. Namun jika kita memiliki mimpi yaitu tujuan hidup, kita tidak akan terbawa arah dari takdir tersebut. Dengan bermimpi, kita dapat melihat bagaimana kelak kita di masa yang akan datang, mempersiapkan diri mulai dari sekarang, dan berusaha maksimal. Bermimpi memiliki manfaat yang besar dalam hidup, yuk langsung lihat apa saja manfaatnya!

1. Punya Arah dan Tujuan

Umur 20 tahunan sering menemui masalah ketika lulus kuliah, “mau kerja dimana dan menjadi apa?”. Tidak hanya Youngvestors saja, namun seluruh orang di dunia ini. Cara mengatasi hal ini adalah dengan memiliki mimpi. Misalnya ketika kita bermimpi untuk memiliki bisnis yang sukses dan terkenal, maka kita bisa mencoba bisnis kecil-kecilan terlebih dahulu. Tentu semua membutuhkan proses dan pengalaman. Kita juga akan menemukan kegagalan ketika bermimpi atau takut jika tidak tercapai, namun setidaknya kita telah berjuang untuk mewujudkan tujuan tersebut, bukan? Karena yang terpenting adalah proses untuk menjadi sesuatu, bukan hasilnya.

2. Tidak Ada Penyesalan

Lanjutan dari poin pertama, yang terpenting adalah prosesnya bukan hasil. Melihat kilas balik mengenai apa yang telah kita lakukan selama mewujudkan mimpi akan membuat kita banyak bersyukur karena telah lebih maju dibandingkan tidak melakukan apapun. Hidup merupakan kesempatan dan di umur 20 tahunan adalah saatnya kita untuk terus mencoba walaupun berkali-kali gagal. Kesempatan juga tidak akan datang untuk kedua kalinya, sehingga yang perlu kita lakukan adalah percaya dengan diri sendiri dan berusaha.

3. Melatih Untuk Tidak Pantang Menyerah

Jika Youngvestors sering mudah menyerah, kemungkinan Youngvestors belum memiliki mimpi yang besar. Dengan mimpi, kita dapat melatih mental kita yang mungkin masih harus ditempa agar menjadi permata yang indah. Jika kita memiliki tujuan, maka kita akan semangat untuk mendapatkannya, bukan? Coba bandingkan dengan diri Youngvestors jika tidak memiliki mimpi, tentu akan hanya mampu berserah dan terjadi sesuai dengan takdir saja. Luar biasanya lagi, Youngvestors akhirnya selalu berusaha dan pantang menyerah.

4. Sharing Dengan Orang Lain

Di dunia ini setiap orang ingin untuk didengarkan, termasuk Youngvestors. Cara agar kita didengar adalah memiliki nilai dalam hidup. Nilai ini dapat kita dapatkan dan bagikan melalui mimpi yang kita miliki, loh! Tidak hanya membuat kita secara pribadi senang dengan bercerita pengalaman, namun orang lain juga akan senang karena mereka mendapatkan motivasi dan cerita-cerita menarik. Dengan kita berbagi pengalaman, kita juga akan membantu banyak orang agar tidak gagal seperti yang kita telah lakukan saat mewujudkan sebuah mimpi. Bahkan, kita bisa untuk menjadi motivator hebat untuk menginspirasi banyak orang!

5. Keluar Zona Nyaman

Zona nyaman akan membuat kita tidak berkembang. Zona dimana kita hanya menginginkan semuanya berjalan dengan baik-baik saja tanpa adanya masalah. Setiap orang harus memiliki jiwa bekerja keras, salah satunya dengan memiliki mimpi. Ketika kita memiliki mimpi, pasti kita harus keluar dengan zona nyaman, dan itu bagus untuk kehidupan, loh! Karena kita dapat membuat hidup lebih bervariasi dan seru untuk dijalani.

Tahukah kamu perusahaan yang memiliki visi dan misi? Orang sukses dan kaya raya juga pasti memiliki visi dan misi tersendiri. Kita sebagai masyarakat biasa juga bisa mempuyai visi dan misi berupa mimpi yang besar, dan hal tersebut tidak ada batasan untuk kita lakukan. Jadi, apa mimpi besarmu sekarang, Youngvestors?

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Eksplorasi Profesi dalam Bisnis Properti

Hi, Youngvestor!

Sebagai generasi muda, kita kerap kali terjebak dalam kebingungan untuk memilih profesi. Dokter, guru, dan polisi menjadi sebagian kecil impian yang seringkali dibayangkan. Namun, banyak dari kita tidak menyadari adanya peluang yang lebih besar dalam memilih profesi yang berbeda. Jika sebelumnya Mintor telah membahas mengenai keuntungan berinvestasi properti di usia muda, sekarang kita akan melihat bisnis properti dari  sudut pandang yang berbeda.

Yup, benar, profesi!

Profesi merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Pertanyaannya, profesi seperti apa yang melibatkan bisnis properti di dalamnya? Yuk disimak infonya!

  1. Investor Properti
Sumber: www.pinterest.com

Seperti yang dijelaskan dalam Artikel ‘Investasi Properti Sejak Dini, Perlukah?’, salah satu keuntungan dalam melakukan pembelian properti adalah modal investasi. Dalam hal ini, Youngvestor dapat menjadi seorang investor properti dan mendapat keuntungan dengan menyewakan properti tersebut. Keuntungan yang didapat berasal dari cash flow per bulan atau melalui peningkatan ekuitas dari penjualan properti.

  1. Flip Properti
Sumber: www.pinterest.com

Flip properti dilakukan dengan melakukan pembelian bangunan overcredit dengan harga murah. Bangunan ini kemudian akan direnovasi dan flipper akan melakukan penjualan dengan harga yang jauh lebih tinggi. Dalam beberapa kasus, bangunan hanya dijual dengan harga yang sedikit lebih tinggi tanpa renovasi. Berbeda dengan investasi properti, flipper hanya mendapat keuntungan melalui penjualan properti.

  1. Pengelola Properti
Sumber: www.pinterest.com

Profesi pengelola properti memberikan kesempatan bagi Youngvestor yang tertarik, namun tidak memiliki properti. Dalam praktiknya, pengelola properti akan bekerja sama dengan para pemilik untuk melakukan pemeliharaan (upkeep) terhadap properti. Profesi ini menghasilkan keuntungan melalui pembagian keuntungan sewa atau melalui pembayaran terkait pemeliharaan properti.

  1. Bird Dogs
Sumber: www.pinterest.com

Bird dog merupakan istilah yang merujuk kepada orang yang mampu menemukan potensi investasi terbaik dalam properti. Profesi ini dibutuhkan sebagai pendukung investor dalam menemukan prospek bisnis. Profesi ini menghasilkan uang melalui persentase penjualan sesuai kesepakatan antara kedua belah pihak ataupun berupa pembayaran jasa dalam menemukan prospek bisnis properti.

  1. Agen Properti
Sumber: www.pinterest.com

Agen properti merupakan orang yang bertugas menjadi perantara antara investor dengan pembeli, maupun penjual. Agen properti bertugas menengahi transaksi jual beli sebagai upaya untuk memudahkan penjualan properti. Dalam dunia bisnis, agen properti terbagi atas agen perseorangan dan agen perusahaan. Berbeda dengan profesi lainnya, agen properti merupakan agen-agen bersertifikat yang memiliki pengalaman dalam transaksi jual-beli properti.

  1. Fotografer Properti
Sumber: www.pinterest.com

Terjun dalam bisnis properti tidak berarti harus berkecimpung dalam pembelian bangunan. Profesi yang satu ini memberikan kesempatan bagi Youngvestor yang tertarik dalam dunia fotografi. Fotografer properti melakukan pekerjaannya dengan memotret setiap sudut bangunan, yang kemudian akan dipajang pada website penjualan. Keuntungannya akan didapat melalui penggunaan jasa fotografi sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Wah, ternyata banyak pilihan profesi yang bisa Youngvestor pertimbangkan, nih. Dengan berbagai profesi di atas, kira-kira Youngvestor tertarik dengan yang mana? Yuk, komen di bawah!

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi Youngvestor. Jangan lupa untuk bagikan artikel dengan Youngvestor lainnya dan sampai ketemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

4 Alasan Pebisnis Wajib Mempunyai Mentor

Sumber: Freepik – Business People Illustration

Halo, Youngvestors!

Setiap pebisnis khususnya yang baru memulai bisnis memerlukan arahan dari seseorang yang lebih berpengalaman dalam urusan bisnis. Orang tersebut biasanya dikenal dengan sebutan mentor, namun banyak pebisnis yang menjalankan bisnisnya tanpa seorang mentor. Dalam kenyataannya, banyak miliader yang sukses karena memiliki mentor yang membantu mereka untuk membangun bisnis mereka. Contoh nyatanya adalah Mark Zuckerberg yang memiliki mentor yaitu Steve Jobs. Yuk kita lihat alasan pebisnis untuk harus memiliki mentor bisnis.

Sumber: Freepik – Business People Working Illustration

1. Mendapatkan Pembelajaran yang Nyata

Mentor merupakan orang yang sudah melakukan apa yang ingin kita lakukan dan berhasil melakukannya. Berbeda dengan penasehat, penasehat adalah orang yang memberitahu kita cara melakukannya namun bisa jadi belum pernah melakukannya. Pengalaman adalah pembelajaran yang penting dalam hidup begitu juga dengan kegagalan. Sulit untuk bisnis berjalan tanpa adanya mentor karena disini mentor dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, kegagalan yang pernah mereka lakukan, dan juga dapat memberikan saran serta masukan untuk bisnis yang kita miliki.

Sumber: Pinterest – Online Internet Business Deal

2. Kemungkinan Sukses akan Lebih Besar

Karena kita memiliki mentor yang telah berhasil melewati segala rintangan, tentu mereka akan mengajari kita mengenai keputusan dan tindakan apa saja yang perlu kita lakukan, sehingga peluang kita untuk sukses akan lebih besar karena arahan-arahan yang diberikan oleh mentor. Kita juga dapat memiliki koneksi dari kenalan mentor kita dan dapat kita jadikan kesempatan untuk belajar dan memperluas jaringan bisnis yang kita miliki. Tentunya ini bisa menjadi lompatan untuk kita mencapai keberhasilan.

Sumber: Freepik – Vector Premium

3. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Mentor yang sukses akan selalu membawa dampak positif untuk pengikutnya. Kepercayaan diri dapat ditemukan dari adanya mentor karena dengan memberikan masukan dan arahan, kita akan lebih dapat percaya bahwa bisnis kita berjalan dengan lancar. Seorang mentor dapat mendorong pebisnis muda untuk dapat melihat tantangan sebagai peluang dan juga dapat meningkatkan kepercayaan diri.

Sumber: Freepik – Vector Gratis

4. Membantu Bisnis Bertahan

Dalam buku Cashflow Quadrant oleh Robert T. Kiyosaki, beliau menjelaskan bahwa 9 dari 10 kegagalan dalam 5 tahun adalah karena kurangnya pengalaman dan modal. Kurangnya pengalaman membuat mentor begitu penting untuk dapat hadir di suatu bisnis. Tentu semua pebisnis ingin agar bisnisnya bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Meski tetap ada rintangan yang akan dihadapi, namun mentor juga bisa memberikan kita dukungan untuk dapat terus berjuang.

Nah, bagaimana Youngvestors? Sudahkah kalian mendapatkan mentor untuk memulai bisnis yang kalian miliki? Youngvestors harus mengerti bahwa mentor adalah pilihan yang tepat ketika membangun bisnis. Hal ini dikarenakan mentor sudah banyak mencicipi manis pahitnya bisnis sehingga dapat membantu kita dalam meraih keberhasilan seperti mentor tersebut.

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!

Buat Kamu yang Ingin Jadi Crazy Rich, Tiru Cara Sukses Bisnis Menggunakan SMARTER!

Sumber: Freepik – Success Images

Halo, Youngvestors!

SMARTER merupakan singkatan dari specific, measurable, achievable, result oriented, time frame, expressed positively, dan recorded and reviewed. Singkatan dari beberapa hal penting untuk business goals ini diperoleh oleh Coach Yohanes G. Pauly yang merupakan peringkat no. 1 business coach terbaik tingkat dunia di Top 100 Business Coach in the world dan pemenang Business Coach of the Year pada Coaches Choice Award sedunia di Spanyol.

Menjadi business coaching yang telah sukses, Yohanes ternyata terlahir dari keluarga yang tidak mapan. Hal tersebut yang membuat Yohanes menjadi salesman untuk membantu bisnis kedua orang tuanya dari sejak kecil. Perjalanan hidup yang berliku-liku telah Yohanes hadapi namun tidak membuatnya menyerah untuk berusaha lebih keras. Luar biasanya, Yohanes berhasil meningkatkan penjualan 350% hanya dalam waktu 1 tahun saat memegang posisi sebagai Senior Brand Manager Ice Cream Wall’s! Berikut adalah cara bisnis dari Yohanes melalui SMARTER.

Sumber: Freepik – Premium Vector

1. Specific:

Kita membutuhkan target spesifik yang dapat kita gunakan untuk lebih berfokus dalam menjalankan bisnis. Target secara umum hanya akan membuat rancu dalam mencapai tujuan bisnis kita. Memiliki target yang spesifik juga akan membuat kita lebih mudah dalam menjalankan bisnis karena jelas dalam menilai dan mengevaluasi target tersebut. Apalagi jika kita memiliki produk yang bervariasi, tentu akan wajib jika kita memiliki target pada setiap varian. Spesifik tidak hanya dalam target berapa produk yang terjual, namun bisa juga siapa pelanggan kita atau kenapa mereka harus membeli produk yang kita tawarkan agar tercipta diferensiasi produk kita dengan yang lain.

Sumber: Freepik – Measurable Vector Art & Graphics

2. Measurable:

Kedua adalah mengenai target yang harus dapat diukur. Disini kita belajar bahwa disamping target yang spesifik, target memiliki angka sebagai skala ukur target agar dapat diketahui tercapai atau tidaknya sebuah target tersebut. Misalnya saja, kita tidak bisa hanya berbicara bahwa dalam 1 bulan saya ingin untuk berhasil menjual sebanyak-banyaknya. Sama halnya dengan poin pertama, kita harus menggunakan angka agar lebih terlihat jelas dan dapat diukur misalnya dalam 1 bulan ini produk A harus terjual 100 buah. Dalam contoh ini yang dapat diukur adalah jangka waktu yaitu 1 bulan dan produk yang harus terjual yaitu 100 buah.

Sumber: Freepik – Free Illustration Vectors

3. Achievable:

Menentukan target tidak hanya melihat berapa banyak produk atau jasa yang dapat kita jual, melainkan harus memikirkan apakah target tersebut masuk akal atau tidak untuk dicapai. Target yang kita miliki harus bersifat realistis sehingga menjadikan kita yang melakukan lebih menjadi optimis dalam mencapainya. Selain itu, kita harus memikirkan apa saja faktor yang kita butuhkan dalam target tersebut. Karena jika dalam mencapai target kita mengalami kekurangan sumber daya atau keterampilan yang terbatas tentu akan menjadi hambatan yang besar.

Sumber: Freepik – Success Illustration Images

4. Result-Oriented:

Coach Yohanes G. Pauly berkata “Meskipun strategi yang dilakukan berbeda dengan apa yang dibuat di awal, fokus utama kita adalah untuk mencapai target”. Melalui perkataannya, kita dapat belajar dan memahami bahwa setiap orang memiliki cara berpikir yang berbeda dan unik. Melalui caranya tersendiri, setiap orang berhak melakukan segala strategi yang benar hingga mencapai targetnya. Misalnya saja jika pada awalnya Mintor telah menetapkan ingin belajar tanpa harus mendengarkan musik namun ternyata tidak mendapatkan hasil yang maksimal, maka Mintor dapat mengubah strategi semula menjadi strategi yang baru dengan menyesuaikan situasi dan kondisi. Karena yang terpenting adalah target Mintor tercapai dalam belajar untuk mendapatkan nilai yang baik.

Sumber: Freepik – Time Management Illustration

5. Time Frame:

Dalam mencapai tujuan bisnis, kita membutuhkan penetapan tanggal sasaran. Jangka waktu tersebut dapat berupa jangka waktu yang pendek maupun panjang tergantung kebutuhan dari kita dalam menjalankan sebuah bisnis. Yang perlu diperhatikan adalah berpikir realistis namun juga fleksibel dalam mencapai tujuan. Karena mencapai tujuan yang terlalu cepat pun belum tentu akan memberikan manfaat pada keseluruhan bisnis atau orang yang bekerja dengan kita.

Sumber: Freepik – Teamwork Images

6. Expressed Positively:

Pada poin ini, kita belajar bahwa perlu untuk menjadikan target bukan sebuah tekanan namun menjadi penyemangat dan pemicu untuk kita dapat lebih berjuang lebih keras lagi. Jika kita memilih untuk memandang target sebuah beban, tentu akan terus menerus membuat kita tidak enjoy dalam melakukannya bahkan tidak semangat yang akan berdampak pada tim bisnis. Siapa juga yang ingin bekerja dengan beban dan tidak enjoy? Pasti semuanya ingin menghasilkan hal yang positif, bukan? Maka dari itu, kita bisa memulainya dari diri kita sendiri untuk memberikan semangat dengan rekan bisnis kita.

Sumber: Freepik – Reviewed Images

7. Recorded & Reviewed:

Poin terakhir adalah dengan mencatat target dan evaluasi setiap periode untuk mengetahui progress dari setiap apa yang kita telah kerjakan. Melalui hal tersebut, kita juga akan melihat bagaimana pergerakan bisnis kita maju, tak bergerak, atau bahkan mengalami kemunduran. Tentu jika kita memiliki hasil maju, kita akan dapat terus berjuang untuk mempertahankan kemajuan tersebut, jika tak bergerak setidaknya kita dapat bertahan dan kuat namun tetap harus memiliki motivasi untuk terus maju. Jika mengalami kemunduran, kita juga dapat tetap semangat dan berpikir positif bahwa kemunduran tersebut tidak akan berlangsung selamanya.

SMARTER merupakan 7 poin wajib demi mencapai tujuan dalam bisnis kita. Poin yang ada di atas tentu akan membantu kita dalam memastikan kejelasan dan fokus dari proses kita menetapkan tujuan. SMARTER ini juga mudah diingat dan dipahami oleh setiap orang. Yang terpenting juga kita tidak perlu biaya yang mahal juga untuk menentukan beberapa poin ini. Apakah Youngvestors sudah siap merangka SMARTER untuk bisnis yang lebih baik?

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!

Tips Anti Gagal Bangun Bisnis Baru

Sumber: 123RF – Opportunity Stock Vector Illustration

Memulai bisnis bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Tentu akan ada manis pahit yang dirasakan bahkan ketika bisnis sudah besar sekalipun. Belajar dari pengalaman dan membuat strategi yang tepat merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap orang, termasuk pebisnis hebat. Namun untuk membuat dan melakukan sebuah strategi, seseorang harus melihat peluang dan kesempatan yang tersedia. Langsung saja kita bahas bagaimana melihat peluang tersebut yuk, Youngvestors!

Sumber: Iconscout – Opportunities Illustration

1. Mencari Permintaan Paling Tinggi

Seperti yang pernah kita pelajari di pelajaran ekonomi ketika masih sekolah, kita akan mengetahui bahwa perekonomian berkaitan dengan permintaan dan penawaran, bukan? Dalam bisnis, kita pun harus melihat apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan dari target konsumen saat ini. Jika kita menyediakan sesuai dengan permintaan saat ini, tentunya kita akan mendapatkan kesempatan untuk bisa mendapatkan konsumen dengan banyaknya permintaan untuk barang tersebut, Youngvestors!

Sumber: Telecoms.com – Search For Opportunities

2. Memilih Produk yang Berpotensi

Berbeda dengan permintaan, kini kita harus melihat produk/jasa apa yang dapat berpotensi untuk jangka panjang. Potensi sendiri merupakan suatu kemampuan, kekuatan, kapasitas yang belum tercapai untuk saat ini. Dengan kita melihat produk yang berpotensi di masa depan, kita dapat membuat atau mengembangkannya dari sekarang, sehingga di masa depan saat barang tersebut dibutuhkan, kita sudah dapat memproduksinya sesuai permintaan pasar. Tentunya barang yang kita jual akan mempunyai nilai tambahan dan bertahan cukup lama dibandingkan dengan barang yang hanya mengikuti trend dan hal-hal yang viral.

Sumber: Macrovector – Page 1 Opportunities Search and Download

3. Membuat Customer Database

Konsumen adalah Raja. Tidak dipungkiri bahwa jika tidak ada konsumen, suatu bisnis tidak akan berjalan, bukan? Maka dari itu, kita harus mengetahui seperti apa konsumen kita dilihat dari hal umum seperti umur, jenis kelamin, dan lokasi tempat tinggal. Dengan memiliki database, kita dapat menganalisis kunjungan konsumen ke website, barang apa yang disukai oleh konsumen dan hal lainnya. Kita juga dapat mengetahui data konsumen melalui sosial media seperti Instagram yang sudah memiliki algoritma tersendiri. Kita juga dapat memanfaatkan data ini untuk mengelola sosial media sehingga kita dapat mengetahui kapan kita dapat melakukan promo.

Sumber: 123RF.com – Omni Channel Concept Business

4. Mengoptimalkan Channel Bisnis

Semenjak pandemi, hampir seluruh bisnis mau tidak mau harus membuat bisnisnya beralih secara online. Oleh karena itu, kita harus benar-benar mengoptimalkannya dengan cara memberikan menu barang/jasa yang kita miliki secara lengkap sehingga konsumen tidak perlu bertanya-tanya lagi pada kita perlu untuk membuat daftar barang/jasa menjadi lebih informatif. Dalam hal promosi, kita dapat memberikan promo seperti gratis ongkos kirim, promo paketan (bundling) agar lebih menarik konsumen.

Artikel ini semoga dapat membuat Youngvestors kini sudah mempunyai gambaran mengenai apa saja yang harus dilakukan dalam berbisnis. Mintor berharap artikel ini dapat bermanfaat untuk Youngvestors semua ya! Selamat berjuang untuk memulai dan mempertahankan bisnis ya, semoga hal-hal baik saja yang terjadi. Youngvestors masih ingin tahu tantangan apa aja dalam memperluas bisnis? Tunggu artikel berikutnya yah!

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!

Pebisnis Baru? Lakukan 3 Poin Penting Ini Sebelum Scale Up Your Business

Importance-of-Scale-Up-Phase.jpg

Sumber: Sean Si – How Your Business Can Die As It Tries to Grow

Youngvestor, siapa yang disini sudah memulai bisnis nih? Online shop sendiri, dropship, reseller kerap menjadi pekerjaan sampingan dari anak muda seperti milenial jaman sekarang. Menjadikan bisnis yang besar memang terkadang menjadi sesuatu masalah yang cukup besar dan serius, terutama bisnis yang baru dimulai. Dalam mengembangkan sebuah bisnis, kita dapat melakukan perluasan bisnis, lho! 

Scale up dapat dilakukan di seluruh bisnis. Biasanya scale up akan berkaitan dengan pembukaan cabang di beberapa wilayah. Siapa yang tidak ingin memiliki bisnis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga Internasional? Namun, sebelum kita memperluas bisnis, tentu  akan ada hal-hal yang perlu untuk kita perhatikan ya, Youngvestor! Yuk simak hal-hal apa saja yang kita harus ketahui sebelum scale up our business!

illustration-business-office-workers-study-infographics-graph-from-columns-analyze-evolutionary-scale-lift-up-vector-flat-style-modern-design-illustration-web-page-card_126608-225.jpg

Sumber: Freepik – Premium Vector Illustration

Memaksimalkan pendapatan dalam 1 lokasi terlebih dahulu. Yes, kita harus pastikan bahwa pendapatan kita telah mencukupi membayarkan seluruh beban baik beban operasional maupun non operasional, dengan kata lain menghasilkan laba. Membuat laporan keuangan seperti laba rugi, neraca, arus kas, dan perubahan modal dapat dilakukan untuk mengetahui seberapa baiknya rasio keuangan dari bisnis yang kita miliki. Jika hasilnya sama saja setiap periode dan melakukan scale up, maka justru akan membuat beban operasional semakin besar karena harus membeli kebutuhan dalam pembukaan cabang. 

Business-Growth.jpg

Sumber: Cloudways – Scaling a Business

Tidak hanya dari segi finansial, namun juga konsumen yang datang. Kita perlu memastikan bahwa konsumen bakal balik ke tempat kita jual produk yang kita miliki. Hal ini dapat dilakukan dengan mempunyai database konsumen dan mengolahnya dengan bantuan software untuk melihat ketertarikan, repurchasing, bahkan melihat konsumen yang hanya membeli mungkin 1-2x saja.

DAMIL_123800-555.png

Sumber: PwC Australia – Scale Up

Melihat keuangan dan konsumen tidaklah cukup, Youngvestor. Kita juga harus memperhatikan dalam segi internal seperti bahan, produk dan karyawan yang bekerja, apalagi kita yang mungkin sebagai pemilik dari bisnis itu sendiri. Sebelum kita merambah ke eksternal, lebih baiknya kita memaksimalkan internal yang ada dalam bisnis kita. Hal itu dapat dilakukan dengan meningkatkan dalam segi kualitas. Memperbaharui produk dengan menyesuaikan kebutuhan dan keinginan konsumen adalah cara yang dapat dilakukan. Untuk karyawan, kita dapat melakukan adanya pelatihan tiap bulan agar dapat bekerja dengan sesuai yang kita inginkan.

Kalau seluruh aspek dari finansial, eksternal seperti konsumen dan internal bisnis terpenuhi semua, Youngvestor dapat memperluas bisnis tanpa ragu. Kini tak hanya start-up yang dapat scale-up, bisnis Youngvestor pun juga Mintor pastikan mampu berkembang. Yuk kita kembangkan bisnis kita bersama agar lebih mendapatkan profit yang maksimal!

Salam I AM Community:
I AM Smart,
I AM Capable!

Kenali 4 Manfaat Penggunaan Teknologi Digital Untuk Mengembangkan Bisnis dan Karier Kamu

Dalam mengembangkan ekonomi global, teknologi internet menjadi media paling populer dan dapat memudahkan penggunanya dalam bertransaksi ataupun mengembangkan bisnis melalui internet. Apalagi dengan situasi pandemi saat ini, internet menjadi media yang sangat sederhana untuk memudahkan prosesnya.

Sekarang mari kita renungkan, berapa lama kamu menghabiskan waktu di depan komputer atau layar handphonemu? Apakah kamu sudah benar-benar memanfaatkan teknologi dengan baik dan bijak? Pernahkah kamu berpikir untuk memulai bisnis atau membangun personal branding kamu di media sosial? Sudahkah kamu menemukan manfaat dari bermedia sosial?

Nah, jika diteliti kembali, beberapa dari kalian mungkin menggunakan teknologi internet hanya untuk berkomunikasi, bersenang-senang, dan juga memenuhi tugas sekolah. Banyak dari kita yang belum mengetahui pentingnya teknologi untuk memulai dan mengembangkan bisnis. Untuk itu, Mintor ingin membagikan sedikit gambaran mengenai manfaat penggunaan teknologi digital terhadap bisnis dan karier, yuk simak apa saja manfaat yang akan kita dapatkan berikut ini!

1. Mempermudah Akses dan Media Promosi

Melakukan promosi melalui media internet adalah langkah yang tepat. Kamu bisa dengan mudah mencari dan menyebarkan informasi dengan cepat, serta dapat berinteraksi langsung melewati gadget yang kamu miliki.

Kita tidak perlu keluar rumah untuk mencari kebutuhan sehari-hari, karena segala sesuatu yang kita butuhkan sudah banyak tersedia di internet dan juga munculnya beragam platform yang dapat membantumu memasarkan bisnis dengan lebih tepat. Misalnya, sekarang ini sudah ada tools yang dapat mengukur efektivitas strategi pemasaran yang dijalankan atau membantumu menghasilkan desain yang lebih menarik. Dengan memanfaatkan tools dan platform yang ada, kamu bisa menjangkau lebih banyak konsumen potensial dengan lebih cepat dan tepat. Bahkan proses transaksi pun sudah bisa dilakukan dengan mudah melalui m-banking.

2. Meningkatkan Produktivitas

Dengan adanya beragam software yang dapat membantu hal-hal yang bersifat administratif, kamu bisa lebih fokus untuk mengembangkan strategi bisnis dan timmu pun bisa fokus mengerjakan hal-hal yang esensial.  Dengan demikian, produktivitas tim bisa lebih meningkat. Semua itu karena teknologi dapat mengurangi terjadinya error atau kesalahan sepele melalui proses otomasi, mampu bersaing dengan bisnis-bisnis lainnya yang bahkan lebih besar, lebih gesit, dan merespons perubahan dengan lebih cepat.

3. Meningkatkan Pelayanan

Walaupun teknologi tidak sepenuhnya menggantikan manusia, teknologi mampu membantumu meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan. Dengan adanya beragam platform online, kamu bisa melacak transaksi, order, dan bukti pembayaran dengan lebih cepat dan mudah. Selain itu, komunikasi dengan konsumen juga semakin dimudahkan dengan adanya berbagai platform dan fitur yang tersedia seperti DM dan kolom komentar Instagram, email, live chat, dan sebagainya.

4. Munculnya Peluang Bisnis Baru (E-Business)

Dengan berkembangnya teknologi dan informasi akan mendorong beberapa orang untuk menciptakan beberapa peluang yang sangat menjanjikan dan sebagai modal bisnis yang sangat menguntungkan. Contoh pemanfaatan kemajuan teknologi dan komunikasi adalah Google, seperti search engine Google banyak digunakan untuk mencari sesuatu di internet dan perusahaan Google akan mendapatkan banyak keuntungan.

Mengetahui hal ini, peran perkembangan teknologi informasi saat ini memang tidak dapat dipisahkan dari dunia bisnis, karena perkembangan teknologi informasi dapat memberikan berbagai keuntungan dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas bisnis. Namun selain memberikan manfaat dalam bidang bisnis, teknologi infromasi juga dapat disalah gunakan dalam hal yang kurang baik. Oleh karena itu, untuk penggunaannya harus digunakan secara bijak.Yuk, buat diri lebih positif tanpa membuang waktu dengan percuma!

Youngvestor juga dapat membagikan artikel ini kepada teman-teman kalian yang membutuhkan. Semoga artikel ini bermanfaat dan sampai jumpa di artikel berikutnya!

4 Pelajaran Terkait Dunia Kerja dari Drama Korea Start Up

Serial drama Korea (Drakor) berjudul “Start Up” akhir-akhir ini banyak diminati oleh pecinta Drakor. Tak heran drama ini disenangi banyak orang, karena kombinasi dua pemeran utama dan pendukung, serta cerita yang kekinian, mampu mewakili gambaran dunia generasi milenial saat ini. Dibintangi Nam Joo Hyuk (Nam Do San), Suzy (Seo Dal Mi), dan Kim Seon Ho (Han Ji Pyeong), serial drama ini memiliki pelajaran terkait dunia kerja yang patut kamu ketahui. Penasaran apa saja Youngvestor? Mari kita simak bersama!

1. Cermat Memilih Investor

Sumber: pinterest.com

Dalam Drama korea Startup memperkenalkan tiga karakter yang berupaya membangun perusahaan sendiri yang dinamakan Samsan Tech. Pada satu momen, mereka bertemu dengan sekelompok orang yang mengaku sebagai calon investor dan mereka pun meminta detil terkait ide inovasi. Namun sayangnya, setelah ide-ide mereka paparkan ternyata kelompok tersebut merupakan gerombolan penipu yang berniat mencuri ide tersebut. Pelajaran yang dapat kita petik adalah hati-hati dalam memilih calon investor dan mengemukakan ide-idemu. Kenali betul pihak-pihak yang terlibat dalam lingkaran pekerjaanmu ya, Youngvestor!

2. Peka Terhadap Potensi Rekan Kerjamu

Sumber: pinterest.com

Drama Start Up juga menghadirkan start up fiksi bernama SANDBOX yang dikisahkan menggelar kompetisi bagi muda-mudi Korea untuk memenangkan investasi. Namun sebelum itu, mereka harus membangun kelompok kerja mereka terlebih dahulu. Di sinilah tiga tokoh pengembang bertemu dengan sosok perempuan yang mampu menjadi CEO Samsan Tech setelah melalui sebuah tes.

Walaupun sosok perempuan tersebut hanya lulusan SMA, seiring berjalannya waktu, karakter perempuan yang dimainkan oleh Suzy tersebut menunjukkan kemampuan yang sangat bagus dalam bekerja, leadership, dan public speaking. Selain dari background pendidikan, track record dan kemampuan profesional juga penting dalam dunia kerja. Jadi, jangan minder dengan status pendidikanmu ya, Youngvestor!

3. Buatlah Strategi Yang Jelas Untuk Bisnismu!

Sumber: pinterest.com

Sebelum bergabung dalam kompetisi yang diadakan SANDBOX, tiga karakter pengembang berupaya menarik hati para investor. Namun, penjelasan yang mereka berikan nyatanya malah membuat bingung para investor. Dalam hal ini, diperlukan strategi yang jelas dan matang, serta kemampuan public speaking yang bagus sehingga orang lain mengerti dan percaya untuk bekerja sama dengan bisnis yang kamu bangun.

4. Berlaku Sesuai Kode Etik Kerja Yang Positif

Sumber: pinterest.com

Sudah tidak heran jika seseorang menemukan ketidakcocokan terhadap hal-hal yang berlaku di sebuah perusahaan tempatnya bekerja. Hal tersebut sama seperti yang dialami oleh karakter designer yang memutuskan masuk ke dalam kelompok Samsan Tech di kompetisi SANDBOX.

Karakter tersebut tidak tertarik dengan bidang teknologi yang diusung Samsan Tech, ia juga tidak cocok dengan rekan kerjanya. Dampaknya, karakter tersebut berlaku semaunya dan mendapat teguran untuk taat dan berdaptasi dengan lingkungan kerja. Oleh karena itu, patuhilah aturan yang ada di perusahaan tempatmu bekerja Youngvestor! Maka kamu akan merasa nyaman dan bahagia ketika bekerja.

Nah, itulah beberapa pelajaran terkait dunia kerja yang bisa kamu petik dari serial drama Korea Start Up. Selain menghibur, drama Korea ternyata banyak mengandung pesan dan pelajaran yang berguna untuk kehidupan ya Youngvestor! Kalau pelajaran yang bisa dipetik dari drama ini versi kamu apa nih?

Potret Kehidupan Milenial di Tengah Perkembangan Teknologi Informasi Masa Kini

Perkembangan zaman di era globalisasi yang semakin meluas menuntut pemuda-pemudi Indonesia untuk bisa menyesuaikan diri dengan baik. Generasi yang tumbuh bersamaan dengan pesatnya kemajuan teknologi memiliki kemampuan akses informasi lebih cepat. Hal ini yang membuat segala sesuatu terjadi lebih mudah, praktis, efisien, dan canggih.

Perkembangan teknologi saat ini memberikan pengaruh yang cukup banyak dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Selain membantu dalam bidang pekerjaan, keberadaan teknologi sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan oleh manusia. Perilaku dan kebiasaan generasi milenial mempunyai sikap antusiasme yang cukup tinggi terhadap penggunaan teknologi.

Lantas, bagaimana potret kehidupan milenial di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini? Yuk, simak ulasannya dalam artikel berikut ini!

1. Manfaatkan Kemajuan Teknologi, Milenial Bisa Jadi Pahlawan

Sekretaris Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia, Restu Gunawan menilai generasi muda perlu memiliki semangat kepahlawanan untuk mendorong kemajuan, kesejahteraan, dan menjaga persatuan bangsa.

Caranya tidak dengan mengangkat bambu runcing seperti para pahlawan tempo dulu, namun menggunakan perangkat kekinian seperti memanfaatkan kemajuan teknologi.

“Mereka harus bergandengan tangan memanfaatkan kemajuan teknologi seperti menjadi pendiri startup, mengkampanyekan optimisme lewat karya sastra, serta memerangi berita bohong dan pesimisme,” ujarnya seperti yang dilansir dari Media Indonesia.

2. Perkembangan Teknologi Memunculkan Pekerjaan Baru

Di dunia yang serba cepat ini, membuat kita dituntut untuk lebih kreatif dalam hidup. Gaya hidup digital juga memengaruhi jenis-jenis pekerjaan baru yang cocok dengan era milenial. Pekerjaan yang diinginkan oleh generasi sekarang adalah pekerjaan yang lebih seru seperti menjadi seorang youtubers, influencer, selebgram, blogger, content writer, web developer sampai membuka usaha online shop.

Internet telah membuka peluang besar untuk kita bisa bebas berekspresi dan berkarya, juga sebagai ladang mencari pekerjaan yang nantinya karya-karya tersebut bisa dikenal oleh banyak kalangan masyarakat. Jadi, kamu sebagai generasi milenial harus bisa memanfaatkan dan menggunakan media sosial dengan baik.

3. Sebagai Pengembang Bisnis, Milenial Harus Melek Teknologi

Di lain kesempatan, Direktur Re-Industrialisasi Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) mengatakan bahwa generasi milenial yang menjadi penopang kehidupan bangsa Indonesia ke depan harus menjadi motor penggerak perubahan.

Sebagai generasi yang memiliki usia produktif, generasi milenial harus melek teknologi secara baik dan benar. Anak-anak muda dan kaum milenial sudah saatnya unjuk gigi agar memiliki kemampuan technopreneurship yang mumpuni.

Ia mengingatkan semua kalangan bahwa ekonomi masa depan adalah ekonomi digital. “Mereka harus tahu bahwa teknologi harus bisa diterapkan dalam bisnis. Bukan sekadar pajangan yang dilombakan ataupun disimpan dalam perusahaan. Namun, agar bisa kompetitif, ekonomi digital harus mengambil peranan penting. Aplikasi teknologi untuk kepentingan bisnis juga mau tidak mau harus berorientasi digital,” tambahnya.

4. Internet Sebagai Alat untuk Milenial Perangi Hoax

Terlepas dari hal di atas, teknologi juga membuat para generasi milenial mengandalkan media sosial sebagai tempat mendapatkan informasi. Saat ini, media sosial telah menjadi platform pelaporan dan sumber berita utama bagi masyarakat.

Namun, seringkali kita terjebak dalam skenario informasi hoax yang dibangun oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab di media sosial. Bahkan ikut serta beragumen untuk membenarkan berita hoax tersebut. Terutama di kalangan generasi milenial yang mendominasi penggunaan media sosial Indonesia.

Jika hal ini dibiarkan terus menerus, tidak menutup kemungkinan bisa merusak keharmonisan kita sebagai bangsa dan negara. Perlu diingat, kita sebagai generasi milenial punya peran yang signifikan dalam alur penyebaran informasi di media sosial. Untuk itu, kita perlu memfilter informasi yang beredar di tengah masyarakat. Di saat yang bersamaan, kita juga bisa memakai media sosial itu sendiri untuk memerangi hoax yang bisa memecahkan persatuan bangsa.

Itulah beberapa potret kehidupan milenial di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini. Dalam menggunakan media sosial, dampaknya ibarat pisau bermata dua, yaitu ada dampak positif dan juga negatif. Hal ini tergantung dari cara berpikir kita sebagai anak milenial. Apakah kemajuan teknologi ini bisa membangun ke arah yang positif atau negatif?

Namun yang pasti, kamu, Youngvestor yang juga sebagai generasi milenial diharapkan bisa menjadi agen perubahan. Mengingat pemikirannya yang kreatif dan inovatif, diyakini mampu mendorong terjadinya transformasi ke arah yang lebih baik lagi melalui perubahan dan pengembangan dimana kamu memiliki lebih banyak peluang untuk bisa berada jauh di depan dibandingkan generasi sebelumnya. Maju terus dan tetap semangat, Youngvestor!