I AM Community

7 Cara Menghadapi Difficult People

working-with-difficult-people@2x-1560x760.png

Sumber: Attlasian – How to Work With Difficult People

Halo, Youngvestor!

Gimana nih kabarnya? Semoga tetap sehat dan semangat ya! Di artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai 6 jenis difficult people hingga ciri-ciri utama dari setiap jenisnya. Nah, sekarang Mintor mau kasih tahu kalian bagaimana cara menghadapi difficult people. Disimak ya infonya!

  1. Cobalah Untuk Berprasangka Baik

Berprasangka baik memang terlihat mudah, namun jika kita mencoba untuk melakukannya secara langsung terlebih dalam situasi yang sulit maka akan terasa susah dan biasanya akan langsung terbawa emosi. Terkadang kita akan langsung memiliki pandangan dan sikap yang negatif ketika berhadapan dengan orang  yang kita tidak sukai. Sebagai generasi muda, perlu untuk sedini mungkin kita merubah hal negatif menjadi hal positif seperti poin 1 maupun pada poin lainnya. Hal ini dapat membantu kita untuk lebih memahami diri sendiri dengan cara introspeksi diri, karena bisa saja hal tersebut dapat terjadi akibat diri kita sendiri yang salah.
472735f0a0e7ef893de93d8b096966e4.png

Sumber: Pinterest – Introspection Illustration

  1. Mengenali Pemicu Diri

Poin kedua mengajarkan kita untuk dapat mengerti situasi dan kondisi, serta sebisa mungkin untuk menjauhkan perasaan yang muncul. Jangan sampai karena kita membenci seseorang, akhirnya membuat wajah orang tersebut selalu nampak salah di mata kita. Tentu hal ini akan menjadikan kita selalu memiliki pikiran yang negatif dengan orang lain. Terutama jika kita bekerja, kita harus mampu untuk menjaga perasaan kita terhadap rekan kerja agar bekerja dengan profesional. Jadi, Youngvestor harus mengenali diri sendiri serta penyebab emosi dalam diri yang muncul, ya!
ab135d8e5bc91a978e87197dd6adac59.jpg

Sumber: Pinterest – Understanding People

  1. Tidak Menganggap Remeh Sudut Pandang Orang Lain

Kita harus melihat melalui sudut pandang orang lain terlebih dahulu, karena setiap orang memiliki sudut pandangnya sendiri. Sudut pandang inilah yang membentuk apa yang kita pikirkan tentang orang lain. Kalau Kita sudah mengetahui sudut pandang orang lain, tentu hal berikutnya adalah untuk tidak memandang remeh hal tersebut, karena belum tentu juga mereka telah mencurahkan segalanya dan yang sesungguhnya. Maka dari itu, kita tetap harus explore lebih dalam lagi melalui sudut pandang tersebut. 
98073555677b51e2a833b33fa424c385.png

Sumber:Pinterest – Art With an Open Minded

  1. Mendengar, Memahami, dan Membaca Lawan Bicara

Mendengar merupakan kunci penting dalam berkomunikasi, terutama sebelum membalas perbincangan lawan bicara. Dengan mendengar, kita akan mengerti apa yang menjadi maksud dan masalah lawan bicara yang akhirnya tidak menutup kemungkinan kita akan mampu berempati dan mengenali pemicu lawan bicara. Banyak orang yang sukses karena banyak mendengarkan orang lain seperti arahan dari seorang mentor. Dalam sebuah perdebatan pun, tim yang akan menang adalah bukan tim yang selalu berpendapat secara cepat saja, namun tim yang mendengarkan apa yang tim lain bicarakan dan mengetahui apa yang menjadi kelemahannya. Sehingga kita memerlukan untuk lebih banyak mendengarkan orang lain, lalu memahami apa yang mereka ingin bicarakan, dan membaca apa maksud dan tujuannya.
07cbc6fe0e908f4eacf5d7cf88c79099.jpg

Sumber: Pinterest – Empathy Illustration

  1. Coba Lihat Permasalahan Dari Sudut Pandang yang Berbeda

Seperti poin 3 yang berbicara mengenai sudut pandang, kita perlu untuk melihat sudut pandang orang lain. Perlu kita sadari bahwa tidak semua apa yang kita lihat adalah kebenaran. Tentu akan ada sebab yang membuat lawan bicara menjadi seseorang yang termasuk kedalam difficult people.Entah itu karena masalah internal seperti faktor keluarga hingga eksternal seperti lingkungannya yang membuat mereka termasuk ke dalam kategori difficult people. Kita harus menanamkan empati kepada orang lain sekalipun kita tidak menyukai orang tersebut. Berempati membuat kita mampu untuk berpikiran terbuka atau open-minded dan berpikir luas dengan melihat hingga memposisikan diri kita dari sudut pandang lawan bicara.
openminded.png

Sumber: Dribbble – Open Minded by Marie Shriver

  1. Hindari Asumsi. 

Asumsi hanyalah sebatas berandai-andai, sehingga asumsi tidak benar 100%. Dengan berandai-andai, maka kita juga membuat orang lain berhak untuk memiliki asumsi sendiri terhadap diri kita, bukan? Maka dari itu, jangan membuat asumsi sendiri terhadap orang lain apalagi asumsi negatif ya Youngvestor. Kita juga perlu tahu bahwa asumsi kita dengan sahabat sendiri pun terkadang berbeda, sehingga jangan mudah membuat asumsi yang tidak tepat ya, Youngvestor!

handwriting-text-writing-imagine-concept-meaning-form-mental-image-suppose-assume-dream-inspiration-131103442.jpg

Sumber: Dreamstime.com – Assume Dream Stock Illustration

  1. Belajar Memberi dan Menerima Masukan

Bertemu ataupun berteman dengan difficult people tidak membuat kita otomatis bukan menjadi difficult people loh. Kita harus bercermin bagaimana kita memperlakukan seseorang, tidak ada salahnya jika lawan bicara kita memberikan saran maka kita menerimanya dengan lapang dada dan senang hati karena siapapun dapat menjadi difficult people mengingat tidak ada manusia yang sempurna. Terkadang kita juga dapat menjadi difficult people akibat situasi dan kondisi yang membuat kita emosi atau bersikap tidak sesuai dengan situasi. Perlu diingat bahwa segala saran, kritik, dan masukan harus kita terima dengan lapang dada, entah itu akan membuat kita senang dan yang tidak mengenakkan sekalipun.

7 hal tersebut sangatlah sederhana untuk dilakukan jika kita benar-benar ingin memiliki jiwa leadership. Leadership tidaklah untuk kemarin, sekarang, ataupun besok. Pembelajaran leadership ini untuk selamanya hingga kita telah berambut putih sekalipun. Jadi, semoga artikel ini bermanfaat dan dapat terus menjadi pedoman untuk Youngvestor agar lebih menjadi pribadi yang lebih baik lagi ya! Sampai jumpa di lain artikel, terima kasih!

Salam I AM Community:
I Am Smart,
I Am Capable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *