I AM Community

Ready to be Youngvestor Property with Rumah.com

By : Isabella Valentine

Rangkaian Royale Class dari I AM Talent & Career masih terus berlanjut, dan kini memasuki Royale Class 6B yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 24 April 2021 dengan lecturer yaitu Miss Marine Novita selaku Country Manager dari Rumah.com

Di awal kelas,Miss Marine mengenalkan Rumah.com kepada Royale Members dan menampilkan banyak data dan fakta terkait dunia properti di Indonesia.

Miss Marine juga menjelaskan gambaran umum kondisi properti di masa pandemi dengan begitu detail dan menggunakan banyak data. Di sela-sela pemaparan materi, beliau juga bertanya kepada Royale Members, “Kira-kira daerah mana yang tingkat penjualan propertinya naik padahal kondisi saat ini sedang pandemi?”. Menurut Salsabila, daerah yang tingkat penjualan propertinya naik di masa pandemi adalah Bali, karena saat pandemi banyak orang dan artis yang pindah ke Bali. Selain itu, banyak orang yang tertarik untuk investasi properti di Bali karena Bali memiliki pesona alam yang begitu indah dan membuat banyak orang tertarik untuk menetap di Bali.

Miss Marine membenarkan jawaban Salsabila, namun ternyata tingkat penjualan properti di daerah Bali pada masa pandemi ini masih kalah dengan daerah Jawa Barat dan Banten. 2 Daerah itu mengalami peningkatan penjualan properti yang tajam, bahkan di saat pandemi seperti ini karena di daerah-daerah tersebut sedang banyak pembangunan infrastruktur dan dekat dengan banyak fasilitas publik. Miss Marine menuturkan, orang-orang cenderung tertarik untuk membeli properti di daerah yang pembangunannya semakin maju dan dekat dengan akses publik. Menurut MissMarine, harga properti di daerah yang pembangunannya maju dan dekat dengan akses publik itu akan cenderung naik dari tahun ke tahun dan dapat menjadi ladang investasi yang baik, Oleh karena itu sebelum membeli properti kita harus mengecek daerahnya terlebih dahulu, jangan tergiur harga yang murah namun ternyata tempatnya terpelosok dan jauh dari akses publik karena nanti akan mengurangi nilai properti tersebut.

Royale Members juga diajarkan mengenai cara menghitung KPR. Miss Marine juga berbagi tips agar kaum milennial berani melakukan investasi properti, yaitu dengan memiliki niat dan keberanian yang kuat. Miss Marine mengatakan bahwa kaum milennial harus mampu menahan diri untuk mengikuti gaya hidup hedonisme karena lebih baik uangnya ditabung untuk investasi properti. Selain itu, Miss Marine juga menekankan bahwa kunci utamanya adalah mindset. Karena jika mindset kita sudah buruk dan selalu berpikir bahwa investasi properti merupakan hal yang sulit dan butuh biaya besar, maka kita tidak akan pernah berani melangkah. Padahal, investasi properti tidak semenyeramkan itu. MissMarine juga menganjurkan untuk berinvestasi sesuai kemampuan kita terlebih dahulu agar dapat menjadi semangat bagi kita untuk melangkah ke investasi dengan nilai yang lebih besar.

Miss Marine juga memaparkan bahwa setiap investasi yang dijalanlan tentunya mempunyai risiko yang berbeda-beda. Oleh karenanya, saat akan berinvestasi kita harus menghitung kurang dan lebihnya dahulu. Menurut Miss Marine, investasi properti adalah investasi yang paling stabil dan aman, dan harganya akan naik terus. Namun, investasi properti sifatnya long term, sehingga tidak bisa langsung mendapatkan untung yang banyak dalam hitungan hari. Berbeda dengan investasi emas dan saham yang sifatnya short term dan cepat mendapat keuntungan. Namun, risiko investasi emas dan saham juga sangat besar karena harga emas dan nilai saham bisa naik dan turun secara drastis dan cepat, sehingga risikonya juga tinggi. Hal ini berbeda dengan investasi properti yang cenderung stabil.

Setelah pemaparan materi selesai, Royale Members diperbolehkan untuk bertanya dan berdiskusi dengan Miss Marine terkait investasi properti.

Pertanyaan pertama datang dari Tina, “Kalau dalam dunia investasi kan dikenal high return high risk, low return low risk. Nah karena investasi properti ini cenderung stabil, apakah bisa dikatakan sebagai low risk high return?”. Miss Marine menjawab bahwa dalam dunia investasi sebenarnya tidak ada yang low risk high return karena semua ada risikonya masing-masing. Tetapi kalau dalam dunia properti semua itu tergantung pada tujuan investor, apakah ingin investasi jangka panjang atau jangka pendek dengan risiko yang sudah harus dipikir matang-matang sebelum menentukan pilihan.

Selanjutnya, ada Ivonne yang bertanya mengenai berapa persen kemungkinan milennial berhasil investasi di bidang properti, karena milennial rata-rata masih sekolah atau kuliah dan hanya mendapat uang dari orang tua. Pertanyaan ini cukup menarik, Miss Marine mengatakan bahwa jika ada usaha pasti ada jalan. Untuk kaum milennial kini bisa mengambil kerja part time, misalnya menjadi agen properti. Di Kota Surabaya, banyak sekali kaum milennial yang mulai terjun sebagai agen properti. Fee yang didapat juga cukup besar dan bisa dimasukkan ke dalam tabungan untuk investasi. Selain itu, pekerjaannya juga tidak mengganggu jadwal kuliah atau jadwal belajar. “Untuk masalah biaya, sebenarnya bisa diusahakan asal mindsetnya sudah tepat dan mau berusaha pasti akan berhasil.” Ujar Miss Marine.

Lalu, ada Vienna yang menanyakan terkait KPR Milennial, “Kalau mengambil KPR Milennial kan harus mencantumkan laporan keuangan (gaji), lalu bagaimana dengan kami yang belum bekerja? Apakah boleh mencicil KPR menggunakan nama orang tua?”. Miss Marine menanggapi bahwa benar untuk mengambil KPR harus melampirkan laporan keuangan dan memang harus sudah bekerja. Tetapi, untuk kaum milennial yang sudah bekerja pun terkadang kurang percaya diri. Oleh karenanya dibuat program KPR milennial untuk mengubah mindset para generasi muda bahwa investasi properti itu mahal dan administrasinya ribet.

Dari pemaparan dan pertanyaan-pertanyaan Royale Members tadi ternyata mengundang rasa excited dan penasaran Royale Members yang lain untuk mengulik lebih dalam terkait investasi properti. Terbukti saat sesi kedua tanya jawab dibuka, banyak Royale Members yang ingin mengajukan pertanyaan.

Dalam sesi tanya jawab yang kedua ini, Tina kembali bertanya mengenai perlindungan atau solusi untuk konsumen yang mendapatkan developer tidak bertanggung jawab dan berujung merugikan konsumen. Miss Marine mengatakan bahwa ini pertanyaan yang bagus karena sebagai calon investor properti kita harus aware dengan hal-hal semacam ini. Miss Marine menjelaskan bahwa ada banyak bentuk developer yang tidak bertanggung jawab, seperti developer kabur, gagal bangun, pailit, dan lain-lain. Kalau masalahnya terletak pada developer yang pailit maka developer tersebut tentu tidak bisa tanggung jawab untuk melakukan ganti rugi, Kalau developernya kabur itu harus dilaporkan kepada polisi dan mengurus di Pengadilan. Kalau developernya gagal bangun, itu bisa diadukan ke lembaga konsumen, dan developer harus mengembalikan 80% uang konsumen yang sudah masuk. Tetapi tentu saja prosesnya akan memakan waktu. Maka dari itu, usahakan untuk mengecek latar belakang developernya terlebih dahulu, seperti sudah berapa bank yang bekerja sama dengan si developer mengecek project sebelumnya, dan kalau ingin cari aman maka belilah properti yang sudah jadi untuk meminimalisir hal-hal buruk tersebut.

Kalau yang dibahas tadi adalah developer, selanjutnya ada Yonathan yang bertanya mengenai bagaimana cara mengetahui agen properti adalah agen yang baik. Menurut Miss Marine, kita harus melihat list penjualan si agen properti ini, dan jangan lupa untuk mengecek developernya juga karena kalau kita mau membeli rumah, agen ini hanyalah sebagai perantara. Percuma jika agennya baik tetapi developernya buruk. Oleh karena itu, dua-duanya harus kita cek terlebih dulu.

Masih mengenai agen properti, kali ini Mektison bertanya mengenai apa saja yang harus disiapkan jika ingin menjadi seorang agen properti. Miss Marine mengatakan bahwa yang terpenting adalah mau belajar dan punya komitmen yang kuat. Kalau bisa, jadilah agen properti untuk developer besar agar pengalaman, ilmu, dan jaringan yang didapat lebih luas. Jadi ketika kita merasa sudah siap untuk melakukan investasi karena dana sudah mencukupi, kita bisa langsung menerapkan ilmu yang kita dapat dari bekerja sebagai agen properti itu tadi.

Yang terakhir ada Wiranti, yang bertanya mengenai bagaimana membangun kepercayaan masyakarat pada agen properti. Miss Marine menjawab bahwa benar, banyak agen yang hanya dicap sebagai makelar karena hanya menghubungkan pembeli dan penjual. Padahal yang diharapkan customers adalah si agen bisa memberi insight, seperti bisa diajak konsultasi, memberi solusi sesuai dengan keinginan konsumen, dibantu connect dengan bank dan notaris, dan lain sebagainya. Oleh karena itu ketika kita menjadi agen konsumen jangan hanya menawarkan saja, tetapi beri solusi dan pahami keinginan customers. Selain itu, ada pula mindset di masyarakat bahwa kalau pakai agen maka harga properti akan jauh lebih mahal, padahal tidak. Karena fee untuk agen itu sebenarnya sudah ditanggung oleh developer dan tidak dibebankan ke customers. “Karena ada beberapa pandangan yang keliru terkait agen properti, maka kita sebagai kaum milennial harus memberi edukasi dan menjadi contoh yang baik di masyarakat” ujar Miss Marine.

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 WIB, maka Royale Class 6B pun harus diakhiri. Miss Marine mengatakan bahwa beliau terkesan dengan pertanyaan-pertanyaan Royale Members yang begitu ingin tahu soal dunia properti. Beliau berharap bahwa kelak Royale Members bisa menjadi role model untuk kaum milennial dalam melakukan investasi properti.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *