I AM Community

Hustle Culture, Baik atau Toxic?

Sumber: unsplash.com

            Halo Youngvestors! Apakah kalian tahu istilah Hustle Culture? Hustle Culture atau lebih dikenal dengan sebutan “Gila Kerja” merupakan sebuah gaya hidup seseorang yang menganggap dirinya akan sukses apabila waktu hidupnya dipakai untuk terus bekerja sampai lupa beristirahat. Tuntutan hidup yang semakin banyak saat ini menuntut kita untuk bekerja terus-menerus agar tujuan hidup kita tercapai. Pasti kalian tidak asing dengan sebuah istilah “Sesuatu yang berlebihan sangat tidak baik”, begitu pun dalam pekerjaan. Bekerja keras memanglah baik, tetapi jika kalian sampai lupa waktu, hal ini dapat mengganggu kesehatan kalian bahkan menyebabkan meninggal dunia.

            Apabila Youngvestors sudah terjebak dalam hustle culture, maka akan sulit bagi kita untuk mengembalikan keadaan pada situasi semula. Namun, budaya hustle culture ini perlu dihindari agar fisik dan mental kalian dapat terjaga dengan baik. Berikut Mintor berikan tips untuk menghindari hustle culture. Simak baik-baik ya, Youngvestors!

  1. Membuat daftar prioritas

Buatlah daftar tentang hal-hal yang penting untuk dilakukan. Cukup fokus dengan prioritas kalian dan tidak perlu membebani diri dengan hal lain yang tidak terlalu penting untuk hidup kalian.

  1. Membuat jadwal harian

Buatlah To Do List dalam bentuk rencana harian agar manajemen waktu kalian terstruktur dengan baik. Jangan lupa untuk menyisihkan waktu untuk beristirahat ya Youngvestors!

3. Cari hobi di luar pekerjaan

Ambil waktu kalian untuk menjalankan hobi atau melakukan hal apapun yang kalian sukai. Perlu kalian ingat ya, pekerjaan dan waktu bersantai harus seimbang, inilah yang biasa dikenal dengan istilah Work Life Balance.

  1. Berhentilah membandingkan diri dengan orang lain dari media sosial

Melihat teman-teman kita di media sosial yang hidupnya terlihat sukses kadang membuat kita merasa iri dan ingin seperti mereka. Tidak perlu khawatir, tidak ada kata terlambat dalam mencapai kesuksesan ya Youngvestors. Tetap fokus pada prioritasmu, maka kalian akan mencapai kesuksesan di waktu yang tepat.

Sumber: unsplash.com

  1. Memberi apresiasi pada diri sendiri secara berkala

Tidak ada salahnya memberikan self reward untuk diri kalian sendiri. Ingatlah pencapaian apa saja yang sudah kalian raih selama ini. Bentuk apresiasi diri bisa dalam bentuk apa saja, misalnya makanan, jalan-jalan, bermain handphone, dan lain-lain.

  1. Menanamkan kesadaran diri

Sadari bahwa hustle culture tidak membuat kalian sukses, justru sebaliknya. Bertanyalah pada diri kalian sendiri, apakah dengan melakukan kebiasaan tersebut bisa membuat kalian menjadi lebih baik? Atau malah kebiasaan tersebut dapat perlahan-lahan menghancurkan kalian?

Alright Youngvestors! Itu tadi penjelasan mengenai bahayanya hustle culture dan bagaimana cara menghindarinya. Jangan memaksakan diri kalian hanya karena ingin memenuhi standar kesuksesan yang salah ya. Mintor harap, setelah ini Youngvestors dapat mengurangi hustle culture ini ya. Sekian artikel dari Mintor kali ini, terima kasih dan sampai jumpa di artikel selanjutnya! Jangan lupa ikuti juga konten menarik dan bermanfaat kami di Instagram @i_amtalentindo ya!

I AM Talent & Career:

Thrive for the better future!

Sumber Referensi:

https://glints.com/id/lowongan/hustle-culture-adalah/#.YYvptWBBw2w

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210820143703-277-683054/mengenal-hustle-culture-gila-kerja-yang-berujung-burnout

https://www.halodoc.com/artikel/kerja-tanpa-istirahat-alias-hustle-culture-apa-dampaknya-bagi-tubuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *