I AM Community

Uang Gajian Untuk Liburan, Dana Darurat, atau Investasi Dulu? Yuk Simak Jawabannya!

Halo Youngvestor! Wah bentar lagi gajian nih! Atau kamu ada yang sudah gajian, Youngvestor? Bicara soal gaji, biasanya Youngvestor gunakan untuk apa saja nih? Dana darurat, investasi, atau liburan dulu? Atau kamu sudah bisa menyisihkan untuk ketiganya?

Dana darurat & investasi adalah dua hal yang sangat penting, namun liburan juga hal yang kita butuhkan untuk menghilangkan stres setelah pandemi Covid-19 berakhir. Akan tetapi, sebaiknya kita fokus ke mana dulu ya? Tidak perlu bingung Youngvestor, kali ini Mintor akan beri sedikit bocoran hal mana yang perlu kamu dahulukan saat gajian, yuk simak informasinya!

Sebelum mencari tahu hal mana yang harus dipersiapkan terlebih dahulu dan apakah kita bisa menyiapkan ketiga hal tersebut secara bersamaan, tentunya Youngvestor perlu mengetahui terlebih dahulu apa arti dari dana darurat dan investasi. 

Mengetahui Arti Dana Darurat dan Investasi

Dana darurat adalah dana yang digunakan untuk keadaan yang genting atau darurat (emergency). Sedangkan investasi digunakan sebagai kendaraan untuk mempercepat pencapaian tujuan keuangan Youngvestor. Selain itu, investasi juga membantu Youngvestor dalam mengatasi inflasi, sehingga uang kalian semakin bertambah dan stabil.

Kembali lagi ke pertanyaan awal, mana yang perlu didahulukan dari ketiga hal tadi, pergi berlibur, menyiapkan dana darurat, atau investasi? Apakah kita bisa mempersiapkannya sekaligus? Jawabannya sangat simple Youngvestor, untuk menentukan dana prioritas, tergantung pada pendapatan atau keuangan yang kamu miliki. Agar lebih mudah dipahami, mari kita simak caranya satu per satu berikut ini.

1. Mempersiapkan Dana Darurat

This image has an empty alt attribute; its file name is image-42.png
Sumber: pinterest.com

Dalam perencanaan keuangan, dana darurat merupakan sebuah pondasi yang artinya dana darurat adalah hal yang sangat dasar (basic) dalam perencanaan keuangan.

 Dana darurat memiliki 2 fungsi utama. Pertama, sebagai dana cadangan (cash reserve), dana ini biasa Youngvestor gunakan ketika Youngvestor kehilangan pekerjaan, perubahan jabatan, dan sebagainya. Kedua,  untuk pengeluaran tak terduga (unexpected expense), contohnya ketika kendaraan kalian tiba-tiba rusak dan harus diperbaiki, genteng rumah bocor, anggota keluarga yang sakit, dan sebagainya.

Ingat, dana darurat hanya boleh dipergunakan dalam kondisi darurat. Dana ini hanya bisa digunakan untuk membiayai kebutuhan tak terduga di luar pengeluaran yang sudah dianggarkan sebelumnya. Jangan gunakan dana darurat untuk pengeluaran lain, apalagi pengeluaran konsumtif.

Jika dalam kondisi tertentu kita terpaksa menggunakan dana darurat, maka uang yang digunakan tersebut harus diperlakukan sebagai utang. Dengan statusnya sebagai utang, Youngvestor punya kewajiban untuk mengembalikannya. Dengan demikian, jumlah dana darurat tidak berkurang. Youngvestor juga tidak boleh seenaknya menggunakan dana darurat untuk kebutuhan lain.

2. Menyisihkan Gaji Untuk Investasi

This image has an empty alt attribute; its file name is image-43.png
Sumber: floridaluxuryhomesgroup.com

Selain beberapa tujuan yang sudah disebutkan pada pengertian investasi di atas, terdapat beberapa hal yang perlu Youngvestor perhatikan sebelum memulai investasi. Youngvestor harus memastikan apakah kalian sudah memiliki rencana keuangan (financial plan) dan rencana investasi (investment plan), memiliki kondisi keuangan yang sehat, serta mengenal dan mempelajari produk investasi terlebih dahulu.

3. Pengeluaran Sekunder

This image has an empty alt attribute; its file name is image-44.png
Sumber: pinterest.com

Pengeluaran sekunder merupakan pengeluaran yang hanya dikeluarkan setelah pengeluaran primer, kewajiban (dana darurat), dan dana untuk investasi terpenuhi. Contohnya keanggotaan gym, perawatan diri, belanja, make up, hiburan akhir pecan, dan liburan.

Dapatkah Kita Mempersiapkannya Secara Bersamaan?

Jawabannya adalah bisa! Youngvestor dapat mempersiapkan ketiga hal tersebut secara bersamaan dengan cara membagi porsi pada masing-masing komponen sesuai kondisi keuangan Youngvestor. Namun, tentu saja hal ini tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan Youngvestor.

Sebagai contoh, jika Youngvestor memiliki income (pendapatan) sebesar Rp10 juta per bulan. Lalu, persentase dari income untuk tabungan adalah 40% yaitu sebesar Rp4  juta. Maka, Youngvestor dapat menyisihkan sisanya sebesar Rp6 juta untuk menyiapkan dana darurat dan sebagian untuk investasi, misalnya Rp1 juta untuk dana darurat dan Rp2 juta lagi untuk investasi. Barulah sisanya dapat Youngvestor gunakan untuk kebutuhan primer dan sekunder.

Jadi, Youngvestor mau menyiapkan dana darurat atau investasi dulu nih? Atau kalian mau mempersiapkan keduanya secara bersamaan? Silakan berikan komentar dan pendapat Youngvestor di kolom yang telah tersedia ya! Youngvestor juga dapat membagikan artikel ini kepada teman-teman kalian. Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih telah membaca! Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *