I AM Community

Kamu Harus Tahu! Kiat Investor Milenial Untuk Cepat Sukses

Investasi di usia muda bukan lagi hal yang sulit dilakukan. Apalagi sekarang sudah banyak aplikasi investasi online yang memudahkan kamu untuk berinvestasi, bisa kapan saja dan di mana saja. Seperti yang dilansir dari Investor Daily, Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida mengatakan bahwa saat ini OJK tidak hanya fokus meluncurkan kebijakan dan relaksasi demi pemulihan ekonomi, tapi juga merancang transformasi digital sektor keuangan secara masif. “Sebelum pandemi, penerapan digital oleh pelaku sektor keuangan Indonesia dan seluruh dunia memang sudah lama ada. Namun, pandemi membuat digitalisasi bagi pelaku bisnis dan sektor keuangan lebih dioptimalkan,” tambahnya.

Jika dilihat dari data yang ada, PT Bursa Efek Indonesia mengklaim jumlah investor pasar modal setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Hingga akhir Agustus 2020, jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 3,31 juta single investor identification (SID) atau tumbuh 26,2% dibandingkan akhir 2019 sebesar 2,48 juta SID.

Rinciannya, total investor berusia di bawah 30 tahun hampir 45% dari total investor pasar modal. Sedangkan untuk investor dengan rentang usia 31 tahun hingga 40 tahun sebesar 25% dari total investor di pasar modal. Menurut Hasan Fawzi, Direktur Pengembangan BEI, dalam empat tahun terakhir memang investor milenial terus mengalami peningkatan. Bahkan untuk usia antara 18 hingga 25 tahun jumlahnya meningkat 338% sejak 2016 yang lalu.

Youngvestor, apakah kamu masih ragu untuk memulai investasi di usia muda? Berikut ini Mintor akan memperkenalkan beberapa investor muda asal Indonesia. Mereka punya andil yang cukup besar dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Siapa sajakah mereka? Yuk, kita cari tahu!

1. Belvin Tannadi, Investor Muda Berpenghasilan Rp 1 Miliar perbulan

Sumber: cnbcindonesia.com

Mungkin bagi investor muda sudah tidak asing dengan nama satu ini, yaitu Belvin Tannadi. Pemuda asal Medan tersebut sukses berinvestasi di pasar modal Indonesia yang saat ini penghasilannya mencapai Rp 1 Miliar perbulan.

Pemilik situs Ilham.com ini mulai berinvestasi saham sejak 2014 dengan modal awal Rp 12 juta. Selama setahun pertama ia mempelajari terlebih dahulu seluk beluk saham dan risikonya agar tidak panik saat pasar saham sedang turun. Berikut cara yang dilakukan Belvin yang bisa kamu tiru:

  • Rajin membaca dan mencari informasi tentang saham
  • Memilih perusahaan yang besar dan fundamental baik
  • Tidak langsung berinvestasi dengan uang besar

Adapun alasan dia memilih saham karena saham memiliki potensi pertumbuhan yang paling tinggi dibandingkan dengan jenis instrumen lainnya seperti obligasi dan reksa dana. Pengetahuan ini ia pelajari secara otodidak dengan mempelajari analisis teknikal double bottom dan rajin membaca buku tentang saham.

2. Andika Sutoro, Mulai Investasi dengan Modal Dari Berjualan Online

Sumber: hipwee.com

Berani mencoba dan selalu belajar dari kesalahan adalah prinsip dari investor muda berusia 25 tahun, Andika Sutoro Putra. Pemuda kelahiran Singkawang, Kalimantan Barat ini tidak terlahir dari keluarga investor, tetapi dirinya sudah mempunyai bakat investasi sejak usia 15 tahun. Setahun sebelumnya, Andika sudah mulai melakukan pencarian di internet dan mencari tahu informasi bagaimana seseorang bisa menjadi kaya. Menurutnya, bergelut di pasar saham adalah jawabannya. Kala itu, ia melihat sosok Warren Buffet yang menjadi orang terkaya nomor 1 di dunia dan kini menjadi panutannya. Ia pun mulai mencari uang untuk berinvestasi.

Sebelum berinvestasi saham, Andika sempat berjualan online yakni CD suara burung walet di mana sarang itu milik sang Ayah. Hasil dari berjualan online tersebut dikumpulkan dan dijadikan sebagai modal investasi. Saat itu ia memiliki uang sebesar Rp 10 juta dengan bantuan sang ayah. Saat enam bulan pertama, ia mendapatkan untung hingga 50%. Hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk menginvestasikan semua uangnya sebesar Rp 100 juta.

Hampir 11 tahun berkecimpung di pasar saham, Andika juga sempat mengalami kerugian sebesar 30% di masa awal pasar saham. Namun di tahun ke-9 berinvestasi, ia berhasil mengumpulkan uang sekitar Rp 40 miliar. Kekayaannya pun terus bertambah dengan menginvestasikan uangnya di beberapa perusahaan start-up dan perusahaan baru. Wah, keren banget ya, Youngvestor!

3. Billy Budiman, Investor Muda Pencetak Gain 4.000%

Sumber: catatanoline.web.id

Saat ini Billy Budiman menduduki jabatan sebagai Equity Fund Manager di PT Sucorinvest Asset Management Batavia Prosperindo Sekuritas. Belum lama ini, Billy berhasil memecahkan rekor dunia. Dia lulus tes Chartered Market Technician (CMT) 1 yang digelar oleh MTA (Market Technician Association). CMT adalah salah satu lisensi untuk menjadi analis teknikal di dunia, khususnya Wall Street. Billy juga menyabet gelar Asian Youngest Professional Stock Analyst pada 2010. Sedangkan pada 2009, dia menyandang gelar Indonesian Economy Icon.

Pria yang bercita-cita menjadi manajer investasi global itu mengaku memegang tiga kunci sukses selama berinvestasi di bursa saham. Dia selalu fokus pada manajemen dana (money management), pemilihan saham (stock screening), dan strategi keluar masuk (entry exit strategy). “Money management berguna untuk melindungi portofolio dari kerugian, sedangkan entry exit strategy jelas sebagai panduan dalam trading,” ujar Billy seperti yang dikutip dari Investor Daily.

Billy menyarankan kepada para pemodal, terutama pemula, untuk membeli saham blue chip. Sebab, emiten yang memiliki saham blue chip terbukti konsisten mencetak kenaikan laba bersih sebesar 25% setiap tahun. Setelah itu, menurut dia, para pemodal bisa menggunakan analisis teknikal untuk menentukan waktu yang tepat dalam membeli atau menjual saham. “Itu kenapa pemodal perlu memahami beberapa indikator analisis teknikal yang sederhana, seperti moving average, MACD, RSI, dan stochastic,” tutur Billy.

Dia mengaku terinspirasi dari gaya Darvas dalam analisis teknikal. Teori Darvas sangat unik karena bisa mencetak untung ketika harga saham sedang naik tinggi. Selain Darvas, Billy juga menyukai teori investasi Warren Buffet. “Saya mulai berinvestasi saham sejak 2002. Sampai saat ini sudah gain sekitar 4.000% karena terbantu juga dengan kondisi pasar yang bullish pada 2009-2010,” tutup Billly.

Youngvestor, kamu bisa belajar dari pengalaman tiga investor muda yang sukses menguasai pasar modal.  Kamu bisa ikut menanamkan modal atau memberi pendanaan di sebuah perusahaan. Lewat investasi saham, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang besar di masa depan.

Pendapat Mintor, investasi saham sebaiknya dilakukan secara jangka panjang untuk melawan inflasi. Hal ini karena harga saham yang cenderung tinggi bisa menyaingi laju inflasi. Kapan lagi waktu yang tepat untuk melawan laju inflasi kalau bukan dari sekarang?  Kamu juga bisa jadi investor muda seperti mereka loh, Youngvestor! Selamat mencoba! Sampai jumpa di artikel berikutnya, Youngvestor!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *