I AM Community

Kamu Pemula? Persiapkan 8 Hal Ini Untuk Mulai Berinvestasi

Kamu Pemula? Persiapkan 8 Hal Ini Untuk Mulai Berinvestasi
 

Hai Youngvestors! Tahu tidak? Investasi kini menjadi salah satu sumber pendapatan yang bisa dibilang menjanjikan loh! Banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari berinvestasi salah satunya untuk tabungan masa depan. Jenisnya pun sangat beragam mulai dari investasi properti, emas, reksa dana, obligasi, dan juga saham, sehingga kamu bisa memilih mana yang sesuai kebutuhanmu.

Kini peminat investasi semakin banyak, kemudahan dan inovasi di bidang investasi membuat kaum milenial ikut tertarik menjadi investor muda. Investasi memang tidak mudah, butuh sebuah kesabaran dan komitmen dalam menjalaninya sehingga kamu bisa mencapai tujuanmu. Nah, bagaimana denganmu Youngvestor, saham apa yang sudah kamu miliki? Atau kamu baru saja mulai tertarik untuk berinvestasi? Ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan sebagai pemula agar investasimu dapat berjalan baik ke depannya.

Berikut hal yang wajib kamu persiapkan sebelum memulai investasi.

1. Memiliki Keuangan Yang Sehat

Sumber: pinterest.com

Hal yang paling mendasar untuk memulai investasi adalah mengevaluasi kondisi keuanganmu. Perhatikan cash flow keuanganmu ya Youngvestor, apakah sudah positif atau belum? Mulailah berinvestasi saat kondisi keuanganmu sedang stabil agar nanti kamu tidak mengalami kesulitan dalam keuangan apalagi sampai berhutang.

Selain itu, kamu harus menentukan jenis produk yang akan kamu investasikan, apakah investasi emas, properti atau reksa dana? Selanjutnya kamu bisa menentukan berapa banyak jumlah uang yang bisa kamu investasikan. Kamu bisa menyisihkan sedikit dari uang gajimu untuk investasi, tentunya dengan jumlah yang rasional. Jika keuanganmu sedang mengalami kesulitan, sebaiknya tahan dirimu dulu untuk berinvestasi dan carilah cara agar keuanganmu stabil.

2. Menentukan Tujuan Investasi

Sumber: pinterest.com

Sembari kamu mencari tahu jenis investasi yang ingin dipilih, sebaiknya cari dan tentukan juga tujuan kamu dalam berinvestasi. Tujuan berinvestasi dapat digunakan sebagai bagian dari motivasi bagi kamu dalam berusaha dan berjuang untuk mendapatkan goals yang  ingin dicapai. Jika tujuannya sudah jelas, menentukan langkah merupakan hal paling penting untuk bergerak, sehingga dengan mudah dalam mencapai semua hal yang menjadi prioritas utama tujuan tersebut.

3. Memiliki Niat Dalam Diri

Sumber: pinterest.com

Investasi tidak dilakukan dalam waktu yang singkat, kamu membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mencapai tujuan. Untuk dapat menjalankannya, maka diperlukan niat yang kuat dan komitmen dalam diri. Dua hal itulah yang akan menentukan hasil dari usahamu. Niat yang kuat akan membuat kamu berusaha maksimal agar bisa menjalankan investasi yang kamu pilih, sedangkan komitmen akan membuatmu merasa memiliki tanggung jawab yang lebih agar konsisten dalam berinvestasi. Bagaimana denganmu Youngvestors, apakah niatmu sudah bulat untuk berinvestasi?

4. Belajar Tentang Saham

Sumber: pinterest.com

Jangan hanya punya niat dan modal saja ya, Youngvestor! Kamu harus tahu tentang instrumen saham. Pelajari terlebih dahulu jenis-jenis saham, resiko dan keuntungan setiap jenisnya. Terutama jika kamu pemula dan belum berpengalaman berinvestasi, kamu wajib mencari tahu terlebih dahulu. Jangan sampai kamu tertipu dan keuanganmu jadi boncos Youngvestor.

Saat ini mencari referensi sangatlah mudah. Kamu bisa belajar tentang saham dari buku, majalah, website, ataupun orang yang sudah berpengalaman dalam investasi. Perhatikan potensi keuntungan yang akan kamu dapat, jangka waktu investasi, dan tingkat risikonya. Jika kamu sudah mempelajarinya, kamu lebih mudah untuk memilih produk investasi mana yang cocok dengan kebutuhanmu.

5. Menentukan Jenis Saham

Sumber: pinterest.com

Ketahui lebih dulu pengertian saham sebelum menentukannya. Menurut duwitmu.com saham dalam simple term adalah bukti kepemilikan di suatu perusahaan. Itu sebabnya saham disebut sebagai surat berharga. Saham adalah surat berharga – definisi dalam UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, “Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek”.

Lalu Apa Saja Jenis Saham?

Saham terbagi menjadi beberapa jenis yaitu saham biasa dan saham preferen. Pada jenis saham biasa, investor dapat mengklaim kepemilikan semua aktiva dan keuntungan milik perusahaan, sementara pemegang saham memiliki kewajiban terbatas. Apabila perusahaan pailit atau menghadapi risiko lainnya, kerugian maksimum yang ditanggung investor sebatas besaran investasi sahamnya di perusahaan tersebut saja (Perusahaan Terbatas).

Sedangkan saham preferen ialah saham yang menggabungkan obligasi (surat utang) dengan saham biasa. Keuntungannya, saham ini dapat memberikan pendapatan tetap seperti halnya bunga obligasi.

6. Menentukan Target

Sumber: pinterest.com

Tujuan dan target adalah dua hal yang berbeda. Target di sini merujuk kepada jumlah hasil yang ingin kamu peroleh dalam jangka waktu tertentu. Itulah gunanya kamu mempelajari terlebih dahulu tentang saham dan investasi.

Kamu bisa memilih untuk berinvestasi jangka panjang ataupun jangka pendek. Umumnya orang akan memilih investasi jangka panjang agar memperoleh hasil yang cukup menguntungkan. Jika kamu tidak ingin terlalu lama, ada banyak jenis investasi jangka pendek yang bisa kamu pilih. Untuk investasi jangka pendek, kamu harus lebih memperhatikan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual kembali sahammu. Tentu keduanya memiliki keuntungan dan tingkat risiko yang berbeda ya, Youngvestor!

7. Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran

Sumber: pinterest.com

Mencatat pemasukan dan pengeluaran bulanan berguna agar kamu dapat menentukan jenis investasi dan berapa uang yang bisa kamu investasikan. Ini akan menjadi tolak ukur dalam usahamu, karena jika pendapatanmu stabil dan cukup untuk kebutuhan bulananmu, kamu bisa menyisihkannya untuk berinvestasi. Namun sebaliknya, jika gajimu belum bisa memenuhi keperluan bulananmu maka kamu perlu mencari langkah untuk dapat memenuhinya terlebih dahulu.

8. Punya Dana Darurat (Emergency Fund) Min. 6 bulan

Sumber: pinterest.com

Nah, poin ini tak kalah penting Youngvestor! Jangan sampai kamu melewatkan hal ini ya, karena dana darurat akan sangat berguna di kemudian hari. Sangat disayangkan jika uang yang kamu investasikan terpakai untuk kebutuhan darurat seperti terkena PHK atau musibah lainnya. Contohnya seperti masa pandemi Covid-19 ini, kita tak pernah mengira jika dunia akan mengalami pandemi virus yang sangat mematikan, tak hanya mematikan nyawa manusia tetapi bisa mematikan pendapatan banyak orang.

Wah, ternyata untuk berinvestasi tidak boleh asal-asalan ya Youngvestor. Ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan untuk memulainya. Jika kamu kesulitan dalam mempelajari investasi seorang diri, kamu bisa bertanya dengan teman atau kolegamu yang sudah berpengalaman. Kamu juga bisa mengikuti komunitas khusus anak muda yang ingin belajar saham atau mengikuti seminar online tentang saham dan investasi. Jangan malu bertanya dan mencoba ya Youngvestor!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *