I AM Community

“90% Ucapan Dibentuk Oleh Suara dan Gerak Tubuh” – Oh Su Hyang

Sumber: Pinterest – Never the Right Word

Halo, Youngvestors!

Kali ini kita akan belajar dari buku karya Oh Su Hyang, dosen dan pakar komunikasi terkenal di Korea Selatan dalam bukunya yang berjudul “Bicara Itu Ada Seninya”. Banyak sekali beberapa poin penting yang Mintor ingin bagikan untuk Youngvestors, salah satunya mengenai unsur nonverbal dalam berbicara dengan baik.  Mintor bagikan ini karena masih sering ditemukan orang-orang melupakan unsur nonverbal ini sehingga kurang memikat hati pendengar. Lantas, jika COVID-19 apakah masih diperlukan unsur nonverbal ini? Ya, tentu saja. Apalagi jika kita berbicara secara online ketika harus menyalakan video, kita memiliki kendala seperti suara yang kecil, terbatah-batah, maupun terkadang lupa untuk berkata-kata. Maka dengan unsur pendukung yang lain, hal ini dapat digunakan sebagai pendukung saat kita berbicara. Tanpa panjang lebar, yuk langsung ke pembahasannya!

Sumber: Casanova Info Inc – How to Become a Better Public Speaker

1. Penampilan yang Baik

“Mintor, kan online gini gak perlu penampilan yang baik?”. Ketika ada yang bertanya seperti ini, Mintor akan kasih jawaban bahwa “obrolan dimulai dari pertemuan antara seseorang dengan orang lainnya, sehingga kesan pertama adalah penting.” Ketika kita berbicara, kita akan dinilai secara singkat oleh pendengar, sehingga penampilan merupakan hal yang penting. Berpenampilan yang baik akan jauh lebih membuat kita menarik karena terkesan akan lebih jauh dalam mempersiapkan sesuatu dan rapi. Kita dapat memperhatikan dari pakaian dan gaya rambut kita untuk poin pertama ini. Seperti dalam buku, Oh Su Hyang mengatakan “Gunakanlah pakaian dengan gaya yang baik dalam setiap pertemuan, wawancara, dan presentasi. Untuk rambut, perhatikan artis drama korea yang selalu berubah gaya rambutnya dalam setiap drama, hal itu untuk menyesuaikan karakter drama yang dibintanginya. Sehingga rambut memegang peran yang penting untuk menunjukkan karakter.”

Sumber: Audible.com – How to Get Your Fear of Public speaking

2. Selalu Tersenyum

Oh Su Hyang berkata, “Kita mudah tertarik dengan orang yang berwajah cerah dan tenang”. Mintor setuju dengan hal ini, tentu Youngvestors pun juga merasakan ketertarikan kepada orang yang selalu tersenyum, bukan? Tersenyum akan membuat hati yang melihatnya bergembira dan dapat menularkan kebahagiaan tersebut kepada banyak orang bahkan dalam waktu yang singkat. Dalam buku ini juga ada beberapa trik untuk melatih kita dalam membiasakan tersenyum, yaitu yang pertama dengan melemaskan otot wajah dengan mengucapkan huruf vokal dengan membuka mulut yang lebar. Kedua adalah menarik sudut bibir sesering mungkin, dan yang ketiga lafalkan kata-kata cookie, waikiki, whiskey. Oh Su Hyang meyakini bahwa dengan melakukan 3 poin ini, akan membentuk senyum kita dengan sendirinya.

Sumber: Dreamstime.com – Happy Cute Kid Boy Speech on Podium

3. Pupil Mata yang Membesar dan Tatapan yang Stabil

Melalui mata, kita dapat menyampaikan isi hati bahkan membaca hati orang lain meskipun tanpa kasat mata. Pupil mata yang membesar akan muncul ketika kita dapat menerima kebaikan orang lain dan akan mengecil ketika tidak. Bahkan EBS Documentary pernah untuk melakukan percobaan dengan membandingkan 2 foto yang sama, dengan 1 fotonya yang diedit khususnya pada pupil mata yang diperbesar. Hasilnya ternyata 78 dari 112 orang responden merasa foto yang menunjukkan pupil mata yang lebih besar jauh lebih menarik. Tak lupa juga saat berbicara usahakan kita memiliki tatapan yang stabil. Tentu kita sendiri juga tidak suka jika melihat lawan bicara yang tidak fokus atau menatap ke atap. Dengan kita memiliki tatapan yang stabil ini, kita akan membuat pendengar lebih tertarik karena seolah-olah kita berbicara one to one dengan orang tersebut.

Sumber: Freepik – News, Interviews, Music, Voice Acting

4. Percaya Diri

Percaya diri dapat terlihat dari gestur tubuh kita yang tegak. Secara tidak sengaja, sering kita berdiri atau duduk dengan bungkuk ketika berbicara. Jika kita ingin terlihat percaya diri meskipun sebenarnya tidak terlalu percaya diri 100%, setidaknya kita dapat menunjukkan postur tubuh yang tegak. Postur tubuh yang tegak akan mendorong kita agar lebih merasa percaya diri daripada membungkuk. Oh Su Hyang berkata, “Saat berbicara, tubuh harus tegak dan penuh dengan percaya diri. Jika Anda sudah lama terbiasa memiliki sikap tubuh yang kurang baik, maka hal ini harus segera diperbaiki”.

Sumber: Freepik – Elocution Lesson

5. Gestur yang Tepat

Gestur menjadi poin yang penting karena hampir mewakili 4 poin di atas. Dengan kita memiliki gestur yang tepat, secara tidak langsung kita akan menerapkan beberapa poin sebelumnya. Gerakan tangan yang berbeda-beda, tentu memiliki makna yang berbeda. Seperti gerakan tangan mengepal, melambai, bergerak ke segala arah atau masih banyak lagi. Dilansir melalui buku yang ada, Oh Su Hyang menyatakan bahwa gstur tangan yang baik biasanya memperlihatkan telapak tangan dan bergerak dari dalam ke luar. Hal ini dapat kita lihat ketika bercermin, sehingga perlu rajin berlatih di depan cermin untuk menemukan gestur yang tepat dan terbiasa untuk menggunakan tangan untuk melengkapi pembicaraan.

Belajar untuk public speaking memang diperlukan latihan berulang kali, misalnya berlatih di depan cermin. Dengan sering berlatih di depan cermin, kita akan melihat dari wajah, tubuh, gerakan kita yang mungkin masih perlu untuk diperbaiki. Karena secara tidak sadar, kita sering melupakan beberapa poin penting yang tadi telah dipelajari selain paham akan materi yang akan disampaikan. Tentunya, jika kita hanya paham materi saja itu tidak akan cukup untuk membuat pendengar tertarik dan berfokus terhadap pembicaraan.

Salam I AM Community,
I AM Smart.
I AM Capable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *