I AM Community

Improve Lamaran dengan Linkedin!

Sumber: id.linkedin.com

Dewasa ini, hampir seluruh lapisan masyarakat telah menggunakan Linkedin sebagai salah satu upaya untuk menunjang citra (branding) ketika melamar kerja. Linkedin merupakan sebuah media sosial yang didirikan Reid Hoffman pada tahun 2002, dengan tujuan untuk membangun portofolio dan riwayat professional. Linkedin dalam praktiknya diharapkan mampu memudahkan pelamar kerja untuk ‘menjual’ prestasi sebagai upaya menciptakan efisiensi dalam rekrutmen tenaga kerja.

Perkembangan teknologi serta efisiensi dan efektivitas di dalamnya berjalan beriringan dengan tingginya tingkat persaingan kerja saat ini. Meski eksistensi Linkedin memberikan kesempatan bagi Youngvestors untuk ‘menjual’ prestasi dengan mudah, Youngvestors tetap membutuhkan strategi yang tepat untuk menciptakan impresi yang lebih baik dari para pesaing lainnya.

  1. Foto Kualitas HD

Seperti melamar kerja pada umumnya, seorang perekrut tentu akan melihat penampilan sebagai salah satu bentuk penilaian awal. Maka dari itu, Youngvestors harus memastikan foto yang diunggah memiliki kualitas tinggi dengan proporsi 60%. Youngvestors tidak selalu wajib menggunakan foto formal, namun pastikan untuk mengurangi filter yang berlebihan.

  • Skill yang Tepat Sasaran

Dalam mengisi riwayat hidup untuk melamar kerja, penting bagi Youngvestors untuk memahami skill dan kemampuan terbaik yang Youngvestors miliki. Hindari penambahan skill yang tidak tepat sasaran, seperti mahir dalam penggunaan Ms. Word. Mulailah untuk menganalisa diri dan berlatih untuk mendapatkan skill yang sesuai dengan sasaran kerja.

  • Sisipkan Keterangan

Poin ini kerap kali dilupakan oleh para pengguna Linkedin. Ketika Youngvestors menyisipkan riwayat pekerjaan, pengalaman organisasi atau sukarelawan, berikan sedikit keterangan menggunakan poin-poin untuk mendeskripsikan tugas yang Youngvestors emban sebelumnya. Hal ini akan membantu perekrut untuk lebih mengenal Youngvestors dan memahami arah ketertarikan dalam bekerja.

  • Unggah Konten

Selayaknya media sosial lain, Youngvestors juga dapat mengunggah kegiatan, hasil karya atau pencapaian dalam bentuk status di Linkedin. Youngvestors dapat membagikan konten yang menarik sesuai dengan image yang ingin ditonjolkan. Namun, Youngvestors tentu harus ingat untuk tidak mengunggah hal-hal yang bersifat personal, seperti foto makanan, travelling, atau curhatan putus cinta untuk tetap menjaga Linkedin sebagai media sosial profesional!

Setelah membaca informasi di atas, berapa poin yang telah Youngvestors lakukan untuk mengupgrade Linkedin? Meski terlihat mudah, Youngvestors tentu harus rela meluangkan waktu untuk menuliskan berbagai deskripsi serta mengunggah konten dan perkembangan secara berkala. Jika Youngvestors memiliki tips dan pengalaman lainnya, jangan lupa untuk membagikannya di kolom komentar!

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk bagikan dengan Youngvestors lainnya! Kunjungi Instagram @i_amtalentindo untuk berbagai tips karier lainnya dan sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *