I AM Community

Batasi Scrolling Sosial Media di Masa Pandemi, Milenial Wajib Tahu!

Di era pandemi ini, kontribusi generasi milenial sangat dibutuhkan khususnya dalam memanfaatkan IPTEK (Ilmu  Pengetahuan dan Teknologi) untuk mengedukasi masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan cara-cara yang kreatif.

Selama pandemi ini pernahkah kalian merasa waktu kalian lebih banyak dihabiskan untuk scrolling media sosial dibandingkan mengerjakan kegiatan yang bermanfaat? Bukan cuma sesekali, tapi berkutat dengan media sosial hampir memakan waktu satu hari penuh. Namun, meskipun demikian ketidakleluasaan beraktivitas bukan alasan untuk berhenti berinovasi, justru hal ini bisa membuka peluang untuk mengembangkan diri. Pertanyaannya, bagaimana cara supaya kita bisa tetap produktif dan update tanpa menghabiskan banyak waktu?

1. Tentukan Tujuan Membuka Ponsel

Sumber: www.pinterest/finanzen.com

Sebuah data statistik online di Jerman menemukan bahwa rata-rata orang menghabiskan setidaknya 153 menit per hari untuk membuka media sosial, dan angka ini masih bertambah. Sebelum kalian mengusap layar ponsel, pikirkan dulu apa yang ingin kalian lakukan. Kebanyakan orang sibuk melihat layar ponsel tanpa tahu apa yang ingin dilakukan (hanya sekadar membuang waktu kosong). Padahal kalian bisa mengisinya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Seperti memasak, menyelesaikan tumpukan pakaian yang harus disetrika, olahraga, dan kegiatan positif lainnya.

2. Batasi Waktu Screen Time
Sumber:www.pinterest/creativemarket.com

Perlu Youngvestor ketahui bahwa kita bisa mengecek penggunaan screen time di layar ponsel. Di beberapa merek ponsel terdapat aplikasi screen time function untuk melihat seberapa banyak kita menggunakan media sosial tertentu termasuk mengatur limit waktu penggunaan. Misalnya, saat Instagram terlalu mengambil jatah waktu kalian dalam sehari, atur mode off untuk akses aplikasi tersebut jika sudah membukanya lebih dari dua jam. Jika ponsel kalian tidak memiliki fitur tersebut, gunakan cara manual dengan setting alarm lalu segera tutup aplikasi.

3. Manfaatkan Media Sosial untuk Personal Branding
 
Sumber:www.shutterstock.com

Personal branding adalah satu hal yang membedakan kamu dengan orang lain. Dengan citra yang kuat, kalian bisa mendapat banyak koneksi serta otoritas untuk memengaruhi orang lain.

Di media sosial kalian bisa saling membagi ide, berkolaborasi dalam menciptakan kreasi, berdebat, menemukan teman, rekan bisnis, pasangan, hingga membangun sebuah komunitas. Cobalah untuk menulis atau membagikan konten-konten yang layak untuk dibaca, dinikmati, berkualitas, menarik, dan tidak mengandung SARA, pornografi, atau lainnya.

Di zaman modern seperti ini, ada banyak jenis media sosial. Masing-masing media sosial bisa dibedakan dari karakteristik dan bagaimana kalian memaksimalkan penggunaannya. Intinya, Youngvestor harus pandai dalam mempelajari ciri khas followers atau audiens dari media sosial tersebut guna membangun personal branding. Jaringan atau network pertemanan yang luas akan sangat membantu kalian, entah itu mengenai pekerjaan atau bisnis.

Meninggalkan media sosial sepenuhnya memang tampak mustahil karena kita pun harus tetap update dengan berita terkini saat tidak bisa keluar rumah. Tapi, mengurangi intensitasnya bisa membuat kita lebih produktif untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat. Buka situs atau media sosial untuk sekedar mencari opsi kegiatan yang bisa kalian lakukan, lalu praktikkan. Yuk, buat diri lebih positif tanpa membuang waktu dengan percuma dengan menjadi pribadi yang produktif!

Youngvestor juga dapat membagikan artikel ini kepada teman-teman kalian yang membutuhkan. Semoga artikel ini bermanfaat! Sampai jumpa di artikel berikutnya, Youngvestor!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *