I AM Community

Kenali dan Hindari Perilaku dari 6 Jenis Difficult People dalam Dunia Nyata!

Hai Youngvestor!

Gimana kabarnya selama bulan Januari 2021 ini? Semoga kalian dalam keadaan yang membahagiakan dan tentunya sehat apalagi di tengah pandemi seperti ini ya!

Kali ini, kita akan membahas secara bersama-sama mengenai pengembangan diri khususnya membangun jiwa kepemimpinan, yaitu bagaimana cara kita mampu bertahan dengan mengenali 6 jenis difficult people nih! Dengan harapan, ke depannya kita dapat menyadari dan mengubah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Tanpa basa-basi, yuk kita langsung simak!

Eh, eh.. Sebelumnya kita harus tau dulu nih, apa sih difficult people? Nah, difficult people bukan orang yang kesulitan ya, Youngvestor! Difficult people adalah seseorang yang diartikan sebagai orang yang menyulitkan orang lain yang memiliki sikap dan tingkah laku seperti 6 jenis berikut ini:

1.  Si Tukang Bilang Tidak
23493-old-no-men.jpg

Sumber: HikingArtist.com – Drawing made by Frits Ahlefeldt 

Pernah gak sih kalian menemukan orang yang jika ditawari sebuah kesempatan besar selalu menolak? Seperti saat diminta tolong untuk menjadi koordinator acara, menolak, atau ketika  menolak menjadi ketua kelas padahal dirinya sangat berkompeten dalam bidang tersebut. Hal tersebut bisa jadi kesempatan emas untuk dirinya bertumbuh loh, sayang sekali bukan? Mintor harap, Youngvestor dapat mengambil semua kesempatan yang ada ya, gunanya adalah agar kalian dapat belajar mengasah passion dalam diri kalian.

Ciri-ciri dari orang tersebut adalah merasa pesimis hingga merasa bahwa segala yang dikerjakan tidak membawa hasil apa-apa. Padahal, setiap orang termasuk Mintor pun adalah manusia biasa alias makhluk yang tidak sempurna! Akibat dari rasa pesimis tersebut, mereka akan mempunyai sikap yang suka mengeluh, mengkritik, dan akhirnya menjadi seseorang yang keras kepala.

2.  Si Tak Tergoyahkan
ilustrasi_20180921_170056.jpg


Sumber: tribunnews.com – 4 Zodiak Ini Terkenal Keras Kepala dan Tak Mau Dengar Saran Orang Lain, Kamu Termasuk?

Jenis kedua dari difficult people adalah pribadi yang biasanya mempunyai prinsip dan pendirian yang kuat hingga menjadi seseorang yang keras kepala dalam segala situasi. Ciri khasnya adalah menolak adanya perubahan dan akan mengeluarkan sejuta argumen yang dirinya miliki, senang membandingkan hasil orang lain hingga merasa insecure, dan akhirnya membuat dirinya keras kepala.

Youngvestor, Mintor tidak melarang kalian memiliki pendirian ya. Youngvestor boleh banget kok punya pendirian yang kuat karena hal tersebut menunjukkan integritas dalam hidup. Namun, akan lebih baik jika pendirian tersebut kalian sesuaikan dengan perubahan yang memang harus terjadi dalam kehidupan. 

3.  Si Zona Nyaman
10202206_20180918030954.jpg

Sumber: Kaskus.com – Mencoba Keluar Dari Zona Nyaman, Yuk!

Pasti Youngvestor pernah merasakan takut untuk keluar dari zona nyaman, ya kan? Tidak apa-apa, itu hal yang wajar kok. Akan tetapi, Youngvestor harus mengerti bahwa terus berada di zona nyaman, tidak akan membuatmu belajar hal baru. Jika kita berpikiran terbuka, kita akan  mampu menjadikan hal baru tersebut menjadi sesuatu yang menyenangkan, bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa hal baru tersebut ialah passion baru dari diri kalian. 

Ciri-ciri utamanya tentu adalah kemalasan dan orang tersebut akan merasa bahwa ini sudah bukan waktunya untuk bekerja atau bahkan merasa bahwa ini bukan pekerjaannya. Mereka juga merasa bahwa tidak perlu adanya perubahan karena telah nyaman dengan keadaan yang begitu-begitu saja. Mintor pernah menemui sebuah kalimat yang berbunyi bahwa dalam dunia ini tidak ada yang abadi. Yang abadi adalah perubahan itu sendiri, sehingga kita mau tidak mau harus mengikuti perubahan.

4.  Si Penggosip
53-shutterstock-654506083-5d1a1c34097f360dca0f64e2.jpg

Sumber: Kompasiana.com – 7 Hal yang Mendasari Sebuah Gosip

Orang yang terlalu kepo dan kesepian akan cenderung menggosipkan orang lain. Jika gosip hal-hal positif, seperti memuji artis yang hebat atas pencapaian yang luar biasa memang tidak ada salahnya. Namun jika ternyata gosip yang terlontarkan tidak menguntungkan pihak manapun, apa yang harus dibanggakan? Bukankah hanya membuang waktu saja? 

Ciri-ciri lain dari penggosip ini adalah suka membuat hingga menyebarkan berita-berita hoax atau dengan kata lain yang tidak benar terjadi dan juga tidak valid isinya. Yuk, kita lanjut ke jenis difficult people yang kelima!

5.  Si Pengeluh
may18_17_539884541.jpg

Sumber: Harvard Business Review – The Next Time You Want to Complain at Work, Do This Instead

Siapa di sini yang masih suka mengeluh? Tidak ada salahnya dalam mengeluh. Mintor juga paham jika terkadang situasi yang ada saat ini tidak sesuai dengan keinginan kita. Namun, kita harus memahami bahwa dengan kita mengeluh terus menerus tidak akan membuahkan hasil dan mengubah apapun loh!

Ciri utamanya dari si pengeluh ini adalah selalu bertindak melas atau dengan kata lain meminta belas kasihan kepada orang lain. Tujuan sikapnya adalah untuk diperhatikan dan dikasihi oleh beberapa pihak yang memang menjadi sasarannya agar tidak disuruh-suruh saat berkontribusi. Bisa juga dibilang, orang ini cenderung malas untuk melakukan apapun yang akhirnya hanya dapat mengeluh.

6.  Si Pelempar Salah
menghadapi-orang-egois_20171010_223500.jpg

Sumber: Tribunnews.com –  10 Strategi Jitu Menghadapi Orang Egois

Jenis difficult people yang terakhir adalah orang yang tidak bertanggung jawab atas kesalahan yang ia buat, sehingga selalu melempar kesalahan kepada orang lain dengan tujuan untuk mencari muka kepada atasan. Youngvestor, lebih baik kalian akui jika memang berbuat salah ya! Meminta maaf adalah cara paling sederhana untuk melawan ego dalam diri kita sendiri. Langkah selanjutnya adalah kalian berjanji untuk tidak melakukan hal yang sama di kemudian hari.

Tidak terasa ya, sudah 6 jenis difficult people yang sudah kita pelajari nih, Youngvestor! Yuk kita sama-sama belajar bersama untuk tidak menjadi pribadi di antara keenam jenis difficult people. Jika kalian suka dengan artikel ini, kalian bisa bagikan artikel ini dan berikan komentar di bawah ya! Kalian juga bisa memberikan kritik dan saran agar I AM Community dapat menjadi komunitas yang lebih baik lagi. Semoga artikel kali ini bermanfaat, dan sampai jumpa di artikel berikutnya! Terima kasih sudah membaca, Youngvestor!

Salam I AM Community:
I AM Smart,
I AM Capable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *