I AM Community

Hidup Sebagai Generasi Sandwich

Istilah “generasi sandwich” mulai dibicarakan banyak orang belakangan ini. Memangnya apa itu generasi sandwich? Sesuai namanya, sandwich, yang artinya roti lapis. Dalam generasi ini, seseorang harus hidup di antara lapisan dua generasi, yaitu orang tua dan anaknya. Artinya saat kita sudah menikah dan punya anak, tetapi masih harus menanggung kehidupan orang tua.

Tanpa disadari, generasi sandwich sudah menjadi tradisi dan terus turun menurun hingga saat ini. Umumnya hal ini disebabkan karena minimnya literasi dan pengetahuan generasi sebelumnya tentang keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada tahun 2019, menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan Indonesia baru 38,03%.

Sumber: unplash.com

Sebagai generasi sandwich yang hidup dalam banyak tanggungan dari banyak pihak, pasti ada tantangannya. Apa sajakah itu? Simak penjelasannya berikut ini.

  1. Menyebabkan stres

Stres adalah salah satu masalah yang paling sering muncul. Bagaimana tidak? Sepasang suami istri kerap berkonflik dalam menentukan prioritas. Apakah keluarga inti atau orang tuanya?

Biasanya generasi sandwich akan pusing sendiri dalam mewujudkan permintaan yang datang dari orang tua maupun anak dan pasangan. Ditambah lagi, bagi generasi sandwich yang masih dalam usia produktif, mereka mempunyai banyak target yang hanya menambah beban pikirannya.

  1. Khawatir dengan masa depannya

Seorang generasi sandwich tidak akan jauh dari khawatir akan masa depannya. Masa depan orang tua serta anak dan pasangannya menjadi tanggung jawab yang besar. Ditambah lagi, mereka harus memikirkan solusi untuk memutus rantai generasi sandwich.

  1. Banyak hambatan dalam memulai investasi

Menurut survei dari KataData, saat ini mayoritas generasi sandwich sedang mengalami situasi keuangan yang lebih berat diakibatkan situasi pandemi. Ditambah lagi mereka harus menanggung kebutuhan banyak pihak. Sebenarnya para generasi sandwich ini sadar akan investasi, tetapi ada kebutuhan keluarga yang harus menunda hal tersebut.

Nah, agar Youngvestors tidak terjebak dalam generasi sandwich, pastinya ada hal-hal yang dapat dilakukan. Tidak usah lama-lama lagi, yuk ikuti ulasannya!

  1. Memiliki komunikasi yang terbuka terhadap pasangan dan keluarga

Terbuka terhadap pasangan dan keluarga sangatlah penting. Tujuannya agar kita tidak pusing memikirkan semua masalah sendiri. Mulailah berdiskusi mengenai kondisi keuangan sampai membuat mereka paham akan beban keuangan yang sedang dipikul. Diharapkan pasangan dan keluarga kita bisa lebih memahami kondisi yang ada.

  1. Mengubah mindset

Hal ini merupakan perubahan paling mendasar. Pastikan kita mengubah mindset ke arah benar-benar ingin keluar dari jebakan generasi sandwich ini. Dari sini kita akan terdorong untuk membuat perencanaan keuangan yang lebih baik dan menyiapkan dana pensiun, sehingga nantinya kita tidak bergantung lagi pada anak dan rantai generasi sandwich pun dapat terputus.

  1. Melakukan investasi

Investasi menjadi salah satu cara paling ampuh dalam memutus rantai generasi sandwich, karena melakukan investasi dapat meningkatkan nilai aset guna mempersiapkan kondisi keuangan yang lebih baik di masa depan. Lebih baik lagi jika kita berinvestasi sembari menyiapkan dana darurat dan dana pensiun.

Hidup sebagai generasi sandwich memang tidak mudah. Kita harus bekerja keras demi mendapatkan pemasukan, di sisi lain kita juga harus bertanggung jawab secara emosional maupun finansial terhadap orang tua serta pasangan dan anak. Maka dari itu, semoga artikel dari Mintor ini dapat membantu Youngvestors yang masih terjebak dalam generasi sandwich. Follow juga Instagram @i_amcommunity untuk konten menarik lainnya ya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:

https://ilovelife.co.id/blog/mengapa-kamu-perlu-menjadi-generasi-sandwich-yang-lebih-baik/?utm_source=SEM&utm_medium=sem-leverate&utm_campaign=blogoct2021&gclid=Cj0KCQjw8p2MBhCiARIsADDUFVExZSiRKns6kvgVDencFXCsRC5ZdPj1FR-08NQ5h54hLr_apUGIWTQaAp3cEALw_wcB

https://bisnis.tempo.co/read/1501528/enam-langkah-memutus-rantai-generasi-sandwich

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *