I AM Community

Dighosting HRD, Harus Apa?

Dalam kamus modern anak milenial, makna ghosting mungkin sudah tidak asing lagi. Ghosting merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan putusnya komunikasi antar individu tanpa alasan yang jelas. Tidak hanya berlaku bagi pasangan, istilah ghosting ternyata juga bisa ditemukan dalam dunia kerja lho!

Ketika melamar suatu pekerjaan, banyak dari kita yang bertanya-tanya saat tidak kunjung mendapatkan balasan usai melakukan serangkaian tes. Mulai dari berpikir positif bahwa para HRD tengah banyak kesibukan, hingga pikiran negatif bahwa kita memang dianggap tidak cukup layak. Untuk mengantisipasi munculnya asumsi-asumsi ini, Mintor akan memberikan Youngvestors berbagai tips yang perlu dilakukan saat dighosting HRD, yuk disimak!

  1. Cari Tahu

Saat melakukan tes kerja, HRD tentu akan memberikan kesempatan bagi para pelamar untuk mengajukan pertanyaan terkait lowongan atau perusahaan tersebut. Jadikan kesempatan tersebut sebagai salah satu peluang untuk Youngvestors memahami langkah dan timeline yang tepat selama proses lamaran berlangsung.

  • Lakukan Evaluasi

Selain menanyakan perihal timeline, Youngvestors juga dapat mengajukan pertanyaan terkait kriteria calon kandidat yang diinginkan oleh perusahaan. Hal ini dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan selama tes kerja. Jika Youngvestors kemudian merasa tidak cukup puas ataupun ragu, ada baiknya bagi Youngvestors mulai menyiapkan rencana cadangan untuk melamar pekerjaan lainnya.

  • Surat Apresiasi

Usai melakukan tahap akhir pada tes kerja, pastikan Youngvestors menuliskan sebuah surat sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada perusahaan. Meski tidak bersifat wajib, surat ini dapat menjadi poin plus dari sisi manner lho! Selain memberikan apresiasi, jadikan surat tersebut sebagai umpan untuk mendapatkan info lebih lanjut. Untuk memastikan surat ini berhasil, Youngvestors tentu harus berupaya melakukan follow up melalui berbagai altenatif lainnya, seperti via telepon.

  • Plan B

Jika langkah sebelumnya tetap tidak membuahkan hasil, Youngvestors harus mulai menyiapkan plan B atau rencana lainnya. Dalam hal ini, fakta bahwa perusahaan kerap kali tidak memberikan informasi lebih lanjut bagi pelamar yang gagal menjadi salah satu alasan kuat. Jika Youngvestors melihat tidak adanya kemungkinan untuk mendapatkan posisi tersebut, mulailah bergerak kembali untuk menemukan peluang lainnya.

Bersikap optimis dalam tes kerja tentu menjadi hal yang penting. Namun dalam hal ini, Youngvestors tentu tetap harus bersikap realistis dan memperhitungkan setiap peluang dan kemungkinan yang ada di depan mata. Selagi menunggu keputusan, ada baiknya jika Youngvestors mulai menysuun rencana jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Selain akan membantu untuk mengambil langkah yang lebih cepat, Youngvestors juga tidak akan terus berlarut dalam ketidakjelasan pengumuman lulus kerja tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat. Jika Youngvestors memiliki pengalaman dan ingin berbagi cerita, silahkan komen di bawah! Kunjungi Instagram @i_amcommunity untuk berbagai konten informatif dan jangan lupa bagikan artikel ini kepada Youngvestors lainnya!

I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *