I AM Community

Content Creator, Profesi Baru yang Menjanjikan untuk Kaum Milenial?

Jika beberapa tahun yang lalu, profesi sebagai dokter, polisi, pilot, atau guru menjadi cita-cita yang banyak diimpikan. Saat ini pilihan tersebut tergeser dengan profesi baru sebagai content creator. Misalnya seperti Youtuber, Selebgram, Blogger, dan profesi lainnya dalam dunia digital.

Berdasarkan survei We Are Social pada Januari 2020, penduduk Indonesia yang aktif menggunakan media sosial mencapai 160 juta orang. Dalam mengakses media sosial, pengguna di Indonesia menghabiskan waktu selama 3 jam 26 menit setiap harinya. Sedangkan persentase pengguna internet yang menggunakan setiap platform bervariasi, antara lain Youtube (88%), WhatsApp (84%), Facebook (82%), dan Instagram (79%).

Lalu muncul pertanyaan bisakah content creator dijadikan sebagai pekerjaan utama? Apakah untuk mendapatkan penghasilan sebagai content creator itu mudah? Jika kamu termasuk ke dalam orang-orang yang memiliki pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka artikel ini akan menjawabnya.

1. Siapa Saja Content Creator Itu?

Pekerjaan sebagai content creator saat ini semakin populer di dunia industri media kreatif. Namun sebelum membahas lebih lanjut, Mintor akan memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang content creator itu sendiri.

Content creator merupakan orang yang berprofesi untuk membuat sebuah konten, baik berupa tulisan, gambar, video, atau suara yang dibagikan secara online. Mereka memiliki banyak wadah untuk menampilkan karyanya. Ada banyak juga platform yang tersedia seperti Youtube, Instagram, Blogger, WordPress, Snapchat, dan lain sebagainya.

Youtube merupakan salah satu platform berbagi video yang saat ini menjadi ladang bisnis bagi para content creator. Kamu tentu mengenal beberapa Youtuber Indonesia yang mendapatkan penghasilan hingga miliaran rupiah dari platform nomor dua rating alexa tersebut. Bermula dari sebuah hobi, namun bila diseriusi bisa menjadi profesi yang profesional.

2. Buat Ide yang Kreatif Jadi Tugas Content Creator

Banyaknya konten digital yang bertebaran belakangan, secara tidak langsung juga menuntut para content creator untuk membuat konten yang lebih menarik. Menjadi content creator akan lebih mudah dilakukan ketika pikiran kita sedang fresh. Segala ide yang ada dapat dituangkan ke dalam sebuah karya. Bahkan hasil karya tersebut bisa dibagikan ke publik sehingga semua orang bisa melihatnya.

Selain itu, ada beberapa tugas yang perlu dikerjakan oleh seorang content creator. Salah satunya adalah mengumpulkan berbagai ide dan data yang berkaitan dengan isi konten yang dibuat. Sebelumnya, kamu juga perlu melakukan riset dan membuat suatu konsep menarik agar konten yang dihasilkan tidak monoton. Dalam hal ini, seorang content creator bisa menyesuaikan konten dengan platform yang dipilih sehingga bisa menghasilkan karya untuk multi platform dan mengevaluasi konten yang telah ditayangkan.

Memang pembuatan sebuah konten pada dasarnya memiliki tujuan yang berbeda-beda, seperti untuk edukasi, promosi, atau bahkan hanya untuk hiburan semata. Apapun tujuannya, pembuatan sebuah konten harus sesuai dengan identitas serta branding yang diinginkan untuk memenuhi tujuan yang disepakati dari pembuatan konten.

3. Content Creator Harus Ahli Melihat Pangsa Pasar

Seorang content creator harus memiliki pengetahuan tentang media produksi, komunikasi, serta teknik dan metode penyebarannya. Hal tersebut termasuk cara alternatif untuk menginformasikan dan menghibur melalui tulisan, lisan, maupun media visual.

Selain itu, ada pula hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang content creator, antara lain sebagai berikut:

  • Konten yang dibuat sebenarnya tidak selalu harus informasi yang bersifat memperkaya wawasan, tetapi juga sesuatu yang bisa menghibur penontonnya.
  • Mempelajari tipe-tipe audiens. Contohnya dari segi usia, jenis kelamin, lokasi, dan minat audiens. Hal ini dapat membantu kamu dalam membuat konten yang cocok untuk para audiens.
  • Memperluas jaringan dan menjaga hubungan baik dengan penggemar maupun sesama pembuat konten.
  • Last but not least, para content creator harus membiasakan diri untuk selalu up-to-date tentang tren terkini yang banyak digemari oleh penggemar setia.

4. Content Creator Jadi Andalan Untuk Bisnis yang Berkembang

Content creator tampaknya menjadi suatu profesi yang sedang tren terutama di era digital seperti sekarang ini. Peluang pekerjaan dalam bidang ini terbuka lebar bagi siapapun yang pintar memilih niche dan konten yang berkualitas.

Seperti halnya, Youtube akan membayar para youtuber bila akunnya sudah dimonetisasi AdSense. Biasanya Youtube akan membayar dan mencantumkan iklan AdSense bila videomu mendapat waktu tayang 4000 jam dalam satu tahun terakhir dan memiliki 1000 subscriber. Perlu diingat juga, regulasi dan peraturan Youtube soal AdSense bisa saja berubah, mulai dari jumlah minimal subscribers, watch time video, hingga jenis konten apa yang dimonetisasi.

Adapun cara mendapatkan uang dari iklan. Pertama, biaya per klik atau cost per click (CPC). Pengiklan akan membayar berdasarkan jumlah klik pada iklan. Yang kedua, biaya per tampil atau cost per view (CPV). Pengiklan membayar berdasarkan jumlah penayangan iklan setidaknya 30 detik atau setelah dari durasi iklan.

Tidak jauh berbeda dari Youtube, seorang Blogger juga bisa menghasilkan pendapatan dari iklan yang terpasang di akun blog milik dirinya.  Cukup meletakkan banner di situs kamu, Google akan memilih iklan yang relevan dengan konten kamu dan pembaca yang nantinya akan mengklik iklan tersebut. Tidak hanya dari Google AdSense, kamu juga bisa memakai Media.net, Infolinks, dan Chitika. Selain itu, kamu juga bisa menjual iklan pribadi, menyertakan tautan afiliasi di blog kamu, menjual produk digital ataupun menjual keanggotaan eksklusif blog kamu.

Berbeda dari hal di atas, para Selebgram bisa mendapatkan pendapatan dari tawaran endorsement. Produsen mulai menyasar Instagram sebagai media promosinya lantaran biaya yang lebih murah dibandingkan beriklan di media massa. Untuk tarif beriklannya sendiri tergantung dari rate card yang ditawarkan oleh setiap perusahaan, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah untuk sekali posting. Biasanya hal tersebut dinilai berdasarkan jumlah followers dan kreativitas Selebgram.

Banyak di antara anak muda memilih ingin menjadi content creator karena penghasilannya yang besar. Hal ini juga dipengaruhi oleh banyaknya brand yang kini mengiklankan produknya ke ranah digital seperti Youtube, Blog, dan juga Instagram. Sementara itu, hingga saat ini Youtube masih merajai platform yang paling diminati oleh para content creator untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. 

Profesi content creator ini tidak lepas dari kemajuan teknologi masa kini. Semakin terbukanya akses informasi maka semakin luas kesempatan bagi kamu yang ingin menjadi seorang content creator.

Jika Youngvestor tertarik untuk mencoba profesi ini, kamu bisa membuat video unik dan menarik untuk dilihat banyak orang. Yang terpenting adalah niat dan semangat untuk membuat konten. Dengan begitu, followers, subscribers, AdSense, endorsement, dan yang lainnya akan mengikuti dengan sendirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *