I AM Community

Royale Class 3A : Important Communication Skill, Team Work and Leadership, kelas interaktif bersama Miss Ghita Utoyo

By : Isabella Valentine

           Rangkaian pelaksanaan Royale Class dari kegiatan I AM Talent & Career Batch 1 Tahun 2021 masih terus berlanjut dan sudah memasuki Royale Class 3A, yang diadakan pada hari Sabtu, 3 April 2021. Royale Class 3A ini berlangsung selama dua jam ini dimulai pada pukul 10:00 WIB sampai 12:00 WIB dan dilangsungkan secara daring melalui platform Zoom.

           Royale Class kali ini didampingi oleh Ms. Ghita Utoyo, yaitu seorang Profesional Coach, Trainer dan Speaker yang memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia. Beliau juga merupakan founder dari Ghita Utoyo & Associates yang merupakan sebuah Independent Consultant di bidang People Development.

            Tepat pukul 10:00 WIB, kelas dimulai dengan pembukaan oleh moderator di hari itu, yakni Nathasia. Dalam pelaksanaan Royale Class ini, kedisiplinan sangat dijunjung tinggi sehingga kelas selalu dimulai dan diakhiri tepat waktu. Setelah pembukaan, dilanjut dengan menonton video yang bertemakan winning attitude dari Miss Ghita. Setelah selesai menonton, Miss Ghita mengajak peserta kelas untuk strecthing sejenak dan para Royale Member mengikuti arahan Miss Ghita dengan sangat antusias.

           Setelah itu, Ms. Ghita mulai masuk ke pembahasan materi dengan terlebih dahulu melontarkan pertanyaan unik yaitu “Kalau kalian jadi mobil, kalian akan memilih untuk menjadi komponen apa?” Para peserta kelas pun sangat antusias dalam menjawab pertanyaan ini. Yang pertama ada Fathimah yang ingin menjadi GPS, “Kalau kita naik mobil dan tidak tahu jalan, biasanya kan kita akan memakai GPS agar tidak nyasar. Saya ingin menjadi GPS karena saya suka mengarahkan dan membantu orang lain.” ungkap Fathimah. Selanjutnya, ada Berlian yang ingin menjadi piston karena piston adalah bagian yang terus bergerak, ia ingin menjadi seperti piston yang terus bergerak dan berjalan. Lalu, ada Angelina yang ingin menjadi roda karena menurutnya roda itu seperti support system bagi bagian lain, Angelina ingin menjadi support system bagi orang-orang di sekitarnya. Yang terakhir, Sahana. Sahana mengatakan bahwa Ia ingin menjadi rem, “saya ingin menjadi rem karena menurut saya rem itu bagian yang sangat penting dan saya ingin menjadi rem bagi tim saya, dimana saya akan mengingatkan mereka ketika mereka sudah keluar jalur”

           Semua Royale Member terlihat aktif dan antusias dengan pertanyaan yang dilontarkan Ms. Ghita, terbukti ada banyak yang raise hand. Selanjutnya, Ms. Ghita kembali melontarkan pertanyaan, “Dari communication, teamwork, dan leadership, mana yang paling sering diunderestimate?”. Kali ini, Tina yang menjawab, menurut Tina, communication lah yang paling sering diunderestimate karena ketika seseorang sudah bisa mengendalikan komunikasinya, maka ia akan bekerja dengan baik, baik dalam teamwork maupun dalam leadership karena ia sudah memiliki bekal berupa komunikasi yang baik. Ms. Ghita pun membenarkan ucapan Tina ini. Lalu, Ms. Ghita memutar video kedua yaitu mengenai mengapa orang malas berkomunikasi. Video ini singkat, namun langsung mengenai inti bahasannya. Kemudian, Miss Ghita menayangkan slide materi dan membawakan materi dengan sangat baik dan komunikatif. Hal yang dapat dihighlight dalam materi pertama ini adalah bahwa listen to response itu merupakan konsep yang salah, yang benar adalah listen to understand.

           Selanjutnya, masuk ke materi leadership. Ms. Ghita menerangkan pentingnya untuk memiliki leader dan bagaimana menjadi seorang great leader. Menurut beliau, leader its never about the role, but always about the goal. Ms. Ghita menjelaskan ada 5 tipe leadership, yaitu transactional leadership (work), situational (adaptability), autocratic (individual control), dan laissez-faire (delegative, hand’s off).

           Dalam sesi ini, Ms. Ghita juga memotivasi para peserta kelas bahwa semua bisa dipelajari, dan mengambil contoh nyata yaitu dirinya sendiri. Ternyata, Ms. Ghita dulunya adalah seorang pemalu namun berkat kegigihannya dan dukungan dari orang terdekatnya, beliau berhasil menjadi sosok Ghita Utoyo yang begitu hebat dan menginspirasi banyak orang. Beliau juga menekankan bahwa lebih baik jatuh bangun mencoba daripada tidak mencoba sama sekali.

           Di akhir sesi, Ms. Ghita membuka sesi tanya jawab, para peserta pun antusias bertanya. Yang pertama, ada Nathasia yang melontarkan pertanyaan mengenai bagaimana cara Ms. Ghita keluar dari zona nyamannya, mengingat dulunya adalah seorang pemalu dan kini menjadi sosok yang begitu hebat public speakingnya. Ms. Ghita lalu menceritakan kisahnya, waktu itu Ms. Ghita punya kelompok pertemanan di SMP dan dalam kelompok itu ada 2 orang yang berani untuk tampil. Ms. Ghita merasa nyaman ada di circle itu dan muncul rasa ingin belajar memimpin dan keluar dari jiwa pemalunya. Lalu perlahan Ms. Ghita memiliki keberanian untuk mengambil risiko dan mulai berani untuk berani maju dan public speaking. Menurut Ms. Ghita, hal ini bisa dilatih yakni mulai dari melakukan takeover terhadap hal-hal yang kecil terlebih dahulu, mau terus belajar dan bertanya kepada yang sudah memiliki pengalaman, dan bisa mengikuti organisasi untuk mengasah dan mengembangkan skill.

           Selanjutnya ada Angelina yang bertanya bagaimana cara berkomunikasi yang baik kepada mereka yang sudah terlanjur memiliki asumsi terhadap diri kita. “Asumsi itu hak dia atau hak kita? hak dia kan. Tapi sebenernya apakah dia memang sudah buat asumsi tentang kita? belum tentu. Lalu, apakah kita juga ikut berasumsi? Jelas. Kita tidak bisa mengontrol asumsi orang lain tentang diri kita, yang perlu kita manage adalah diri kita sendiri dan jangan biarkan asumsi orang lain menganggu diri kita.” Jawab Miss Ghita dengan mantap.

           Sesi terakhir dalam Royale Class 3A membahas mengenai feedback. Intinya, Setiap orang harus mampu menerima segala feedback dari orang lain baik itu positif, maupun saran dan kritik. Sesi ini diakhiri dengan membagi Royale Members ke dalam breakout room. Ms. Ghita ingin Royale Members langsung mempraktikkan ilmu yang telah didapat. Mereka diberi tugas untuk saling memberi feedback yang terdiri dari 1 feedback positif dan 1 feedback yang berupa saran dan kritik yang membangun.

           Breakout room berlangsung selama 15 menit, setelah itu Royale Members kembali ke main room. Setelah Royale Members kembali, Miss Ghita bertanya mengenai bagaimana perasaan mereka setelah mendapat feedback dari temannya.

           Peserta pertama yang mengungkapkan perasaannya adalah Ari, Dia mengungkapkan bahwa ketika dia mendapat feedback positif dari orang lain, terkadang dia tidak yakin apakah benar personalitynya seperti yang diungkapkan oleh orang lain. Ms. Ghita menanggapi dengan mengatakan bahwa hal itu wajar, karena terkadang kita tidak merasa percaya diri, tidak menyadari, dan itulah sebabnya kita butuh konfirmasi dari orang lain.

           Selanjutnya, Micola menceritakan bagaimana perasannya ketika mendapat feedback yang berupa improvement, Micola merasa senang jika ada orang yang memberikan masukan kepadanya dibanding hanya memberi pujian saja, karena Micola percaya bahwa tidak ada yang sempurna dan semua orang butuh masukan yang membangun dari orang lain. Ms. Ghita pun kembali menekankan pentingnya feedback bagi perkembangan individu.

           Kegiatan Royale Class 3A ini pun ditutup dengan kegiatan foto bersama seluruh Royale Members dan Miss Ghita Utoyo sebagai lecturer di kelas hari itu.

           Royale Class hari ini sangat asik dan sangat interaktif, Ms. Ghita berhasil membawakan materi dengan begitu menarik. Di akhir kelas, Ms. Ghita juga memberikan homework yang berguna bagi para royale members untuk semakin memperdalam ilmu mereka.

Salam I AM Community,

I AM Smart.

I AM Capable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *