I AM Community

Menabung Di Bank VS Menabung Di Reksadana, Mana Yang Lebih Untung?

Kegiatan menabung sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Menabung sejak dini dapat meningkatkan literasi kita mengenai keuangan. Menabung sendiri adalah kegiatan menyisihkan sebagian pendapatan untuk kebutuhan masa depan atau kebutuhan mendesak. Zaman sekarang, menabung di celengan sudah sangat jarang dilakukan. Saat ini kebanyakan orang lebih memilih menabung di bank atau reksadana. Tapi apakah perbedaannya? Manakah yang lebih menguntungkan? Yuk simak artikel berikut ini!

Menabung di Bank

Sumber: freepik.com

Bank sudah menjadi tempat yang paling dikenal dan terpercaya oleh banyak orang untuk menabung. Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah orang Indonesia yang mempunyai rekening bank sudah mencapai 60%, artinya sebagian besar masyarakat Indonesia sudah menabung. Maka tak heran, dari kecil kita sudah diajarkan untuk mulai menabung di bank.

Keamanan menjadi alasan utama banyak orang yang menabung di bank, apalagi dalam jumlah yang banyak. Selain itu, menabung di bank juga sudah menjamin kita terhindar dari berbagai risiko. Pada umumnya, bank akan memberikan kita hadiah sebagai nasabah yang menabung berupa bunga. Namun biasanya, bunga yang diberikan setiap tahun bahkan tidak mencapai 1%. Maka bukan tidak mungkin jika uang tabungan kita malah menurun. Mengapa bisa begitu? Salah satu kerugian dari menabung di bank adalah bank memiliki biaya administrasi yang secara otomatis akan memotong saldo rekening kita setiap bulan. Jumlah biaya administrasinya tergantung pada bank apa yang kita pilih. Tapi jangan khawatir, besarnya biaya administrasi akan tetap setiap bulannya, jadi kita dapat memperhitungkan hal tersebut dengan pasti. Oh iya, bukan hanya biaya administrasi, bank juga memiliki biaya transaksi, yaitu biaya yang dikenakan saat kita hendak mengirim sejumlah uang ke pemilik rekening di bank lain.

Menabung di Reksadana

Sumber: freepik.com

Reksadana adalah kumpulan produk keuangan yang dikelola oleh manajer investasi dan salah satu instrumen investasi yang dapat digunakan sebagai tempat untuk menabung. Sebenarnya ada beberapa macam reksadana seperti reksadana pasar uang, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana indeks. Akan tetapi, Mintor akan membandingkan menabung di bank dengan menabung di reksadana pasar uang.

Mengapa reksadana pasar uang? Reksadana ini bisa dikatakan yang paling ‘aman’ karena fluktuasinya cenderung rendah yang membuat performanya cukup stabil. Selain itu, reksadana pasar uang merupakan reksadana yang returnnya paling kecil, sehingga memberikan risiko yang paling minim juga. Walaupun begitu, jika dibandingkan dengan bank, reksadana pasar uang ini akan tetap terlihat sangat menarik, karena reksadana pasar uang mampu memberikan return sampai 7% per tahunnya. Keuntungan lainnya adalah kita bisa mulai menabung dari modal yang sangat kecil yaitu Rp10.000 dan pengaplikasiannya yang mudah. Untuk mulai menabung atau berinvestasi di reksadana, kita dapat membuka rekeningnya hanya dari smartphone.

Menabung di reksadana juga mempunyai biaya administrasi yang disebut management fee, sebagai biaya untuk manajer investasi yang akan mengelola uang kita. Umumnya fee tersebut hanya sebesar 0,40%-1,00% dari jumlah uang yang kita setorkan.

Sebagai instrumen investasi, tidak akan jauh dari risiko. Meski kecil kemungkinan, kita juga harus siap menghadapinya. Contoh risiko yang dapat terjadi adalah saat perputaran uang mengalami wanprestasi atau gagal bayar. Dalam hal ini, hampir pasti kita akan mengalami kerugian. Risiko yang kedua adalah nilai return yang tidak pasti. Apalagi jika produk yang kita pilih tidak tepat, maka return yang didapatkan akan semakin kecil.

Jadi bagaimana menurut Youngvestors? Lebih menguntungkan menabung di bank atau di reksadana? Bagi Mintor, jelas menabung di reksadana lebih menguntungkan, karena kita akan mendapatkan return yang jauh lebih besar daripada di bank dengan risiko yang kecil juga. Untuk Youngvestors yang tertarik dengan reksadana dapat mencobanya di aplikasi yang sudah terpercaya seperti Bibit dan Bareksa ya!

Sekian artikel dari Mintor tentang menabung di bank VS menabung di reksadana. Semoga bisa menjadi referensi bagi Youngvestors. Yuk follow Instagram @i_amcommunity agar tidak ketinggalan konten menarik lainnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Sumber referensi:
https://artikel.bibit.id/investasi1/reksa-dana-pasar-uang-vs-rekening-tabungan-mana-yang-lebih-untung
https://www.qoala.app/id/blog/keuangan/tabungan/keuntungan-menabung-di-bank/
https://xdana.com/artikel/investasi-reksadana-dan-tabungan-di-bank-mana-yang-lebih-untung/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *