I AM Community

CV vs. LinkedIn: Pilih Mana?

Melihat pesatnya perkembangan teknologi, Youngvestors tentu pernah mendengar tentang Curriculum Vitae (CV) juga LinkedIn. Banyak dari kita tentu berpikir bahwa CV dan LinkedIn merupakan dua hal yang sama. Satu-satunya hal yang membedakan adalah LinkedIn merupakan aplikasi berbentuk digital. Ternyata, banyak perbedaan mendasar dalam keduanya loh, Youngvestors!

Sumber: www.pinterest.com
  1. LinkedIn sebagai Alat Branding yang Informal

Youngvestors tentu selalu berpikir bahwa hal-hal yang berhubungan dengan karier harus selalu kaku dan profesional. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Namun di sisi lain, Youngvestors harus memahami bahwa akan diperlukannya sikap friendly dan ‘akrab’ untuk menciptakan jalinan kerja sama yang baik. CV pada dasarnya digunakan sebagai wadah untuk memberikan informasi singkat mengenai riwayat diri. Namun LinkedIn tidak hanya sekedar wadah branding, namun juga berperan sebagai alat untuk menjalin kerja sama. Maka dari itu, penting bagi Youngvestors untuk menciptakan citra yang ingin dilihat orang lain daripada mempertahankan sikap kaku yang terkesan tidak bersahabat.

  1. Sudut Pandang

Dalam penulisan CV, Youngvestors perlu memastikan adanya penggunaan orang ketiga sebagai kata sapaan. Penggunaan sapaan orang ketiga dinilai sebagai nilai tambah dan alternatif untuk mengalihkan fokus rekruter pada kapabilitas. Hal ini dikarenakan CV sejak awal memang diperuntukkan sebagai alat branding atas skill dan kemampuan diri. Sebaliknya, penggunaan sapaan orang pertama snagat dibutuhkan dalam LinkedIn. Selayaknya poin pertama, LinkedIn memberikan kesempatan bagi Youngvestors untuk menjalin kerja sama. Penggunaan sapaan orang pertama akan membantu membangun kesan akrab dan ramah.

  1. Gambar

Youngvestors tentu memahami bahwa gambar (selain foto) sejatinya tidak dibutuhkan dalam pembuatan CV. CV profesional harus digunakan secara optimal untuk menjelaskan kapabilitas dibanding menempatkan gambar-gambar. Selain itu, penggunaan banyak icon dan gambar juga kerap kali menjadikan CV tersebut tidak dapat lulus sensor mesin. Di sisi lain, LinkedIn mewadahi Youngvestors untuk dapat membagikan gambar aktivitas dan pencapaian sebagai nilai jual. Hal ini akan membantu Youngvestors untuk mendapatkan validasi atas kapabilitas dan kemampuan Youngvestors!

Melalui penjelasan di atas, lantas apakah LinkedIn lebih penting dari CV?

Tidak. Youngvestors tentu perlu menyiapkan keduanya untuk melakukan pelamaran kerja. Hal ini dikarenakan masih banyak institusi yang membutuhkan CV profesional. Meski begitu, ada baiknya bagi Youngvestors untuk menyiapkan keduanya. Youngvestors dapat mencantumkan alamat LinkedIn dalam CV sebagai alat penunjang untuk memberikan nilai tambah, Jadi tidak perlu ragu, ya!

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan kepada Youngvestors lainnya. Bagikan tips dan pengalaman dalam kolom komentar, serta kunjungi akun instagram @iam_talentindo untuk berbagai tips lainnya! Smapai bertemu di artikel berikutnya!

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *