I AM Community

Pebisnis Baru? Lakukan 3 Poin Penting Ini Sebelum Scale Up Your Business

Importance-of-Scale-Up-Phase.jpg

Sumber: Sean Si – How Your Business Can Die As It Tries to Grow

Youngvestor, siapa yang disini sudah memulai bisnis nih? Online shop sendiri, dropship, reseller kerap menjadi pekerjaan sampingan dari anak muda seperti milenial jaman sekarang. Menjadikan bisnis yang besar memang terkadang menjadi sesuatu masalah yang cukup besar dan serius, terutama bisnis yang baru dimulai. Dalam mengembangkan sebuah bisnis, kita dapat melakukan perluasan bisnis, lho! 

Scale up dapat dilakukan di seluruh bisnis. Biasanya scale up akan berkaitan dengan pembukaan cabang di beberapa wilayah. Siapa yang tidak ingin memiliki bisnis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga Internasional? Namun, sebelum kita memperluas bisnis, tentu  akan ada hal-hal yang perlu untuk kita perhatikan ya, Youngvestor! Yuk simak hal-hal apa saja yang kita harus ketahui sebelum scale up our business!

illustration-business-office-workers-study-infographics-graph-from-columns-analyze-evolutionary-scale-lift-up-vector-flat-style-modern-design-illustration-web-page-card_126608-225.jpg

Sumber: Freepik – Premium Vector Illustration

Memaksimalkan pendapatan dalam 1 lokasi terlebih dahulu. Yes, kita harus pastikan bahwa pendapatan kita telah mencukupi membayarkan seluruh beban baik beban operasional maupun non operasional, dengan kata lain menghasilkan laba. Membuat laporan keuangan seperti laba rugi, neraca, arus kas, dan perubahan modal dapat dilakukan untuk mengetahui seberapa baiknya rasio keuangan dari bisnis yang kita miliki. Jika hasilnya sama saja setiap periode dan melakukan scale up, maka justru akan membuat beban operasional semakin besar karena harus membeli kebutuhan dalam pembukaan cabang. 

Business-Growth.jpg

Sumber: Cloudways – Scaling a Business

Tidak hanya dari segi finansial, namun juga konsumen yang datang. Kita perlu memastikan bahwa konsumen bakal balik ke tempat kita jual produk yang kita miliki. Hal ini dapat dilakukan dengan mempunyai database konsumen dan mengolahnya dengan bantuan software untuk melihat ketertarikan, repurchasing, bahkan melihat konsumen yang hanya membeli mungkin 1-2x saja.

DAMIL_123800-555.png

Sumber: PwC Australia – Scale Up

Melihat keuangan dan konsumen tidaklah cukup, Youngvestor. Kita juga harus memperhatikan dalam segi internal seperti bahan, produk dan karyawan yang bekerja, apalagi kita yang mungkin sebagai pemilik dari bisnis itu sendiri. Sebelum kita merambah ke eksternal, lebih baiknya kita memaksimalkan internal yang ada dalam bisnis kita. Hal itu dapat dilakukan dengan meningkatkan dalam segi kualitas. Memperbaharui produk dengan menyesuaikan kebutuhan dan keinginan konsumen adalah cara yang dapat dilakukan. Untuk karyawan, kita dapat melakukan adanya pelatihan tiap bulan agar dapat bekerja dengan sesuai yang kita inginkan.

Kalau seluruh aspek dari finansial, eksternal seperti konsumen dan internal bisnis terpenuhi semua, Youngvestor dapat memperluas bisnis tanpa ragu. Kini tak hanya start-up yang dapat scale-up, bisnis Youngvestor pun juga Mintor pastikan mampu berkembang. Yuk kita kembangkan bisnis kita bersama agar lebih mendapatkan profit yang maksimal!

Salam I AM Community:
I AM Smart,
I AM Capable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *