I AM Community

Beli Untuk Investasi Rumah, Jadi Aset Atau Liabilitas?

Sumber: Freepik – Landing Page With House Searching Concept

Halo Youngvestors!

Apa kabar kalian semua? Semoga selalu dalam keadaan yang baik ya! Kali ini, Mintor akan memberikan sudut pandang yang berbeda terhadap investasi properti. Mintor memiliki dasar acuan dari buku Rich Dad Poor Dad karya Robert T. Kiyosaki yang mungkin telah kalian ketahui sebelumnya. Siapa nih yang sudah pernah baca buku atau pernah dengar buku ini?

Yuk kita sedikit berkenalan dengan Robert. Robert telah berhasil membuat buku pengelolaan keuangan nomor satu sepanjang masa. Dirinya juga telah menantang dan mengubah cara pikir puluhan juta orang di seluruh dunia tentang uang dimana salah satunya berhubungan dengan properti. Dalam bukunya, Robert menyatakan bahwa membeli properti bukanlah membeli aset atau harta melainkan liabilitas atau utang.

Sebelum membahas lebih lanjut, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu aset dan liabilitas karena jika ingin menjadi mapan, hal ini merupakan hal yang penting untuk diketahui. Pernyataan ini juga diperkuat oleh perkataan Ayah Kaya (Ayah Teman dari Robert yang mengajarkan keuangan) yaitu, “Orang kaya membangun aset. Orang miskin dan kelas menengah membangun liabilitas, tapi mereka mengira itu aset.” Tak perlu memikirkan yang rumit mengenai perbedaan aset dan liabilitas, yang menjadi poin adalah aset akan memasukkan uang ke kantong kita sedangkan liabilitas akan mengeluarkan uang dari kantong kita. Jika ingin kaya, kita perlu untuk menghabiskan hidup kita dengan membeli aset, bukan liabilitas.

Lantas, apakah membeli properti merupakan aset? Well, jawaban ini bisa tergantung bagaimana kita menyikapinya dengan berbagai sudut pandang. Namun kebanyakan dari kita akan pasti mengira bahwa dengan membeli properti baik itu berupa tanah, rumah, apartemen, hingga ruko merupakan sebuah aset atau harta kekayaan.

Mintor berpendapat bahwa membeli properti dan dapat kita investasikan dengan menyewakan kepada orang lain, akan membuat properti tersebut menjadi sebuah aset. Kenapa? Karena properti tersebut akhirnya dapat membuat penghasilan per bulan atau per tahun dari penghasilan sewa properti. Meskipun terkadang banyak orang berkata bahwa properti yang disewakan perlu biaya maintenance yang cukup mahal, namun jika penghasilan sewa dapat lebih besar dari pengeluaran untuk biaya perbaikan, kenapa tidak? Properti dikatakan liabilitas jika menimbulkan pengeluaran tanpa adanya penghasilan.

Bagi beberapa orang yang telah memiliki uang dan memutuskan membeli properti, biasanya mereka hanya membiarkan dan menunggu dengan harapan nilai properti dapat bertambah. Tak bisa dipungkiri juga bahwa harga properti cenderung selalu menunjukkan kenaikan setiap tahun kecuali situasi yang buruk seperti pandemi COVID-19. Padahal bangunan yang tidak ditinggali atau dirawat akan dapat roboh dan pastinya akan kotor. Hal itulah yang dapat masuk ke dalam liabilitas yaitu membeli properti namun tidak menghasilkan penghasilan dalam arus kas.

Sesuai dengan namanya yaitu “arus kas”, disana kita akan menemui kas yang kita miliki arus masuk dan arus keluar. Membeli properti tentu akan mengurangi kas (liabilitas), namun jika ternyata dapat menghasilkan dan dapat membuat arus kas masuk dapat dikatakan bahwa properti tersebut adalah bagian dari aset.

Properti dapat dikatakan aset apabila properti memiliki manfaat untuk pembeli di masa yang akan datang. Maka dari itu, membeli properti harus dengan cermat karena merupakan investasi jangka panjang yang tentunya harus dipikirkan dalam jangka panjang pula. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat bagaimana prospek lokasi properti tujuan, melihat perkembangan fasilitas di sekitar properti, membandingkan harga properti dari tahun-tahun sebelumnya, hingga memikirkan apakah dengan membeli properti ini dapat menghasilkan arus kas masuk seperti dapat dijadikan kos-kosan.

Kembali lagi ke awal yang Mintor telah katakan bahwa ini tergantung bagaimana sudut pandang kita dalam melihat properti. Jika Youngvestors memang ingin membeli properti dengan tujuan investasi, kalian perlu untuk mempertimbangkan apakah nantinya properti ini menjadi aset atau justru liabilitas. Jangan sampai ketika membeli properti yang berharap dapat membuat kaya malah justru membuat miskin karena harus mengeluarkan uang rutin untuk maintenance.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *