I AM Community

Jangan Langsung Berinvestasi! Persiapan Beberapa Hal Berikut Ini Sebelum Mulai Investasi

Halo, Youngvestor!

Apakah Youngvestor sudah memulai investasi? Mintor harap jawabannya sudah ya! Tapi, apakah Youngvestor sudah mempunyai dana darurat? Atau bahkan belum mengetahui apa itu dana darurat? Yuk kita sama-sama bahas disini!
Piramida-Perencanaan-Keuangan-Ibu-Rumah-Tangga-Harus-Mengenal-Perencanaan-Keuangan-Finansialku.jpg

Sumber: Finansial.com – Perencanaan Darurat Keluarga, Penting Ga Sih?

Dari judulnya saja, kita akan tahu bahwa kita akan belajar mengenai dana darurat yang tentu menjadi elemen penting bahkan pondasi dasar dalam dunia keuangan. Mintor jelasin sedikit ya mengenai dana darurat. Secara garis besar, dana darurat adalah dana yang kita siapkan untuk berjaga-jaga jika suatu saat situasi dan kondisi yang melibatkan keuangan kita sedang bermasalah. Seperti namanya, dana darurat khusus untuk keadaan yang darurat. Bukan berarti kalian membeli baju diskonan dengan membeli dana darurat ya!

Dana darurat yang harus dimiliki adalah minimal 4x  dari pengeluaran bulanan Youngvestor masih single. Mintor akan berikan ilustrasinya,

Pemasukan 1 bulan = Rp1.000.000

Dana Darurat = Rp4.000.000

Artinya adalah, Youngvestor dapat akan tetap bertahan hidup  meski tidak berpendapatan selama 4 bulan berikutnya. 

Nah, jika Younvestor sudah menikah, dana darurat harus minimal 6x dari pengeluaran bulanan yang perhitungannya sama persis dengan yang diatas. Jika freelance (tidak memiliki pekerjaan yang tetap) bisa minimal 12x pengeluaran agar berjaga-jaga jika tidak kunjung mendapatkan pekerjaan selama satu tahun atau sakit karena biasanya jika menjadi pegawai tetap, perusahaan yang menanggung asuransi pegawainya dengan BPJS maupun tanggungan biaya asuransi lain sesuai kebijakan dari setiap perusahaan.
ILM perencanaan keuangan_dana darurat-02.jpg

Sumber: sikapiuangmu.ojk – Dana Darurat? Wajib Tahu dan Wajib Punya

Mungkin saat ini terlihat tidak penting, namun lihatlah contoh nyata saat pandemi Covid-19. Banyak perusahaan melakukan PHK karena perusahaannya sendiri tidak memiliki dana darurat yang semestinya. Yang menjadi korbannya adalah pegawai perusahaannya yang harus mencari pekerjaan baru hingga harus ngutang sana-sini untuk memenuhi biaya bulanan. 

Jika belum memahami, Mintor akan kasih ilustrasi yang lain untuk Youngvestor!
5f06ad8dcfb68.jpg

Sumber: Indozone.id – Ingin Jadi Youtuber Terkenal? Ini Tips Konten Kamu Lebih Menarik

Anggaplah Youngvestor bekerja sebagai Youtuber yang hampir setiap hari bekerja menggunakan kamera. Secara tiba-tiba saja, kamera tersebut rusak dan mau tidak mau harus segera membeli untuk mengejar deadline posting Youtube. 

Youngvestor dengan dana daruratnya, akan langsung siap membeli kamera terbaru untuk melanjutkan pekerjaannya demi deadline dan menerima pemasukan kembali.

Sedangkan Youngvestor yang tidak memiliki dana darurat, akan masih kebingungan mencari pinjaman keluarga, tetangga, bahkan mungkin bank untuk membeli kamera yang menjadi kunci utama pekerjaannya sebagai Youtuber. Dengan begitu, pemasukannya pun akan cenderung terhambat dan bisa jadi klien atau endorsement akan merasa dirinya tidak profesional. 

Oke, Mintor harap Youngvestor semakin dapat mengerti pentingnya sebuah dana darurat ya! Kini pertanyaan berikutnya adalah, “dana darurat disimpan di ATM atau bisa masuk instrumen investasi ya?” Nah, dana darurat bisa Youngvestor simpan di ATM dan instrumen investasi contohnya reksadana pasar uang dengan proporsi yang bisa kalian sesuaikan. Contohnya dana darurat pada ATM 30% dan 70% sisanya dimasukkan ke dalam reksadana pasar uang. Gunanya dimasukkan ke dalam reksadana pasar uang adalah agar dana darurat tetap dapat menambah nilai, tidak seperti menyimpannya di ATM tanpa bertumbuh.

Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih

Salam I AM Community:
I AM Smart,
I AM Capable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *